Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Menaruh Rasa Curiga


__ADS_3

Ia pikir Alice sangat beruntung dikelilingi banyak orang yang sangat menyayanginya, sedangkan dia tidak seberuntung Alice. Dulu hidupnya terasa pahit sampai dia merasa kalau semua orang jahat kepadanya, tapi kenyataannya dia salah kalau sebenarnya yang paling jahat dirinya sendiri bukan orang lain.


Tapi sayangnya Alice sangat bodoh memilih pria seperti Jackson, Alice yang melihat keberadaan Neo segera menghampiri pria itu. Pria gagah dengan memakai setelan jas, sangat tampan dibandingkan suaminya sendiri.


"Kamu sudah datang aja Neo." ucap Alice membuat Neo tersenyum melihat kedatangan Alice yang menurutnya sangat cantik.


Neo sangat terbuai akan kecantikan yang dimiliki Alice, matanya tidak jauh dari penampilan Alice yang jauh berbeda dari biasanya. Ini pertama kalinya dia melihat Alice secantik ini, apalagi perpaduan dengan gaun yang sekarang Alice gunakan sangat cocok dengan tubuhnya.


"Lu ngapain lihat bini gua kaya gitu, jaga mata lu bro jangan sampai gua nonjok lu di sini." kata Jackson yang tiba-tiba saja datang di antara mereka berdua.


Sejujurnya Alice malas berdebat dengan Jackson, apalagi pria ini selalu ikut campur masalahnya. Dan sekarang seperti bodyguard yang selalu menempel, kalau bukan misi balas dendam mungkin Aurora sudah menendang pria ini dari hidupnya.


Sama halnya dengan Neo, dia memilih diam tanpa membalas ucapan Jackson. Sebenarnya dia juga malas meladeni pria seperti Jackson, yang ada mengganggu acara spesial orang.


Jackson berdiri di samping Alice, Neo yang melihat itu sangat tidak suka kalau pria ini selalu menempel apalagi membuatnya menjauh dari Alice.


"Kamu kenapa memilih di sini bukannya masih ada tempat yang kosong." ucap Jackson pelan.


"Aku malas mencari tempat." jawab Alice dengan malas, dia sangat malas kalau sudah berdekatan dengan Jackson.


Neo sempat melirik Alice saat wanita itu fokus dengan makanan yang sudah dihidangkan, Neo segera mengirim pesan untuk Alice setelah itu Neo memutuskan untuk pergi dari acara tersebut.


Saat Alice sibuk mengambil makanan, dia sempat mendengar suara handphone lalu ia segera mengambil handphone di dalam tas. Di sana ada sebuah notifikasi dari Neo, pria itu memintanya untuk bertemu di salah satu tempat yang tidak jauh dari acara.


Sebelum itu ia sempat mencari keberadaan Jackson, dia tidak mau kalau pria itu melihat kepergiannya. Bisa bahaya kalau nanti Jackson tahu kalau dia pergi dari tempat acara.


"Kamu kenapa mengajakku ke tempat ini?" tanya Alice yang sudah berada di tempat dimana Neo mengajaknya bertemu.

__ADS_1


Neo tersenyum saat melihat kedatangan Alice, lalu pria itu memilih untuk melihat ke arah bawah. Dimana matanya melihat banyak orang yang menikmati pesta, lalu ia kembali menatap Alice.


"Lice, aku mau bicara penting sama kamu. Aku tidak tahu kenapa akhir-akhir ini aku melihat kamu bukan Alice yang aku kenal, melainkan seperti aku bicara dengan orang lain walau raga kamu adalah Alice." tutur Neo yang menatap Alice curiga, dia juga tidak paham apakah kecurigaannya benar atau tidak.


Deg!! Jantung Aurora berdegup kencang saat mendengar kalimat yang diucapkan Neo, dia tidak tahu harus menjelaskan bagaimana kepada Noe. Apa mungkin pria ini percaya tentang reinkarnasi? Mana mungkin pria ini percaya, dia saja sempat bingung dengan hidupnya yang masuk ke dunia lain bukan ke dunia asalnya.


"Alice. Kamu kenapa diam saja, apa aku salah bicara sama kamu." Neo kembali bersuara saat suara pria ini menyadarkannya.


"Mungkin perasaan kamu saja Neo. Aku tetaplah aku bukan orang lain, mana adakan orang asing masuk ke tubuhku." kata Alice yang sempat tidak berani menatap mata Neo, ia malah fokus dengan gelas yang kini dia ambil.


"Ya juga sih. Tapi aku merasa kamu bukanlah Alice yang dulu aku kenal, tetapi aku merasa kamu orang asing yang masuk ke tubuh Alice." Aurora kembali menatap Neo yang saat ini menatapnya juga.


***


"Apa kamu merasa aku ini bukan Alice yang kamu kenal? Begitu maksud kamu." Alice melihat bagaimana Neo memberikan sebuah gelengan, tetapi ia juga tidak tahu apakah Alice berbohong dengan ucapannya atau memilih menyembunyikan sesuatu darinya.


"Saat itu juga duniaku jadi berbeda, karena aku sudah mengetahui perselingkuhan suamiku." ucap Alice membuat wajah Neo terkejut, selama ini Alice selalu menutupi semua masalahnya tapi kali ini dia menceritakan semuanya.


"Jadi menurut kamu, kamu melakukan itu untuk membalas perbuatan atas sikap suami kamu ke kamu. Makanya kamu mau membantu aku untuk mengalahkan Jackson." tutur Neo membuat Alice mengangguk, sebelum bicara kembali ia sempat meminum jus yang sempat ia ambil.


Barulah dia kembali melihat Neo, "Sekarang aku mengerti kenapa sikap kamu berubah, kamu tenang aja aku akan selalu membantu kamu untuk membalas perbuatan suami kamu."


"Oh ya Lice, apa kamu tahu siapa wanita selingkuhan suami kamu?" tanya Neo kembali saat awalnya suasana di antara mereka sama-sama diam.


Alice menggeleng dengan tatapan kearah bawah balkon, sekarang posisi mereka berada di balkon. Dimana acara berada di gedung paling bawah sedangkan mereka berada di lantai atas.


Pembicaraan mereka seketika terhenti saat Alice menikmati minuman sedangkan Neo sibuk memperhatikan Alice, "Andai kamu tahu siapa wanita yang menjadi selingkuhan suami kamu Lice. Mungkin kamu akan marah saat tahu semuanya, tapi apa aku bisa memberitahu tentang perselingkuhan suami kamu."

__ADS_1


Alice kembali menatap Neo saat lelaki itu masih sibuk menatapnya, "Oh ya Neo aku pergi dulu ya. Aku takut nanti suamiku cari keberadaan ku, aku tidak mau dia membuat keributan di acara pernikahan orang."


Neo mengangguk cepat, kepergian Alice membuat pria yang masih berdiri di balkon menatap kepergian Alice. Dia tidak tahu apakah ia harus merebut Alice dari suaminya, atau memilih melihat Alice bahagia. Tapi dia tidak yakin kalau Jackson akan membahagiakan Alice, buktinya saja pria itu tidak tahu kalau istrinya sedang butuh pertolongan.


Saat kecelakaan Neo sempat mengejar mobil yang dikendarai Amara, wanita itu awalnya mengajak Alice jalan-jalan. Tetapi Alice tidak pernah memiliki rasa curiga terhadap Amara, dari situ Alice mudah ditipu oleh wanita licik seperti Amara.


Semenjak kejadian itu Alice sadar dari koma, wanita itu sempat koma satu tahun. Dia senang Alice sadar kembali, yang membuatnya aneh dengan Alice wanita itu seperti jauh bukan Alice yang dulu melainkan orang lain yang masuk ke tubuh Alice.


Tetap saja dia dibuat bingung dengan perubahan Alice yang semakin hari semakin kuat, yang awalnya Alice seorang wanita lemah dan mudah ditipu oleh orang lain. Sekarang wanita itu gampang melawan siapapun yang berani melawannya, itu semua membuatnya sangat yakin kalau Alice sudah berubah.


"Kau kemana saja aku dari tadi nyariin kamu." kata Jackson yang melihat keberadaan Alice yang sibuk memandangi pengantin sambil makan kue.


"Toilet." balas Alice singkat, Alice meninggalkan piring yang sempat ia letakan kue. Dia memilih mendatangi kedua pengantin barulah Alice memutuskan untuk pergi.


"Kamu mau kemana lagi, Alice?" tanya Jackson yang tiba-tiba saja menahan tangan Alice untuk pergi, wanita itu malah menatapnya dengan tatapan tajam.


Seakan tatapan itu tidak suka kalau Jackson menyentuh tubuhnya, Jackson secepatnya melepaskan tangan Alice dari genggamannya. Lalu wanita itu naik ke mobil yang sudah dia pesan, entahlah hari ini dia ingin kemana yang pasti ia akan menjauhkan diri dari pria brengsek seperti Jackson.


"Sial! Wanita itu kemana lagi, kenapa kehilangan jejak begini." seru Jackson yang saat ini tidak tahu keberadaan Alice, dia sempat mengikuti mobil Alice tapi diperjalanan dia kehilangan jejak Alice.


Saat ada sebuah mobil menghalangi jalan, sekarang dia tidak tahu kemana mobil itu pergi. Akhirnya Jackson memutuskan untuk ke apartemen Amara, wanita itulah paling bisa memberikan ketenangan dari pada Alice.


Amara yang sibuk memanjakan diri di rumah mendengar suara pintu, tanpa membilas masker yang ada di wajah ia langsung membuka pintu. Di depan pintu ia melihat Jackson sudah berada di apartemen, tanpa meminta pria itu masuk Jackson sudah lebih dulu masuk.


"Tumben hari ini kamu datang biasanya tidak pernah." kata Amara yang sudah menutup pintu apartemen, lalu wanita itu menghampiri Jackson yang duduk di sofa dengan kepala menatap langit rumah.


Beberapa detik kemudian Jackson kembali membuka mata, matanya melihat Amara begitu sibuk dengan perawatan muka dan perawatan tubuh. Dia tidak habis pikir kenapa wanita ini sangat merepotkan sekali.

__ADS_1


__ADS_2