Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Dua Peran Sekaligus


__ADS_3

"Apa kamu belum puas?" pertanyaan itu sontak membuat Jackson menatap Lyona, wanita cantik yang baru saja dia serang sibuk merapikan penampilan.


Jackson tersenyum saat memandangi wajah Lyona, wanita cantik yang bersamanya sekarang sibuk memeluk tubuhnya. Dengan posisi berada di bangku sambil duduk di pangkuan Jackson.


"Mana mungkin aku bisa puas sayang. Kamu itu bagaikan surga yang tidak bisa ditinggalkan, sehari saja tanpa kamu aku pasti sudah merindukan kamu."


Lyona terkekeh atas pujian yang diberikan Jackson, "Kamu ini bisa aja." Jackson kembali menyerang Lyona sebelum bekerja.


Jam makan siang Lyona datang ke ruangan Jackson, saat pintu dibuka ia melihat Alice ada di sana. Melihat kedatangan Lyona dia sudah mengetahui apa yang harus dilakukan wanita itu, dan sekarang tinggal dirinyalah yang memainkan peran.


Jackson meminta Lyona untuk mendekat, ia menarik tangan Lyona sampai tubuh Lyona ambruk di pangkuan Jackson. Alice memasang wajahnya malas, dia sudah malas dengan adegan yang seperti ini.


"Kenalin dia istri pertamaku Alice. Dan Lyona ini sekretaris baruku pengganti Amara." Alice mengangguk dan tersenyum, ia juga memberikan tangannya untuk memperkenalkan diri.


Walau keduanya sudah saling mengenal, tapi Alice menganggap tidak mengenal Lyona. Lyona sangat pandai memainkan peran ini, apalagi wanita cantik sekali Lyona sangat ahli menggoda pria.


"Kau tidak cemburu kan aku bersama dengan wanita lain selain Amara." mendengar ucapan Jackson membuatnya tertawa, tertawaan renyah yang diberikan Alice seketika berhenti saat melihat raut wajah Jackson.


"Terserah kau mau main berapa banyak wanita di sisimu asalkan jangan sampai ketahuan oleh Amara. Apakah Amara tahu tentang kelakuan kamu ini?" tanya Alice menatap Jackson, sedangkan lelaki itu menggeleng.


"Baiklah, tapi jangan salahkan aku kalau suatu saat kelakuan kamu akan diketahui oleh Amara. Bukan aku yang memberitahu Amara tapi Amara yang akan tahu dengan sendirinya." setelah bicara dengan Jackson, Alice memutuskan untuk pergi dan Lyona bergegas untuk pergi juga.


"Kau benar tidak cemburu dengan kedekatanku bersama suamimu, Lice?" Alice melirik saat mendengar kalimat Lyona, dia malah ingin tertawa dengan apa yang barusan dikatakan Lyona.


"Aku harap kamu tahu tujuanmu datang ke kantor ini. Sebelum aku menyadarkan dirimu kembali." Alice melangkah pergi dan Lyona seperti mematung akan ucapan Alice.


Bagaimana bisa dia melupakan tugasnya, walau dia sudah terlena akan peran ini tapi ia juga tidak mau masuk ke jurang bersama dengan Amara.


"Sepertinya Lyona mulai terlena dalam tugas ini, apa aku harus melakukan sesuatu untuk menyadarkan Lyona. Atau aku mulai saja peranku ini." batin Alice yang berada di dalam mobil.

__ADS_1


Alice kembali menjalankan mobil, "Kau harus memainkan peranmu kembali Lyona, kalau tidak rencana yang sudah saya susun hancur gara gara kamu."


Pesan itu di kirim dan di lihat oleh Lyona, ia sampai lupa apa tugasnya datang ke kantor ini. Dan dia harus melakukan kembali perannya, sebelum akan terjadi sesuatu dalam tugasnya.


Amara yang sibuk menyiapkan makan malam mendapat pesan dari Jackson, lelaki itu mengatakan tidak pulang karena ada urusan di kantor. Lyona tersenyum akan kebohongan yang dilakukan Jackson, bagaimana bisa Jackson melakukan kebohongan itu sampai Amara percaya atas pesan yang diberikan Jackson.


"Baby, kau tega sekali membohongi istrimu." ucap Lyona yang memeluk Jackson dari belakang, Jackson tersenyum saat melepaskan tangan cantik Lyona.


"Aku melakukan ini untuk dirimu sayang."


"Lalu istri pertamamu bagaimana? Apa dia akan memberitahu Amara tentang perselingkuhan kita ini?" Lyona menatap wajah Jackson dengan memberikan pertanyaan konyol yang membuat dirinya geli.


"Itu tidak akan terjadi baby. Dia tidak akan melakukan hal itu, dia itu sangat mencintaiku makanya dia tidak bisa melawanku."


Lyona memilih diam dan mendengarkan apa yang dikatakan Jackson, Jackson membawa Lyona duduk bersamanya apalagi posisi mereka sangat intim.


"Kamu tahu dia itu sangat bodoh sama seperti Amara, dua wanita itu sama sama mencintaiku. Apalagi Alice, dia tidak akan melakukan apapun kalau tidak aku ancam."


Lyona menatap Jackson dengan bingung, "Maksud kamu?"


Sebelum bicara kembali Jackson mencium bibir ranum Lyona barulah dia memulai bicara, "Sebelum bertemu dengan kamu dan Amara, aku di jodohkan dengan Alice. Kedua orang tuaku sangat menyukai Alice, akhirnya mereka sepakat untuk menikah aku dengan Alice."


Rasanya aku ingin menolak pernikahan yang tidak ingin aku jalani itu, tapi saat itu perusahaan ku sedang hancur dan membuat aku mengikuti apa yang dikatakan orang tua Alice.


Abraham ayah dari Alice, dialah yang mempunyai peran dalam kantor ini. Dia juga memberikan investasi yang cukup besar di kantorku, makanya aku memilih menerima pernikahan ini. Tapi aku sudah mengatakan sejujurnya kalau aku tidak mencintai Alice, walau aku tahu dia sangat mencintaiku."


Lyona tidak bisa menjawab apapun lagi, sekarang dia sudah mengerti kenapa Jackson sangat tega menyakiti perasaan Alice. Apalagi Neo pernah bilang kalau Jackson pernah membawa wanita selingkuhan ke rumah, membuat Alice melihat kelakuan Jackson yang begitu bejat.


Tapi sepertinya Alice sudah berubah, dia sekarang sudah tidak lagi mencintai Jackson. Malah Alice ingin sekali menghancurkan Jackson, sepertinya rasa sakit yang menumpuk di hati wanita itu sudah terlalu banyak makanya bisa melakukan rencana balas dendam ini.

__ADS_1


"Sayang, kamu diam aja. Apa ceritaku ini akan membuat kamu pergi ninggalin aku? Seperti apa yang pernah aku lakukan kepada Alice?" Lyona menatap Jackson saat tangan pria ini menyentuh wajahnya.


Mungkin itu akan terjadi, karena tujuan dia datang ke kantor ini untuk membantu Alice. Walau begitu ia akan memanfaatkan sebaik mungkin dengan peran yang dia jalani.


"Itu tidak akan terjadi sayang, aku mana mungkin ninggalin kamu. Kamu harus janji kamu harus ninggalin Amara untukku." kata Lyona yang tiba tiba saja membahas Amara.


Lyona tersenyum kecut melihat ekspresi wajah Jackson, dia sudah menebak kalau Jackson sangat mencintai Amara. Walau dulu Alice pernah cerita kalau Amara cinta pertama Jackson, tapi apakah rasa cinta itu akan menghilang demi dirinya atau demi Alice.


Jackson kembali menatap Lyona, "Baiklah, suatu saat aku akan memilih kamu atau Amara. Aku sudah tidak peduli lagi dengan Alice, yang aku pedulikan hanyalah kamu dan Amara."


Lyona tersenyum saat Jackson menarik hidungnya, sedangkan di sisi lain Aurora melihat adegan mesra Lyona dengan Jackson. Pemilik tubuh ini merasakan sakit melihat adegan seperti itu, mungkin pemilik tubuh ini belum pernah merasakan hal seperti itu dengan Jackson.


Makanya sakitnya luar biasa, dan Aurora sangat merasakan hal seperti itu. "Rasa sakit ini pernah aku rasakan sebelum datang ke duniamu Alice, aku sempat hancur melihat orang yang aku cintai bersama dengan wanita lain. Tapi aku sadar di dunia ini tidak ada cinta selain diri kita sendiri, makanya dari situ aku mulai tidak mencintai siapapun selain diriku sendiri."


"Ya kamu benar aku dulu sangat fokus mengejar cinta Jackson, sampai aku lupa kalau aku merasakan sakit ini setelah aku meninggal pun aku masih belum tenang." Aurora mengangguk, lalu ia kembali menatap adegan mesra di layar monitor yang di letakan di ruangan Jackson.


Neo yang baru saja kembali ke kantor melihat Alice sibuk memandangi layar monitor, dia sempat heran dengan sikap Alice selama ini. Dan sekarang dia sudah menebak kalau wanita itu bukanlah Alice melainkan orang lain.


Selama ini Neo sudah mencari bukti siapa wanita yang menempatkan raga Alice, wanita itu adalah Aurora. Karena namanya hampir sama dengan Alice, membuat wanita itu masuk ke dimensi Alice dan mulai memainkan peran Alice.


Yang membuatnya tidak mengerti kenapa Aurora datang di waktu yang tepat, dan dia juga sudah mengira kalau Alice yang asli sudah meninggal makanya digantikan oleh Aurora. Walau begitu ia berterima kasih kepada Aurora yang menempatkan raga Alice, walau dia sedikit bingung dengan dimensi sekarang ia sudah paham tujuan Aurora datang kemari.


"Apa kamu sudah puas memandangi layar monitor terus?" Alice menoleh ke arah sumber suara, melihat kedatangan Neo Alice tersenyum saat pria itu datang menghampirinya dan duduk di dekatnya.


"Aku tidak akan puas sampai balas dendam ini tersalurkan." Neo tersenyum saat Aurora merasakan marah akan perselingkuhan Jackson, suami dari pemilik raga yang kini ia tempati.


Neo mengelus kepala Alice dengan lembut, "Ya sudah sekarang kita cari makan di luar aja. Kamu belum makan dari pagi, nanti kalau kamu fokus menatap layar monitor terus kamu akan jatuh sakit."


Perhatian yang diberikan Neo membuat hati Aurora senang, dulu dia tidak pernah mendapatkan perhatian seperti ini sekarang di dunia Alice ia mendapatkannya.

__ADS_1


__ADS_2