Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Termakan Nomor Tak Dikenal


__ADS_3

Paginya Amara bangun dari tidur, dia memandangi sekeliling kamar. Di sana hanya dirinya saja yang tidur, sedangkan Jackson entah kemana. Saat Amara mau turun dari ranjang dia mendengar suara pesan dari handphone, ia mengambil benda pipih itu dan melihat siapa yang mengirimkan pesan.


Di pesan itu terdapat banyak sekali tulisan dan foto, dia tidak tahu siapa yang mengirim pesan ini. Yang pasti dia sangat marah saat melihat foto itu, dari foto itu ia sudah menebak kalau cowok yang ada di foto tersebut adalah Jackson.


Tapi dia tidak mengenal siapa wanita yang sedang bermesraan dengan Jackson, atau jangan-jangan suaminya berselingkuh di belakangnya. Makanya Jackson tidak berani pulang.


"Sial! Siapa sebenarnya pemilik nomor ini, kenapa dia memberikan foto ini. Atau nomor ini tahu dimana Jackson berada, atau dia sengaja mengirim ini untuk membuat rumah tangganya hancur." batin Amara saat melihat bagaimana pesan itu dikirim.


Amara melempar handphone itu ke ranjang, perasaan kesal sudah merasuki jiwanya. Apalagi melihat bagaimana Jackson sangat menyukai wanita selingkuhannya.


"Tidak! Ini tidak benar. Aku tidak akan membiarkan siapapun mendapatkan Jackson, aku harus menyingkirkan wanita sialan ini." batin Amara dengan perasaan marah, wanita itu bergegas menuju toilet untuk membersihkan tubuh.


Di tempat lain Alice tertawa puas dengan respon yang diberikan Amara, saat dirinya selesai mandi dan sarapan ia melihat sebuah pesan yang dikirim oleh Amara. Wanita itu seakan tidak terima kalau suaminya selingkuh, dan yang lebih lucunya lagi Amara sudah terbalut emosi dengan foto yang baru saja dia kirim.


"Ini baru permulaan Amara, sebentar lagi kamu akan merasakan gimana menjadi Alice. Aku tidak sabar melihatmu sengsara, akan ku buat Jackson melupakan kamu baru giliran Jackson yang ku buat hancur." batin Aurora yang tertawa puas dalam hati.


Saking sibuknya bermain handphone tiba-tiba saja ada seseorang menyentuh pipinya, Alice dengan cepat menyingkirkan handphone itu saat seseorang itu adalah Jackson.


"Kamu kenapa kaget gitu. Apa aku semenakutkan itu sampai membuatmu terkejut." ucap Jackson membuat Alice menggeleng.


"Ya bagaimana aku tidak terkejut kamu tiba-tiba muncul tanpa bersuara." balas Alice dengan kesal, lalu wanita itu melangkah ke sofa.


"Maaf aku tidak tahu. Aku janji tidak akan melakukan itu lagi." itulah yang dikatakan Jackson, tapi Alice tidak peduli lagi yang ia pedulikan hanyalah rencananya.


Jackson semakin tidak fokus dengan penampilan Alice, pagi-pagi begini Alice sudah wangi dengan sibuk menonton film.


"Sekarangkan hari libur mau gak aku ajak kamu jalan-jalan." kata Jackson yang menawarkan diri untuk mengajak Alice jalan, tetapi Alice tidak peduli dengan tawaran itu.

__ADS_1


"Lice." panggil Jackson membuat mata Alice melirik tangan Jackson yang menyentuhnya, lelaki itu segera melepaskan tangannya saat dia melihat Alice sedang menatapnya.


"Kenapa? Lebih baik kamu pergi saja dari sini, aku tidak mau mengganggu kehidupan kamu bersama orang yang kamu cintai. Bukannya sekarang kamu lagi bahagia dengan wanita yang kamu cintai?" perkataan Alice membuat Jackson terdiam, diamnya Jackson sudah membuat Aurora menebak kalau pria itu mulai berpikir kearah perselingkuhannya.


"Ma-maksud kamu apa Lice? Bukannya kamu wanita yang aku cintai selama ini."


"Cih, aku kira aku ini bodoh ditipu oleh pria seperti dirimu. Tanpa kamu beri tahu aku sudah mengetahui perselingkuhan kalian, apalagi pernikahan kalian yang selama ini kalian rahasiakan." batin Aurora dengan malas saat dia tahu kalau Jackson sedang berbohong.


"Kalau gitu apa sekarang kamu mau tinggal di sini bersama denganku?" Alice menatap Jackson dengan memberikan sebuah pertanyaan, tetapi pria itu masih belum menjawab pertanyaan yang ia berikan.


***


"Itu pasti sayang masa aku berani ninggalin istriku yang cantik ini." balas Jackson dengan menyentuh kepala Alice dengan lembut, sikap Jackson membuat Aurora muak dengan akting yang selalu diberikan Jackson.


Alice mulai merencanakan sesuatu untuk membuat Jackson betah di sampingnya, dia mau membuat Jackson melupakan Amara sampai wanita itu sadar akan kesalahannya.


"Tapi kayaknya hanya sekedar itu tidak membuatnya tertantang, apa aku melakukan sesuatu untuk membuat Jackson berpaling dengan Amara." batin Aurora saat sekarang dia berada di dalam mobil.


"Gimana kamu sudah selesai dengan pekerjaan kantor kamu?" tanya Alice saat dia melihat Jackson masuk ke dalam mobil, lelaki itu menyimpan handphone lalu sibuk memasang sabuk pengaman.


"Sudah. Sekarang kamu mau kemana aku akan temani kamu kemanapun kamu inginkan."


Akhirnya Alice memutuskan untuk ke salah satu tempat favoritnya, dimana lagi kalau bukan pantai. Pantai ini adalah kenangan terakhirnya bersama dengan keluarganya, kenangan ini adalah kenangan Aurora bukan Alice.


Tapi Aurora tidak tahu sebenarnya pemilik tubuh ini sangat menyukai pantai seperti dirinya, "Sepertinya kamu tidak pernah berubah Lice, dulu aku mengira kamu hanyalah wanita bodoh. Tapi aku mulai tahu kebiasaan kamu dan kesukaan kamu yang sebenarnya."


"Lain kali kalau aku ada waktu luang kita bakal datang lagi ke tempat ini, maaf selama ini aku tidak mengetahui semuanya tentang kamu. Mungkin aku akan melakukan yang terbaik untuk membahagiakan kamu." kata Jackson yang sibuk memperhatikan Alice, walau sebenarnya Alice mendengar apa yang dikatakan Jackson tapi kali ini dia lebih sibuk dengan pantai.

__ADS_1



Alice menarik tangan Jackson, dia membawa Jackson ke air laut. Di sana mereka berdua seperti pasangan serasi pada umumnya, membuat bibir itu nampak bahagia melihat Alice tersenyum.


Ini pertama kalinya melihat Alice sebahagia ini, dulu dia tidak pernah melihat Alice secantik ini. Apalagi dia sangat sibuk berselingkuh dengan Amara, sampai dirinya lupa dengan Alice istrinya sendiri.



Sampai momen kebahagiaan yang seperti inilah yang diinginkan Alice, walau dia tahu sebenarnya momen seperti ini tidak akan terulang kembali.


"Terima kasih kamu mau menemani aku ke tempat ini, aku suka banget sama tempat ini apalagi sama suamiku sendiri." kata Alice dengan memperhatikan wajah Jackson, saat dia sibuk memandangi pemandangan pantai.


Apalagi sekarang awan sudah mulai gelap, mungkin sudah waktunya mereka akan meninggalkan tempat ini. Tetap saja Alice tidak rela kalau meninggalkan tempat ini, sedangkan Jackson yang mengetahui itu meminta Alice untuk menatapnya.


Lelaki itu menggendong tubuh Alice dengan membawa Alice ke air pantai, di sana air pantai sudah mulai kelihatan gelombangnya membuat Alice takut kalau pakaiannya terkena air. Sedangkan Jackson tidak peduli dengan teriakan yang terus diberikan Alice.


"Kamu kenapa membawaku ke tengah-tengah, aku sudah bilang kalau aku tidak membawa pakaian ganti. Kalau seluruh pakaianku basah gimana?" ucap Alice yang terus mengoceh tak ada hentinya.


Sedangkan Jackson terus memandangi wajah Alice dengan seksama, wajah cantik itu membuatnya terkesima apalagi melihat bagaimana penampilan Alice yang begitu mempesona.


Dengan cepat Jackson mengangkat tubuh Alice dengan wajah masih saling menatap, keduanya sama-sama terkunci tatapan sampai akhirnya Jackson memberanikan diri untuk mencium bibir Alice. Bibir ranum itu sangat menggodanya, dan ini pertama kalinya bagi Alice dicium seperti ini.



Apalagi di tempat favoritnya, awalnya ciuman itu hanya sekedar ciuman biasa tapi lama kelamaan ciuman itu semakin ganas membuat deru nafas Alice terengah-engah. Jackson yang melihat Alice kehabisan nafas memutuskan untuk menghentikan ciuman, walau sebenarnya dia ingin melanjutkannya kembali.


"Maaf membuat kamu kesulitan bernafas." ucap Jackson yang melihat Alice masih mengatur nafas, Jackson menurunkan tubuh Alice dan membawa Alice kepinggir pantai.

__ADS_1


Semakin malam ombak pantai semakin besar, dia tidak mau membuat Alice jatuh sakit hanya gara-gara air pantai. Yang ada wanita ini akan trauma dengan kenangannya.


Akhirnya mereka berdua sepakat untuk kembali, Jackson terus menggenggam tangan Alice sedangkan wanita itu membiarkan apa yang dilakukan Jackson. Karena Aurora masih shock dengan kejadian barusan, kejadian dimana Jackson tiba-tiba mencium bibirnya tanpa memberikan aba-aba.


__ADS_2