
"perjalanan ke perbatasan timur membutuhkan waktu selama 2 bulan" jawab panglima Jiao menjeda kata kata nya, lalu dia melanjutkan.
"mungkin aku sendiri yang akan memimpin pasukan kesana, karena bagaimanapun juga aku adalah pemimpin disini, akan sangat tidak bagus jika setiap ada serangan atau melakukan serangan tapi aku tidak ikut terlibat di dalam peperangan itu" ucap lanjut panglima Jiao.
para mentri dan para jendral yang mendengar itu menganggukkan kepala mereka, karena apa yang dikatakan panglima Jiao memang benar, seorang panglima seharusnya ikut terlibat dan memberi semangat pada pasukan nya.
"benar panglima, aku rasa jika panglima yang harus memimpin pasukan kesana, karena dengan kehadiran panglima, akan menambah semangat juang prajurit" ucap Lin Chen menambahkan.
"jendral Zhao, kumpulkan semua pasukan, kita akan berangkat ke perbatasan timur, dan untuk masalah istana, aku percayakan pada menteri Wen Di" perintah panglima Jiao.
"baik panglima" jawab jendral Zhao lalu keluar dari aula pertemuan.
beberapa saat kemudian, semua prajurit sudah berkumpul di lapangan latihan yang berada di belakang istana, Lin Chen yang melihat kultivasi prajurit yang ada, dia menggeleng kepala nya, sebab kultivasi mereka sangat rendah.
bahkan hanya butuh 2 orang pasukan Lin Chen jika Lin Chen ingin menghancurkan prajurit alam 100 pelangi yang berjumlah 5 juta itu, disaat dia menggeleng kepala, panglima Jiao sempat melihat nya, lalu panglima Jiao bertanya.
"ada apa jendral muda Lin? kenapa jendral muda Lin menggeleng kepala?" tanya panglima Jiao penasaran.
"aku hanya kasihan pada mereka, karena kultivasi mereka saat ini hanya akan menjadi pemanasan pasukan musuh, dan jika kita membawa mereka ke perbatasan timur, sama saja dengan kita menyuruh mereka untuk bunuh diri" jawab Lin Chen jujur, lalu dia menambahkan.
"kenapa kita tidak minta bantuan sekte dan klan besar saja? dengan bantuan mereka, mungkin kita bisa mengimbangi pasukan musuh, sebab kita tidak bisa berharap pada pasukan yang ada ini" ucap lanjut Lin Chen.
mendengar itu, panglima Jiao terdiam, sebab apa yang dikatakan Lin Chen memang benar, karena 5 juta pasukan yang ada di depan mereka itu yang terkuat berada di dewa surgawi, dan banyak yang masih berada di dewa sejati kebawah.
"tapi kita tidak punya pilihan lain jendral, dan jika kita meminta bantuan sekte dan klan, mungkin pasukan musuh sudah menguasai wilayah timur dan bergerak masuk ke wilayah yang lain"
"jika kita meminta bantuan alam agung dan alam nirwana, kita membutuhkan waktu 1 tahun untuk mereka sampai disini, dan saat itu alam 100 pelangi sudah hancur" balas panglima Jiao.
"jika panglima percaya pada ku, biarkan aku sendiri yang pergi kesana lebih dulu dan melihat kekuatan musuh, sementara panglima dan yang lain nya menunggu saja, karena kita harus membuat persiapan yang matang" ucap Lin Chen beralasan, sebab dia ingin menggunakan pasukan nya.
jika perlu, dia sendiri yang akan menghadapi pasukan musuh, sebab dia merasa sayang dengan pasukan alam 100 pelangi yang begitu lemah.
"tapi bagaimana jendral muda dapat pergi dengan cepat? sementara jarak kesana membutuhkan waktu 2 bulan, jika kita menunggu lebih lama, pasukan musuh akan semakin masuk ke wilayah timur, dan bisa jadi ke wilayah yang lain juga" balas panglima Jiao.
"panglima cukup memberikan aku gambaran wilayah timur saja, aku akan merobek ruang dari sini menuju kesana" balas Lin Chen.
"apa?"
"jangan jangan jendral muda Lin juga menguasai hukum ruang dan waktu?" tanya panglima Jiao terkejut.
__ADS_1
bukan hanya panglima Jiao saja yang terkejut, bahkan para jendral yang ada di sekitar mereka juga sangat terkejut, sebab kitab hukum ruang dan waktu sudah sangat lama menghilang dari alam 100 pelangi, tapi saat ini Lin Chen mengatakan jika dia menguasai teknik hukum ruang dan waktu.
"benar panglima, aku menguasai hukum ruang dan waktu, apa ada yang salah panglima?" tanya Lin Chen bingung.
"tidak, tidak ada yang salah, baiklah, aku akan mengirimkan gambaran wilayah timur pada jendral muda Lin" balas panglima Jiao senang.
lalu panglima Jiao mengirimkan gambaran perbatasan wilayah timur pada pikiran Lin Chen, Lin Chen yang menerima gambaran itu pun langsung membuat gerakan tangan dan merobek ruang menuju ke perbatasan timur dan masuk kedalam lalu menghilang dari hadapan semua orang.
"sungguh jendral muda Lin sangat misterius" ucap panglima Jiao setelah Lin Chen menghilang.
"benar panglima, jendral muda Lin sangat berbakat, jenius yang muncul 10.000 tahun sekali, bahkan umur nya belum sampai 30 tahun, tapi sudah menjadi kultivator tahap penguasa bintang 4, dan lagi menguasai hukum ruang dan waktu" timpal jendral Zhao.
para jendral yang lain pun menganggukkan kepala mereka membenarkan ucapan jendral Zhao.
Whush...
Lin Chen muncul di sebuah hutan yang berada di wilayah timur, lalu dia mengerahkan aura spiritual nya untuk mencari posisi musuh, setelah dia mengedarkan aura spiritual nya, Lin Chen dapat merasakan pasukan musuh berada 300 kilo meter di arah timur.
lalu dia melesat dengan kekuatan penuh, beberapa saat kemudian, Lin Chen melihat benteng pertahanan pasukan alam 100 pelangi yang sudah di porak-porandakan pasukan musuh.
dari atas awan, Lin Chen menyembunyikan diri dan melihat semua yang ada bawah nya, dapat dia lihat jika pasukan musuh ada lebih dari 30 juta pasukan, dan kekuatan mereka yang terendah berada di dewa kuno.
"aku peringatkan kalian semua untuk kembali ke asal kalian, dan lupakan niat kalian untuk menguasai alam 100 pelangi" ucap Lin Chen menggema dari atas langit.
tiba tiba 5 sosok itu melayang ke atas dan berhenti di depan Lin Chen, kalau salah satu dari mereka berkata.
"seperti nya alam 100 pelangi memiliki seorang jendral muda yang cukup berbakat, tapi sayang itu tidak cukup untuk menghentikan kami untuk menguasai alam 100 pelangi, bahkan jika penguasa 4 alam datang kesini, dia hanya akan menjadi bulan bulanan raja kami" ucap salah satu dari mereka.
mendengar itu Lin Chen cukup terkejut, bagaimana bisa seorang kultivator tahap penguasa bintang 8 menjadi bulan bulanan raja mereka? sekuat apa raja mereka?
itu lah yang ada di benak Lin Chen, karena kelima sosok yang ada di depan nya saja sudah berada di tahap penguasa bintang 7, jika memang benar raja mereka sekuat itu, maka Lin Chen akan menemukan lawan yang seimbang, tapi segera Lin Chen tidak memikirkan itu, lalu dia kembali memberi peringatan pada kelima sosok itu.
"sekali lagi aku peringatkan untuk segera pergi dari alam 100 pelangi ini, dan jangan berharap bisa menguasai nya selama masih ada aku" ucap Lin Chen lagi.
"Hahahaha.., hanya mengandalkan mu yang berada di tahap penguasa bintang 4? apa kamu bercanda jendral muda yang bodoh?" ucap yang lain sambil tertawa renyah.
"berisik" ucap Lin Chen, lalu dia membuat telapak tangan dan menampar pria yang tertawa itu.
Plaaak..
__ADS_1
suara tamparan terdengar disaat telapak tangan itu menampar wajah pria yang tertawa tadi lalu melemparkan nya jatuh kebawah dan menabrak tanah dengan keras.
Booooomm...
ledakan terjadi ketika tubuh sosok yang ditampar Lin Chen menabrak tanah, keempat teman nya sangat terkejut, seorang kultivator tahap penguasa bintang 7 terlempar dengan keras hanya dengan satu tamparan saja.
"Oh jadi kamu menyembunyikan kekuatan mu? kamu hebat juga jendral muda, tapi kamu hanya sendirian, dan kami ada berlima" ucap pria yang pertama kali berbicara tadi.
"jangankan kalian berlima, bahkan kalian berjumlah ribuan orang pun hanya semut di mata ku" balas Lin Chen, lalu dia mengeluarkan semua kekuatan nya yang berada di tahap penguasa bintang 9 atau puncak.
keempat sosok itu langsung berkeringat dingin melihat kekuatan Lin Chen yang sebenarnya, kini mereka sadar jika mereka telah menyinggung orang yang salah.
tapi tetap saja mereka tidak ingin menunjukkan kelemahan dan ketakutan mereka, mereka berempat tetap memberanikan diri agar terlihat tidak takut, lalu salah satu dari mereka berkata.
"kamu pikir dengan kekuatan mu itu dapat menakuti kami? kamu hanya bisa bermimpi" ucap nya.
Lin Chen tidak membalas, tapi dia melihat pasukan musuh yang berada di belakang keempat sosok itu yang sudah siap bertarung, Lin Chen yang melihat mereka yang siap untuk mati pun menjadi kagum dengan mereka.
"sangat loyal dan setia" ucap Lin Chen mengagumi mereka semua.
"baiklah jika kalian ingin mati, akan aku kabulkan keinginan kalian semua" balas Lin Chen, lalu dia menggerakkan tangan nya dan membuat ratusan ribu pedang yang terbuat dari petir putih kebiruan dan melesat tajam ke arah pasukan yang berada di belakang 4 sosok itu.
Jeeddeeeerr Jeeddeeeerr Jeeddeeeerr
Booooomm Booooomm Booooomm
*****
Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak!!!
dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
apalagi kalau tips 😁😁😁
Terima kasih...
****
Maaf, kenapa pendapatan ku sampai jam segini belum dikirim?
__ADS_1
Mohon penjelasannya om MT/NT.