Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Tarik Ulur Kehancuran


__ADS_3

Jackson dengan Alice sudah berada di rumah, mereka sedang menikmati secangkir kopi dan juga susu. Tak hanya minuman saja, Alice sudah menyediakan berbagai cemilan untuk mereka makan.


Jackson yang melihat Alice serius menonton film memutuskan untuk mendekati Alice, wanita itu tidak sadar kalau Jackson terus memperhatikannya. Lelaki tampan itu tersenyum dengan lembut saat melihat bagaimana caranya Alice tertawa, hanya gara-gara film yang berada di tv.


Itulah momen yang tidak pernah Jackson rasakan, tanpa meminta izin ke Alice Jackson mengeluarkan handphone dan mencari sebuah kamera. Dia mengambil gambar untuk dijadikan momen terindahnya.


Jackson tersenyum melihat hasil fotonya, "Wajahmu, senyummu cantik sekali. Aku tidak pernah percaya kalau memiliki istri secantik ini, apa dulu aku sangat sibuk dengan duniaku sampai lupa dengan Alice."


Senyuman yang nampak itu seketika luntur saat mengingat bagaimana dia melakukan perselingkuhannya dengan Amara, sampai dia menyadari kalau Alice adalah dunianya bukan lagi Amara.


"Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu." ucap Alice yang melihat Jackson sibuk memperhatikannya, walau dia tahu tatapan Jackson membuat dirinya gugup.


Jackson menggeleng dan tersenyum, lalu pria itu menyentuh kepala Alice dan juga tangan itu turun di kedua pipi Alice dengan lembut. Sentuhan Jackson membuat Alice bingung, bingung dengan sikap Jackson yang berubah. Tapi dia senang kalau Jackson mulai tertarik dengannya.


Jackson sangat menikmati sentuhan dan tatapannya, sampai akhirnya tatapan itu berpindah ke bibir Alice. Bibir yang baru saja dia cium beberapa menit yang lalu, tubuh Jackson semakin mendekat kearah Alice.


Tak hanya itu saja wajah Jackson semakin mendekati Alice, dimana wajah mereka semakin dekat tanpa ada yang mengganggunya. Kening dan hidung mereka saling menempel barulah Jackson memberanikan diri untuk mencium Alice kembali, awalnya ciuman itu hanya ciuman biasa dan menempel saja.


Tapi lama kelamaan ciuman itu semakin bergerak mengikuti irama, apalagi ciuman ini semakin bergairah dengan keadaan yang mendukung mereka berdua. Televisi yang menyala cuman bisa memperhatikan mereka berdua, sampai ciuman itu berhenti saling menatap satu sama lain.


Jackson tersenyum dengan menyentuh bibir ranum Alice yang baru saja dia cium, Alice mengangguk saat mengetahui Jackson memberikan sebuah pertanyaan lewat dari sebuah tatapan. Mata Jackson seperti menginginkan sesuatu, walau begitu dia mengizinkan pria ini.


Jackson kembali mencium Alice dengan lembut, sentuhan yang diberikan Jackson seakan membuat Alice terbuai dengan ciuman panas ini. Jackson benar-benar membuatnya sangat bergairah, gairah yang dia tahan akhirnya bisa tersalurkan.


Jackson melepaskan ciuman itu dan beralih mencium leher jenjang Alice, membuat Alice mengeluarkan des@han tanpa wanita itu sadari.

__ADS_1


"Emmm... ahhh..." des@h Alice yang merasakan kenikmatan yang diberikan Jackson, pria ini benar-benar tahu bagaimana area sensitifnya.


Jackson semakin menghisap dan menjelajahi leher jenjang Alice, karena di sinilah bukan area sensitif Alice melainkan permulaan untuk Alice. Dia sangat bangga mendengar Alice mendes@h, akhirnya keduanya sama-sama saling menikmati.


Jackson tersenyum melihat Alice yang sudah terengah-engah, seperti sedang melakukan joging beberapa putaran. Walau dia tahu Alice susah untuk mengatur nafas, dibandingkan dirinya yang terbiasa dengan aktivitas olahraga.


Sedangkan di tempat lain Amara sudah beberapa kali menghubungi Jackson, tapi pria itu tidak mengangkat panggilannya. Dia semakin curiga dengan sikap Jackson, ditambah dengan pesan tak dikenal itu. Rasa curiga terus menghantuinya, Amara berusaha menghubungi Jackson sedangkan pria itu sibuk memberikan servis untuk Alice.


Mereka berdua sama-sama menikmati kegiatan panas yang kini mereka lakukan, tanpa sadar adegan panas itu berakhir dengan saling berpelukan.


***


"Morning Honey." sapa Jackson yang melihat Alice baru saja bangun, wanita itu menatapnya dengan senyum di bibir wanita itu.


Jackson segera mempererat pelukan ke tubuh Alice, dengan tubuh itu ke tarik sampai terbilang menghimpit. Keduanya sama-sama saling menatap barulah Jackson kembali mencium Alice, hanya sebuah ciuman biasa tanpa ******* yang memanas.


"Lebih baik kamu bersihkan tubuhmu, aku akan menyiapkan sarapan untuk kita berdua." ucap Alice dengan menatap Jackson dengan seksama.


"Apa kamu yakin dengan ucapan kamu itu?" timpal Jackson seakan meremehkan Alice.


"Kenapa? Bukannya hanya sekedar buat sarapan saja."


"Ya, tapi aku tidak yakin kalau kamu bisa berjalan dengan sempurna." urai Jackson yang membantu Alice bangun.


Saat Alice ingin turun dari ranjang, tiba-tiba saja pangkal tubuhnya sangat sakit apalagi bagian sensitif. Membuatnya menjadi kesulitan, sedangkan Jackson terkekeh melihat bagaimana Alice yang keras kepala.

__ADS_1


"Aku sudah bilang sama kamu jangan terlalu banyak bergerak, lebih baik kita mandi bersama aku akan membantu kamu mandi." mendengar ucapan Jackson membuat Alice menatap Jackson dengan tajam.


Apa-apaan coba pria ini malah menatapnya seperti itu, apa sekarang Jackson sedang meremehkannya atau jangan-jangan pria ini menginginkan sesuatu. Itulah yang dipikirkan Alice saat menatap kearah Jackson.


Tanpa menunggu lagi Jackson membawa Alice ke kamar mandi dengan cara menggendong, Jackson tersenyum senang saat mereka berjalan kearah toilet kamar. Tidak ada yang mereka lakukan di sana hanya sekedar mandi bersama saja.


Jackson memutuskan untuk membuat sarapan, sedangkan Alice masih ada di kamar. Alice tidak sengaja melihat sebuah panggilan dan juga pesan dari handphone Jackson, Alice yang penasaran mengambil handphone tersebut. Dia seperti mentertawakan Amara saat wanita itu seperti mengkhawatirkan Jackson.


Banyak sekali pesan dan juga panggilan yang dilakukan Amara, pasti wanita ini sudah mulai gelisah dengan pesan yang dia kirim beberapa hari yang lalu.


"Gimana Amara kamu sudah mulai gelisah dengan sikap suami kamu kan. Tenang aja ini baru permulaan kehancuran kamu belum tiba, aku akan membuat kamu menjadi seperti Alice baru aku memberikan kehancuran yang sebenarnya." batin Aurora dengan tersenyum menatap handphone, dimana pesan dan panggilan itu semakin dilakukan oleh Amara.


Amara kesal, marah dan murka dengan sikap Jackson. Pesan dan panggilan yang dia berikan tidak digubris oleh Jackson, malah dia semakin gelisah dengan pesan yamg terus menghantuinya.


Alice meletakan handphone itu kembali, barulah dia mengambil handphonenya. Ia mengambil handphone baru dengan nomor baru, dia mengirimkan sebuah vidio untuk Amara. Vidio itu adalah kegiatan panas yang mereka lakukan dengan Jackson, vidio berhasil dikirim oleh Alice dengan satu kalimat yang membuat Amara semakin murka.


Alice tertawa puas dengan rencananya, "Kita lihat gimana hubungan kalian kedepannya, apakah masih panjang atau hancur seperti apa yang dirasakan Alice."


"Baru aja aku mau manggil kamu ke kamar kamu sudah turun." ucap Jackson yang melihat Alice sudah berada di meja makan, wanita itu duduk dengan mengambil air putih.


"Apa masih sakit?" tanya Jackson yang menyiapkan sarapan untuk Alice dengan pertanyaan yang membuat Alice malu.


"Kalau tidak sakit mana mungkin aku bisa ke sini. Apa menurutmu aku akan terlalu lama di kamar dan membiarkan perutku yang semakin berbunyi." kata Alice kesal, Jackson terkekeh melihat sikap Alice.


"Baiklah, kalau gitu aku akan memberikan obat untuk kamu supaya rasa sakit itu menghilang. Sekarang kamu makan dulu baru aku mengoleskan obat untuk kamu." ucap Jackson, mereka berdua saling sibuk sarapan dengan hidangan yang disajikan di depan mata.

__ADS_1


__ADS_2