Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Bali


__ADS_3

Jackson mengirim tempat wisata yang akan Lyona kunjungi, tidak hanya itu saja Jackson memberikan sebuah tiket untuk Lyona berlibur sampai tiga hari. Awalnya Lyona menginginkan waktu seminggu tapi Jackson menolak, karena dia tidak bisa jauh dari Lyona walau hanya sebentar.


Lyona sangat pandai memanfaatkan keadaan, apalagi sekarang Jackson mulai jatuh cinta dengannya. Mudah untuk Lyona membuat pria seperti Jackson jatuh cinta, tinggal melakukan taktik pesonanya membuat lelaki itu jatuh hati.


"Terima kasih sayang kamu sudah mengizinkan aku berlibur, berarti besok aku mulai berangkat ke bandaranya?" Lyona menatap Jackson yang sibuk memainkan rambut Lyona.


"Sayang." ucap Lyona membuat Jackson menatap Lyona yang sedang memanggilnya, Lyona mengubah posisi yang awalnya dia memeluk tubuh kekar Jackson.


"Ya kenapa sayang."


"Kamu ini kenapa bengong aku lagi bicara sama kamu. Ada apa? Apa ada masalah denganmu?" tanya Lyona membuat Jackson terdiam, malah lelaki ini langsung memeluk tubuh Lyona dengan begitu erat.


Dia tahu kalau Jackson merasa kehilangan, apalagi Lyona tiga hari tidak bersama dengannya. Tapi menurut Lyona ini sangat lebay, masa hanya gara-gara ini saja Jackson jadi berubah menjadi dramatis.


"Aku gak bisa ditinggal sama kamu Lyona walau hanya sebentar tapi bagiku waktunya sungguh lama. Apa aku ikut kamu liburan saja, supaya kita tidak berjauhan." kata Jackson yang mendapatkan ide untuk berlibur bersama.


Tapi Lyona malah tidak ingin berlibur dengan Jackson, dia sudah berjanji dengan Draco akan bertemu di tempat wisata yang akan Lyona datangi. Tetapi pria ini malah minta ikut, yang ada nanti dia ketahuan kalau dirinya memiliki kekasih dan rencana Alice akan terbongkar.


Dia tidak ingin itu terjadi, rencana ini belum selesai dia harus melakukan cara supaya Jackson tidak ikut dengannya.


Lyona menyentuh pipi kanan Jackson dengan lembut, "Sayang dengerin aku ya, kamu udah janji bakal izinin aku liburan sendiri tanpa ada kamu. Kamu harus tepati janji kamu itu loh, masa kamu ingkar gitu aja. lagian cuman tiga hari aja gak akan lama di sana, setelah pulang liburan baru kamu rencanakan liburan untuk kita berdua. Gimana?"


Jackson menatap Lyona dengan menghela nafas panjang, "Baiklah kalau itu mau kamu, tapi kamu janji setelah sampai di sana kamu harus kabarin aku."


"Ya." Lyona kembali memeluk Jackson begitupun dengan Jackson.


Mungkin kalau orang lain mengira kalau mereka bukan pasangan kekasih melainkan atasan dan bawahan, di balik itu semua Lyona tersenyum puas dengan kecerdasan otaknya. Tidak sia-sia memiliki kepintaran, jadi dia dengan mudah membohongi Jackson tanpa pria ini tahu.


Jackson mengantar Lyona menuju bandara, Amara yang mudah ditipu oleh Jackson hanya berdiam diri di rumah tanpa cari tahu kebenarannya. Walau begitu Jackson masih menutupi semuanya tanpa Amara tahu, dan dia sangat pandai menutupi kebohongan secara rapat.


"Sayang." panggil Lyona yang melihat Jackson hanya diam tanpa bicara apapun, lelaki ini menoleh kearah Lyona yang sibuk menatapnya.

__ADS_1


"Kenapa lagi? Wajah kamu kenapa lesu gitu, kamu gak rela aku pergi liburan?"


"Bukan gak rela tapi aku takut kamu berbuat macam-macam di sana, apalagi banyak lelaki yang akan melirik keindahan tubuh kamu ini." kata Jackson membuat Lyona tersenyum.


"Kamu jangan khawatir aku tidak akan menggoda lelaki lain, mungkin cuman kamu yang aku goda selain kamu tidak ada lagi."


"Kamu serius?" Lyona mengangguk atas pertanyaan Jackson, lelaki itu segera membuka pintu mobil dan membantu Lyona mengambil koper di bagasi mobil.


"Sudah ya jangan cemberut gitu aku liburan gak lama cuman tiga hari, setelah itu kita masih bertemu dan bermesraan kembali." tutur Lyona yang membantu Jackson mengambil satu barang lagi di bagasi.


***


Jackson membawa koper milik Lyona sedangkan satu tangannya digunakan untuk menggandeng Lyona, mereka tiba di bandara saat Lyona akan masuk ke dalam untuk mengecek tiket pesawat. Sebelum Lyona masuk Jackson sempat mencium bibir Lyona lalu kembali mencium kening Lyona dengan lembut.


"Sudah meluknya?" ucap Lyona membuat Jackson melepaskan pelukan tersebut, lalu mereka saling bertatapan dengan lembut.


"Maaf aku tidak bisa ikut liburan sama kamu, kamu tahukan aku masih punya Amara di rumah nanti kita lihat waktu untuk berlibur bersama."


Lyona mengangkat tangannya untuk melambaikan tangan kearah Jackson, Jackson melakukan hal sama sampai Lyona sudah tidak terlihat lagi. Setelah mengantar Lyona ke bandara Jackson kembali ke kantor, dia akan meminta Revan untuk menggantikan Lyona sementara sebelum wanita itu kembali.


Sedangkan Lyona sudah menghubungi Draco, sebentar lagi dia akan bertemu dengan kekasihnya yang sudah lama tidak bertemu. Sama halnya dengan Lyona, pria yang sibuk memandangi handphone tersenyum bahagia mendapat kabar kalau kekasihnya akan datang.


Sekarang dia berada di Bali, Lyona akan berkunjung ke Bali sekalian bertemu dengan kekasihnya. Sudah lama tidak melihat Lyona, apalagi sekarang posisi hubungan mereka LDR pasti ada rasa rindu pada diri mereka.


Lyona sudah berada di dalam pesawat, dia sudah duduk di dekat jendela dan menatap pemandangan dari luar jendela pesawat.


"Sudah lama tidak bertemu dengan Draco, pasti dia sama seperti diriku yang sama-sama rindu. Aku tidak sabar bertemu dengannya." batin Lyona yang tersenyum sambil memandangi pemandangan dari kaca pesawat.


Penerbangan menuju Bali tiba, Lyona yang sudah terbangun dari tidurnya menatap kearah jendela pesawat. Dia tersenyum melihat dirinya tiba di tempat tujuan, Lyona mengambil tas kecil di tubuhnya dan turun dari pesawat.


Sebelum itu ia sempat mengambil barang bawaannya, sedangkan lelaki tampan yang sudah tiba di bandara sedang menunggu kedatangan seorang wanita. Lelaki tampan itu adalah Draco kekasih Lyona, sekarang Draco terus mencari keberadaan Lyona sampai dirinya berhasil bertemu kekasihnya itu.

__ADS_1


"Sayang." teriak Lyona yang melepaskan kedua tangannya, lalu ia segera memeluk tubuh kekar Draco.


Hal yang sama dilakukan oleh Draco, pria itu malah mencium seluruh wajah Lyona saat pelukan itu sudah terlepas.


"Aku kangen banget sama kamu, sudah lama banget aku tidak melihat kamu lagi." ucap Draco yang menatap wajah kekasihnya.


"Kamu datang sendirikan? Gak sama bos kamu itu?" ucap Draco yang mencari keberadaan Jackson, sedangkan Lyona yang mendengar ucapan Draco terkekeh.


"Kamu ini ya aku datang liburan untuk ketemu sama kamu, kamu malah cari lelaki brengsek itu. Buat apa kamu cari Jackson?"


Draco menatap Lyona dengan membantu membawa koper Lyona, "Jadi nama bos kamu itu Jackson dan kamu harus menceritakan semuanya. Aku tidak mau sampai terlewat, aku ingin tahu Jackson itu sebenarnya siapa sampai bisa menyakiti istri pertamanya."


"Ceritanya panjang sayang. Gimana kita pulang dulu baru aku cerita di sana, aku udah lapar banget ini pengen makan bareng kamu."


"Kamu ini ya. Baiklah kita cari makan terlebih dahulu." Draco membawa koper Lyona dengan Lyona terus memeluk tubuh kekar Draco, sampai mereka masuk ke dalam mobil yang dibawa Draco untuk menjemput Lyona ke bandara.


Selesai makan Draco membawa Lyona ke rumah, "Jadi rencana ini dilakukan oleh istri pertama Jackson dan Neo juga ikut membantunya?" Lyona mengangguk saat Draco menyimpan koper Lyona di dekat sofa.


"Pantas Neo ngabarin aku tentang rencana itu, awalnya aku gak setuju sama Neo. Tapi setelah aku tahu Neo menyukai wanita bernama Alice aku menyetujuinya, apa kamu tahu siapa wanita yang Neo cintai itu?" Draco menatap Lyona saat kekasihnya berada di dapur untuk mengambil minuman.


"Wanita yang Neo cintai adalah istri pertama Jackson." jawab Lyona yang membawa minuman dan datang menghampiri Draco.


"Apa? Jadi wanita bernama Alice itu adalah wanita yang dicintai Neo selama ini?" Lyona mengangguk kembali saat mendengar ucapan Draco, tidak hanya Draco saja yang terkejut iapun sama saat mengetahui apa yang diucapkan Neo.


Walau begitu dia masih membantu Neo, semoga saja Alice sadar kalau ada laki-laki yang mencintainya.


"Pantas dia kekeh untuk membantu Alice, sebenarnya aku tahu Alice itu siapa. Tapi aku belum pernah bertemu dengannya, aku tahunya Alice itu wanita yang selalu diceritakan oleh Neo."


"Oh ya sayang kapan kapan apa aku bisa bertemu dengan Alice? Sekalian bertemu dengan Neo, aku sudah lama tidak bertemu dengan dia." ujar Draco yang melihat Lyona sibuk minum minuman kaleng.


Lyona mengangguk di saat dia masih menikmati minuman kaleng.

__ADS_1


__ADS_2