
"Menyerah lah anak muda, kamu tidak akan bisa menang melawan kami" timpal jendral utusan dari dewa neraka.
"jika kamu menyerah, aku akan memberikan kematian yang cepat untuk mu" lanjut nya lagi.
tapi Lin Chen tidak mendengar mereka dan terus bertarung bersama mereka.
Booooomm Booooomm Booooomm..
ledakan terus terjadi dan sekali lagi melempar Lin Chen, namun Lin Chen tetap bangun dan bertarung bersama mereka dan tidak memperdulikan luka luka yang di alaminya.
Booooomm Booooomm Booooomm...
ledakan demi ledakan terus terjadi di Medan perang, korban berjatuhan terus terjadi di kedua belah pihak, namun pasukan Lin Chen yang lebih banyak dari pasukan musuh.
keempat istri Lin Chen juga sudah tidak bisa melanjutkan pertarungan karena mereka semua terluka sangat parah.
***
Di Istana Kekaisaran Elf.
"bagaimana jendral Elfrido? apa ada kabar dari Patriak Lin?" tanya ratu Elfani dengan serius.
"saat ini Patriak yang sombong itu tengah menghadapi pasukan dari dewa kematian, dewa neraka dan dewa petir trah kedua" jawab jendral Elfrido yang tidak suka dengan Lin Chen karena membatalkan koalisi mereka.
"apa?"
ratu Elfani yang sangat terkejut dan mengkhawatirkan Lin Chen, karena selama ini hanya Lin Chen yang menggerakkan hati nya, jika dia mengirim pasukan Kekaisaran Elf, maka sama saja dengan bunuh diri, sebab pasukan dari tiga penguasa alam 100 pelangi itu sangat kuat.
"terus pantau peperangan itu dari jauh dan laporkan pada ku!" perintah ratu Elfani.
sementara di kekaisaran iblis.
panglima dari masing masing utusan sedang mengobrol santai, karena mereka yakin pasukan mereka dapat menghancurkan pasukan Lin Chen dan Lin Chen sendiri.
__ADS_1
mereka terus mengobrol dan tertawa setelah mendengar berita dari Medan perang jika pasukan mereka menekan pasukan Lin Chen.
Di Medan pertempuran.
pasukan Lin Chen hanya tersisa seratus ribu saja dari 2 juta 910 ribu pasukan, sementara keempat istri Lin Chen sudah tidak bisa bergerak karena luka luka yang mereka alami, begitu juga dengan kedua puluh tujuh bawahan Lin Chen.
Lin Chen yang melihat tidak mempunyai harapan untuk memenangi peperangan didepan mata nya itu, dia berteportasi menuju ke tempat pasukan nya lalu memasukkan mereka semua kedalam dunia jiwa dengan paksa.
kemudian dia berpindah ke tempat para istri nya, namun sesampainya disana, Yin Mei Lin, Huanran dan Ning sudah meregang nyawa, ketiga istri Lin Chen itu tewas, dan hanya menyisakan Lin Yue yang juga terluka parah.
kemarahan Lin Chen semakin memuncak setelah melihat ketiga istri nya tewas di tangan musuh, setelah memasukkan Lin Yue kedalam dunia jiwa, Lin Chen mengamuk sendirian di Medan perang dan membunuh ratusan ribu pasukan musuh, Lin Chen terus mengamuk dan menghancurkan apa saja yang berada didekat nya.
hutan yang tadi nya lebat dengan pepohonan, kini menjadi tandus sejauh ratusan kilo meter, kesepuluh jendral musuh yang melihat Lin Chen menyerang membabi buta itu memerintahkan pasukan mereka untuk mundur.
tapi Lin tidak membiarkan mereka mundur begitu saja, dia terus menyerang mereka dengan kekuatan penuh nya dan membunuh lebih dari 1 juta pasukan musuh, para jendral musuh yang melihat semakin banyak korban dari pasukan mereka, 2 orang dari mereka melesat ke arah Lin Chen dan menghadapi nya.
pertempuran berskala dewa pun terjadi, Lin Chen yang sudah tidak memiliki akal sehat itu terus menyerang kedua jendral musuh tanpa ampun, ledakan demi ledakan terjadi dan membuat ketiga nya terus menerus terlempar ratusan meter jauh nya.
"tenangkan lah diri mu anak muda" ucap sebuah suara yang terdengar di pikiran Lin Chen.
"jika kamu memaksakan diri, kamu tidak akan bisa menyelesaikan tugas mu anak muda" ucap lagi suara itu.
"aku harus membunuh mereka, mereka telah membunuh tiga istri ku, aku tidak akan membiarkan mereka hidup" teriak Lin Chen yang di kuasai amarah.
"bukan nya sudah aku katakan pada mu dulu? takdir mu adalah menjadi penguasa tunggal di alam 100 pelangi, tapi perjuangan mu tidak mudah, dan kamu akan kehilangan orang orang yang kamu cintai" tanya suara itu.
tiba tiba Lin Chen terdiam setelah mendengar ucapan dari suara itu, dan suara itu tidak lain adalah roh leluhur Xu Mingzi.
Lin Chen lalu tertawa histeris.
"Hahahaha...
"Tugas? tugas omong kosong apa yang diberikan pada ku? kenapa aku harus kehilangan mereka? kenapa harus mereka? aku tidak peduli dengan tugas itu, aku harus membunuh mereka semua" teriak Lin Chen yang membuat 10 jendral dan pasukan musuh kebingungan dengan apa yang di ucapkan Lin Chen.
__ADS_1
"baiklah anak muda, aku akan membantu mu untuk menghabisi mereka semua, tapi setelah itu aku akan tertidur selama 100 tahun, karena aku hanya lah sisa jiwa yang kecil, dan kekuatan yang ku miliki saat ini hanya lah 25% dari kekuatan ku yang dulu, sehingga aku akan tertidur jika mengeluarkan kekuatan ku ini" ucap Xu Mingzi.
tanpa menunggu jawaban dari Lin Chen, Xu Mingzi lalu mengambil alih tubuh Lin Chen dan mulai menyerang pasukan musuh.
Booooomm Booooomm Booooomm...
ledakan kembali terjadi ketika Xu Mingzi dalam tubuh Lin Chen menyerang pasukan musuh, kesepuluh jendral itu sangat terkejut dengan kekuatan Lin Chen yang menjadi kuat tiba tiba.
belasan menit kemudian, pasukan musuh berkurang sangat banyak, dan terus berkurang karena terus dibunuh Xu Mingzi yang mengendalikan tubuh Lin Chen.
para jendral yang melihat kekuatan Lin Chen meningkat jauh itu langsung melesat dan menyerang nya bersama sama.
Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm..
ledakan terus terjadi ketika kesepuluh jendral itu menyerang tubuh Lin Chen yang dikendalikan Xu Mingzi dan melempar kesepuluh jendral itu, sementara akibat ledakan itu, ribuan pasukan musuh meledak menjadi kabut darah, sedangkan Xu Mingzi dalam tubuh Lin Chen tidak bergerak dari tempat nya.
"hanya semut seperti kalian ingin melawan ku?
Hahahaha...
"aku tidak akan membiarkan kalian semua pergi dari sini hidup hidup" ucap Xu dalam tubuh Lin Chen.
sementara Lin Chen yang tubuh nya di ambil alih Xu Mingzi, dia hanya terdiam melihat apa yang di lakukan Xu Mingzi.
"kenapa dia tiba tiba menjadi sangat kuat?" tanya seorang jendral yang sudah berdiri dan menggosok darah di mulut nya.
"aku juga tidak tahu jendral, kekuatan nya saat ini melebihi kekuatan panglima kita, kekuatan orang ini jauh lebih kuat" jawab yang lain.
tidak ingin membuang buang waktu, Xu Mingzi yang mengambil alih tubuh Lin Chen terus menyerang pasukan musuh dan membuat mereka menjadi kabut darah, kesepuluh jendral itu berencana untuk melarikan diri, tapi Xu Mingzi dapat membaca rencana mereka dan mengurung mereka dengan formasi penjara.
setelah mengurung kesepuluh jendral itu, Xu Mingzi terus membantai pasukan musuh hingga tidak ada yang bisa melarikan diri, sebab sebelum itu, dia sudah mengurung semua pasukan musuh, sehingga mereka tidak dapat melarikan diri.
setelah membunuh semua pasukan musuh, Xu Mingzi membunuh kesepuluh jendral itu tanpa menyisakan satu pun untuk hidup, Lin Chen yang melihat semua pasukan musuh sudah tidak ada lagi yang tersisa, perlahan dia dapat mengontrol emosi nya dan sedikit lebih tenang.
__ADS_1
beberapa saat kemudian Lin Chen sudah tenang dan sudah tidak dikuasai amarah lagi, lalu Xu Mingzi mengembalikan tubuh Lin Chen dan menghilang entah kemana, namun sebelum Xu Mingzi menghilang, Xu Mingzi mengambil seluruh cincin penyimpanan pasukan musuh dan kesepuluh jendral dan membawa Lin Chen pergi menjauh dari tempat terjadi nya pertempuran, setelah keluar dari wilayah kekaisaran iblis dan berada di sebuah goa, Xu Mingzi mengembalikan tubuh Lin Chen.