Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Bumerang Rumah Tangga


__ADS_3

Selesai makan Jackson memutuskan untuk membersihkan piring kotor, sedangkan Alice duduk di meja makan dengan memandangi Jackson. Tiba-tiba saja Alice melihat handphone, dia seperti sedang mentertawakan Amara saat wanita itu membalas pesan.


Pesan yang tidak ada sejam terkirim, ia sudah menebak kalau Amara akan murka dan sebentar lagi wanita itu segera memberikan sebuah pertanyaan untuk Jackson.


"Sayang." panggil Jackson yang sudah berada di depan Alice, Alice yang mendengar panggilan itu seketika kaget dengan keberadaan Jackson.


"Ka-kamu kenapa cepat sekali cuci piringnya." kata Alice gugup, seakan-akan Jackson adalah hantu yang muncul secara tiba-tiba.


"Dari tadi aku perhatikan kamu serius sekali, apa ada yang membuatmu bahagia sampai sibuk memperhatikan handphone." ucap Jackson yang sudah menarik kursi di samping Alice.


"Biasa masalah pekerjaan." balas Alice menyakinkan Jackson, dia tidak mau kalau pria ini mencurigainya.


Jackson mengantar Alice ke kantor, dimana Neo sudah menunggu kedatangan Alice. Tapi saat mobil Jackson terparkir di area kantor, Jackson seketika menghentikan Alice untuk keluar dari mobil.


Alice yang menatap Jackson dengan tatapan aneh membuat pria di depannya ini malah menarik tangannya, lalu memberikan sebuah ciuman tepat di bibirnya. Ciuman itu sedikit dilumat dan dihisap oleh Jackson, membuat Alice mengikuti irama yang dilakukan Jackson.


Jackson menghentikan ciuman itu, lalu jari jemari Jackson menyentuh bibir Alice dengan lembut. Bibir ini sudah menjadi candu untuk dirinya, apalagi dengan rasanya yang manis dan menggigit membuat Jackson tak bisa melepaskan bibir ini.


Jackson mengambil sebuah lipstik di tempat mobil, di sana ia menemukan lipstik yang bisanya Amara bawa. Tapi kali ini lipstik yang dia bawa lipstik yang baru saja dia beli, dengan warna yang sesuai dengan lipstik yang biasanya Alice pakai.


Lipstik itu dioleskan ke bibir ranum Alice, secara pelan dan sangat hati-hati membuat Alice sibuk memandangi wajah Jackson. Hidung yang mancung, rahang yang kuat, dengan alis yang tebal membuat kesan ketampanan pada Jackson semakin bertambah.


Apalagi bentuk tubuh Jackson yang terbilang bagus, Aurora yang mengetahui dirinya mengagumi Jackson seketika menggeleng. Dia terus menggeleng untuk menghilangkan kesan kagumnya.


"Tidak! Tidak! Kamu tidak boleh mencintai atau mengagumi Jackson Aurora, ingat kamu datang kemari untuk menggantikan peran Alice bukan malah mencintai suami dari pemilik tubuh. Kamu harus ingat rencana awal kamu dan janji kamu ke Alice." batin Aurora yang terus menggelengkan kepala membuat Jackson menatapnya dengan tatapan aneh.


"Kamu kenapa sayang, kenapa dari tadi kamu terus menggelengkan kepala." ucap Jackson yang menyadari sikap Alice yang menurutnya sangat aneh.


"Nggak apa-apa." Alice turun dari mobil menuju gedung perusahaan tersebut, dimana kantor itu yang dipimpin oleh kekasihnya Neo.

__ADS_1


Neo yang melihat kedatangan Alice tersenyum dan menyambut wanita itu, sambutan yang diberikan Neo membuat Alice merasa nyaman. Sebuah pelukan yang diberikan Neo membuat Alice membalas pelukan tersebut, entah kenapa Aurora merasa berbeda kalau berada di dekat Neo dan juga Jackson.


Apa mungkin dia sudah jatuh cinta dengan Jackson? Makanya rasa pelukan yang diberikan Neo jauh dari Jackson. Pikiran yang terus berkecamuk itu membuat Alice merasa nyeri, Alice melonggarkan pelukannya membuat Neo mengerutkan kening melihat tingkah laku kekasihnya.


"Ada apa?" tanya Neo yang memeriksa keadaan Alice, walau begitu suhu tubuh Alice terlihat tidak terjadi apapun.


Tapi entah kenapa sikap Alice seakan memiliki penyakit, "Kamu sakit? Mau aku panggilkan dokter?"


"Nggak usah, aku baik-baik aja." itulah jawaban yang diberikan Alice saat wanita itu memilih duduk di sofa yang berada di ruangan Neo.


Sofa panjang sesuai dengan ukuran tubuh Alice membuat wanita itu nyaman, Neo segera meminta OB untuk buat minuman hangat untuk Alice. Sambil menunggu Neo menghampiri Alice yang sibuk memejamkan mata.


"Sini aku bantu pijit kening kamu." Alice tidak menjawab ucapan Neo, dia malah merasakan sentuhan tangan Neo yang terus memijit keningnya dengan lembut.


***


Jackson yang tiba di apartemen buat menemui Amara, seketika dia melihat Amara sudah menunggunya di sofa. Tanpa mengatakan apapun wanita itu seketika berdiri dari duduknya dengan menatap Jackson dengan marah.


"Baru pulang?" pertanyaan itu sontak membuat Jackson membalikan tubuh, awalnya Jackson tidak peduli dengan tatapan yang diberikan Amara.


Yang dia pedulikan hanyalah membersihkan tubuh lalu berangkat kerja, itulah yang akan dilakukan Jackson tapi dia mendengar pertanyaan dari Amara dengan nada marah.


"Dari mana aja kamu seharian ini. Kenapa tidak kabarin aku." ucap Amara kembali membuat Jackson mengerutkan kening.


"Jawab Jackson kamu habis kemana seharian ini." sekarang nada bicara Amara seakan meninggi membuat Jackson tidak terima dengan perlakuan Amara.


"Kamu bisa gak bicara pelan-pelan, aku ini suami kamu Amara bukan orang lain."


"Suami? Suami yang lupa dengan istrinya dan sibuk berselingkuh dengan wanita lain, itu yang kamu maksudkan?" timpal Amara dengan perasaan murka, kemurkaan Amara membuat Jackson semakin bingung.

__ADS_1


"Maksud kamu apa nuduh aku selingkuh. Aku seharian ini kerja bukan selingkuh, jangan pernah menuduhku selingkuh tanpa kamu cari tahu lebih dulu Amara." ucap Jackson yang masih berusaha mengontrol emosi, walau sebenarnya dia ingin melampiaskan emosinya.


Amara dengan cepat mengeluarkan handphone, dia memperlihatkan sebuah foto dan vidio yang selama ini ia terima dari orang lain. Walau begitu Amara langsung tahu kalau foto dan vidio itu adalah Jackson, tapi dia tidak melihat dengan jelas siapa wanita yang berada dengan Jackson.


Jackson yang melihat bukti itu membuat tubuhnya menegang, walau begitu dia masih lega dengan foto dan vidio itu tidak nampak wajah Alice. Sebenarnya dia tahu siapa yang berada di dalam foto dan vidio itu, tapi ia berusaha bersikap tenang dengan bukti yang berada di tangan Amara.


Jackson tertawa dengan sikap Amara yang mencurigainya, "Amara, Amara. Kamu ini kenapa tidak cari dulu, kenapa kamu malah menuduhku selingkuh. Coba kamu bersikap dewasa sedikit baru kamu menuduhku selingkuh, apa selama ini aku pernah bawa wanita pulang di hadapan kamu? Tidak pernahkan."


"Sudahlah jangan bersikap kekanak-kanakan, kamu sudah dewasa seharusnya bersikap seperti orang dewasa bukan kaya anak kecil." selesai bicara Jackson memutuskan untuk meninggalkan Amara di sana, ia memutuskan untuk pergi ke kamar.


"Apa menurut kamu aku ini bodoh Jackson, aku akan cari tahu siapa wanita selingkuhan kamu ini. Supaya aku bisa mentertawakan wanita selingkuhan kamu, dia sengaja main-main denganku yang sudah memiliki pengalaman." batin Amara dengan tatapan licik, sesuai dengan sifat yang ditanam Amara.


Amara tidak sadar ya kalau dia pernah jadi wanita selingkuhan, kenapa dia marah kalau Jackson punya selingkuhan 🤭🤭 lucu sekali kamu ini mba 🤣🤣


Sedangkan Alice membuka mata secara perlahan, pandangan pertama yang dia lihat wajah Neo yang menatapnya. Membuat Alice malu dengan tingkah lakunya sendiri.


"Kenapa kamu tutup wajah kamu, sayang?" tanya Neo yang berusaha membuka bantal di wajah Alice.


Saat terbangun Alice masih belum sadar kalau Neo terus memandangi wajahnya, seketika Alice dibuat malu dengan dirinya sendiri. Bagaimana tidak baru bangun tidur sudah dipandang oleh Neo, apalagi pria itu tidak malu sedikitpun dengan penampilannya.


Saking malunya Alice mengambil bantal sofa dan menutupi seluruh wajahnya, Neo yang melihat tingkah laku Alice dibuat terkekeh dengan sifat Alice yang menurutnya sangat menggemaskan.


Neo mengambil batal tersebut dari tangan Alice, "Sudah jangan ditutup lagi wajahnya, aku tidak bisa lihat wajah pacarku yang cantik ini."


"Jangan gombal Neo, kamu kenapa ada di sini kenapa kamu tidak pergi atau kemana gitu. Buat apa kamu menatapku seperti itu, apalagi kamu menungguku bangun. Aku kan jadi malu di tatap kaya gitu sama kamu." kata Alice yang mulai bersikap biasa, walau sebenarnya dia ingin menghilang dari sini.


"Menurutku kamu itu tetap cantik dan lucu, walau seburuk apapun wajah kamu. Kamu masih cantik di mataku Lice, jadi jangan berpikir aku akan berpaling dari kamu." balas Neo lembut, kelembutan yang diberikan Neo membuatnya sadar kalau Neo benar-benar tulus mencintai Alice.


Aurora sangat iri dengan Alice, kenapa dia tidak pernah mendapatkan perhatian dari seorang pria. Bahkan hidupnya seperti tidak memiliki warna, apa mungkin dia lebih suka berada di sini dari pada berada di dunianya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2