Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Jurang Kehidupan


__ADS_3

Keesokannya Jackson yang merasa bahagia akan rencananya, mulai bertemu dengan Alice terlebih dahulu. Bukan untuk mengatakan kalau dirinya dengan Amara sudah menikah, melainkan meminta Alice untuk mengajarkan Amara masak.


Karena dia tahu kalau Alice sangat pandai masak, walau sebenarnya dia ingin memberitahu hubungannya dengan Amara. Tapi sepertinya waktunya tidak cocok untuk bilang jujur, jadi Jackson akan mencari waktu buat mengatakan yang sebenarnya.


"Jackson." ucap Alice yang melihat pria itu sudah berada di pintu rumah, lelaki itu berdiri sambil memberikan sebuah senyuman.


"Boleh kamu ikut aku sebenar, ada yang ingin aku sampaikan ke kamu dan kamu harus mau." Jackson seperti memaksa Alice untuk mengikuti rencananya, tapi bagi Alice melihat kedatangan Jackson seperti memiliki rencana.


Tanpa menjawab ia menyetujui ajakan Jackson, lelaki itu melangkahkan kakinya ke ruang tamu dimana Alice mengikuti langkah yang dilakukan Jackson. Langkah kakinya terhenti saat melihat langkah Jackson terhenti.


Pria itu segera menatap Alice yang hanya diam, dia sebenarnya penasaran kenapa Jackson mengajaknya bicara. Ini pertama kalinya melihat Jackson mau bicara berdua.


"Kamu kenapa bawa aku ke sini, bukannya barusan kamu ingin mengatakan sesuatu."


"Ya, tapi kali ini aku mohon sama kamu. Kamu harus mau dengan permintaanku ini."


"Itu tidak mungkin Jackson, kalau permintaan kamu itu tidak menyangkut hubungan kita aku akan menyetujuinya. Tapi kalau menyangkut hubungan kita aku tidak bisa mengikuti permintaan kamu itu." timpal Alice dengan tegas, walau sebenarnya dia yakin kalau Jackson ingin membahas tentang Amara.


Wanita selingkuhan yang selama ini Jackson sembunyikan, "Alice, kamu tahukan Amara wanita yang bekerja di kantorku."


"Lalu?"


"Aku ingin kamu bertemu dengannya dan membantu Amara masak. Karena aku ingin kamu mengajarkannya masak dan semua pekerjaan rumah seperti apa yang kamu lakukan di rumah." setiap kalimat yang dilontarkan Jackson membuat dirinya menggeleng kepala.


Bagaimana bisa Jackson berpikir seperti itu, apalagi dia sangat membenci kehadiran Amara yang sangkut pautnya dengan pernikahannya. Tetapi Jackson malah memintanya untuk menemui Amara untuk membantu wanita murahan itu masak.


Apa otak Jackson sudah tidak berfungsi sampai lelaki ini bisa seenaknya mengatakan hal seperti barusan.


"Aku menolak permintaan kamu yang satu ini." tolak Alice dengan tegas, karena itu tidak mungkin bisa bertemu dengan wanita ular itu.

__ADS_1


"Tapi kenapa Alice. Aku hanya minta kamu ajarin Amara masak bukan minta yang lain, kenapa kamu selalu menolak keinginan aku yang satu ini."


"Kamu ini bodoh apa pintar, aku ini istri kamu dan Amara sekretaris kamu. Kenapa kamu tidak suruh dia membayar chef mahal aja, dari pada kamu repot-repot nyuruh aku ngajarin dia masak. Memangnya dia itu siapa yang main seenaknya nyuruh-nyuruh aku." kata Alice terus menolak keinginan Jackson.


"Tapi Lice aku mohon sama kamu." seakan Aurora ingin muntah dengan wajah pria ini, apa sedikit saja dia bisa jauh dari lelaki bodoh ini.


Aurora menarik nafasnya dengan pelan lalu nafasnya itu ia buang, "Baiklah aku akan mengikuti keinginan kamu ini. Tapi dengan satu syarat."


Wajah berbinar yang nampak di wajah Jackson seperti ingin menendang pria ini jauh-jauh, "Apapun yang kamu inginkan aku akan mengabulkan semua keinginan kamu."


"Oke." Alice melipat kedua tangannya seperti sedang mencari ide untuk permintaan Jackson, "Aku ingin kamu membayar sepuluh kali lipat dari harga chef yang kamu panggil untuk pertemuan memasak."


"Tapi Lice itu mahal sekali harga chef saja tidak sampai semahal itu." ucap Jackson yang menolak syarat yang diberikan Alice.


"Yasudah kalau kamu tidak mau, lebih baik aku tidur dan kamu panggil chef internasional saja untuk ngajarin Amara masak. Lagian buat apa kamu nyuruh aku kalau kamu tidak bayar aku."


Selesai bicara Alice berencana untuk pergi karena pembicaraannya dengan Jackson sudah selesai, tapi saat langkah kaki Alice ingin dilanjut pria itu menghentikan langkahnya.


***


Sore ini setelah bernegosiasi dengan Alice akhirnya mereka berdua sepakat untuk menemui Amara, keduanya saling diam tanpa bicara. Suasana hening yang seperti inilah yang ingin dirasakan Alice, tetapi pria brengsek ini mengajaknya untuk baku hantam dengan selingkuhannya.


"Akan ku buat kalian menyesal karena sudah mengundangku ke apartemen, kita lihat saja siapa pemenang drama yang kalian buat sendiri." batin Aurora dengan sibuk memandangi jalan raya.


Tiba di apartemen keduanya masuk ke dalam, di sana Amara sudah menyambut kedatangan mereka. Tetapi saat melihat Alice wajah senangnya menjadi kusam, karena wanita sialan itu sangat tidak menyukai kehadiran Alice.


"Silakan masuk." ucap Amara dengan ramah, Jackson memilih duduk tapi saat Amara mau gabung duduk juga Alice sudah meminta wanita itu mengambilkan dirinya minum.


"Eh kamu jangan duduk aku di sini sudah jauh-jauh datang buat ngajarin kamu masak, masa kamu tidak ambil minuman. Cepat ambil aku minuman tenggorokanku sudah kering nih." kata Alice seakan memerintahkan tuan rumah seperti pembantu.

__ADS_1


Ya, karena Alice sengaja bicara seperti itu untuk melampiaskan amarahnya. Dan sebentar lagi dia akan memulai rencananya untuk membalas perbuatan manusia tidak tahu diri ini.


Saat Amara ingin membalas perbuatan Alice Jackson menggelengkan kepala, pria itu tidak ingin mereka berdua ribut hanya gara-gara masalah sepele. Mau tidak mau Amara melangkah ke dapur untuk mengambil minuman, tidak hanya itu saja Alice meminta Amara untuk membawakan cemilan juga.


Alice seakan ingin tertawa lepas dengan sikapnya sendiri, inilah pembalasan awal sebelum rencana utamanya di berikan.


"Nih minuman dan juga cemilannya." ucap Amara kesal, sikap Amara seakan jengkel dengan kehadiran Alice.


"Jadi kapan kamu mau ngajarin Amara masak?" tanya Jackson yang melihat Alice masih sibuk minuman lalu wanita itu beralih memakan cemilan.


Alice menghentikan makan cemilan lalu ia segera menuangkan minuman itu kembali, "Sekarang bisa tapi ingat perjanjian kita di awal, kalau kamu tidak mau membayar uang mukanya aku tidak akan mengajarkan sekertaris kesayanganmu ini."


Jackson dengan cepat mengeluarkan handphone lalu ia meminta Alice mengirimkan nomor rekening, setelah transaksi selesai barulah Alice memulai tugasnya sebagai chef dadakan.


"Baiklah, karena kamu sudah membayar sebagai uang muka maka hari ini aku akan mengajarkan Amara masak. Tapi aku mau semua bahan makanan sudah tersedia, karena aku tidak mau ke pasar untuk membeli bahan masakan." ucap Alice yang disetujui oleh mereka berdua.


Jackson menunggu masakan pertama yang dibuat Amara, sedangkan di dapur Alice sudah tidak sabar mengerjai Amara. Karena wanita tidak tahu malu ini harus diberi pelajaran.


Amara yang sudah geram dengan sikap Alice langsung kesal, dia sempat emosi dengan Alice karena wanita ini terus membuatnya kesulitan.


"Kamu sengaja mengerjai aku kaya barusan?" pertanyaan itu sontak membuat Alice menjawab.


"Tidak. Kamu saja yang baperan, lagian ini masak bukan perlombaan. Bukannya sebagai guru aku harus tegas dengan muridku, kenapa kamu marah dengan sikapku yang seperti ini." balas Alice tanpa menatap Amara, karena dirinya sangat sibuk dengan bahan makanan.


Sesekali Amara membantu Alice walau sebenarnya wanita ini tidak ingin melakukan pekerjaan yang seperti ini, "Kalau aku tahu kamu chef yang akan ngajarin aku masak, aku tidak akan menyetujui ucapan Jackson."


"Ya karena kamu itu benalu yang tidak tahu malu." timpal Alice langsung menatap Amara, wanita itu menahan marah saat mendengar kalimat yang diucapkan Alice.


"Kamu. Kalau bukan karena pak Jackson aku tidak akan melakukan hal ini." geram Amara yang sudah tidak ingin melanjutkan kegiatan memasak, saat Alice memberikan sebuah ancaman wanita itu seketika melanjutkan belajar masak.

__ADS_1


"Memangnya aku ini bodoh yang selalu dipermainkan oleh kalian berdua, mungkin pemilik tubuh gampang dibodohi tapi tidak denganku. Aku bukan Alice melainkan Aurora, seorang wanita yang tidak pernah takut oleh siapapun." batin Aurora yang melihat Amara sibuk menata masakan yang sudah selesai.


"Silakan di makan pak masakan buatan saya, saya jamin masakan kali ini pasti enak." ucap Amara dengan rasa percaya dirinya yang cukup tinggi, sedangkan Alice yang melihat itu hanya tersenyum sambil mentertawakan Amara dalam hati.


__ADS_2