Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Berbohong Demi Selingkuhan


__ADS_3

Jackson menjauhkan handphone itu saat mendengar suara dari Lyona, "Amara meminta aku untuk memecat kamu dan mencari pengganti kamu dengan seorang pria."


Lyona mengangguk dan meminta Jackson untuk bicara kembali dengan Amara, di saat Jackson dengan Amara sedang telepon Lyona mengambil perannya.


Ia mengendus harum tubuh Jackson saat Lyona berperan menjadi seorang kucing yang manja dengan majikan, Lyona terus mencari tempat ternyaman di saat Jackson sibuk menelpon.


"Hem." Jackson menahan ******* yang kini di lakukan oleh Lyona, kekasihnya ini sangatlah jahil melakukan hal ini di saat dia sibuk menelpon Amara.


Lyona tersenyum puas dengan sikap Jackson, ia mulai melakukannya kembali. Lyona mencium leher Jackson dengan lembut sesekali memberikan gigitan seksi, sekarang sentuhan itu berpindah ke daun telinga Jackson yang sudah menunggu dirinya datang.


Sedangkan Jackson berusaha menahan desahannya di saat Lyona terus memainkan perannya, "Sayang kenapa suara kamu kaya gitu. Kamu tidak apa-apakan?"


"Ah, tidak apa apa sayang." balas Jackson kepada Amara, walau begitu Jackson sudah tidak bisa menahan gejolak api yang kini sudah memasuki tubuhnya.


Lyona tersenyum puas dengan sikapnya, ia mengakhiri permainan dan mengganti permainan baru. Ia menatap Jackson saat sikap pria ini mulai tidak nyaman, saat Jackson sibuk menelpon istrinya Lyona kembali menyerang Jackson.


Lyona membenarkan posisi duduknya, ia menyentuh dagu Jackson membuat pria itu menatapnya. Lyona mulai mencium bibir Jackson dengan lembut membuat Jackson mau tidak mau menerima perlakuan Lyona yang sangat aktif.


Ciuman itu semakin dalam dan panas saat suara ciuman mereka terdengar seksi, Amara yang mendengar itu sedikit kebingungan. Ia terus memanggil nama Jackson tapi pria itu tidak menanggapi ucapannya, sedangkan Jackson meninggalkan handphone dan fokus dengan Lyona.


"Sayang. Jackson." Lyona melepaskan ciuman itu dan melihat Jackson sudah kehabisan nafas.


"Sudah kamu fokus dengan istrimu dulu nanti kita lanjut."


"Tapi sayang aku sudah tidak tahan." kata Jackson yang memasang wajah imut.


"Ya sudah kalau gitu kamu sibuk menelpon aku akan mengambil peranku untuk memuaskan mu. Kamu tinggal merasakannya saja biar aku yang mengambil peran itu."


Jackson sedikit kebingungan dengan perkataan Lyona tapi ia hanya menyetujui permintaan Lyona, "Maaf sayang aku tadi ada kendala sedikit." ucap Jackson saat ia kembali fokus dengan Amara.


"Aku kira kamu kenapa, aku khawatir sama kamu apalagi mendengar ada suara aneh."

__ADS_1


"Apa suara itu sangat terdengar di telinga kamu?" tanya Jackson sedikit khawatir kalau Amara sampai tahu suara desahannya.


"Tidak, hanya samar samar." Jackson menghela nafas saat Amara mengatakan kalau suara tidak begitu kencang.


Lyona semakin aktif saat Jackson sibuk menelpon Amara, ia mulai memainkan tubuh Jackson saat pria itu mulai tidak fokus. Apalagi sekarang posisinya sedang berada lantai, ia mengambil peran itu untuk memainkan bagian sensitif Jackson.


Lyona sempat menatap Jackson saat tangan nakalnya ini terus memainkan bunda sensitif Jackson, pria itu seperti merasakan kenikmatan apa yang ia lakukan apalagi Jackson sudah tidak fokus dengan handphone.


"Amara, aku matikan teleponnya dulu ya. Aku sekarang mau bertemu dengan pemilik perusahaan yang mau bekerja sama dengan perusahaan aku, aku tidak bisa menemani kamu telepon." kata Jackson berusaha menahan desahannya.


"Baiklah." akhirnya panggilan tersebut berakhir, Jackson melempar handphone itu dan fokus dengan sentuhan Lyona.


Sekarang ia bisa mendesah sekuat tenaga tanpa di ganggu oleh siapapun, "Lyona apa yang kamu lakukan denganku." desis Jackson saat Lyona mulai kembali menyerang anggota tubuh yang menurutnya sangat sensitif di bagian bawah.


"Aku sedang memainkan pusakamu ini, sekarang kamu nikmati saja aku akan memasukan benda ini ke dalam mulutku."


"Tidak- jangan... ahhh..." desah Jackson dengan kencang saat Lyona sudah menyerang pusakanya.


Lyona tersenyum puas saat melihat Jackson sudah tidak berdaya, selesai ia memainkan perannya seperti seekor ****** nakal. Dia berhasil melihat pria gagah dan tampan itu berbaring di atas ranjang, mungkin adegan panasnya sangat memuaskan pria itu sampai Jackson sangat kelelahan.


"Biarkan pria itu tidur, aku akan menikmati momen ini untuk menghubungi seseorang." batin Lyona, ia mengambil handphone dan juga kunci mobil yang diberikan Draco.


Hari ini Lyona akan bertemu dengan Alice dan juga Neo, mereka berdua sedang berkunjung ke Eropa untuk membahas pekerjaan sedang dirinya berlibur dengan atasannya sendiri.


"Kalian sudah menunggu lama?" ucap seseorang yang datang dengan memakai jaket hitam dengan penampilan sedikit terbuka.


"Kau sudah berapa kali melakukan itu dengan Jackson sampai seluruh tubuhmu banyak sekali tanda cinta kalian." kata Neo yang menatap tubuh Lyona, tepatnya di bagian leher Lyona yang sangat jelas dengan tanda tersebut.


Lyona membuka handphone untuk mencari kaca, ia tidak ingat kalau tanda itu masih membekas di tubuhnya. Dia pikir tanda itu sudah hilang ternyata masih utuh dan jelas.


"Sudah jangan di bahas lagi, sekarang aku tanya sama kamu gimana kelanjutan rencana kamu." timpal Lyona menatap Alice, dia seakan penasaran apa lagi yang akan dimainkan Alice.

__ADS_1


"Apa kau mengambil foto atau video saat kalian melakukan hubungan intim tersebut?" ujar Alice membuat Lyona dan juga Neo kebingungan, mereka tidak tahu maksud ucapan Alice tapi Lyona mengeluarkan bukti percintaannya dengan Jackson.


Alice tersenyum puas melihat sikap Lyona yang sangat cepat dan tahu apa yang dia pikirkan, setelah melihat bukti beserta vidio hubungan intim mereka Alice kembali menatap Lyona.


"Aku mau kamu mengirim bukti ini ke Amara." Lyona awalnya bingung dengan ucapan Alice, tapi setelah menatap mata Alice dia baru mengerti apa yang dikatakan Alice.


"Oke, aku akan mengirim foto itu satu persatu dengan nomor baru. Aku baru saja membeli nomor baru untuk memberikan kejutan untuk wanita murahan itu, dan aku ingin tahu bagaimana reaksinya setelah melihat suaminya bercinta dengan wanita lain." Lyona dengan Alice sama sama tersenyum puas, sedangkan Neo hanya melihat interaksi mereka berdua saja.


Mungkin Neo tidak terima kalau ada orang lain yang masuk ke raga Alice, tapi sekarang dia mengerti kenapa Aurora bisa masuk ke tubuh Alice. Karena wanita ini sangat murni membantu membalaskan dendam Alice, sedangkan Aurora sangatlah pintar mengatur strategi.


"Mau aku antar kamu ke hotel?" tanya Neo saat dia sibuk menyetir tapi sesekali melirik Alice.


"Boleh. Sebelum itu apa kita bisa memberikan sesuatu kepada mereka berdua?" Alice menatap Neo begitupun dengan Neo.


Dia tidak mengerti rencana apalagi yang akan dilakukan Aurora, tapi dia bangga terhadap wanita asing ini. Kalau seperti ini dia merasa nyaman di dekat Aurora, apa dia sungguh jatuh cinta dengan Aurora atau Alice.


Setelah tiba di hotel Neo mengantar Alice di pintu utama saja, karena dia tidak ingin mengganggu aktivitas wanita ini. Ia tersenyum saat melihat Alice sudah turun dari motor.


"Kamu hati hati di jalan. Aku masuk duluan, jangan lupa kabarin aku kalau sudah sampai di hotel." Neo mengangguk dan melambaikan tangan ke arah Alice.


Melihat kepergian Neo barulah Alice masuk, ia membuka pintu kamar hotel dan meletakan tubuhnya di ranjang dengan tatapan menghadap ke langit kamar.


"Untung rencana ini berjalan dengan sempurna dan Neo tidak curiga kalau aku bukanlah Alice. Tapi aku tidak tahu apakah Neo akan sadar dengan kehadiranku, kalau suatu saat Neo menyadarinya aku akan mengatakan yang sebenarnya." batin Aurora lalu ia memilih duduk di ranjang setelah bangun.


Kirimkan bukti kehancuran itu besok pagi, aku mau lihat reaksinya bagaimana setelah mendapatkan hadiah istimewa dariku. Pesan itu terkirim melalui handphone dan disetujui oleh anak buah Neo.


Neo yang memintanya untuk membantu rencananya, pria itu meminta anak buahnya untuk mengantar hadiah yang sempat dibeli Alice. Mungkin hadiah itu hanyalah hadiah biasa, tapi untuk wanita yang menghancurkan rumah tangga orang akan merasakan ketakutan.


"Aku akan lihat kehancuran kalian berdua." batin Aurora setelah selesai mengirim pesan kepada anak buah Neo.


Keesokan paginya di negara yang berbeda, seorang wanita baru saja terbangun. Wanita itu sibuk di dapur untuk membuat sarapan, selesai masak ia mendengar suara bel rumah berbunyi.

__ADS_1


Lanjut part selanjutnya...


__ADS_2