
"Kamu mau langsung kembali ke tempat Amara?" pertanyaan itu sontak membuat Jackson menatap kekasihnya, ia sekarang lagi ganti pakaian dengan pakaian baru.
Dan di tambah parfum yang biasanya digunakan Jackson, "Ya sayangku. Kalau aku tidak kembali dia akan curiga dengan kita, emangnya kamu mau hubungan kita diketahui olehnya."
"Aku gak mau. Tapi mau gimana lagi aku harus merelakan kamu pergi bukan." Jackson tersenyum saat melihat wajah cemberut Lyona, baginya tingkah laku Lyona sangat menggemaskan.
Jackson mendekati Lyona saat wanita itu masih berada di ranjang dengan tubuh di tutupi dengan selimut tebal, "Sudah jangan cemberut gitu nanti aku gak tega ninggalin kamu. Gimana aku transfer kamu uang supaya kamu bisa belanja sepuasnya."
"Kamu serius sayang?"
"Ya sayang. Kamu mau berapa aku akan transfer sekarang juga." Jackson mengeluarkan handphone dan mengetik sesuatu, setelah selesai transfer uang Jackson mengirim bukti kepada Lyona.
"Aku sudah kirim uang untuk kamu, sekarang tinggal kamu gunakan uang itu untuk belanja semau kamu. Asalkan kamu jangan cemberut lagi oke."
Lyona tersenyum melihat jumlah uang yang baru saja di transfer Jackson, merasa senang Lyona memeluk tubuh Jackson membuat tubuh pria ini hampir jatuh kalau tidak ada keseimbangan.
"Makasih ya sayang. Kamu tahu aja kalau aku sudah lama tidak shopping." ucap Lyona setelah melepaskan pelukannya, lalu Jackson tersenyum dan mengelus kepala Lyona dengan lembut.
"Sama sama sayang. Aku pergi dulu ya kalau ada apa apa kabarin aku." tutur Jackson yang dianggukin oleh Lyona.
Lyona tertawa dengan hati puas saat mengetahui rencananya, sungguh ini membuatnya untuk memanfaatkan kebaikan Jackson. Sebisa mungkin Lyona akan menggunakan uang Jackson untuk membelikan apapun yang dia mau.
Dan suatu saat nanti perusahaan itu akan menjadi miliknya, setelah rencana ini berhasil barulah dia kembali ke Draco.
"Enak juga jadi selingkuhan, cuman duduk dan memainkan peran di ranjang setelah itu diberikan uang. Tidak hanya uang saja apapun yang aku inginkan pasti pria itu akan memberikannya."
"Sungguh hebat kamu Lyona sudah memainkan peran penting ini." batin Lyona dengan tersenyum puas kemenangan.
Tidak butuh waktu lama Jackson tiba di apartemen Amara, wanita itu sedang duduk menonton televisi sambil memakan cemilan. Mendengar suara langkah kaki membuat Amara menatap ke arah Jackson.
"Kamu baru ingat pulang? Semalam kamu kemana aja sampai panggilan dan pesan dariku tidak kamu balas."
Jackson berhenti melangkah dan menatap Amara, "Di kantor banyak kerjaan aku harus lembur gak bisa ditinggal."
__ADS_1
"Lembur atau berduaan dengan sekretaris kamu itu." Amara sudah bangun dari tempat dia duduk dengan menatap Jackson dengan curiga, bagaimana tidak curiga pria ini sekali beralasan yang tidak masuk akal.
"Kamu ini kenapa curiga mulu sama suami sendiri. Aku ini capek habis pulang kerja bukannya di sambut malah diomelin gak jelas." ucap Jackson tak terima dengan tuduhan Amara.
"Kalau lembur kerja kenapa pesan dan teleponku gak kamu angkat?"
"Baterai hp lupa di cas makanya gak balas pesan dari kamu."
Jackson melanjutkan langkahnya menuju Amara, ia segera menghentikan mulut Amara yang terus mengoceh. Dia memberikan sebuah ciuman lembut di bibir Amara, membuat permainan panas itu semakin dalam.
Jackson membawa Amara ke sofa, mereka duduk di sofa panjang khusus dua sampai empat orang. Ia terus memainkan peran itu untuk mencumbu bibir Amara, di sana Jackson memandangi wajah Amara berubah menjadi Lyona.
Wanita cantik dan seksi itu muncul di wajah Amara, membuat kesan ciuman itu semakin panas dan ganas. Amara yang sudah lama tidak melakukan hal ini terus kewalahan, walau sebenarnya dia sangat senang Jackson mulai melakukan aktivitas seperti ini lagi.
Selesai bercumbu dengan Amara ia menatap wanita yang kini menjadi istrinya, dia baru sadar ternyata orang yang dia mencumbui Amara bukan Lyona. Tapi dia malah membayangkan wajah Lyona di saat bermain dengan Amara.
***
"Sudah sekarang apa kamu masih marah?" tanya Jackson membuat Amara menggeleng, Amara dengan cepat memeluk tubuh Jackson.
"Nggak apa-apa sayang aku ngerti." Jackson melepaskan pelukan Amara dengan mengelus kedua pipi Amara, "Gimana kita pesan makanan aja aku tahu pasti kamu belum makan kan."
Amara mengambil handphone dan memesan makanan untuk mereka berdua, Jackson yang melihat antuasias Amara tersenyum. Senyuman itu seharusnya diberikan untuk Lyona bukan untuk Amara, tapi tak apalah yang penting Amara tidak mencurigainya lagi.
Lyona sudah menghabiskan banyak waktu untuk belanja, ke salon dan memanjakan diri. Sudah lama sekali bukan tidak masuk mall, di sana ia tidak sengaja bertemu dengan Alice.
Aurora pergi ke sebuah mall untuk mencari tahu apakah ada sesuatu untuk bisa pulang ke dunia asalnya, sudah lama tidak menginjak dunia asalnya sampai dirinya lupa tiba di dunia ini melewati lintasan apa.
"Alice." Alice yang mendengar suara yang memanggilnya membuat langkahnya berhenti saat dia baru saja ingin masuk ke ruangan dimensi, Alice tersenyum melihat Lyona berada di mall yang sama.
"Ternyata kamu Lyona. Kamu habis belanja?" Alice sempat menatap belanjaan Lyona yang lumayan banyak, membuat kedua tangan Lyona di penuhi dengan kantung belanjaan.
"Hehe. Ya nih aku habis memeras suami kamu, terus kamu buat apa ke tempat ini?" Lyona menatap Alice saat dia melihat kalau Alice mau masuk ke tempat yang tidak seharusnya Alice datangi.
__ADS_1
Karena tempat ini adalah tempat yang tidak boleh di datangi, sedangkan Alice datang di saat tempat ini di tutup oleh pemilik mall.
"Oh aku penasaran aja tempat ini isinya apa, makanya aku datang untuk cari tahu saja." Lyona mengangguk atas perkataan Alice.
Lyona menarik tangan Alice untuk ikut belanja, sedangkan Aurora cuman bisa pasrah dengan apa yang dilakukan Lyona. Gagal sudah dia untuk kembali ke dunia asalnya, sudah lama tidak kembali membuat dirinya harus merelakan lebih dulu.
"Sudahlah lebih baik aku cari cara untuk pulang." batin Aurora yang menatap tempat tersebut saat tangannya terus di tarik oleh Lyona.
Dua wanita itu terus asik belanja, keduanya sama sama menikmati memon di mall bersama sampai akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang.
"Gimana serukan belanja denganku?" ucap Lyona yang menatap Alice saat mereka berada di dalam mobil.
"Ya."
"Kapan kapan kita belanja lagi nanti aku akan ajak kamu belanja kemanapun yang belum kamu kunjungi." Aurora hanya bisa tersenyum saat mendengar ucapan Lyona, dia juga bingung harus menjawab apa.
Niatnya datang ke mall itu untuk melihat alat untuk kembali, tapi di gagalkan oleh Lyona. Sudahlah mungkin bukan sekarang waktunya kembali, suatu saat ia harus mencari cara untuk pulang ke dunia asalnya.
"Selalu saja gagal untuk pulang. Kenapa harus Lyona muncul tiba tiba, kalau kaya gini terus aku susah mencari cara buat pulang." gumam Aurora di dalam kamar dengan duduk di atas ranjang.
"Coba aku bisa punya mesin waktu mungkin aku bisa kembali kapanpun aku inginkan. Tapi sekarang sulit untuk kembali kalau sudah seperti ini. Argh!! Kesal banget gak bisa pulang, kalau kaya gini caranya aku gak akan kembali."
Aurora memutuskan untuk memejamkan mata saat ia sudah merebahkan tubuhnya di ranjang, keesokannya Aurora seperti biasa menjalankan misi untuk menghancurkan Jackson.
Kali ini misinya di jalankan oleh dirinya bukan melalui Lyona, karena dia sudah memberikan tugas kepada wanita itu seharusnya Lyona tahu apa tugasnya.
"Selamat pagi pak." sapa Lyona di depan pintu utama perusahaan, dan dia melihat Jackson datang dengan memberikan sebuah anggukan.
Lyona mengikuti langkah kaki Jackson, sampai mereka masuk ke ruangan Jackson saat tangan Jackson menarik tangannya.
"Ada apa? Apa kamu sudah merindukan aku lagi?" Jackson menarik pinggang Lyona dengan menatap wajah Lyona dengan seksama.
"Tanpa kamu bilang aku sangat merindukan kamu setiap harinya. Apa kamu tidak merindukan aku, baby?"
__ADS_1
Lyona tersenyum dengan kalimat Jackson, lalu ia mengangkat kakinya untuk mencium pipi Jackson membuat pria ini tersenyum senang.
"Sekarang kamu mulai nakal ya." Jackson kembali menyerang Lyona saat posisi mereka masih berada di kantor, dan Lyona dengan senang hati memberikan apapun yang Jackson inginkan.