Pendekar Petir

Pendekar Petir
Tiga Pedang Penguasa


__ADS_3

"selamat datang di toko kami tuan muda nona muda" ucap penjaga toko dengan ramah, karena penjaga toko itu dapat melihat pakaian yang di kenakan Lin Chen dan Lin Yue merupakan pakaian yang sangat mahal, sehingga dia bersikap sopan dan ramah pada mereka.


Lin Chen hanya tersenyum dan masuk kedalam toko mencari aura yang familiar itu, Lin Chen terus mengikuti arah aura itu dan naik ke lantai 2, sedangkan Lin Yue tetap berada di samping nya, dilantai dua Lin Chen yang lengan nya di peluk Lin Yue terus berjalan mengikuti aura itu hingga tiba di suatu sudut toko.


Lin Chen melihat aura yang familiar itu berasal dari sebuah pedang berkarat dan yang sudah sangat lama dan tidak mengeluarkan aura apa pun, sehingga tidak menarik kultivator untuk membeli nya, panjang pedang itu satu meter dan lebar nya 3 senti meter, dan gagang pedang itu berbentuk naga yang perkasa dan terlihat sangat mendominasi.


lalu Lin Chen memegang gagang pedang dan mengalirkan Qi nya kedalam pedang itu, dan tiba tiba pedang itu bergetar hebat, Lin Chen lalu melepaskan pedang itu kembali, beberapa saat kemudian kembali Lin Chen mengambil pedang itu tanpa mengalirkan Qi dan membawa nya ke meja kasir untuk menanyakan harga nya.


"berapa harga pedang berkarat ini?" tanya Lin Chen dengan berpura pura tidak terjadi apa apa.


"karena pedang ini sudah sangat lama dan sudah berkarat, maka tuan muda cukup membayar nya 100 koin emas saja" jawab pria yang berada di kasir.


setelah membayar, Lin Chen dan Lin Yue kembali ke penginapan mereka dan menambah bayaran untuk satu malam lagi, sesampainya mereka dikamar, Lin Chen lalu menggigit ujung jari nya dan meneteskan darah nya ke pedang itu, ketika darah Lin Chen menetes, pedang itu bergetar dan laku semua karatan yang menempel itu terlepas semua.


ketika semua karatan sudah terlepas, terlihat jelas sebuah pedang berwarna emas yang sangat menyilaukan mata dan sangat tajam, Lin Chen lalu memerhatikan pedang itu dengan seksama dan terdapat tulisan di dekat gagang pedang.


"Pedang Dewa Naga"


itulah tulisan yang ada di dekat gagang pedang, lalu Lin Chen berniat memasukkan kembali pedang dewa naga ke sarung nya, tapi sebelum Lin Chen memasukkan nya, terdengar sebuah suara dari dalam pedang.

__ADS_1


"akhir nya aku terbangun juga setelah ratusan juta tahun aku tertidur" ucap sebuah suara yang berasal dari dalam pedang.


tentu saja suara itu mengagetkan Lin Chen dan Lin Yue, tapi segera Lin Chen kembali bersikap normal dan bertanya pada suara itu.


"apa kamu roh yang berada didalam pedang dewa naga ini?" tanya Lin Chen.


"benar anak muda, aku adalah roh yang berada didalam pedang ini" jawab jujur suara itu.


"siapa nama mu? dan siapa nama tuan mu sebelum nya?" tanya Lin Chen lagi.


"nama ku Yuan Bing, dan tuan ku sebelum nya adalah Xu Yuan atau dewa petir" jawab Yuan Bing.


Lin Chen yang mendengar itu cukup terkejut, dia tidak menyangka jika pemilik pedang sebelum nya adalah guru nya sendiri, pantas saja dia merasakan aura yang familiar dari pedang ini, lalu Lin Chen menceritakan jika dia adalah murid dari Xu Yuan, dan juga murid dari Long Yan atau leluhur dewa naga.


Yuan Bing juga menceritakan jika pedang dewa naga dan kitab dewa naga adalah kitab dan pedang yang berpasangan, tapi karena perang ratusan juta tahun yang lalu dan Long Yan tewas, akhirnya pedang dewa naga yang mempunyai roh itu menghilang dan menancap di sebuah gunung petir yang berada di alam 100 pelangi, lalu suatu hari ada remaja 15 tahun yang berlatih di gunung itu dan tidak sengaja menemukan pedang dewa naga, dan remaja itu tidak lain adalah Xu Yuan yang masih remaja.


dan setelah perang terjadi antara Xu Yuan melawan Xu Lian dan koalisi nya, dan kemarian Xu Yuan, pedang itu kembali pergi dan menancap di sebuah lembah yang berada di alam kegelapan ini dan di temukan seorang pemburu dan menjual nya ke toko Surga Kultivator.


meski pun terlihat bagus, tapi karena tidak ada aura yang keluar dari pedang dewa naga, sehingga tidak ada yang tertarik dan membiarkan nya hingga berkarat.

__ADS_1


"kenapa kedua guru ku meninggal? apa kmu sangat payah sehingga tidak mampu melawan senjata milik musuh musuh kedua guru ku?" tanya Lin Chen dengan geram, karena percuma saja memiliki roh pedang tapi tidak dapat membantu ketika dibutuhkan.


"maafkan aku tuan muda karena tidak dapat menolong tuan Long Yan dan tuan Xu Yuan pada saat itu, tapi saat itu musuh musuh mereka juga memiliki senjata kuat yang juga memiliki roh yang sangat kuat juga" ucap Yuan Bing dengan perasaan bersalah.


"tapi jika tuan muda mau, ada juga 2 buah pedang biru yang dulu menjadi musuh tuan Long Yan, pedang itu milik penguasa alam agung dan alam nirwana, kedua pedang itu juga berada di toko yang sama dan tidak jauh dari pedang dewa naga, dan kedua pedang itu juga sudah berkarat dan tidak memiliki aura sama sekali, sebab roh di dua pedang itu juga tertidur sehingga tidak ada yang tahu jika kedua pedang itu merupakan senjata tingkat semesta" ucap lanjut Yuan Bing.


Lin Chen cukup terkejut mendengar cerita Yuan Bing, tapi setelah itu dia bersikap biasa saja, la dia sudah memiliki puluhan senjata tingkat semesta yang dia dapatkan dari Long Yan, tapi kemudian dia berpikir lagi, jika kedua pedang itu jatuh ke tangan yang salah, maka akan sangat berbahaya.


lalu Lin Chen dan Lin Yue kembali ke toko Surga Kultivator dan membeli kedua pedang atas arahan Yuan Bing melalui telepati, setelah membeli kedua pedang itu, kembali Lin Chen membuat kontak darah di kedua pedang itu, dan ketika terjadi kontrak darah, roh dari dua pedang itu pun bangun dan memperkenalkan diri masing masing pada Lin Chen.


setelah itu mereka berempat saling bercerita dengan pengalaman mereka masing masing hingga larut malam, tidak lupa roh kedua pedang itu juga bercerita kenapa kedua pedang itu bisa berada di alam kegelapan ini" sementara Lin Yue hanya menjadi pendengar setia saja, setelah larut malam, Lin Chen memasukkan ketiga pedang itu kedalam cincin penyimpanan dan tidur memeluk Lin Yue.


keesokan pagi nya.


Lin Chen dan Lin Yue sarapan setelah selesai membersihkan diri, selesai sarapan mereka berdua keluar dari penginapan dan menuju istana kekaisaran, sepanjang jalan Lin Yue terus memeluk lengan Lin Chen, sebab banyak gadis gadis cantik yang melirik dan bersiul ketika Lin Chen dan Lin Yue melewati mereka.


1 jam kemudian Lin Chen dan Lin Yue sampai di depan gerbang istana kekaisaran Ming.


"maaf tuan muda, dilarang masuk ke dalam istana" ucap penjaga gerbang dengan hormat.

__ADS_1


"aku kesini untuk mengobati putri Ling Ling" ucap Lin Chen jujur lalu mengeluarkan lencana sekte singa emas.


"maafkan aku tuan muda, silahkan masuk" ucap penjaga itu setelah melihat lencana yang di tunjukkan Lin Chen.


__ADS_2