Pembalasan Wanita Mematikan

Pembalasan Wanita Mematikan
Liburan Di Pulau Dewata Bali


__ADS_3

Selama tiga hari di Bali ia akan menikmati liburan ini dengan benar, apalagi sekarang liburannya bersama dengan Draco pria tampan yang sudah menjadi kekasihnya selama ini. Apalagi pria ini yang selalu berada di sampingnya, walau dulu sebenarnya dia takut Draco akan meninggalkannya.


Tapi setelah tahu sifat Draco seperti apa, dia tidak perlu khawatir tentang Draco. Malah pria ini yang membantunya, ia berharap kedepannya dia masih bersama dengan Draco sampai menikah nanti.


"Sayang ayo katanya mau ke keliling daerah Bali." ucap Draco yang melihat Lyona seperti mencari sesuatu.


"Sabar sayang aku lagi cari barang ku dulu." timpal Lyona, setelah menemukan barangnya barulah Lyona datang menghampiri Draco.



Draco tidak sadar kalau penampilan Lyona sangatlah seksi di matanya, apalagi sekarang mereka sedang berlibur di Bali. Tempat dimana yang tidak pernah memikirkan penampilan, bagi orang Bali penampilan seksi sudah biasa dilihat.


Dan kali ini Lyona sangat menyukai Bali, Draco memandangi Lyona dari atas sampai bawah. Apalagi Lyona memakai topi pantai dan kacamata hitam.


"Sayang, kamu kenapa melihatku kaya gitu. Apa ada yang salah denganku?" ucap Lyona yang melihat Draco hanya diam sambil memandangi seluruh tubuhnya.


Draco dengan cepat menarik pinggang Lyona dengan memeluk tubuh Lyona, "Hari ini kamu cantik sekali, apalagi kamu sangat cocok dengan penampilanmu ini."


"Terima kasih sayang. Kamu juga tampan sekali hari ini."


Draco menarik hidung Lyona dengan lembut, "Sekarang kamu pandai gombal ya. Aku sudah tidak sabar berlibur sama kamu, dan kita akan menikmati pulau Bali bersama."


Lyona tersenyum saat bersama dengan Draco, pria tampan ini sangat pandai membuatnya bahagia. Sekarang mereka berada di sebuah kapal, kapal yang disewa oleh Draco untuk mereka berdua. Draco yang melihat Lyona berdiri sambil memandangi pulau Bali, melangkah maju menghampiri Lyona.


Dia memeluk tubuh Lyona dari belakang membuat Lyona tersenyum melihat kedatangan Draco, "Kamu gak takut hitam berdiri di sini?"


"Buat apa aku takut lagian kamu masih tetap cinta sama aku walau kulitku akan berubah." balas Lyona yang menyentuh tangan Draco yang berada di pinggangnya.


"Udah lama banget kita gak seperti ini. Baru kali ini aku bisa santai dengan kamu Lyona, jujur aku kangen banget sama kamu dan aku takut kalau nanti kamu jatuh cinta dengan bos kamu itu." kata Draco yang tiba-tiba saja membahas Jackson, Lyona yang mendengar ucapan Draco hanya menjadi pendengar saja.


Draco meletakan wajahnya di pundak Lyona, apalagi suasana angin pantai sangat cocok dengan suasana hati Draco saat ini.

__ADS_1


"Aku takut kalau nanti kamu bakal ninggalin aku Lyona, aku tahu kamu memiliki segalanya dibandingkan aku. Dulu aku pernah kalah untuk mendapatkan kamu, tapi sekarang aku berhasil mendapatkan kamu. Apa sekarang aku akan kalah lagi dan akan ditinggalkan olehmu?"


Lyona sangat mengerti posisi Draco selama ini, dia mengerti kenapa pria ini selalu overtaking dengan hubungannya. Apalagi sekarang mereka sedang LDR, membuat sikap Draco semakin khawatir akan hubungannya.


Lyona melepaskan tangan Draco, ia menatap Draco saat lelaki itu tidak berani menatap wajahnya. Lyona mengangkat wajah Draco menggunakan tangan, akhirnya ia bisa melihat ketampanan kekasihnya ini yang selalu overtaking.


"Dengerin aku, aku tidak mungkin ninggalin kamu. Apalagi sekarang aku cuman punya kamu, kenapa kamu berpikir aku bakal ninggalin kamu. Seharusnya aku yang takut ditinggal oleh kamu Draco, kamu ini sangat sempurna di mataku apalagi di mata wanita lain."


"Jujur aku juga mengkhawatirkan hubungan kita ini, tapi aku yakin kita bisa menjalaninya. Jadi mulai sekarang kamu jangan berpikir yang macam-macam, aku tetap ada di samping kamu dan selamanya untuk kamu. Jangan pernah membahas ini lagi ya, nanti liburan kita gagal hanya gara-gara masalah ini." tutur Lyona yang mengelus pipi Draco, pria ini kenikmatan sentuhan yang dilakukan Lyona.


***


Draco membawa Lyona masuk ke dalam kapal, ia menikmati makan bersama di dalam kapal sambil menikmati suasana laut di pulau Bali. Mungkin ini tidak akan terjadi lagi setelah Lyona akan pergi setelah liburan ini selesai, dan ia tidak bisa menikah momen yang seperti ini.


Lyona menatap Draco, pria itu sedang menikmati minuman dengan pandangan kearah pantai. Lyona memutuskan untuk menghampiri Draco, ia duduk di pangkuan Draco saat lelaki itu merasa kalau Lyona sudah di dekatnya.


"Ada apa sayang? Kamu lagi mikirin hubungan kita?" tanya Lyona yang menyentuh wajah Draco, lelaki itu menatap Lyona saat wajahnya disuruh menatap Lyona.


"Sayang kalau sekarang kita menikah harus mempersiapkan semuanya, gak mungkin nyiapin pernikahan kita secepat itu. Butuh waktu untuk mengurus semuanya, jadi aku mohon ya sama kamu. Kamu harus sabar dulu sampai rencana ini selesai, baru kita bahas hubungan kita."


"Baiklah." Lyona tersenyum kecut melihat reaksi Draco, hal yang sama dirasakan Draco Lyona merasa kalau dirinya hampir saja menyerah dengan hubungan ini.


Tapi itu semua tidak mungkin, karena di antara mereka sudah saling mengenal apalagi keluarga mereka. Tidak mungkinkan kalau hubungan ini berakhir begitu saja, walau begitu ia harus bertahan dengan Draco sampai rencana ini selesai.


Draco membawa Lyona ke hotel termewah di Bali, ia ingin menikmati momen berdua saja dengan kekasihnya ini.


"Kamu masih lama sayang di kamar mandinya?" kata Draco yang berada di luar pintu toilet.


"Ya, kamu duluan aja ke kolam renangnya aku nanti nyusul." balas Lyona dari dalam kamar mandi.


"Oke." Draco pergi dari sana, ia sudah memesan minuman dan makanan untuk mereka berdua. Karena Draco ingin menikmati momen berduaan bersama dengan Lyona.

__ADS_1


Sedangkan Lyona yang masih di dalam kamar mandi memilih mengganti pakaian, ia memakai pakaian bekini seksi berwarna merah dengan rambut diikat. Melihat penampilannya hari ini membuat Lyona tersenyum, apalagi dipadukan dengan kemeja berwarna putih untuk menutupi lekuk tubuhnya.


Lyona keluar dari kamar mandi, ia melangkah untuk menghampiri Draco. Dia tersenyum melihat Draco sedang bicara dengan seorang pria, lelaki itu sangat akrab sekali dengan Draco apalagi di samping pria itu ada seorang wanita yang sangat cantik dan seksi.


Mungkin perawakannya seperti orang luar negeri, bertubuh tinggi, seksi dengan bentuk tubuh yang sempurna mungkin sama seperti dirinya.


"Sayang." panggil Lyona yang sudah datang menyusul Draco, dan mereka serempak menatap kearah Lyona.


"Kamu sudah datang, kamu ini kenapa lama sekali di toilet."


"Biasalah namanya juga wanita pasti lama." balas Lyona dengan senyuman, Draco membalas senyuman itu dan menyentuh kepala Lyona dengan lembut.


"Oh ya kenalin dia Lyona pacarku." ucap Draco kepada mereka berdua, Lyona mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri.


Mungkin pria bernama Syakil menyukai keberadaan Lyona, sedangkan wanita yang satunya yang dipanggil dengan Chika itu tidak menyukai kehadiran Lyona. Lyona sangat peka dalam hal apapun, dia sudah menebak kalau Chika ini menyukai Draco.


Karena sikap Draco yang terbilang cuek dan dingin susah untuk di dapatin, sedangkan Lyona berhasil mendapatkan pria cuek seperti Draco. Akhirnya dua manusia itu pergi dari hadapan Lyona, dan membuat Lyona segera berjalan kearah air.


Melihat sikap Lyona Draco bergegas menyusul, ia menurunkan kedua kakinya masuk ke dalam air. Mereka berdua sama-sama diam tapi Draco terus memperhatikan Lyona yang hanya diam tanpa bicara.


"Kamu cemburu?" mendengar pertanyaan yang diberikan Draco sontak membuat Lyona menatap.


"Cemburu? Cemburu untuk apa?"


"Cemburu karena aku bicara dengan Chika dan Syakil." jawab Draco yang memilih menatap Lyona.


Lyona terkekeh mendengar ucapan Draco, "Aku mana mungkin cemburu dengan wanita bernama Chika itu. Lagian buat apa aku cemburu aku kan udah berhasil dapatin kamu, sedangkan dia suka sama kamu tapi tidak berhasil dapatin kamu."


"Dasar sombong." Lyona menyipitkan matanya mendengar ucapan Draco, Lyona yang tidak terima dibilang sombong langsung bicara kembali.


"Wajar aku sombong aku kan wanita yang memiliki segalanya, apalagi sekarang aku berhasil dapatin kamu. Jadi boleh dong sombong dikit." tutur Lyona yang melirik Draco, Draco yang mendengar itu tertawa sambil mengacak rambut Lyona.

__ADS_1


Mereka berdua tertawa secara bersamaan, membuat wanita yang duduk dari jauh melihat interaksi mereka berdua. Wanita itu adalah Chika, wanita yang sempat ngobrol dengan Draco.


__ADS_2