
Malam hari nya.
Lin Chen dan Lin Yue berada di sebuah penginapan, karena Lin Chen tidak ingin merepotkan Mo Gui dan yang lain nya, sehingga dia memilih menginap di penginapan.
"Gege, setelah ini kita kemana?" tanya Lin Yue yang berada didalam pelukan Lin Chen.
"kita akan ke istana kekaisaran ini dan mengobati putri Ling Ling" jawab Lin Chen dengan penuh kasih, karena saat ini Lin Chen jiga memeluk Lin Yue dan mengelus kepala Lin Yue.
kemudian Lin Chen mencium bibir Lin Yue, sepasang suami istri itu berciuman cukup lama, hingga nafas kedua nya pun memburu, laku Lin Chen membuka pakaian Lin Yue satu persatu hingga tubuh Lin Yue terpampang jelas tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi nya, Lin Yue juga melepas pakaian Lin Chen hingga polos, lalu kedua nya melakukan hubungan suami istri beberapa kali hingga pagi.
pagi hari nya.
sepasang suami istri itu kembali melakukan nya hingga beberapa kali, kemudian mereka berdua mandi dan turun untuk sarapan, selesai sarapan, Lin Chen dan Lin Yue pergi ke markas faksi naga langit, tapi begitu mereka baru keluar dari pintu penginapan, didepan mereka ada seorang tuan muda dan 5 orang pengawal nya yang menghadang mereka.
"serahkan wanita itu dan berlutut lah 3 kali" ucap tuan muda.
mendengar itu Lin Chen hanya menggeleng kepala nya, dia tidak menyangka ada orang bodoh yang menginginkan istri nya.
"ambil saja jika kamu bisa" balas Lin Chen menantang tuan muda.
"kurang ajar, apa kamu tidak tahu siapa aku?" tanya tuan muda dengan geram.
"siapa pun kamu, kamu hanya lah seorang idiot dan sangat bodoh" jawab Lin Chen yang mengejek tuan muda.
"kurang ajar, cepat robek mulut nya" perintah tuan muda pada kelima pengawal nya.
kelima pengawal itu pun menyerang Lin Chen, belum juga kelima pengawal itu menyentuh Lin Chen, tubuh mereka semua meledak menjadi kabut darah hanya dengan lambaian tangan Lin Chen, tuan muda yang melihat pengawal nya meledak hanya dengan lambaian tangan Lin Chen, membuat tuan muda itu gemetar dan ngompol pada saat itu juga.
__ADS_1
Lin Chen lalu mendekat ke tuan muda itu lalu berkata, "ingin menyentuh wanita ku?" kamu hanya bermimpi" ucap Lin Chen lalu memotong kedua tangan tuan muda dan menendang si Jony tuan muda begitu saja, aksi yang di lakukan Lin Chen itu menarik perhatian semua orang yang berada di jalan dan di dalam restoran.
mereka semua bergidik ngeri melihat Lin Chen yang memotong kedua tangan tuan muda, dan lebih mengerikan lagi adalah Lin Chen membuat si Jony tuan muda hancur, yang artinya tuan muda sudah tidak akan mempunyai keturunan.
"habis lah sudah anak muda itu, dia telah menyinggung sekte gunung singa emas" ucap seorang penonton.
"kamu benar saudara, anak muda itu akan bernasib buruk karena sudah membuat tuan muda sekte singa emas kehilangan si Jony nya" timpal yang lain.
semua penduduk kota batu putih tahu seperti apa sekte singa emas, sekte singa emas merupakan salah satu sekte besar di kekaisaran Ming, dan Patriak sekte singa emas berada di rana Dewa Abadi bintang 9, dan merupakan salah satu orang yang paling di takuti di kekaisaran Ming.
setelah memotong kedua tangan dan menghancurkan si Jony tuan muda sekte singa emas, Lin Chen dan Lin Yue melanjutkan perjalanan mereka menuju markas faksi naga langit, 15 menit kemudian mereka berdua sampai di markas.
"Patriak Lin" ucap hormat Mo Gui dan Mo Gai dengan ramah.
"aku kesini untuk berpamitan pada kalian, karena aku akan melanjutkan perjalanan ku" ucap Lin Chen tanpa basa basi.
"tapi jika kalian ingin menjadi bagian dari pasukan ku, dengan senang hati aku akan menerima kalian, kalian memiliki bakat yang tinggi, sangat di sayangkan jika bakat yang kalian miliki tidak di poles dengan baik" lanjut Lin Chen yang ingin merekrut Mo Gui, Mo Gai dan keenam puluh delapan anggota faksi naga langit untuk menjadi pasukan nya, sebab mereka semua memiliki bakat yang cukup tinggi.
"aku bersedia Patriak, sejak dulu aku sangat ingin menjadi orang yang bisa berperang bersama patriak, aku ingin menjadi bawahan Patriak" ucap Mo Gui dengan semangat, karena keinginan nya selama ini akhir nya terwujud.
"aku juga Patriak" ucap Mo Gai lalu di ikuti semua anggota faksi naga langit lain nya.
"baiklah, kalian masuk lah ke dalam, Zi Long, Bai Long, Lin Han, dan Long Jiu akan melatih kalian dengan baik" ucap Lin Chen lalu membuka gerbang dunia jiwa dan menyuruh mereka semua masuk kedalam.
***
setelah itu Lin Chen dan Lin Yue melanjutkan perjalanan mereka ke ibukota kekaisaran, tapi sebelum sepasang suami istri itu sampai di gerbang kota, Lin Chen dapat merasakan aura Dewa Abadi yang melesat ke arah nya dengan sangat cepat.
__ADS_1
"berhenti anak muda" ucap sebuah suara yang menghentikan langkah Lin Chen dan Lin Yue.
Lin Chen dan Lin Yue pun berhenti dan membalikkan badan mereka, dapat mereka lihat beberapa pria paruh baya yang berdiri tidak jauh.
"apa kamu yang membuat anak ku tidak bisa mempunyai keturunan?" tanya seorang pria paruh baya yang tidak lain adalah Patriak sekte singa emas.
"iya benar, karena pemuda idiot dan bodoh itu ingin merebut istri ku, apa yang akn tuan lakukan jika ada pria lain yang mencoba merebut istri tuan?" jawab Lin Chen sambil bertanya balik.
Patriak sekte itu tidak dapat berkata apa apa ketika mendengar penjelasan dan pertanyaan dari Lin Chen, "tentu saja aku akan membunuh orang yang mencoba merebut istri ku" gumam Patriak membatin.
"maafkan kelakuan anak ku, tapi tindakan tuan muda menghancurkan si Jony anak ku sudah keterlaluan, dan itu membuat nya tidak akan memiliki keturunan lagi" ucap Patriak yang masih bisa menenangkan hati dan pikiran nya, karena bagaimanapun juga, dia adalah Patriak sekte aliran putih, jadi dia menjaga nama baik nya dan tidak ingin bertindak seperti aliran hitam.
"jika yang tua ini boleh tau, siapakah tuan muda ini?" tanya Patriak sekte.
"nama ku Lin Chen dan ini istri ku Lin Yue" jawab Lin Chen memperkenalkan diri nya dan Lin Yue.
Deg...
jantung Patriak dan para tetua sekte berdegub kencang setelah mendengar nama Lin Chen, meski mereka sudah mendengar nama Lin Chen, tapi mereka tidak percaya begitu saja, lalu seorang tetua berkata.
"jangan membohongi kami anak muda, Patriak Lin Chen dan tetua agung sekte Phoeniks Naga tidak mungkin berada disini" ucap tetua itu.
tidak ingin banyak berdebat dan semakin menarik perhatian, Lin Chen lalu mengeluarkan lencana emas sekte Phoeniks Naga dan melemparkan pada Patriak sekte singa emas, meski belum pernah melihat lencana sekte Phoeniks Naga, tapi begitu melihat lencana emas yang bergambarkan burung phoeniks dan naga di lencana itu, Patriak sekte singa emas berkeringat dingin.
"ma-maafkan kami patriak Lin, kami mempunyai mata tapi tidak dapat melihat dengan jelas" ucap Patriak sekte singa emas dengan sikap membungkukkan badan, para tetua sekte yang melihat Patriak mereka bersikap begitu hormat pun langsung membungkukkan badan juga, karena jika patriak mereka bersikap sesopan itu, artinya Lin Chen dan Lin Yue benar patriak dan tetua agung sekte Phoeniks Naga.
"sudah lah Patriak, tidak usa formal seperti itu, ko sesama sekte aliran putih tidak perlu seformal itu" ucap ramah lin Chen yang merasa tidak enak karena di perlakukan dengan sangat hormat.
__ADS_1
"perkenalkan nama ku Huang Sheng, Patriak sekte singa emas" ucap Huang Sheng memperkenalkan diri.