
Mereka berdua menuju penjual makanan di dekat kantor, Alice terus memandangi Neo terus menerus. Sampai Neo yang sadar akan tatapan Alice memilih menatap Alice.
"Ada apa? Apa kamu sangat menyukai wajah tampanku ini." mendengar ucapan Neo yang sangat percaya diri itu membuat Alice ingin sekali memukul wajahnya itu.
"Kenapa? Apa kau tidak sudi melihat wajah tampanku ini terluka?" lagi lagi Neo memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi sekali, membuat tatapan mata Alice jengah akan kelakuan Neo.
"Astaga! Kau ini sangat percaya diri sekali ya. Saya heran kenapa wanita yang terus menatapmu terus, aku juga bosan melih wajahmu itu."
"Kamu yakin bosan dengan wajah tampanku ini?" kata Neo yang menggoda Alice, sedangkan wanita yang ia goda mengambil kotak tisu dan ingin melempar kotak tersebut saat Neo menahan tangan Alice.
"Aku bercanda sayang."
Selama dekat dengan Neo Aurora mulai memiliki perasaan terhadap Neo, seharusnya perasaan itu tidak ia miliki apalagi di sini bukan dunianya. Aurora melanjutkan kembali makan dengan menenangkan pikiran yang terus bicara.
Lyona tersenyum melihat adegan mesra yang saat ini mereka berada di apartemen Amara, Jackson yang memintanya datang untuk menemui Amara. Karena pria itu ingin memperkenalkan dirinya dengan Amara, entahlah dia tidak tahu jalan pikiran Jackson sampai memiliki pikiran seperti itu.
"Sayang kenalin dia-"
"Sekretaris kamu di kantor. Aku sudah tahu dia Jackson, tapi kenapa kamu membawa dia kemari." ucap Amara yang menatap Jackson lalu ia kembali menatap Lyona.
"Ada yang ingin aku bahas dengan dia masalah kerjaan. Jadi aku ngajak dia ke sini untuk membahas proyek besar kita." Lyona mengangguk setuju atas perkataan Jackson.
"Benar Bu. Saya datang ke sini untuk membahas pekerjaan saja, selain itu saya akan kembali ke rumah setelah pekerjaan ini selesai."
Jackson menatap Amara, "Sekarang kamu dengar apa yang dikatakan Lyona, kamu jangan berpikir negatif lagi tentang aku dan Lyona. Aku dan dia hanya membahas pekerjaan selain itu tidak ada lagi."
Amara menghela nafas, "Oke, kalau kalian ingin membahas proyek besar tak masalah. Tapi saya gak mau kamu tinggal di apartemen ini, apalagi berduaan dengan suami saya."
"Maksud kamu sayang?" Jackson dan juga Lyona sempat kaget dengan apa yang dikatakan Amara, tapi mereka berusaha untuk tidak menunjukan rasa kagetnya itu.
"Aku ikut kerja sama kalian." mereka berdua saling bertatapan saat mendengar ucapan Amara, bagaimana bisa Amara akan mengawasi mereka berdua.
__ADS_1
Kalau Amara mengawasi dirinya ia tidak bisa berduaan dengan Lyona, "Ya sudah gini aja. Gimana kamu belanja di luar, aku lihat kamu sudah lama tidak belanja. Dan aku sudah lama tidak melihat kamu berpenampilan cantik lagi, bagaimana kamu ke salon dan beli pakaian seksi seperti dulu."
Amara menatap bingung mendengar kalimat Jackson, lelaki ini malah memintanya untuk belanja dan lebih parahnya dia belanja sendiri meninggalkan mereka berdua di apartemennya.
"Aku tidak bisa. Aku mau temani kamu kerja sampai selesai." kekeh Amara membuat Jackson pusing, Jackson sempat melirik Lyona dan wanita itu malah menyetujui permintaan Amara.
"Baiklah, kalau ibu maunya seperti itu aku tidak bisa menolaknya."
"Oke. Kalian lebih baik duluan saja saya akan menyiapkan minuman dan juga cemilan." Amara melangkah ke dapur, melihat Amara sudah pergi Jackson bergegas menarik tangan Lyona.
Dia membawa sekretaris menuju ruang kerja, "Kamu kenapa menyetujui keinginan Amara. Bukannya waktu kita akan berkurang, aku gak mau Amara menganggu kemesraan kita sayang."
***
Lyona tersenyum saat melihat ekspresi wajah Jackson yang terlihat kesal, ia membawa Jackson ke sofa dekat ruang kerja Jackson. Ia meminta Jackson duduk dengan dirinya ikut duduk di pangkuan Jackson.
Lyona tersenyum dengan tangan melingkar di leher Jackson, "Sayang dengerin aku ya. Aku ngelakuin ini untuk kamu juga, udah sekarang kamu ikuti aja rencanaku ini. Aku akan mengusir Amara pergi dari sini, dan kita akan punya banyak waktu berduaan."
Baru kali ini Lyona memiliki ide cemerlang, apalagi Lyona begitu hebat melakukan apapun. Mendengar suara ketukan dari luar membuat Lyona melepaskan ciuman itu, dan memilih beranjak dari pangkuan Jackson.
Amara masuk ke dalam dengan membawa dua minuman, saat Amara datang posisi mereka sudah tidak sedekat sebelumnya membuat Amara bisa bernafas lega. Tetapi keduanya saling menatap tanpa sepengetahuan Amara.
"Di minum dulu Lyona." ucap Amara meminta Lyona untuk meminum air yang dia buat.
"Ya Bu." Lyona segera mengambil minuman, ia meneguk minuman tersebut walau sebenarnya dia tidak meminumnya.
Setelah itu Lyona kembali bersikap profesional terhadap Jackson, selama di dalam ruangan Amara sangat lega atas apa yang dia lihat. Kecurigaannya selama ini salah, karena Jackson tidak melakukan apapun di depannya begitupun dengan Lyona.
Sekretaris pribadi Jackson, "Sayang aku senang melihat kalian berdua seperti ini, jadi aku tidak takut suatu saat kamu akan meninggalkan aku." Amara memeluk lengan Jackson saat pria itu memilih untuk tersenyum tetapi tatapannya terus mengarahkan ke Lyona.
"Sudah jangan manja terus. Kamu gak malu dilihatin Lyona." kata Jackson membuat Amara menatap Lyona walau posisinya masih memeluk lengan Jackson.
__ADS_1
"Kamu tidak keberatan kan kalau saya bermesraan sama suami saya di depan kamu?" Lyona tersenyum saat mendapatkan pertanyaan dari Amara.
"Tidak Bu. Lagian bukannya hal biasa bermesraan dengan suami sendiri, tapi menurut saya jangan bermesraan di depan umum karena takutnya ada orang yang iri sama keromantisan ibu sama bapak." Amara tersenyum lalu melepaskan lengannya, ia bangga atas ucapan Lyona.
Lyona sangat layak mendapatkan pekerjaan di kantor suaminya, apalagi selama ini dia sudah menuduh Lyona yang tidak tidak. Membuatnya merasa bersalah, tapi Lyona malah bersikap dewasa.
"Lyona maafkan saya sudah menuduh kamu selingkuh dengan suami saya. Seharusnya saya percaya dengan suami saya sendiri, bukan malah menuduh kalian berdua." Amara menyentuh punggung tangan Jackson dengan lembut, tak hanya itu saja Amara sempat memberikan senyuman kepada suaminya.
"Tidak apa Bu. Lagian ibu hanya salah paham saja, bagaimana kalau ibu belanja ke mall. Saya lihat ada edisi terbaru di mall bu, saya kemari ke mall melihat barang terbaru Bu."
"Oh ya, emangnya barang apa yang kamu tahu tentang brendet." kata Amara yang penasaran dengan ucapan Lyona.
Amara menghampiri Lyona dengan melihat apa yang dikatakan Lyona, sedangkan Jackson tersenyum atas kecerdikan Lyona untuk membohongi Amara.
"Wah ternyata kamu tahu semuanya ya. Kalau gitu aku akan beli semuanya sekarang juga." Amara menatap Jackson setelah melihat barang brendet edisi terbaru, "Sayang apa boleh aku belanja? Aku sudah lama tidak belanja."
"Boleh sayang. Apapun yang kamu inginkan akan aku berikan untuk istriku ini." Amara tersenyum, ia mengambil kartu hitam pemberian Jackson sebelum pergi Amara sempat mencium pipi Jackson barulah wanita itu pergi.
Setelah semuanya aman barulah Lyona datang menghampiri Jackson, "Ada apa baby? Kamu kenapa cemberut gitu. Bukannya kamu senang tidak ada pengganggu di antara kita."
"Ya tapi aku tidak suka Amara mencium wajah kamu. Dia gak tahu apa kalau aku ini cemburu." ucap Lyona tanpa memiliki rasa malu, sedangkan Jackson terkekeh melihat tingkah Lyona yang sangat menggemaskan.
"Sudah, sudah jangan cemberut lagi, Lagian dia sudah pergi." Jackson menyentuh wajah Lyona, wanita itu mengikuti arah sentuhan Jackson membuatnya kembali menatap Jackson.
"Mau kita lanjut lagi?" pertanyaan itu sontak membuat Lyona mengangguk.
Kali ini Lyona berhasil menggoda Jackson membuat pria ini tidak bisa meninggalkannya, tinggal beberapa tahap lagi membuat hubungan rumah tangga mereka renggang. Setelah itu barulah peran Alice di mulai, saat itu juga Amara akan marah besar setelah mengetahui bejatnya Jackson.
Adegan panas terus memasuki ruangan itu, keduanya saling bermain tanpa diam. Lyona begitu ahli dalam permainan ranjang, membuat Jackson sangat menyukai apa yang akan dilakukan Lyona dengan tubuhnya ini.
Jackson sangat pasrah saat bermain dengan Lyona, baginya Lyona begitu hebat bermain dalam keadaan panas bergairah. Membuat nafsu keduanya sama sama saling tersalurkan, dan mereka bisa melakukan apapun tanpa orang yang menganggu adegan panas ini.
__ADS_1