
Pikiran Jackson sudah mulai kacau, dia memutuskan pergi ke klub malam yang buka 24 jam. Ia juga membawa Lyona ke tempat tersebut, dia ingin mengajak Lyona minum. Tapi dia tidak yakin apakah Lyona pandai minum atau tidak.
"Bapak kenapa ajak saya ke tempat ini?" ucap Lyona yang menatap Jackson sibuk membuka sabuk pengaman.
"Kamu bisa minum atau tidak?" sekarang Jackson yang bertanya kepada Lyona, Lyona sangatlah ahli dalam minuman beralkohol.
Dia sudah terbiasa dengan lingkungan bebas yang seperti ini, tidak mudah baginya untuk tidak mendapatkan kesenangan di kehidupan sebelumnya.
"Bisa pak. Apa bapak mau saya temani?"
"Ya. Tapi saya tidak yakin dengan penampilan kamu hari ini, apalagi kamu lagi memakai gaun yang sangat bagus." tutur Jackson yang memandangi gaun yang dikenakan Lyona.
"Bapak tenang aja saya bawa baju ganti, jadi malam ini saya akan menemani bapak minum."
"Terima kasih Lyona." timpal Jackson yang dianggukin oleh Lyona.
Lyona dengan Jackson turun dari mobil, keduanya masuk ke dalam klub tersebut. Di sana Lyona meminta izin ke toilet wanita untuk mengganti pakaian. Lyona masuk ke dalam toilet tersebut, di sana ia malah menghubungi Neo akan keberadaannya.
Neo yang mendapatkan kabar itu memilih untuk mencari strategi untuk Lyona, "Gimana caranya kamu harus bisa menaklukan Jackson, saya tidak mau kamu yang jatuh hati dengan Jackson. Apalagi membuat rencana yang sudah saya susun gagal, kamu harus berhati-hati dengan perasaan kamu sendiri jangan sampai kamu terjebak."
"Baik bos. Kalau gitu saya akan mengingat semua yang bos katakan." balas Lyona yang sibuk menelpon dengan menatap wajahnya di pantulan kaca.
"Bagus." setelah panggilan mereka berakhir barulah Lyona memulai mengganti pakaian, dia memakai pakaian yang sedikit terbuka dan seksi.
Apalagi dia mengunakan sedikit wangian di tubuh, "Kita lihat saja apakah kamu bisa menahan godaanku malam ini." batin Lyona menatap dirinya di kaca dengan memberikan senyuman mematikan.
Selesai mengganti pakaian barulah Lyona keluar dari toilet, wanita itu dengan gaya yang sengaja dibuat-buat untuk memamerkan lekuk tubuhnya bak gitar spanyol. Lyona tersenyum saat dirinya menemukan keberadaan Jackson, lelaki itu sudah memesan minuman yang terlalu banyak.
Lyona duduk di depan Jackson dengan memandangi empat botol di meja mereka lalu dia kembali menatap Jackson, "Bapak yakin mau minum sebanyak ini?"
__ADS_1
"Ya saya yakin Lyona. Lagian malam ini kamu akan menemani saya minum, jadi saya langsung pesan minuman yang terbilang sedikit ini."
"Ya pak." Lyona mengambil satu botol minuman itu, dia melihat kalau minuman ini sangatlah mahal dan kadar alkoholnya terlalu tinggi.
Mungkin kalau orang yang tidak bisa minum akan mengakibatkan mabuk, apalagi Jackson memesan minuman ini dengan kadar yang tinggi dari minuman pada umumnya.
Jackson menuangkan minuman itu ke gelas Lyona dan juga gelasnya, keduanya saling minum tanpa ada memikirkan apapun. Entah sudah berapa gelas yang dituangkan Jackson sampai pria itu sudah tidak berdaya lagi.
Lyona tersenyum akan rencana yang diberikan Neo, ia mulai menggunakan taktik supaya bisa menggoda pria seperti Jackson. Mungkin ini satu-satunya cara supaya pria seperti Jackson hancur.
Lyona memutuskan untuk berdiri dari tempat duduk awal, ia berpindah di sebelah Jackson tepatnya bukan di sebelah melainkan dipangkuan pria itu. Dimana Jackson sudah tidak bisa menahan kesadarannya, apalagi pria ini terus minum tanpa berhenti.
"Pak sudah jangan minum lagi. Saya tidak tega bapak kebanyakan minum, apalagi bapak masih ada jadwal meeting besok." ucap Lyona yang mengambil botol di tangan Jackson, pria itu mengikuti apa yang dikatakan Lyona.
Jackson sempat menatap Lyona, kata pertama yang keluar dari bibir Jackson adalah cantik. Tangan pria ini juga menyentuh pipi Lyona dengan lembut membuat Lyona diam, ia hanya membiarkan apa yang dilakukan Jackson sampai dia yang akan memainkan peran itu.
"Bapak malam ini menggoda sekali, saya sampai tidak bisa menahan pesona bapak malam ini." tutur Lyona yang menggunakan jari tangannya untuk menyentuh dada bidang Jackson.
Ia juga sempat membuka kancing kemeja Jackson, dengan memasukan semua jarinya masuk ke dalam pakaian Jackson. Jackson sepertinya menikmati apa yang dilakukan Lyona, sampai pria ini sama sekali tidak berkutik sedikitpun.
"Mau saya bantu pak?" tanya Lyona yang menatap Jackson sudah tidak berdaya, lelaki itu cuman bisa mengangguk dan ia tersenyum akan rencananya.
Lyona berdiri sambil membawa tubuh Jackson, dengan pelan ia membawa tubuh Jackson untuk ke mobil. Melewati banyak orang di tempat yang seperti ini tidak mudah, tapi Lyona berhasil keluar dari tempat tersebut.
Ia meletakan tubuh Jackson ke kursi, sedangkan Lyona menyentuh tubuh Jackson untuk mencari kunci mobil. Setelah mendapatkan kunci mobil barulah Lyona mengendarai mobil, dia sempat mengambil handphone Jackson untuk menghubungi Amara.
Wanita itu marah saat mengetahui ada suara perempuan di handphone suaminya, barulah Lyona menjelaskan dengan detail apa yang terjadi pada Jackson. Selama perjalanan Lyona sempat melirik Jackson, takutnya pria ini muntah atau semacamnya.
Tiba di sebuah apartemen Lyona langsung menghentikan mobil, dan dia juga keluar dari mobil buat membantu Jackson masuk ke dalam apartemen. Baru saja Lyona ingin melangkah ke pintu apartemen, dia melihat ada seorang wanita berdiri sambil menatapnya dengan tatapan marah.
__ADS_1
"Kamu apakan suami saya, kenapa suami saya bisa seperti ini." kata wanita itu, dia tidak tahu siapa wanita ini sampai menuduhnya yang tidak-tidak.
Wanita itu adalah Amara, Amara yang melihat Jackson di bawa sama wanita asing dia segera mengambil peran untuk menarik tangan Jackson. Tangan itu diletakan di pundaknya, sedangkan Lyona memperhatikan apa yang dilakukan wanita ini.
"Maaf Bu. Kenalkan saya sekretaris baru pak Jackson, saya minta maaf sudah membawa pak Jackson tapi saya tidak sengaja bertemu pak Jackson di saat pak Jackson sudah seperti ini." ucap Lyona yang menjelaskan kejadian dimana sebenarnya tidak seperti itu.
Amara tidak peduli yang dia pedulikan Jackson, tanpa mengucapkan sepatah kata Amara langsung membawa Jackson pergi tidak lupa ia mengambil kunci mobil di tangan Lyona. Lyona menggeleng melihat sikap Amara, mungkin itulah sikap asli Amara sebenarnya.
Tapi wanita itu tidak tahu kalau dirinya sudah memberikan sesuatu ke Jackson, Amara membawa Jackson ke ranjang. Dia juga membuka seluruh benda yang menempel di tubuh Jackson, saat Amara ingin membuka kemeja Jackson dia dibuat terkejut saat melihat bekas tanda merah di tubuh Jackson.
Mungkin tanda itu sebuah kecupan yang diberikan oleh seorang wanita, tapi ia tidak tahu siapa wanita yang melakukan ini terhadap Jackson. Tidak hanya di bagian depan Jackson saja melainkan seluruh tubuh Jackson terdapat banyak sekali ******.
Amara marah melihat itu semua, "Jackson bangun. Jackson!"
Amara berusaha membangunkan Jackson untuk meminta penjelasan, tetapi pria ini malah asik tidur tanpa mendengar apa yang dia ucapkan.
"Kurang ajar! Sebenarnya siapa wanita yang berani melakukan ini kepada Jackson, kenapa Jackson tidak menghindar malah menikmati banyak kecupan ini." ucap Amara yang melihat tubuh Jackson tanpa pakaian.
Tiba-tiba saja Amara mengingat siapa yang mengantarkan Jackson kembali, tapi dia tidak mungkin menuduh orang tanpa bukti yang ada dia dilaporkan ke polisi atas tuduhan yang tidak nyata.
Di sisi lain Neo dan juga Alice tertawa puas atas rencana pertamanya, ini adalah sebuah rencana yang sangat sempurna. Apalagi Amara bisa dibodohi di saat pemilik tubuh ini pernah merasakan apa yang mereka rasakan. Dan sudah saatnya mereka berdua merasakannya juga.
"Gimana? Apa rencanaku berhasil kali ini."
"Sangat berhasil. Tapi ada yang kurang dari rencanamu itu." timpal Alice membuat Neo menatap Alice dengan lembut, apalagi ia sangat senang melihat Alice tersenyum.
"Sebutkan saja, nanti akan ku beri tahu Lyona untuk rencana selanjutnya." ucap Neo yang mendengarkan apa yang diucapkan Alice.
Neo mengangguk saat dia fokus dengan kekasihnya ini, dia senang mendapatkan wanita seperti Alice. Sudah pintar, cantik dan menarik tapi sayang Alice mendapatkan pria yang tidak sesuai dengan apa yang dimiliki Alice.
__ADS_1