
Lyona bingung dengan sikap Jackson, selama dia datang Jackson tidak mengatakan apapun. Apalagi menyambut kepulangannya saja, lelaki itu masih sibuk mengerjakan data mengeluarkan kantor dengan materi yang lain.
Lyona memutuskan untuk keluar dari ruangan Jackson, "Apa kamu tidak punya salah selama liburan?" Lyona menghentikan langkahnya saat mendengar suara Jackson, Lyona membalikan badan menatap Jackson.
"Maksud bapak?"
Jackson mengeluarkan handphone di saku jas, ia mencari sesuatu di handphone sampai Lyona menatap dan menunggu apa yang dilihat Jackson. Saat Jackson mengeluarkan bukti itu membuat Lyona terkejut, foto itu baru saja di-posting olehnya bersama dengan Draco.
"Gawat kenapa Jackson bisa tahu akun sosial mediaku." batin Lyona menatap foto bersama dengan Draco di handphone Jackson.
"Kamu bisa jelaskan siapa pria ini?" Lyona menatap Jackson saat lelaki itu sedang mengintrogasi dirinya.
Jackson menarik handphone itu kembali, "Kenapa diam aja. Apa kamu tidak bisa menjelaskan siapa pria yang bersama kamu di Bali."
"Dia sepupuku Jackson. Emang dia tinggal di Bali bersama dengan keluarganya, aku ke sana sengaja ngabarin dia untuk jemput aku di bandara. Makanya aku bisa jalan berdua sama dia."
"Kamu yakin dia sepupu kamu?" Lyona menghela nafas saat mendengar kalimat Jackson, ia menghampiri Jackson dan duduk dipangkuan pria ini.
Dengan melingkarkan kedua tangan di leher Jackson, "Ya sayang dia sepupuku. Aku mana mungkin bohongin kamu, aku tidak bisa berbohong sama kamu."
"Tapi kenapa kamu tidak bilang kalau kamu punya sepupu cowok di Bali." kata Jackson yang kali ini menatap Lyona dengan serius.
"Karena kamu tidak bilang, mungkin kalau kamu bilang aku akan beritahu kamu."
"Baiklah, aku percaya sama kamu." Lyona tersenyum mendengar ucapan Jackson, lalu dia memeluk Jackson dengan erat seperti pelukan kerinduan.
"Sekarang kamu sudah tidak marah lagi kan?" Lyona melepaskan pelukannya dan melihat Jackson yang sibuk mengelus kepala Lyona.
Jackson mengangguk, di dalam hati Lyona dia sangat puas dengan kebohongan yang ia berikan untuk Jackson. Karena baginya pria seperti Jackson mudah sekali di bodohi, tapi kenapa Alice sangat bodoh mendapatkan pria seperti Jackson.
Bukannya pria ini hanya memikirkan kepuasan diri sendiri, tapi sekarang kenapa Alice mau memusnahkan Jackson dari kehidupan Alice. Apa karena Alice benar ingin menghancurkan Jackson, atau memiliki tujuan yang lain.
__ADS_1
Entahlah karena baginya dia cuman membantu rencana balas dendam ini, setelah balas dendam ini selesai dia akan pergi dan kembali ke Draco pria yang dia cintai.
Aurora yang berada di balkon berdiri menghadap depan, ia memejamkan kedua matanya saat merasakan suara dari pemilik tubuh. Pemilik tubuh aslinya datang di saat Aurora sendiri, wanita itu datang dengan posisi tersenyum.
"Terima kasih kamu sudah mau membantuku untuk membalas dendam. Tapi apa kamu bisa menghancurkan mereka berdua? Maksudku Jackson orang yang sangat licik, apalagi Amara. Aku takut kamulah yang menjadi sasaran mereka kalau misalkan rencana kamu ketahuan."
"Kamu tenang aja aku tidak seperti dirimu Alice. Aku ini sudah tahu mana yang harus aku lakukan, lagian aku sudah bertemu banyak orang yang seperti Amara dan juga suami kamu itu. Jadi kamu tenang aja, lagian aku sudah ada yang membantu menyelesaikan rencanaku ini."
"Lyona?" Aurora dibuat terkejut dengan ucapan Alice, bagaimana bisa pemilik tubuh ini tahu nama wanita itu dan dia belum mengatakan apapun tentang Lyona.
"Kamu pasti kaget bukan kenapa aku bisa tahu wanita bernama Lyona itu."
"Karena dia pernah menghancurkan keluargaku Aurora sebelum Amara datang." ucap Alice kembali, membuat Aurora dibuat terkejut kembali saat mengetahui fakta tentang Lyona.
"Jadi... Lyona pernah masuk ke dalam keluarga kamu dan menghancurkan kehidupan kamu sebelum kedatangan Amara?" Alice mengangguk mengatakan setuju atas perkataan Aurora.
"Lalu? Kenapa kamu tidak mengatakannya lebih awal, kalau aku tahu aku tidak mungkin menyetujui kedatangan Lyona untuk membantu rencanaku ini."
Ada sebuah helaan nafas yang dilakukan Alice, walau sebenarnya dia tahu kalau ia sudah berbuat sembrono untuk melakukan rencana ini.
"Sebenarnya bukan Lyona yang menghancurkan keluargaku Aurora melainkan ibu kandungnya." kata Alice yang menatap Aurora seakan mereka sedang berbicara secara langsung.
"Ibunya? Maksud kamu?" akhirnya Alice menceritakan semuanya tentang keluarga Lyona, mungkin Aurora cuman bisa diam memahami apa yang dikatakan Alice.
Tapi lama kelamaan wanita itu meneteskan air mata atas apa yang dilakukan ibunya Lyona, walau begitu sebenarnya Lyona tidak tahu apapun tentang ibu kandungnya. Mungkin kalau Yani wanita itu pasti akan membenci ibu kandungnya sendiri.
"Baiklah kalau gitu aku akan selalu berhati-hati dalam apapun. Masalah itu sudah masa lalu Alice, aku percaya kalau Lyona tidak sama seperti ibunya. Kalaupun suatu saat dia seperti itu mungkin aku tidak bisa memaafkan kesalahannya." timpal Aurora yang mengatakannya secara langsung.
Di sisi lain Neo yang sedang membuat mie instan berusaha mencari keberadaan Alice, tapi saat mendengar suara seseorang yang amat dia kenali. Membuat Neo penasaran siapa yang lagi bicara, ternyata Alice tapi entah kenapa pembicaraan mereka seperti ada yang aneh.
Dia sudah menebak kalau Alice bukanlah Alice yang asli melainkan orang lain, dia mengetahui sebuah fakta kalau sebenarnya tubuh Alice bukan Alice yang asli melainkan orang lain. Tapi dia tidak tahu siapa, saat mendengar percakapan itu Neo sudah tahu kalau yang menepati raga Alice adalah Aurora.
__ADS_1
Wanita asing yang dia saja tidak tahu siapa wanita itu sebenarnya, "Apa aku harus cari tahu siapa yang menempatkan tubuh Alice. Ya, aku harus tahu siapa wanita itu sebenernya, kenapa Alice memilih wanita itu untuk membantu masalahnya."
Selesai bicara Alice memutuskan untuk menghilang, sedangkan Neo yang mengintip pembicaraan mereka bergegas pergi. Dia tidak mau sampai wanita itu melihatnya, Aurora yang mendengar langkah kaki langsung membalikan badan.
Dia dengan cepat siapa yang berani mengintip pembicaraannya dengan Alice, saat melihat ternyata tidak ada orang. Mungkin perasaannya saja sampai ada orang yang berani mendengar apa yang mereka katakan.
"Sudahlah mungkin saja kucing." pikir Aurora, lalu ia melangkah menghampiri Neo yang sibuk memasak mie instan.
"Kamu sudah selesai buat mie instan?" Neo menatap kearah sumber suara saat sumber suara itu melangkah kearahnya.
"Sudah. Aku sudah buatkan mie instan untuk kamu juga, aku tahu kamu pasti belum makan." Aurora tersenyum mendengar ucapan Neo, lalu ia datang duduk di dekat Neo dan mengambil mie instan tersebut.
Neo terus memandangi Alice saat wanita ini fokus menikmati mie instan buatannya, walau sebenarnya dia tidak mengerti apa yang baru saja dia dengar. Tapi dia ingin tahu keberadaannya walau menyangkut pemilik tubuh aslinya.
"Apa kamu percaya kalau ada orang yang berengkarnasi untuk balas dendam?" pertanyaan itu sontak membuat Aurora terkejut sampai keselek makanan yang hampir masuk ke dalam tenggorokan.
Neo yang melihat itu segera memberikan minuman untuk Alice, "Makan pelan pelan aja jangan buru buru."
Aurora melirik Neo yang saat ini menatapnya lalu meletakan mie yang sempat dia makan, "Maksud kamu, kamu curiga kalau aku ini bukan Alice yang asli begitu?"
Neo mengangguk, "Neo kamu ini sudah berapa lama tidak mengenalku. Sudah bertahun tahun kamu mengenalku lama, tapi kenapa kamu curiga kalau aku ini buka Alice."
"Karena Alice yang aku kenal tidak seperti yang aku temukan sekarang." itulah jawaban yang dikatakan Neo, walau sebenarnya Aurora bingung mau jawab apalagi.
Apa pria ini percaya kalau ada orang yang bisa masuk ke tubuh orang lain, mungkin awalnya dia sama seperti itu tapi sekarang dia sudah tinggal di tubuh Alice. Apa dia harus mengatakan yang sebenarnya kalau dirinya bukanlah Alice melainkan Aurora.
"Ekhem!! Mungkin perasaan kamu saja Neo, atau mungkin kamu lagi kecapean karena melantur begitu." kata Aurora yang mencoba tidak membahas apapun.
"Tapi..."
"Sudahlah Neo sekarang kamu fokus makan, lihatlah mie yang kamu buat sudah mekar begini." ucap Aurora yang mengambil makanannya kembali, lalu ia kembali menikmati mie instan buatan Neo.
__ADS_1