Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Godaan Terbesar Laki Laki


__ADS_3

Jackson tidak bereaksi sedikitpun dengan ucapan Lyona, mungkin pria ini merasa dengan perilaku yang selama ini dia lakukan terhadap Alice. Tapi Jackson malah menatapnya dengan serius.


"Kamu benar aku sudah salah mendidik istri saya, saya yakin suatu saat istri saya bisa melakukan apapun yang saya inginkan." Lyona tersenyum melihat wajah pria ini, seakan dia ingin menghajar Jackson hari ini juga.


Bagaimana bisa Jackson tidak sadar akan kelakuannya selama ini, malah seakan-akan pria ini tidak introspeksi diri akan kesalahannya.


"Dasar pria brengsek." umpat Lyona dalam hati, rasanya dia ingin mengumpatnya secara langsung di depan Jackson.


"Oh ya kamu sudah makan?" Lyona mengangguk atas pertanyaan yang diberikan Jackson.


Mungkin dia berpikir kalau perhatian itu hanya sebatas perhatian biasa saja, tapi lama kelamaan dia merasa kalau tatapan Jackson seakan menginginkan sesuatu.


"Ada apa, pak? Apa ada yang salah dengan wajah saya?" tanya Lyona yang menyentuh wajahnya dengan menatap Jackson


Jackson menangkup tangan Lyona yang berada di wajah wanita ini, pria itu seakan gemas dengan tingkah laku Lyona. Baru pertama kalinya melihat seorang wanita yang sangat menggemaskan seperti Lyona.


"Tidak. Kamu tetap cantik, saya suka dengan apa yang kamu miliki sekarang. Jauh sekali dengan istri saya." Jackson sempat menghentikan ucapannya dengan menjauhkan tangannya untuk tidak menyentuh wajah Lyona.


Lyona mengerutkan kening, lelaki itu mulai menjelekan istrinya sendiri. Dia yakin sebentar lagi Jackson akan memainkan peran sebagai lelaki yang paling menyedihkan.


"Emangnya istri bapak kenapa?" seharusnya pertanyaan bodoh itu tidak usah diucapkan, tapi dia penasaran apa jawaban yang keluar dari mulut Jackson.


Jackson kembali menatap Lyona, "Istri saya tidak seperti dirimu Lyona, dulu sebelum saya menikahinya dia sangatlah cantik sampai saya tidak mau lepas darinya. Tapi sekarang setelah saya menikahinya kecantikan istri saya tidak seperti dulu lagi, seperti hambar dan tidak memiliki daya tarik lagi."


"Jangan gitu pak. Namanya juga wanita pasti sibuk mengurus semuanya termasuk mengurus bapak, apa bapak tidak kasihan kalau nanti istri bapak mendengar ucapan bapak dia bakal sakit hati." timpal Lyona yang sengaja memberikan sedikit wejangan, sebenarnya dia sangat jijik memberikan wejangan seperti barusan.


"Bagus kalau dia tahu. Saya ingin dia sadar atas apa yang dia lakukan, saya ingin memiliki istri seperti kamu. Sudah pintar, cantik, dan berbakat. Sayangnya kamu bukan istri saya melainkan sekretaris yang baru bekerja dengan saya." tutur Jackson yang merasa kalau dunia ini wanitalah yang salah.


Pria kaparat ini sangatlah menjijikan, dia sudah menebak kalau Jackson akan memainkan perannya. Jujur dia sangat muak dengan kalimat yang terus disampaikan Jackson, rasanya ia ingin menghajar pria ini sekarang juga.


"Saya tahu kamu kesal Lyona, sekarang kamu tahan dulu mulailah rencana kamu. Saya gak mau kamu melakukan kesalahan yang membuat rencana saya berantakan." ucap Neo dibalik alat pendengar yang berada di telinga Lyona.


Dari awal masuk memang Neo meminta Lyona memasang alat pendengar, supaya dia bisa mendeteksi apa yang diucapkan mereka berdua.

__ADS_1


Lyona mengangguk, dia yakin Neo mengerti dengan anggukannya. Sedangkan Jackson sibuk dengan handphone, ia tidak tahu apa yang dilakukan pria ini. Yang pasti dia sangat bosan berada di dekat Jackson.


"Maaf pak. Kalau gitu saya pamit keruangan saya, kalau bapak butuh bantuan saya bapak hubungi saya saja." ucap Lyona yang mendapat anggukan dari Jackson.


***


Malamnya Jackson meminta Lyona ikut acara pesta, tepatnya pesta rekan kerja yang sempat bekerja sama dengan perusahaannya. Seharusnya Amara yang hadir dalam acara ini, tetapi Jackson tidak ingin Amara datang.


"Kamu mau kemana, sayang?" tanya Amara yang melihat suaminya sudah berpenampilan rapih.


"Aku mau datang ke acara pesta rekan kerjaku."


"Kamu kenapa tidak bilang sama aku, aku kan bisa siap-siap lebih awal dari kamu." balas Amara, saat Amara ingin pergi Jackson sudah menahan wanita ini.


"Kamu tidak usah siap-siap, saya sudah ajak Revan untuk mengikuti acara ini. Aku tidak mau kamu kelelahan mengikuti acara ini, lebih baik kamu di rumah dan tunggu aku pulang." kata Jackson menatap Amara.


"Tapi kamu yakin cuman berdua sama Revan? Tidak ajak sekretaris baru kamu itu kan."


"Ya sayang. Aku datang cuman berdua dengan Revan, lagian buat apa aku ajak sekretaris baruku." jawab Jackson yang terus menyakinkan Amara.


"Baiklah." Jackson tersenyum dengan kebohongannya, tidak Amara dan juga Alice sama-sama mudah di bodohi.


Amara mengantarkan Jackson sampai di depan pintu rumah, saat mobil Jackson berjalan dan sedikit menjauh barulah dia masuk ke dalam rumah. Sebelum itu Jackson sudah bekerja sama dengan Revan, dia tidak yakin apakah Revan akan memainkan perannya sebagai orang kepercayaannya.


Jackson tiba di rumah elit dikawasan perumahan, lelaki itu memarkirkan mobil di depan rumah mewah tersebut. Jackson keluar dari mobil dan memutuskan melangkah untuk masuk ke rumah tersebut.


Sedangkan di dalam rumah itu sudah ada Lyona yang sibuk melihat penampilannya, sudah berapa kali ia tersenyum dengan penampilannya sendiri. Seperti tubuhnya akan mulai terpancar bagaikan cahaya malam, apalagi warna bajunya senada dengan warna kulitnya.


Ting nong! Suara bunyi bel rumah sudah terdengar, dia yakin kalau suara itu berasal dari Jackson. Ia mengambil tas di meja rias, barulah dia keluar untuk menemui Jackson.



Gaun kuning emas yang dipakai Lyona sangatlah cocok dengannya, apalagi kulit mulus bagaimana susu itu terasa terpancar di malam hari. Mungkin semua orang melihatnya sedikit terbuka, tapi Lyona sangat sempurna untuk malam ini.

__ADS_1


Jackson yang melihat penampilan Lyona tidak bisa berbicara lagi, apalagi body yang dimiliki Lyona sangat sempurna saat memakai gaun kuning emas dengan belahan tepat di bawah gaun tersebut.


Lyona tersenyum puas dengan hasil penampilannya malam ini, mungkin dia sudah berhasil membuat Jackson terpukau akan kecantikannya. Dia sudah berhasil menarik Jackson ke dalam jebakannya.


"Pak Jackson." panggil Lyona yang membuat Jackson tersadar akan lamunannya, dia terus melamun entah sudah berapa lama karena ia masih terpana dengan penampilan Lyona.


"Malam ini kamu cantik sekali Lyona." puji Jackson kepada sekretaris barunya ini.


"Terima kasih pak. bapak juga malam ini sangatlah tampan, malah tidak seperti lelaki yang sudah menikah."


"Kamu ini pandai sekali bicara." balas Jackson sedikit memberikan candaan, keduanya saling bergandeng tangan untuk masuk ke dalam mobil.


Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang, Jackson memang sengaja tidak terlalu buru-buru karena dia ingin menikmati aktivitas bersama Lyona.


"Pak. Apa acara rekan bisnis bapak itu masih jauh? Sepertinya bapak mengendarai mobilnya terlalu lambat." ucap Lyona yang menyadari kalau Jackson sengaja melambat mobil, dia sudah menebak pasti Jackson bukan datang ke pesta rekan kerja melainkan ke tempat lain.


Jackson menghentikan mobil, jalanan malam tidak terlalu padat seperti di pagi hari. Makanya dia sangat senang mengajak Lyona pergi malam hari.


Jackson memilih menatap Lyona, "Sebenarnya saya tidak ngajak kamu ke pesta rekan bisnis saya, tapi saya ingin berbagi cerita sama kamu. Seperti kamu menganggap saya sebagai teman curhat kamu, jujur saya mulai nyaman atas keberadaan kamu."


Lyona mulai bingung atas pembicaraan Jackson malam ini, apa pria ini sudah tidak waras bicara seperti barusan. Dia juga tidak mengerti arah jalan kehidupan Jackson, apa selama ini dia hanya memainkan perempuan saja sampai-sampai menganggap sebuah hubungan hanyalah mainan saja.


"Bapak lagi sakit ya. Kayanya bapak tidak pantas bicara seperti itu, seharusnya bapak sadar kalau bapak sudah memiliki istri. Dan bapak statusnya bukan single melainkan suami orang pak. Apa bapak mau kalau sampai istri bapak tahu semua yang bapak katakan ke saya."


"Ya saya tahu Lyona tapi saya..." ucapan Jackson terhenti saat Lyona merasakan tangannya di sentuh oleh Jackson, dia merasa kalau pria ini akan melakukan hal yang tidak baik.


"Saya ingin mendapatkan kamu." batin Jackson terus memperhatikan wajah Lyona dengan lekat, malam ini dia dibuat terpukau atas kecantikan Lyona.


Apalagi gaun yang digunakan Lyona sangat menggugah seleranya sebagai lelaki, apa dia bisa mendapatkan wanita ini seperti dia bisa mendapatkan Amara dulu.


"Pak." panggil Lyona membuat Jackson sadar akan akal busuknya, dia terus menggeleng dengan apa yang barusan ia pikirkan tentang Lyona.


Jackson melepaskan tangan itu dan melanjutkan kembali mobilnya, Lyona masih dibuat bingung dengan tingkah Jackson. Tiba-tiba saja ia merasa kalau Jackson sedikit berbeda, apa memang perasaannya saja atau gimana.

__ADS_1


__ADS_2