
"Minumlah sepuas mu Jackson karena aku akan membuatmu menderita." batin Aurora dengan senyum mematikan di balik gelas yang kini dia minum, wanita itu tersenyum saat melihat Jackson menghabiskan minuman yang ia berikan.
"Mau tambah lagi?" tawar Alice yang dianggukin oleh Jackson, Alice menuangkan minuman itu kembali lalu dihabiskan oleh Jackson dengan satu tegukan.
"Sudah jangan nambah lagi. Lebih baik kita makan dulu baru lanjut minum." ucap Alice yang mengambil gelas di tangan Jackson, pria itu seperti robot yang mau diperintahkan oleh Alice.
Wanita cantik itu menuangkan makanan ke piring Jackson dengan sedikit taktik supaya dirinya bisa menggoda Jackson, Alice sengaja memakai pakaian seksi malah melebihi pakaian yang biasanya Amara gunakan. Kali ini dia pasti berhasil membuat Jackson jatuh ke tangannya.
Jackson menyentuh paha Alice saat wanita itu sibuk mengambil makanan, Alice tahu sebenarnya Jackson sudah tidak tahan dengan tubuh moleknya ini. Tapi dia masih acuh tanpa memperdulikan Jackson yang kini sudah menahan hasratnya.
Saat Jackson melihat penampilannya saja dia sudah menebak kalau Jackson kagum akan kecantikannya, akan tetapi Alice membiarkan saja walau dia tahu ingin rasanya Jackson berada di pelukannya malam ini.
"Silakan di makan dulu." kata Alice saat wanita itu kembali duduk, Jackson memakan masakan yang dibuat Alice.
Tapi kali ini Jackson tidak bisa fokus dengan penampilan Alice, jujur Alice membuatnya tidak bisa melepaskan pandangan. Malah semakin dibiarkan hasratnya susah di tahan, apalagi Alice sengaja membiarkan buah dada itu terpampang jelas di depan matanya.
"Ekhem!! Boleh aku tanya sesuatu sama kamu, Lice?" ucap lelaki itu yang kini menatap Alice, begitupun dengan Alice yang sengaja memamerkan tubuhnya.
"Katakan aja." jawab Alice dengan melanjutkan makanan itu kembali.
"Kenapa kamu berpenampilan seperti ini. Maksudku kamu tumben dandan, biasanya kamu tidak pernah dandan apalagi tahu pakaian terbuka seperti itu." tutur Jackson yang berusaha menahan hawa nafsunya, sedangkan Alice tertawa puas melihat penderitaan Jackson.
"Apa menurutmu aku salah berpenampilan seperti ini? Bukannya sebagai istri boleh melakukan ini di depan suaminya, apalagi suaminya sibuk bekerja untuk membahagiakan istrinya."
"Aku sadar selama ini belum memberikan apapun yang kamu inginkan, makanya mulai sekarang aku akan melakukan ini sama kamu. Apalagi kamu berhak melihat tubuhku dengan sempurna tanpa dilihat orang lain." sambung Alice dengan lembut, membuat Jackson tersentuh dengan kalimat yang diucapkan Alice.
Yang dikatakan Alice sangat masuk akal, selama ini dia terlalu sibuk selingkuh dengan Amara sampai lupa dengan Alice. Tapi dia bangga Alice sudah mau berubah, apalagi sekarang tampilan Alice sangat cantik. Dibandingkan dengan Amara jauh berbeda dari Alice.
Jackson memutuskan untuk menghentikan sarapan saat dia sudah tidak tahan dengan kemolekan Alice, pakaian seksi yang dikenakan Alice sangat membuat gairahnya bergejolak dengan kencang. Mengalir seperti air yang mendidih, apalagi kulit mulus Alice sangat sempurna di matanya.
__ADS_1
Sangat jauh dengan tubuh Amara yang selalu dia sentuh, apalagi dia melihat buah dada Alice sangat besar dibandingkan dengan Amara. Membuat pakaian itu sedikit ketat di tubuh Alice, dia tidak tahu apa yang dilakukan Alice selama ini sampai tubuh wanita itu begitu sempurna.
Jackson yang masih memakai pakaian kantor menghampiri Alice yang sibuk makan, dia sengaja memilih duduk di samping Alice saat posisi awal duduknya berpindah. Dalam hati Alice tersenyum puas saat melihat Jackson sudah mulai tergoda dengan tubuhnya.
***
Pria tampan itu menggulung lengan kemeja sampai sikut secara bergantian, barulah pria itu duduk di samping Alice dengan memandangi tubuh Alice yang begitu sempurna.
"Apa selama ini kamu melakukan perawatan?" entah kenapa pertanyaan yang kini diberikan Jackson membuat Alice tersenyum, bagaimana tidak ini pertama kalinya Jackson menanyakan hal itu.
Alice menatap Jackson, "Menurutmu setelah aku seperti ini apa aku harus mengatakannya."
Jackson tersenyum malu dengan jawaban Alice, entah kenapa dia semakin menyukai sikap Alice yang sekarang. Biarkan Amara di sana sekarang yang dia pikirkan hanyalah Alice.
Jackson menggunakan satu tangannya untuk menggeser kursi yang diduduki Alice, perlahan kursi itu bergerak saat tangan Jackson terus menggeser kursi tersebut. Alice tak pedulikan apa yang dilakukan Jackson, walau sebenarnya Alice mengetahui kelakuan Jackson.
"Alice." panggil Jackson saat memandangi wajah Alice yang ditutupi dengan rambut, Jackson berinisiatif untuk bangun dan menyentuh rambut panjang Alice.
Jackson sedikit menunduk untuk menyamakan posisi Alice, dia sedikit memberikan sebuah kecupan di pundak Alice. Membuat sekujur tubuh Alice meremang, walau begitu Alice masih bersikap normal.
"Lice, bolehkah aku bertanya sesuatu sama kamu?" tanya Jackson yang sudah kembali duduk, lalu lelaki itu malah sibuk memperhatikan Alice.
Alice mengangguk saat makan malamnya selesai, "Apa selama ini aku belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu?" lagi dan lagi Alice dibuat bingung dengan sikap Jackson.
Ini pertama kalinya Jackson bicara seperti itu, walau sebenarnya dia tahu kisah nyata aslinya bukan seperti ini.
"Menurutmu apa kamu sudah layak menjadi suami yang baik?" Jackson terdiam sejenak sambil menunduk, pertanyaan itu membuat Jackson sadar akan perilakunya selama ini.
"Maafkan aku selama ini aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri, aku sampai tidak sadar dengan perasaan kamu Lice. Maaf sudah menyia-nyiakan kamu, apa kita bisa mulai dari awal?" lontar Jackson membuat Alice menatap lelaki itu dengan curiga, bagaimana bisa pria seperti Jackson bicara seperti barusan.
"Kalau kamu mau melakukannya silakan saja, lagian aku di sini sudah menjadi istri yang baik untuk kamu. Tapi sepertinya kamu belum menjalankan kewajiban kamu itu." timpal Alice yang kini sudah menatap Jackson.
__ADS_1
Jackson menyentuh kedua tangan Alice, kali ini posisi mereka saling berhadapan dengan tangan Alice digenggam Jackson. "Baiklah. Mulai sekarang aku akan mencoba menjadi suami yang baik untuk kamu, saya janji tidak akan ninggalin kamu sampai kapanpun itu."
"Kalau begitu kamu bisa kan menuruti keinginanku walau kamu tahu keinginanku ini berat untuk kamu." ucap Alice yang dianggukin oleh Jackson.
Setelah bicara keduanya masuk ke dalam kamar, tepatnya kamar mereka yang tidak pernah ditempati saat pertama kali masuk ke rumah ini. Saat mereka menikah seluruh keluarganya sudah menyiapkan kamar khusus untuk mereka berdua, tapi Jackson memilih pisah kamar dibandingkan satu kamar dengan Alice.
Tapi malam ini Aurora sangat takut kalau nanti Jackson yang berniat macam-macam dengannya, Aurora menuangkan minuman kembali saat melihat Jackson keluar dari kamar mandi.
Pria itu hanya memakai piyama biru dongker senada dengan celana, apalagi piyama dibagian atas sengaja pria itu buka. Membuat Aurora tidak fokus dengan bentuk tubuh Jackson yang begitu sempurna.
"Sebelum tidur boleh kita minum sebentar." kata Alice saat Jackson mulai mendekati Alice, pria itu mengangguk sambil duduk di sofa.
Entah sudah berapa gelas Jackson menghabiskan minuman itu, sampai dia melihat tubuh Jackson sudah tidak berdaya lagi. Aurora yang melihat itu tersenyum puas melihat bagaimana rencananya berhasil, Aurora berusaha membawa tubuh Jackson ke ranjang.
Dia memberikan sesuatu yang menarik untuk membuat seseorang panas, Aurora berniat membuat Amara murka dengan kelakuan Jackson. Aurora memulai rencananya, dia sengaja berganti pakaian dengan piyama seksi. Mungkin piyama ini lebih seksi dibandingkan piyama yang lain.
Aurora mulai mencari posisi di samping Jackson, lelaki itu masih terpengaruh dengan minuman yang sudah dicampur dengan obat tidur. Aurora tidur di samping Jackson dengan tubuhnya masuk ke dalam selimut, dia mulai mencari pose yang bagus dengan terbilang hot.
Empat foto itu berhasil di ambil oleh Aurora, ia tersenyum puas saat melihat hasil fotonya sendiri. Barulah Aurora kembali turun dari ranjang dan berganti pakaian seperti biasa.
Empat foto berhasil dikirim oleh Aurora, dia sudah mengirim foto itu ke nomor Amara. Wanita itu tidak tahu kalau foto ini dikirim olehnya, karena dia mengirimnya dengan nomor baru bukan nomor biasanya.
"Kita lihat bagaimana reaksi kamu nanti Amara. Apakah kamu akan kemakan dengan foto ini atau memang kamu akan kepanasan melihat orang yang kamu cintai bercinta dengan wanita asing." batin Aurora dengan senyum mematikan.
__ADS_1
Barulah Aurora kembali ke kamar dan membiarkan Jackson tidur sendiri di sana.