Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Orang Asing Datang Bertamu


__ADS_3

"Menurutmu apa Alice dengan Jackson saling mencintai?" Lyona menatap Draco setelah selesai meneguk coklat hangat buatan Draco.


Draco yang mendengar ucapan kekasihnya menatap Lyona, "Apa kamu merasakan kalau mereka saling mencintai?" Lyona mengangguk saat Draco memberikan pertanyaan.


"Menurutku begitu. Tapi mereka terhalang dengan gengsi, sebenarnya Alice tidak tega menyakiti Jackson. Walau pria itu sudah menggoreskan luka, tetap saja perasaan mereka masih tumbuh." kata Draco membuat Lyona mengangguk.


"Sekarang kamu biarkan mereka sendiri dulu, kamu jangan lakukan peranmu dulu. Biarkan mereka tahu perasaan mereka, barulah kamu bisa melanjutkan rencana itu atau tidak." ucap Draco kembali membuat Lyona tersenyum, ia dengan cepat memeluk tubuh kekar Draco.


Saat keduanya merasakan cuaca semakin tidak karuan, sedangkan Jackson berusaha untuk tidur tapi tidak bisa. Akhirnya pria itu memutuskan untuk ke dapur, ia membuatkan sedikit minuman untuk meredakan lelah dengan pikirannya sendiri.


Seketika dia mengingat perkataan Lyona, apa benar kalau dia sangat mencintai Alice. Tapi kenapa melihat Alice menderita seperti ini hatinya terasa sakit, apalagi pas tahu Alice sempat menghilang dan terluka parah.


Di situlah rasa sakitnya muncul, tapi ia tiba tiba terhalang dengan Amara muncul saat dia sibuk mencari sosok Alice. Mungkin kalau dia tidak ikut dengan Amara ia tidak akan kehilangan Alice, setelah berapa lama menunggu kabar Alice akhirnya wanita itu muncul di hadapannya.


Dengan keadaan sehat tanpa ada luka sedikitpun, hari itu juga perubahan sikap Alice mulai berubah menjadi dingin dan aneh. Saat itu ia kehilangan sosok Alice, dan ia mulai terhasut dengan omongan Amara untuk menikahinya.


Setelah kejadian itu ia tidak pernah mendengar kabar Alice, terakhir bertemu saat dirinya memperkenalkan Lyona ke Alice. Malah respon dari Alice biasa saja, tidak terlihat cemburu atau apalah. Apa mungkin Alice tidak ada cinta, apa selama mereka menikah Alice tidak pernah memperdulikannya lagi.


Jackson mengambil handphone, ia mencari nomor seseorang untuk meminta seseorang itu membelikan tiket pulang besok. Dia ingin memastikan apakah perasaan ini benar atau tidak.


Bibir Jackson tersenyum setelah mendapatkan tiket pulang, ia segera menyiapkan barangnya untuk di masukan ke dalam koper. Selesai mengemasi barangnya, Jackson memutuskan untuk istirahat.


Mendapatkan tiket pulang membuat hatinya senang entahlah mungkin niatnya untuk bertemu dengan Alice, "Kamu kenapa baby?" kata Draco memeluk tubuh Lyona saat melihat kekasihnya sibuk menatap handphone.


"Jackson memintaku untuk liburan katanya dia ingin kembali. Apa menurut kamu dia ingin bertemu dengan Alice atau Amara?" Lyona membalikan tubuhnya menatap Draco, sedangkan pria yang berdiri di belakang seperti sedang memikirkan perkataan Lyona.


"Aku gak yakin kalau Jackson bertemu dengan Amara, perasaanku mengatakan kalau Jackson pulang menemui Alice istri pertamanya."


"Semoga saja." gumam Lyona pelan yang dianggukin oleh Draco.

__ADS_1


Tiba di tempat tujuan, Jackson segera memesan taksi online. Tujuannya kali ini hanya satu Alice, dia ingin memberikan kejutan kepada istrinya. Sudah lama sekali ia tidak melihat keadaan Alice, jujur dia sangat merindukan wanita itu.


Aurora yang baru saja selesai mandi dan ingin pergi ke dapur untuk masak, tiba tiba saja bel rumah berbunyi. Bibirnya tersenyum mendengar bel rumah, mungkin dia pikir Neo yang datang tapi nyatanya dia sangat kecewa.


Bukan Neo yang datang ke rumah melainkan Jackson, "Buat apa pria ini datang ke rumah. Bukannya dia lagi sibuk liburan dengan Lyona, dan seharusnya dia pulang ke apartemen Amara bukan ke sini." batin Alice menatap Jackson berdiri di pintu.


"Apa aku tidak diizinkan masuk?"


***


"Buat apa kamu datang kemari." mendengar ucapan Alice membuat hatinya sakit, mungkin inilah yang dirasakan Alice dulu.


"Apa salah aku sebagai suami datang menemui kamu." Jackson terus mengikuti langkah kaki Alice, membuat Alice muak dengan Jackson.


"Aku rasa tidak salah. Tapi otak kamu yang salah, seharusnya kamu pulang ke apartemen Amara bukan ke sini. Di sini bukan tempat kamu untuk pulang." Jackson tahu perasaan Alice selama ini, ia sudah banyak menggoreskan luka di hati Alice.


Alice menatap Jackson, lelaki itu seperti menginginkan jawaban dari bibirnya. Sungguh dia sudah tidak mau bicara apapun tentang pernikahannya, apalagi berurusan dengan Jackson yang selama ini sudah menyakitinya.


"Rasa sakit yang kamu berikan sudah terlalu banyak harusnya kamu sadar itu. Tapi sekarang aku tidak menerima kehadiran kamu, kita sudah sepakat untuk berpisah setelah aku mendapat kabar kalau kamu menikahi Amara secara diam diam tanpa aku ketahui.


Mulai saat itu aku sudah memutuskan untuk tidak berhubungan denganmu, dan pernikahan ini akan berakhir setelah keputusan pengadilan tiba." setelah mengatakan itu Alice bergegas meninggalkan Jackson di ruang tamu, pria itu tertunduk kecewa atas sikapnya selama ini.


Sekarang ia tidak bisa berbuat lagi, Alice yang ia kenal sudah berubah. Hanyalah orang asing di antara mereka berdua, sedangkan dia hanya bisa menatapi nasib pernikahannya dengan Alice.


"Maafkan aku, aku tidak bisa mempertahankan rumah tangga ini. Maaf Alice aku menyakiti perasaan suami kamu, dan melakukan tindakan yang akan membuat kamu murka." batin Aurora melihat kepergian Jackson lewat jendela kamar.


Neo yang melihat Alice memutuskan untuk menghampiri wanita itu, tapi ia melihat seperti Alice sibuk melamun seperti memikirkan sesuatu.


Neo duduk di dekat Alice dengan tangan menyentuh punggung tangan Alice, "Ada apa? Kenapa kamu melamun terus, apa ada yang kamu pikirkan."

__ADS_1


Alice melirik Neo saat melihat keberadaan Neo, "Sebelum aku berangkat ke kantor, Jackson kembali ke rumah."


"Lalu?" tanya Neo penasaran saat Alice membahas tentang Jackson.


"Dia minta maaf padaku, karena sudah menyakiti perasaanku selama ini. Tapi aku tidak yakin apakah permintaan maaf Jackson tulus atau tidak. Menurut kamu aku harus bagaimana?" Alice melihat ke arah Neo saat lelaki ini tidak mengatakan apapun.


Neo sama sekali tidak merespon malah pria itu pergi begitu saja, Aurora merasa bingung menggaruk kepalanya membuat seluruh rambut yang sudah di tata rapih menjadi berantakan.


"Argh, kenapa jadi kaya ini. Seharusnya bukan seperti ini rencanaku, kalau gini terus aku harus melakukan apa." batin Aurora terlihat frustasi.


Neo sudah berada di ruang pribadinya, ia sedang berpikir apa yang barusan dia dengar. Mungkin ini saatnya hubungan Alice dengan Jackson kembali, tapi Jackson belum tahu kalau Alice sudah meninggal.


Sekarang yang berada di raga Alice bukan pemilik aslinya melainkan orang lain, mungkin Aurora belum mengetahuinya kalau dia sudah tahu kalau Aurora bukanlah Alice yang asli. Walau begitu dia tidak mungkin meninggalkan Aurora dan membuat mereka berdua bersama.


Kalau suatu saat Jackson kembali, dan Jackson tahu semuanya Aurora akan menjadi milik Jackson seutuhnya dan rencana yang dijalani Aurora akan hancur berantakan.


Neo menggeleng dengan cepat, "Nggak. Ini tidak akan terjadi lagi, aku sudah lama kehilangan Alice sekarang aku tidak bisa kehilangan Aurora."


Pulang kantor Alice sudah berada di lantai bawah, saat ia lagi menunggu kendaraan tiba tiba saja sebuah mobil datang tepat di hadapannya. Pemilik mobil tersebut membuka kaca mobil, terdapat sebuah lelaki tampan tersenyum ke arahnya dan pria itu memintanya untuk pulang bersama.


Tidak hanya itu saja, Alice melihat Jackson datang membawa motor ninja hitam. Alice di buat bingung dengan sikap dua pria ini, apa yang harus ia lakukan dengan mereka berdua.


"Lice pulang bareng aku kan?"


"Nggak usah sama dia. Lagian kalian tidak memiliki hubungan apapun selain bos dan bawahan, yang ada hubungannya aku sama kamu Lice. Kita suami istri jadi kamu harus pulang denganku." timpal Jackson yang tidak mau kalah dengan Neo.


Alice menggeleng kepala melihat tingkah laku mereka berdua, akhirnya Alice memutuskan menaiki taksi yang ia pesan dan meninggalkan mereka berdua.


"Ada apa dengan mereka berdua. Kenapa tingkah mereka aneh sekali." batin Alice yang sudah berada di dalam taksi, dan dia sibuk melamun memikirkan kelakuan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2