
Jackson tidak bisa menjawab apapun yang dibilang Amara, dia juga bingung dengan hubungannya dengan Amara. Di satu sisi dia tidak mungkin meninggalkan Amara, karena hanya wanita inilah yang membuatnya nyaman. Di sisi lain dia juga tidak bisa meninggalkan Alice, karena wanita itulah yang menjadi sumber uangnya.
"Jackson." panggil Amara saat telapak tangan Amara menyentuh lengan Jackson yang sibuk menyetir.
"Gimana kamu bisa kan nikahi aku." kata Amara dengan memandangi wajah Jackson yang sibuk menyetir.
"Aku tidak bisa jawab sekarang Amara, aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya. Kamu bisa kan menunggu beberapa waktu lagi?" Jackson melihat Amara yang kini sudah kembali ke posisi semula.
"Sayang." Amara memejamkan mata saat berusaha mengatur nafas, dia juga tidak bisa memaksa kehendak Jackson.
Dia juga tidak ingin menjalani hubungan seperti ini, apalagi satu sisi dia ingin menjadi istri dari seorang pengusaha besar. Walau begitu ia harus memiliki Jackson selamanya, dan tujuannya untuk menghancurkan Alice saat dia sudah menjadi istri.
"Baiklah." Jackson mengantar Amara ke apartemen, sedangkan Aurora yang dari tadi mengikuti mobil hitam itu berhenti disebuah gedung bertingkat.
Aurora menghentikan mobilnya saat melihat mobil Jackson masuk ke area basement, dia yakin kalau gedung bertingkat ini adalah apartemen. Karena dia pernah melihat apartemen ini saat Alice si pemilik tubuh memberikan sebuah memori.
Memori itu melintas saat Alice mencurigai Jackson tidak pernah pulang ke rumah, sedangkan Alice adalah istri dari Jackson. Akhirnya Alice memutuskan untuk mencari tahu keberadaan Jackson, saat Alice berhasil menemukan keberadaan Jackson.
Dia tidak sengaja melihat Jackson masuk ke sebuah apartemen saat Alice berada di apartemen yang sama, awalnya Alice datang ke gedung ini untuk mengunjungi teman SMA baru saja pulang melahirkan. Saat itu juga Alice mengikuti langkah kaki Jackson, tepat di kamar 123B pemilik kamar itu membuka pintu.
Alice tidak tahu siapa yang tinggal di kamar itu, tapi saat tubuh Jackson masuk ke dalam dia sempat melihat ciri-ciri Amara. Sekretaris suaminya yang bekerja satu kantor dengan Jackson, awalnya dia tidak ingin berburuk sangka kepada Amara.
Tetapi Alice semakin dibuat penasaran dengan pemilik apartemen itu, akhirnya dia meminta bantuan temannya untuk mencari tahu kamar tersebut. Setelah sekian lama menunggu akhirnya Alice mengetahuinya sendiri, ternyata pemilik kamar itu adalah milik Amara.
Yang berarti Jackson sering menemui Amara di saat Alice tidak tahu apapun, sedangkan suami dari sahabat Alice mengetahui kelakuan bejat suaminya. Saat itu juga ia sempat menemui Amara, sekretaris pribadi Jackson tepatnya selingkuhan dari suaminya.
Alice memutuskan menemui Amara secara berdua, dia menemui Amara untuk meminta wanita itu menjauhi Jackson tapi wanita itu semakin keterlaluan. Dia sengaja mendekati keluarga suaminya untuk memfitnah Alice, dulu dia tidak berani melawan keluarga Jackson.
__ADS_1
Sampai suatu ketika dia dinyatakan meninggal saat dirinya di ajak oleh Amara kesesuatu tempat, tempat itu ternyata ada di daerah hutan yang paling jauh dari daerah rumahnya. Wanita itu meminta Alice untuk turun dari mobil buat masuk ke dalam gubuk terpencil di hutan.
Dan bodohnya Alice percaya dengan ucapan Amara, tapi nyatanya dia ditinggal di sana dengan beberapa lelaki yang sudah dibayar oleh Amara. Wanita itu disekap di rumah itu dengan beberapa lelaki, yang lebih parahnya Alice sempat diperkosa sampai dia mengeluarkan banyak darah.
Mulai saat itu Alice bersumpah akan membalas perbuatan Amara dan juga keluarga suaminya, apalagi dia bertekad untuk menghancurkan Jackson saat Aurora masuk ke tubuh Alice yang sudah lama meninggal.
***
Aurora tersenyum sinis saat melihat bagaimana Alice memberikan memori masa lalunya itu, dia tidak habis pikir kenapa Alice bisa terperangkap dan percaya dengan mereka berdua. Apalagi dengan keluarga Jackson, pantas saja ibu mertua Alice tidak menyukai Alice.
Karena alasan itu yang membuat ibu mertua Alice membenci Alice, dan membuat dua keluarga Alice jadi berpihak kepada Amara. Wanita rubah melebihi ular berbisa.
Aurora memutuskan untuk keluar dari mobil, dia penasaran dengan cerita yang sempat diberikan Alice. Aurora terus mengikuti langkah kaki Jackson dan juga Amara, sampai mereka berdua berhenti di depan pintu kamar apartemen.
"Sayang kamu tidak masuk dulu." ucap Amara yang meminta Jackson tinggal bersama.
Kelembutan itu sangat membuat Alice iri, Aurora merasakan itu karena Alice tidak pernah diberikan perhatian dari Jackson. Wajar saja Alice sangat membenci Amara, wanita itulah yang merebut semua yang dimiliki Alice.
"Baiklah, kamu hati-hati di jalan kalau tiba di rumah kamu telepon aku." kata Amara yang dianggukin oleh Jackson, sebelum pergi Jackson sempat mencium kening Amara dengan lembut apalagi ciuman itu seketika membuat sekujur tubuh Alice sakit.
"Kamu cemburu dengan pria brengsek seperti suami kamu itu?" kata Aurora yang bertanya kepada si pemilik tubuh.
"Kamu tidak pantas mendapatkan lelaki seperti Jackson, apalagi kamu berhak dicintai oleh pria lain selain suami kamu. Jangan pernah berharap apapun sama suami kamu Alice, aku di sini akan membantu kamu untuk menghancurkan mereka."
Alice tersenyum mendengar kalimat yang diucapkan Aurora, dia sangat beruntung mendapatkan Aurora yang masuk ke dalam tubuhnya. Alice berharap kalau Aurora bisa membantu misinya, dan membuat seluruh keluarganya membenci Amara.
Aurora memutuskan untuk pergi dari apartemen tersebut, dia kembali ke mobil untuk pergi dari sana. Setelah kepergian Aurora barulah Jackson yang berada di basement, pria itu sempat mengeluarkan handphone untuk menghubungi Alice.
__ADS_1
Tetapi Alice yang melihat handphonenya berbunyi hanya menatapnya saja, dia tahu siapa yang mengirimkannya pesan tapi dia masa bodoh dengan pesan itu.
Wanita itu sibuk makan buah dan jus di ruang makan saat Jackson sudah kembali ke rumah, "Kamu tidak masak, Lice?" tanya Jackson yang menatap Alice sibuk makan buah, lalu dia memilih duduk di depan Alice.
"Lice, saya lagi bicara sama kamu kenapa kamu diam aja." Alice menatap Jackson yang kini sibuk menatapnya, wanita itu kembali melahap jus yang sempat dia buat.
"Aku tidak sempat masak. Kamu kenapa tidak pesan makanan di luar, bukannya kamu lebih suka makan di luar dari pada makanan buatan istri kamu sendiri." kata Alice kembali melanjutkan makan.
"Ya itu dulu tidak untuk sekarang. Aku sekarang sudah menyukai masakan yang kamu buat, mau ya buatkan makanan untuk aku." Alice menatap Jackson saat makanan yang dia makan sudah habis, lalu wanita itu berdiri membawa piring dan gelas kotor.
Alice meletakan piring dan gelas kotor itu ke wastafel, sedangkan Jackson menunggu Alice di meja makan.
"Kamu buat sendiri aja makanannya atau minta bibi untuk menyiapkan makanan buat kamu. Aku tidak sempat melayani kamu, karena masih banyak pekerjaan yang harus aku tangani." setelah bicara dengan Jackson Alice memutuskan ke kamar, dia meninggalkan Jackson di sana.
"Cih, dia pikir aku ini pembantu yang main disuruh-suruh. Tanganku ini sangat jijik melayani pria yang pernah menyentuh pelakor, untung tanganku tidak pernah menyentuh dia kalau iya pasti tangan ini sudah dicuci dengan bersih." oceh Aurora yang menatap tak suka saat dia membayangkan suatu saat Jackson menyentuh anggota tubuhnya.
Mungkin Jackson berpikir Alice sudah tidur lelap tapi nyatanya Alice berdiri di depan pintu, telinga Aurora tidak sengaja mendengar suara seseorang sedang melakukan telepon saat Aurora mencoba ingin ke dapur.
Awalnya Aurora tidak mau memperdulikan suara itu, tapi lama kelamaan suara itu sangat membuatnya penasaran. Akhirnya Aurora memutuskan untuk mencari sumber suara tersebut.
Di sana Aurora melihat Jackson sibuk menelpon seseorang, Aurora mulai curiga kalau orang yang Jackson telepon adalah Amara. Terlihat dari gestur tubuh Jackson, gestur tubuh tidak bisa dibohongi bukan.
Jackson memang menelpon Amara tapi Aurora tidak tahu apa yang mereka bicarakan, "Baiklah sayang besok aku akan nunggu kamu. Kamu jangan lupa jemput aku."
"Ya goodbye honey." itulah panggilan penutup yang diberikan Jackson kepada Amara, setelah telepon berakhir Aurora bersembunyi.
"Untung saja Alice sudah tidur lelap mungkin kalau dia masih bangun aku tidak bisa teleponan dengan Amara." ucap Jackson dengan menyimpan kembali handphone tersebut.
__ADS_1