
Yu Fen kembali terkejut, karena di tangan nya saat ini ada 10 butir pil tingkat semesta dan 10 buah buah abadi yang keberadaannya hanya di alam 100 pelangi, dan itu pun hanya segelintir orang yang ada di alam 100 pelangi, belum lagi pil tingkat semesta yang selama ini hanya dia dengar dan belum pernah melihat nya, tangan nya gemetar memegang semua itu.
"terima kasih tuan muda" ucap Yu Fen yang sudah berlutut di depan Lin Chen.
"aku juga bersedia menjadi pelayan tuan muda" lanjut Yu Fen serius.
Lin Chen yang melihat sikap Yu Fen yang tiba-tiba ingin menjadi pelayan nya pun tersenyum, lalu Lin Chen bertanya.
"apa kamu serius menjadi pelayan ku?" tanya Lin Chen.
"aku serius tuan muda" jawab cepat Yu Fen yang masih berlutut.
"kalau begitu bangun lah, dan karena kamu sudah menjadi pelayan ku, maka terima lah ini" ucap Lin Chen lalu kembali melemparkan 1 buah cincin penyimpanan yang isi nya sama seperti yang di berikan pada Gao Zhin.
"kalian pergunakan sumber daya yang aku berikan itu dan tingkatan kekuatan kalian dan pasukan, karena suatu saat nanti aku akan menghadapi musuh yang sangat kuat" ucap Lin Chen pada Gao Zhin dan Yu Fen.
"baik tuan muda" jawab Gao Zhin dan Yu Fen.
ketika Gao Zhin dan Yu Fen ingin pergi, mereka berdua memberikan Lin Chen lencana emas, karena dengan lencana emas itu, Lin Chen dapat dengan bebas berpetualangan di bintang Bei Xi'an dan tidak perlu takut dengan kekuatan mana pun.
karena saat ini Lin Chen memiliki lencana emas yang hanya di miliki Gao Zhin dan petinggi kerajaan bintang Bei Xi'an, dan nama kerajaan yang di pimpin Gao Zhin adalah kerajaan agung, dinamakan kerajaan agung karena mereka membangun kerajaan ini dengan darah karena bertarung satu sama lain, dan yang memenangkan pertarungan itu yang akan menjadi pemimpin nya, sehingga kerajaan itu dinamakan kerajaan agung.
sebulan setelah acara jamuan yang gagal, Lin Chen memutuskan untuk berpetualangan dan menjelajahi semua bintang Bei Xi'an, dan hari ini adalah hari dimana Lin Chen dan Lin Yue akan berpetualangan.
setelah selesai sarapan dan berpamitan pada Xuan Jiu dan seluruh tetua klan, Lin Chen dan Lin Yue keluar dari klan untuk berpetualangan, tapi petualangan mereka kali ini mereka menggunakan kuda, karena Lin Chen ingin menikmati perjalanan.
sepasang suami istri itu hanya melakukan perjalanan disiang hari saja, sedangkan untuk malam hari nya mereka beristirahat, pada hari ke 5 Lin Chen merasa sudah cukup puas melakukan perjalanan dengan kuda, sehingga mereka melanjutkan perjalanan dengan terbang, dua hari kemudian mereka sampai disebuah kota yang bernama KOTA TAHANE.
setelah membayar pajak masuk, Lin Chen dan Lin Yue mencari penginapan, 1 jam kemudian mereka masuk ke sebuah penginapan, lalu kedua nya memesan kamar dan membayar nya, lalu mereka pergi ke kamar mereka untuk membersihkan diri dan beristirahat.
Keesokan pagi nya, setelah membersihkan diri, Lin Chen dan Lin Yue keluar dari kamar untuk mencari restoran atau rumah makan untuk mereka sarapan pagi, berjalan 100 meter ke dalam kota, Lin Chen dan Lin Yue menemukan sebuah restoran mewah dengan desain kuno klasik berlantai 5, lalu kedua nya masuk kedalam, selamat datang di restoran kami tuan muda, nona muda" ucap seorang pelayan.
antarkan kami di ruangan yang hanha sedikit sekali pelanggan yang masuk" ucap Lin Chen.
"baik tuan muda" jawab pelayan lalu membawa Lin Chen dan Lin Yue naik ke lantai 4, kemudian kedua nya duduk di sebuah meja yang berada di pojok.
di dalam ruangan itu hanya ada 10 orang saja, karena lantai 4 adalah lantai yang hanya bisa di masuki bangsawan dan kultivator tingkat tinggi.
"mau pesan apa tuan muda, nona muda?" tanya pelayan yang membawa Lin Chen dan Lin Yue tadi.
"siapkan saja makanan terbaik yang kalian punya" jawab Lin Chen sambil memberikan 20 batu roh tingkat menengah.
"baik tuan muda, mohon tunggu sebentar" balas pelayan dengan ramah, lalu pergi ke dapur.
beberapa saat kemudian pesanan Lin Chen dan Lin Yue sudah di antarkan, "silahkan tuan muda, nona muda, dan maaf sudah membuat tuan muda dan nona muda menunggu lama" ucap pelayan yang tadi.
"tidak apa apa pelayan" balas Lin Yue ramah.
__ADS_1
lalu para pelayan pergi agar Lin Chen dan Lin Yue bisa menikmati sarapan mereka.
Lin Chen dan Lin Yue yang asik menikmati makanan mereka, tiba tiba.
Braaak...
"kalian semua keluar, tuan muda Zhou ingin makan dan tidak ingin ada yang mengganggu" ucap seseorang yang membuka pintu kasar dan nada yang mengintimidasi.
mendengar nama tuan muda Zhou, 7 orang langsung berdiri dan keluar dari ruangan, sementara 3 orang lain nya tetap di tempat mereka.
"Hei, apa kalian tidak dengar? cepat tinggalkan ruangan ini, tuan muda Zhou ingin makan di ruangan ini" bentak pria yang membuka kasar pintu tadi sambil menatap meja Lin Chen dan ketiga pria yang berada di sebrang meja Lin Chen.
tapi Lin Chen, Lin Yue dan ketiga pria itu tidak menghiraukan nya dan melanjutkan makan mereka seolah olah tidak mendengar apa apa.
pria yang membuka pintu itu sangat marah karena ucapan nya tidak di dengar sama sekali dan mereka tidak menganggap nya ada, lalu dia berjalan ke meja Lin Chen dan Lin Yue, dia ingin mengusir mereka dengan cara kasar, tapi tiba tiba ada suara yang menghentikan nya.
"biarkan saja nona muda itu tetap di meja nya" ucap sebuah suara dari arah pintu lalu berjalan masuk dan mendekati meja Lin Chen dan Lin Yue.
"baik tuan muda Zhou" balas lelaki itu.
lalu tuan muda Zhou mendekati Lin Yue dan berkata, "maaf karena sikap anak buah ku yang membuat keributan, boleh aku bergabung dengan nona muda?" ucap tuan muda Zhou.
tapi tidak ada jawaban dari Lin Yue sama sekali, sementara Lin Chen hanya fokus dengan makanan nya, dia terlalu malas mengurusi semut seperti tuan muda Zhou, karena kultivasi tuan muda Zhou hanya di dewa sejati tahap puncak, cukup Lin Yue saja yang memberi nya pelajaran.
melihat tidak ada jawaban dari Lin Yue, tuan muda Zhou jadi berani dan ingin memegang tangan Lin Yue, tapi segera Lin Yue menarik tangan nya dan
sebuah tamparan dari Lin Yue melayang tepat di pipi tuan muda Zhou dan membuat nya terhuyung ke lantai dengan 2 buah gigi yang copot dan mengeluarkan darah segar dari mulut tuan muda Zhou.
"kamu ingin menyentuh ku? apa kamu sudah bosan hidup?" tanya Lin Yue menatap tajam tuan muda Zhou.
pria yang membuka kasar pintu dan keempat anak buah tuan muda Zhou yang melihat tuan muda mereka di tampar pun langsung bergerak menyerang Lin Yue, tapi begitu serangan mereka akan mendekati Lin Yue, kelima nya sudah di kirim terbang oleh Lin Chen hanya dengan lambaian tangan saja.
Booooomm Booooomm Booooomm...
kelima orang itu di kirim terbang dan menabrak dinding restoran dan terlempar keluar, pengunjung yang berada di lantai 1-3 yang mendengar suara ribut ribut di lantai 4 pun bergegas naik dan melihat apa yang terjadi.
begitu mereka melihat tuan muda Zhou tergeletak di lantai dengan mulut berdarah, mereka semua mengasihani Lin Chen dan Lin Yue.
"kasihan sekali kedua pasangan muda itu, mereka sudah menyinggung sekte gunung pinus" ucap seseorang.
"kamu benar saudara, kedua pasangan muda itu sudah menyinggung sekte gunung pinus, aku yakin setelah ini Patriak Zhou Xing tidak akan melepaskan mereka" timpal yang lain.
mereka terus berbisik bisik mengasihani Lin Chen dan Lin Yue karena sudah menyinggung sekte gunung pinus dengan memukul tuan muda sekte, kalau saja mereka tahu kekuatan Lin Chen yang dapat mengimbangi dewa pencipta tahap menengah, mungkin mereka berbalik mengasihani sekte gunung pinus, apa lagi dengan kekuatan pasukan yang Lin Chen miliki di dunia jiwa.
tapi ada juga yang merasa senang karena tuan muda Zhou atau Zhou Ming di hajar, karena selama ini tuan muda Zhou suka bertingkah semena mena pada mereka dengan mengandalkan latar belakang nya.
tapi tidak ada yang berani melawan balik, karena kekuatan di belakang tuan muda Zhou cukup kuat untuk di singgung.
__ADS_1
sementara ketiga pemuda yang tadi tidak keluar juga cukup mengagumi Lin Chen, hanya dengan lambaian tangan saja, Lin Chen dapat menerbangkan 5 kultivator dewa penguasa tahap puncak.
"ayo kita kembali ke penginapan" ucap Lin Chen yang sudah selesai dari makan nya, lalu dia turun dan membayar ganti rugi di lantai 4.
"berapa yang harus aku bayar sebagai kompensasi?" tanya Lin Chen yang sudah ada di depan meja resepsionis.
"tunggu sebentar tuan muda, aku memanggil manager dulu" jawab pelayan lalu pergi memanggil manager restoran.
beberapa saat kemudian pelayan tadi kembali dengan seorang pria paruh baya dengan perut buncit.
"berapa yang harus aku bayar untuk mengganti kerusakan yang ada di lantai 4 tuan manager?" tanya Lin Chen.
setelah manager restoran menghitung semua kerusakan nya, dia menjawab, "tuan muda bisa membayar 1000 batu roh tingkat menengah" jawab manager restoran.
lalu Lin Chen mengeluarkan 1 buah cincin penyimpanan yang isi nya 15 batu roh tingkat tinggi dan dia berikan pada manager restoran.
"terlalu banyak tuan muda" ucap manager restoran setelah melihat isi cincin penyimpanan.
"kelebihan nya sebagai bayaran untuk para tukang yang memperbaiki" jawab Lin Chen ramah.
"terima kasih tuan muda" ucap manager restoran senang.
lalu Lin Chen dan Lin Yue keluar dari restoran dan kembali ke kamar mereka.
Keesokan hari nya, berita tentang tuan muda Zhou di pukuli sepasang kultivator muda pun menjadi berita hangat di kota Tahane, seluruh orang di kota Tahane membicarakan tentang tuan muda Zhou yang di permalukan di restoran angsa putih.
baik di restoran, rumah makan, kedai kopi dan penginapan, semua orang membicarakan hal itu, sebab selama ini tidak ada satu pun dari mereka yang berani melawan tuan muda Zhou, apa lagi sampai mempermalukan nya di depan umum seperti yang Lin Chen dan Lin Yue lakukan.
****
Di Sekte gunung pinus.
"kurang ajar, siapa yang berani membuat anak ku malu? akan aku bunuh dia? tetua Jun, cepat bawa beberapa murid elit dan tangkap mereka, jika melawan, bunuh saja mereka" perintah Zhou Xing dengan murka atau Patriak sekte gunung pinus.
"baik patriak" jawab tetua Jun dengan patuh lalu keluar dari aula pertemuan sekte.
tetua Jun lalu memanggil 15 orang murid elit sekte yang rana kultivasi mereka rata rata dewa kuno tahap puncak, dan juga 3 tetua yang memiliki rana kultivasi dewa semesta tahap menengah, sama dengan tetua Jun yang juga memiliki rana kultivasi dewa semesta tahap menengah.
setelah mereka semua sudah berkumpul, tetua Jun memimpin mereka ke kota Tahane, jarak sekte gunung pinus dan kota Tahane adalah 1 hari perjalanan.
***
Lin Chen dan Lin Yue saat ini bersantai di kamar penginapan mereka, karena hari ini Lin Chen ingin berdua dengan Lin Yue dan malas untuk keluar, sejak kembali dari restoran, Lin Chen dan Lin Yue hanya berada di kamar mereka dan melakukan hubungan suami istri berkali kali hingga membuat Lin Yue kelelahan.
"Gege, aku sudah cape" ucap Lin Yue yang saat ini masih berada di pelukan Lin Chen.
"ya sudah kita tidur saja, besok kita lanjutkan perjalanan kita" ucap Lin Chen sambil memeluk dan membelai lembut kepala Lin Yue.
__ADS_1