Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Sarapan Istimewa?


__ADS_3

Selesai membuat sarapan Jackson tidak makan bersama dengan Amara, dia memutuskan untuk berangkat ke kantor lebih awal dengan membawa bekal sarapan.


Amara sempat heran dengan tingkah laku Jackson, tapi dia mulai berpikir kalau Jackson mencoba membuat sarapan supaya tidak beli di luar. Mungkin itulah yang dipikirkan Jackson, tapi nyatanya Jackson menyiapkan sarapan pagi untuk diberikan Alice.


Dengan perasaan senang dan bangga, Jackson menyetir mobil dengan hati bahagia apalagi melihat masakan yang dia buat sendiri. Dia berharap kalau sarapan yang dibuat olehnya akan diterima oleh Alice.


Tiba di sebuah perumahan mewah, Jackson menyimpan mobil di halaman rumah Alice. Rumah yang dibeli Alice dengan hasil kerja kerasnya, tanpa mau berada di rumah yang dulunya mereka tinggalkan.


Mungkin semenjak Jackson tidak pernah datang ke rumah lama untuk menemuinya, Alice memutuskan untuk mencari rumah baru tanpa sepengetahuan Jackson. Walau begitu Jackson akan tahu kalau dirinya minggat dari rumah yang dulu mereka tinggalkan bersama.


Alice mengerutkan kening melihat kedatangan Jackson, ia seketika melirik jam di tangannya lalu kembali menatap Jackson berdiri di depan rumah sambil memberikan sebuah senyuman.


"Buat apa kamu datang kemari? Kalau tidak ada urusan lebih baik kamu pulang saja. Aku tidak punya waktu bertemu denganmu." ucap Alice tanpa menawarkan Jackson masuk terlebih dahulu.


"Aku datang kemari mau memberikan ini untuk kamu." jawab Jackson yang memperlihatkan bekal yang sempat dia buat.


Alice sempat menatap bekal tersebut, entah kenapa tangannya seperti ingin mengambil bekal yang dibawa Jackson. Walau sebenarnya dia tidak ingin mengambil bekal itu, tapi mau gimana lagi ia harus menghargai usaha orang.


Jackson tersenyum saat bekal yang dia bawa di terima oleh Alice, "Mau aku antar ke kantor?"


"Tidak perlu. Aku lagi nungguin seseorang untuk jemput aku." balas Alice.


"Siapa?" saat Alice ingin menjawab pertanyaan Jackson, tiba tiba saja kelakson mobil membuat mereka berdua serempak menatap.


Pemilik mobil itu tersenyum saat membuka kaca mobil, "Sudah waktunya kita ke kantor." Alice mengangguk saat perkataan Neo sedikit lebih keras, pria itu sengaja supaya Jackson tahu kalau dirinyalah yang paling unggul.


"Ya sudah Jackson kalau kamu tidak ada keperluan lagi aku pergi dulu." setelah selesai menutup pintu ia bergegas mendatangi Neo yang berada di mobil.


Neo tersenyum, senyuman itu seperti meremehkan Jackson yang masih di sana. Jackson yang melihat kepergian mereka sempat mengepal tangannya, dia sudah berusaha untuk datang lebih awal malah pria itu mengambil Alice.


"Sial! Sepertinya aku harus bergegas memisahkan mereka berdua, supaya rencanaku berhasil membuat Alice jatuh cinta lagi." batin Jackson, barulah ia melangkah menjauhi rumah tersebut dan kembali ke mobil.

__ADS_1


"Dari suamimu?" tanya Neo yang melihat bekal yang di bawa Alice.


"Hem."


"Kau ini kenapa murung gitu, seharusnya kamu senang bisa bertemu dengan suamimu. Apalagi sekarang dia berusaha untuk menunjukan kalau dirinya sudah berubah. Apa kamu tidak mau memberikannya kesempatan?" kata Neo yang menatap Alice lalu ia kembali fokus menyetir.


"Mau sebanyak apapun ia melakukan usaha untuk berubah aku tetap tidak ingin kembali." balas Alice, lalu ia memilih bersandar di kursi dengan menatap ke jalan raya.


Neo menghela nafas saat mendengar jawaban Alice, tepatnya jawaban itu sungguh dari hati Alice si pemilik tubuh. Neo sempat khawatir kalau Aurora akan jatuh cinta dengan Jackson suami dari Alice, tapi nyatanya wanita itu sangat membenci Jackson.


Di lihat dari tindakan Aurora, wanita ini sangat pintar memainkan peran Alice sampai Jackson bisa mengira kalau Aurora adalah Alice. Sedangkan Alice yang asli sudah tidak ada, dan sudah di gantikan oleh orang lain.


***


Tiba dia kantor Alice dengan Neo turun dari mobil, keduanya melangkah bersama sampai langkah kaki Alice terhenti tepat di karyawan yang bekerja di depan pintu.


"Kamu dan temanmu sudah sarapan?" tanya Alice kepada satpam tersebut.


"Ya sudah kalau gitu sarapan ini untuk kalian saja." mendengar itu membuat kedua satpam tersebut saling menatap satu sama lain dan kembali menatap Alice.


"Tapi bu bukannya ini sarapan untuk ibu kenapa kasih ke kami."


"Gak papa lagian saya sudah sarapan, sayangkan kalau saya buang nanti mubazir kalau gak dia makan." akhirnya satpam itu mengambil bekal yang berada di tangan Alice, barulah Alice kembali masuk setelah memberikan bekal tersebut.


Sedangkan Jackson melihat bagaimana sikap Alice terhadap bekal yang dia buat, mungkin dia pikir kalau bekal itu akan di makan ternyata diberikan oleh orang lain. Jackson sangat tidak tahu harus melakukan apalagi, sudah dua kali ia diperlakukan seperti ini tapi seketika dia tersadar ini baru permulaan.


Sedangkan Alice sudah merasakan hal yang seperti ini, apalagi wanita itu sudah terbiasa kalau sikapnya dulu seperti apa yang dilakukan Alice. Dia akan menerimanya sampai ia berhasil mendapatkan Alice kembali.


"Baiklah Jackson kamu harus lebih sabar meluluhkan hati Alice kembali, sampai wanita itu bisa percaya kalau kamu sudah berubah." batin Jackson yang masih menatap kantor yang di dirikan Neo, barulah ia memutuskan untuk pergi dari sana.


Selesai meeting dengan klien, Neo menarik tangan Alice menuju ruangan pribadi. Tidak lupa Neo mengunci pintu tersebut, sedangkan Alice yang melihat sikap aneh Neo menatap pria tersebut.

__ADS_1


"Ini masih jam kerja Neo, kenapa kamu membawaku keruangan kamu." ucap Alice menatap Neo yang sibuk menarik kursi.


Lelaki itu duduk di kursi sedangkan Alice berdiri, "Apa kau sungguh Alice yang asli?" pertanyaan itu sontak membuat Alice kebingungan.


"Maksudku aku curiga kalau kamu bukanlah Alice yang asli melainkan orang lain. Aku tidak tahu pasti apakah kecurigaanku ini benar atau tidak, yang pasti aku sangat mengenal Alice yang asli dari pada Alice yang kamu temui sekarang."


Aurora masih diam tanpa menjawab perkataan Neo, ia tidak tahu apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya atau memilih untuk bungkam.


"Jadi bagaimana Aurora apakah kamu ingin mengakuinya?" Neo menarik kursi itu supaya lebih dekat dengan Alice.


"Bagaimana dia bisa tahu nama asliku. Harusnya yang tahu namaku hanyalah Alice, tapi kenapa pria ini tahu tentang namaku." batin Aurora berusaha untuk tidak gugup di depan Neo.


"Sekarang kamu mau ngaku atau hanya diam saja." ucap Neo kembali dengan tatapan tertuju pada Alice yang bungkam.


Aurora menghela nafas barulah ia kembali mengumpulkan kalimat yang seharusnya dia katakan, "Baiklah karena kamu sudah tahu semuanya aku akan mengatakan yang sebenarnya. Pertama aku bukan Alice yang asli, yang kedua aku datang ke dunia kalian ingin membantu pemilik tubuh ini. Setelah itu aku akan kembali ke dunia asalku."


"Karena kamu sudah tahu maksud aku datang kemari, jadi aku harap kamu tidak memberitahu siapapun tentang aku. Aku harap kita bisa bekerja sama membantu Alice membalaskan dendamnya, dan aku bisa kembali ke dunia asalku." ucap Aurora kembali.


Neo sontak berdiri dari tempat duduk, ia melangkah mendekati Aurora. " Baik kalau gitu aku setuju, mulai sekarang kita akan bekerja sama dan aku akan membantumu apapun yang kamu butuhkan."


Aurora tersenyum dan menerima uluran tangan Neo, akhirnya ia bisa mengatakan yang sebenarnya tentang dirinya. Mulai sekarang rencana ini akan berjalan dengan sempurna, dan sebentar lagi ia akan kembali ke dunia asalnya.


Sementara itu Jackson sempat menghubungi Alice untuk makan siang bersama, tapi dia malah menerima sebuah penolakan yang membuat dirinya harus berjuang. Kalau sudah seperti ini ia akan memaksa Alice dan mengambil hati wanita itu kembali.


"Ada apa?" tanya Neo yang melihat Aurora sibuk menatap gawai, sedangkan mereka berada di restoran untuk makan siang.


"Jackson ngajak aku untuk makan siang bersama tapi aku menolaknya."


"Lalu rencana kamu selanjutnya apa?" Aurora menatap Neo dengan seksama, ia tersenyum saat mengetahui apa yang harus dia lakukan sekarang.


"Apa kamu bisa membantuku?"

__ADS_1


Part selanjutnya di bab berikutnya...


__ADS_2