Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Apartemen Bergoyang


__ADS_3

Karena Aurora sudah mengetahui masa lalu Lyona, dia sekarang lebih berhati-hati lagi kepada siapapun termasuk Lyona. Walau dia tidak tahu kebenarannya, tapi ia harus cari tahu kenapa pemilik tubuh ini bisa tahu semua hal.


Neo datang saat dia melihat Alice sibuk melamun, wanita itu melamun diruang kerja dengan kondisi komputer masih menyala. Neo menarik kursi di dekat meja kerja Alice, ia duduk pas di depan Alice.


Neo melempar pelan buku di meja membuat lamunan Alice tersadar, "Sejak kapan kamu ada di ruanganku?"


Neo menghela napas dengan menatap malas atas perkataan Alice, "Sejak kamu sibuk melamun dan membayangkan hal yang tidak harus kamu pikirkan."


Saat melihat Neo seketika dia mengingat perkataan Alice saat bicara dengannya, Aurora yang ingin tahu cerita aslinya seperti apa langsung menanyakan hal berhubungan tentang Lyona.


"Kamu sudah berapa lama kenal Lyona?" pertanyaan itu sontak membuat kening Neo mengerut.


"Aku tanya saja. Aku tidak bermaksud untuk menyinggung hal lain."


"Sejak 6 tahun yang lalu." jawab Neo.


"Berarti mereka sudah saling kenal satu sama lain. Tapi apakah di antara mereka tidak pernah cerita masalah pribadi? Atau mereka berdua tidak pernah menanyakan hal berbau perasaan?" batin Aurora yang memandangi wajah Neo.


"Apa boleh aku tanya sesuatu tentang Lyona?" Neo menyimpan kembali handphone saat benda pipih itu terus bergetar, "Kamu angkat dulu saja siapa tahu penting."


Neo berdiri dari kursi ia bergegas keluar dari ruangan Aurora, lelaki itu keluar dengan sibuk menelpon. Ia tidak tahu siapa yang ditelpon Neo sampai dirinya tidak harus tahu.


Selesai menelpon Neo kembali menemui Alice, lelaki itu menatapnya lalu berkata. "Lice maaf aku harus keluar sebentar, kamu bisa kan menggantikan aku sebentar aku ingin menemui sahabat karibku dulu."


"Berapa lama?"


"Tidak lama. Kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi Jack karena dia lebih tahu tentang kantor ini."


"Oke." Neo pergi setelah mendapatkan persetujuan dari Alice, Neo memang sengaja membohongi Alice karena dia ingin mencari tahu siapa yang menempati raga Alice.

__ADS_1


Mungkin saat kejadian itu Neo mulai mencurigai wanita asing yang kini berada di dekatnya, wanita asing yang memerankan Alice tapi peran itu hampir seratus persen sempurna. Dia saja bingung untuk percaya atau tidak, yang pasti dia ingin membuktikannya lebih dulu baru bicara dengan wanita asing itu.


"Gimana apa kamu sudah menemukan identitas Alice?" tanya Neo yang kini tiba di sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari kantor.


"Bukannya kamu sudah mengenal Alice lama kenapa kamu minta identitasnya lagi."


"Karena aku curiga kalau wanita itu bukan Alice melainkan orang lain." timpal Neo membuat lelaki di hadapan Neo bingung.


"Maksud kamu gimana aku gak paham."


Neo menatap temannya itu dan mulai menceritakan semuanya mengenai percakapan yang tidak sengaja dia dengar, sedangkan temannya ini mengangguk saja atas apa yang Neo katakan.


"Jadi menurutmu apa orang mati bisa hidup kembali? Atau dunia ini masih ada yang lahir kembar makanya hidup lagi dan membalaskan dendam kembarannya itu." bukannya percaya malah lelaki yang kini duduk dengan mengaduk minuman tertawa, bagaimana bisa Neo bisa berpikir ke situ dan dia saja tidak tahu tentang hal itu.


Suara yang nyaring akibat tertawa merasa sunyi saat melihat tatapan tajam dari Neo, "Oke! Oke! Gua salah. Gua gak tahu pasti apa itu sebenarnya, tapi gua pernah denger cerita kalau orang bisa melintasi waktu. Bisa aja wanita yang ada di kantor lu itu masuk ke waktu dimana kejadian saat Alice hilang di hutan."


"Apa lu masih ingat kejadian dimana Alice hilang?" Neo dengan serius mendengarkan semua yang dikatakan pria ini sampai Neo kembali fokus, "Seharusnya dia sudah meninggal di saat Alice sudah kehabisan banyak darah dan tenaga, tapi anehnya kenapa saat bangun Alice bukan seperti Alice melainkan orang asing."


"Nah saat itu gua udah mulai curiga di saat Alice bertemu dengan lu, dan masuk bekerja di kantor lu. Apa lu gak curiga ke situ?"


Benar juga yang dikatakan Shino, kenapa gak dari awal aja dia curiga kepada wanita asing itu. Dan kenapa baru sekarang dia merasa aneh dengan sikap Alice, dulu Alice sangat mencintai Jackson walau Alice sudah berapa kali di sakiti sampai nyawa taruhannya.


Tapi kenapa sekarang sikap Alice mulai berubah, seperti ada orang yang menempatkan raga Alice dan membantu pemilik tubuh untuknya balas dendam. Apa wanita asing itu berencana untuk membantu Alice, atau memang sengaja datang untuk menggantikan posisi Alice.


"Lalu? Sekarang wanita itu datang tujuannya untuk apa?"


"Ya untuk apa lagi kalau bukan membantu raga Alice. Kalau dia berniat jahat mana mungkin dia mau membantu Alice, lagian kalau gua jadi wanita itu gua juga mana mau membalaskan dendam seperti ini." kata Shino kembali menyantap minuman dan juga cemilan yang baru saja di pesan.


"Sekarang gini aja, lu anggap aja tidak terjadi apapun tentang wanita itu sampai lu berhasil menemukan kebenarannya. Dan lu harus mencari tahu sendiri siapa wanita itu, supaya lu bisa tahu apa tujuan wanita itu sebenarnya." ucap Shiho kepada Neo yang sama sama menatap.

__ADS_1


"Oke juga rencana lu itu. Okelah gua ikut saran dari dulu, kalau niat dia datang untuk membantu gak jadi masalah untuk gua. Tapi kalau niatnya jahat mohon maaf gua akan usir dia dari raga Alice." kata Neo membuat Shino mengangguk.


Sedangkan di tempat lain Jackson sedang bercumbu dengan Lyona di apartemen dekat Amara, lelaki itu sengaja menyewa kamar untuk Lyona supaya kalau dia membutuhkan wanita ini ia langsung keluar dan datang melakukan hal yang ingin dia lakukan.


Walau begitu Amara tidak akan tahu keberadaan Lyona, karena kamar Lyona berada di lantai paling atas sedangkan Amara tidak terlalu tinggi. Dia senang bisa satu tempat dengan Lyona, walau bagi Jackson ini adalah sebuah tantangan untuk dirinya.


"Ahhh... sayang pelan pelan..." kata Lyona dengan teriakan yang menggoda, des@han nikmat yang diberikan Lyona mampu membuat Jackson menginginkan lagi dan lagi.


Jackson menghentikan pergerakannya dengan memandangi wajah Lyona dengan lembut, "Aku suka melihat kamu yang seperti ini. Sangat menggoda untuk diriku baby, sangat pas sesuai dengan apa yang aku inginkan dari tubuhmu ini."


Lyona terengah engah atas kegiatan panas yang diberikan Jackson, apalagi sekarang Jackson tidak melanjutkan kegiatan panas ini hanya diam memperhatikan dirinya.


"Lanjutkan Jackson... Aku tidak bisa menahannya lagi..." Jackson tersenyum saat melihat Lyona memohon, permohon seperti itulah yang ingin di dengar Jackson.


Dan Jackson mulai menggerakan pinggangnya untuk melanjutkan kegiatan panas yang sempat berhenti, Lyona semakin tidak bisa menahan suara kenikmatan yang kini dia rasakan. Semakin di tahan semakin Lyona ingin menginginkannya lagi.


Lyona sengaja melakukan hal seperti ini untuk membuat Jackson jatuh hati kepadanya, ia mencoba melakukan segala cara untuk merawat tubuh dan menjaga supaya tidak hamil. Karena baginya ini satu satunya untuk menaklukkan Jackson dan membuat pria ini hancur.


Kegiatan panas yang mereka lakukan semakin berlangsung lama, sampai Lyona semakin menyukai apa yang dilakukan Jackson. Sekarang tinggal Lyona yang memainkan peran dalam kegiatan panas ini, sedangkan Jackson hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan Lyona.


Lyona sangat pintar membuatnya terangsang, apalagi permainan Lyona sangatlah hebat dari Amara. Sampai dirinya sudah mulai merasakan sensasi nikmat yang diberikan Lyona, wanita cantik dan seksi ini mulai memberikan sesuatu untuk kepuasannya.


Sampai kegiatan panas ini berakhir di saat mereka saling berpelukan, saat bangun Lyona melihat Jackson masih tertidur pulas sambil berpelukan. Seketika Lyona terkejut dengan apa yang kini dia rasakan, benda tajam yang menancap di bagian vaginanya belum terlepas membuat Lyona kesusahan bergerak.


Kalau nanti dia bergerak benda itu akan bangun kembali dan ia akan kesusahan untuk menidurinya, akhirnya Lyona membangunkan Jackson dengan menepuk pundak Jackson menggunakan tangan.


"Jackson bangun. Jackson." Jackson membuka mata saat mendengar suara lembut dari Lyona, lelaki itu tersenyum melihat wajah cantik Lyona.


"Ada apa sayang, kamu kenapa membangunkan aku. Kamu lapar?" tanya Jackson yang kini mencium Lyona kembali.

__ADS_1


"Kamu belum melepaskan benda pusakamu itu?" saat mendengar pertanyaan Lyona dia baru ingat kalau benda itu masih menempel di area sensitif Lyona, bukannya merasa bersalah pria yang berada di atasnya ini tersenyum.


"Maaf sayang aku lupa. Ya sudah aku keluarin dulu." Lyona bisa bernafas lega setelah benda pusaka itu keluar, akhirnya Lyona bisa bangun tanpa ada penghalang lagi.


__ADS_2