Pendekar Petir

Pendekar Petir
Menunjukkan Sedikit Kekuatan


__ADS_3

sesampainya di kamar, Lin Chen langsung duduk mengambil sikap lotus dan menyerap energi langit dan bumi untuk semakin memperkokoh pondasi kultivasi nya, karena dia tidak memiliki kegiatan lain sehingga Lin Chen berkultivasi untuk menunggu hari esok.


keesokan hari nya, Lin Chen membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, lalu dia berdiri dan pergi membersihkan diri, kemudian dia memakai pakaian yang baru dan keluar dari kamar menuju aula pertemuan.


tapi sebelum itu dia mengetuk pintu jendral Zhao, tapi tidak ada suara balasan dari dalam, mungkin jendral Zhao sudah lebih dulu pergi aula pertemuan, lalu Lin Chen juga pergi ke aula pertemuan, beberapa saat kemudian dia sampai di aula.


disana sudah ada banyak mentri dan keenam jendral, lalu Lin Chen memberi hormat pada panglima Jiao, setelah itu panglima Jiao menanyakan kesiapan Lin Chen dan jendral Mou.


"bagaimana dengan persiapan kalian? apa kalian sudah sudah siap bertarung?" tanya panglima Jiao.


"hamba sudah siap panglima" jawab jendral Mou.


"aku juga sudah siap panglima" jawab Lin Chen.


"baiklah, mari kita ke tempat latihan prajurit" ucap panglima Jiao.


"baik panglima" jawab mereka serempak, lalu mereka semua pergi ke lapangan latihan prajurit.


"jendral muda, jendral muda harus berhati hati terhadap jendral Mou" kembali jendral Zhao mengingatkan Lin Chen.


"terima kasih jendral Zhao, tapi jendral Zhao tidak usa khawatir, menghadapi semut seperti dia tidak akan membuat ku sulit" balas Lin Chen sambil tersenyum.


"jendral muda selalu saja bercanda, aku serius jendral muda" ucap jendral Zhao menggeleng kepala nya, dia tidak habis pikir jika Lin Chen begitu santai mengahadapi jendral Mou.


beberapa saat kemudian, mereka semua sudah sampai di lapangan latihan prajurit, dan disana sudah banyak prajurit yang menunggu mereka.


karena prajurit prajurit itu ingin menyaksikan kedua atasan mereka bertarung, mereka bukan hanya menonton, tapi juga bertaruh, dan banyak diantara mereka yang menjagokan ke jendral Mou, sebab kekuatan dan kehebatan jendral Mou sudah mereka lihat sendiri dengan mata kepala di medan perang.


"jendral muda Lin, apa jendral yakin ingin bertarung dengan jendral Mou?" tanya jendral Zhao, karena dia merasa pertarungan mereka berdua tidak adil, sebab dia melihat kekuatan jendral Mou berada jauh diatas Lin Chen.


"jendral Zhao tenang saja, hanya lambaian tangan ku saja sudah membuat jendral sombong itu muntah darah" ucap santai Lin Chen sambil tersenyum.


lagi lagi jendral Zhao kesal dengan jawaban yang dia dapatkan, di khawatirkan malah bercanda" gumam jendral Zhao membatin.


"salam jendral, tiba tiba beberapa komandan yang di rekrut bersamaan dengan Lin Chen mendekati Lin Chen dan menyapa Lin Chen dan jendral Zhao.


Lin Chen dan jendral Zhao tersenyum dan menganggukkan kepala mereka.


"aku yakin jendral akan memenangkan pertarungan ini, karena aku sudah melihat sendiri kekuatan jendral" ucap salah satu komandan dengan serius.


"aku juga yakin jendral akan memenangkan pertarungan ini" timpal yang lain.


"terima kasih komandan, aku akan melakukan yang terbaik agar bisa memenangkan pertarungan ini" balas Lin Chen.


sementara itu, panglima Jiao sudah naik diatas arena, lalu dia menggunakan Qi dan berbicara.


"baiklah, seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa jendral muda Lin akan bertarung melawan jendral Mou, dan yang memenangkan pertarungan itu akan mengambil cincin penyimpanan yang kalah, sementara yang kalah, selain memberikan cincin penyimpanan milik nya, dia juga akan menjadi budak bagi yang menang" ucap panglima Jiao menggema di telinga semua yang ada.


setelah panglima Jiao menyelesaikan pidato nya, para prajurit menjadi riuh, mereka tidak menyangka selain bertarung, kedua jendral mereka juga bertaruh.


"jendral, aku harap jendral tidak menjadi budak jendral Mou" ucap tulus jendral Zhao.


mendengar itu Lin Chen kembali tersenyum, tapi dia juga senang karena jendral Zhao sangat peduli pada nya.


"baiklah, aku minta jendral muda Lin dan jendral Mou naik ke atas arena, karena pertarungan akan segera di mulai, dan mengenai aturan, kalian boleh menyerang bebas, tapi tidak di bolehkan saling membunuh" ucap lanjut panglima Jiao.


lalu Lin Chen dan jendral Mou naik di atas arena, sementara para prajurit dan komandan menjadi riuh, masing masing dari mereka berteriak menjagokan Lin Chen dan jendral Mou.


"harap tenang, dan mari kita lihat pertarungan kedua jendral kita" ucap panglima Jiao menyuruh para komandan dan prajurit untuk diam, lalu dia memandang Lin Chen dan jendral Mou dan berkata.


"kalian boleh menyerang dengan bebas, tapi tidak boleh saling membunuh" ucap panglima Jiao.


"baik panglima" balas Lin Chen dan jendral Mou serempak.


"baiklah, pertarungan antara jendral muda Lin melawan jendral Mou segera dimulai" ucap panglima Jiao, lalu dia melompat turun dari arena dan membuat pelindung agar serangan mereka tidak menyebar keluar.


diatas arena, jendral Mou dan Lin Chen saling memandang satu sama lain, lalu jendral Mou berkata.


"sebaiknya jendral muda menyerah saja dan jadi budak ku" ucap jendral Mou.


"bukan nya jendral sangat ingin menguji kekuatan ku? aku juga ingin lihat sejauh mana kekuatan jendral yang menurut rumor sangat hebat" balas Lin Chen.


"baiklah, terima serangan ku jendral" ucap jendral Mou lalu melepaskan pukulan.

__ADS_1


Booooomm..


terjadi ledakan kuat disaat pukulan jendral Mou dan Lin berbenturan, asap mengepul sehingga menghalangi pandangan semua orang.


semua orang mengira-ngira siapa yang terlempar, beberapa saat kemudian, asap itu mulai menghilang, lalu memperlihatkan Lin Chen masih berdiri kokoh di tempat nya, sementara jendral Mou terlempar dan menabrak dinding pelindung yang di buat panglima Jiao.


Aaaaaaarrg...


teriak kesakitan jendral Mou karena tulang tangan nya patah dan menusuk tembus kulit nya.


"apa?"


semua orang terkejut melihat jendral Mou terlempar, bahkan tulang tangan nya patah dan menembus keluar, tidak ada yang berkata apa apa, mereka semua masih belum sadar dari keterkejutan mereka.


bahkan panglima Jiao, para mentri dan para jendral juga masih belum sadar, setelah beberapa saat, mereka semua kembali ke kesadaran mereka.


"bagaimana bisa?"


pertanyaan itu muncul dibenak semua orang, bahkan jendral Zhao sendiri tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.


seorang kultivator dewa bintang tahap menengah mengalahkan kultivator dewa leluhur tahap puncak hanya dengan satu pukulan.


sementara Lin Chen tidak menghiraukan keterkejutan mereka, dia dengan santai berjalan mendekat ke jendral Mou, lalu dia menunduk di depan jendral Mou dan berkata.


"bagaimana jendral? masih mau melanjutkan pertarungan kita atau menyerah? ternyata kemapuan jendral hanya seperti semut" tanya dan ejek Lin Chen sambil tersenyum tipis.


"bajingan, jangan harap aku akan menyerah begitu saja" ucap jendral Mou lalu mengeluarkan satu butir pil dan menelan nya.


beberapa saat kemudian, tangan nya kembali utuh karena di regenerasi.


"aku belum kalah, ayo kita lanjutkan pertarungan kita" ucap jendral Mou yang marah.


"hanya semut bertingkah gajah, jangan seperti anjing yang hanya bisa menggonggong tapi tapi tidak memiliki gigi untuk menggigit" ucap Lin Chen kembali mengejek.


"bajingan, akan ku bunuh kau" teriak marah jendral Mou dan kembali menyerang Lin Chen, tapi sebelum serangan itu mengenai Lin Chen, Lin Chen sudah lebih dulu membuat telapak tangan lalu menampar jendral Mou.


Plaaak..


terdengar suara tamparan disaat telapak tangan itu menampar wajah jendral Mou dan menerbangkan nya hingga menabrak dinding pelindung kembali.


bunyi ledakan disaat tubuh jendral Mou menabrak dinding pelindung.


Ukhuk ukhuk...


jendral Mou memuntahkan seteguk darah dari mulut nya.


lagi lagi semua orang tercengeng dengan apa yang mereka lihat, hanya sebuah tamparan ringan dari Lin Chen, tapi dapat membuat jendral Mou terbang hingga menabrak dinding pelindung.


ketika Lin Chen ingin menampar jendral Mou yang kedua kali nya, panglima Jiao menghentikan nya.


"cukup jendral muda" ucap panglima Jiao menghentikan Lin Chen.


Lin Chen lalu menghilangkan telapak tangan itu dan berjalan ke arah jendral Mou.


"bagaimana jendral? masih mau melanjutkan?" tanya Lin Chen.


mendengar itu jendral Mou menggertakkan gigi nya, tapi dia juga harus mengakui jika Lin Chen lebih kuat dari nya.


"aku menyerah dan mengaku kalah jendral muda Lin" ucap jendral Mou.


tapi Lin Chen pura pura tidak mendengarnya, lalu dia bertanya, "aku tidak mendengarnya jendral, bisa di ulangi?" ucap Lin Chen bertanya.


"aku menyerah dan mengaku kalah" jawab jendral Mou.


"suara mu terlalu pelan jendral, kuping ku agak bermasalah jadi di keras kan suara jendral" ucap Lin Chen pura pura.


jendral Mou semakin kesal dengan sikap Lin Chen, karena sikap Lin Chen itu mempermainkan nya, tapi dia juga tidak punya pilihan lain, sehingga dia berteriak dengan keras.


"aku Mou Yan mengaku kalah dan menyerah dari jendral muda Lin Chen" ucap jendral Mou dengan keras.


mendengar itu, panglima Jiao menggeleng kepala nya, dia tidak menyangka Lin Chen akan mempermalukan seorang jendral yang terkenal angkuh dan sombong seperti jendral Mou, tapi segera panglima Jiao naik ke atas arena dan berkata.


"pertarungan antara jendral muda Lin dan jendral Mou sudah berakhir, dan pemenang nya adalah jendral muda Lin" ucap panglima Jiao.

__ADS_1


para mentri, jendral, komandan dan prajurit yang menjagokan jendral Mou pun jadi kecewa, kecewa bukan karena kekalahan jendral Mou, tapi mereka kecewa karena kalah dalam taruhan.


"sesuai dengan kesepakatan, jendral Mou akan menyerahkan cincin penyimpanan nya pada jendral muda Lin, dan juga akan melepaskan jabatan nya sebagai jendral" ucap lanjut panglima Jiao.


pemberitahuan itu sontak membuat seluruh komandan dan prajurit terkejut, mereka tidak menyangka jika jendral Mou mempertaruhkan jabatan nya sebagai jendral, tapi segera Lin Chen memotong.


"aku rasa jendral Mou tidak perlu melepaskan jabatan nya, dan juga tidak perlu memberikan cincin penyimpanan nya, aku hanya ingin jendral Mou jangan memandang rendah setiap orang"


"kita semua memiliki kekuatan, dan ada juga yang memiliki kekuatan tinggi tapi tidak ingin orang lain mengetahui nya, sebab orang seperti itu hanya ingin memiliki teman dan sahabat yang tidak melihat dari status dan kekuatan"


"aku aku senang karena mendapatkan teman seperti jendral Zhao yang menganggap ku sebagai teman nya tanpa menilai dari status dan kekuatan ku" ucap Lin Chen panjang lebar.


lalu dia mengeluarkan aura nya hingga ke tahap penguasa bintang 4, langsung saja banyak prajurit dan komandan yang tersungkur karena tidak dapat menahan aura yang di keluarkan Lin Chen.


bahkan panglima Jiao, para mentri dan para jendral juga sangat terkejut dengan aura yang di keluarkan Lin Chen, tapi panglima Jiao dan jendral Zhao sangat senang dengan kekuatan Lin Chen, karena dengan begitu, kekuatan alam 100 pelangi meningkat lagi dengan tambahan kultivator tahap penguasa.


lalu Lin Chen berjalan turun dari arena dan mendekati jendral Zhao yang baru saja terbebas dari aura Lin Chen.


"maafkan aku jendral" ucap Lin Chen ramah pada jendral Zhao.


sementara itu, para komandan dan prajurit yang menjagokan Lin Chen pada sibuk mengambil taruhan mereka pada komandan dan prajurit yang menjagokan jendral Mou.


"ayo kita ke aula pertemuan" ajak panglima Jiao.


"baik panglima" jawab para mentri dan jendral yang ada, tapi belum juga mereka pergi, tiba tiba seorang komandan berlari ke arah mereka dengan nafas yang tersengal-sengal.


"hormat hamba panglima" ucap sang komandan.


"ada apa komandan? apa ada masalah didalam ibukota?" tanya panglima Jiao.


"pasukan daratan merah menyerang wilayah timur dengan jumlah pasukan yang sangat banyak" ucap sang komandan memberi laporan.


"pasukan daratan merah?" tanya panglima Jiao.


"benar panglima, pasukan daratan merah menyerang dari wilayah timur, dan yang memimpin pasukan itu adalah putra mahkota Yun Zheng" jawab komandan.


"baiklah, kamu kembali saja ke gerbang" perintah panglima Jiao.


"baik panglima" jawab komandan lalu kembali ke gerbang timur kota.


"sebaiknya kita bicarakan masalah ini di aula pertemuan" ucap panglima Jiao, lalu mereka semua kembali ke aula pertemuan.


beberapa saat kemudian, mereka sampai di aula pertemuan, lalu mereka semua duduk di tempat mereka masing masing.


"siapa yang akan memimpin pasukan dan menghadapi pasukan daratan merah?" tanya panglima Jiao yang sudah berada di singgasana.


semua orang terdiam, karena mereka semua tahu kekuatan daratan merah, dimana Kekuatan daratan merah sedikit berada di atas kekuatan alam 100 pelangi, di tambah lagi pasukan alam 100 pelangi menurun drastis akibat kekalahan mereka di penyerangan pulau terbang.


"bagaimana dengan mu jendral muda Lin?" tanya panglima Jiao.


mendapat pertanyaan itu, Lin Chen tidak langsung menjawab, dia masih kelihatan berpikir sebentar, setelah berpikir beberapa saat, Lin Chen membuka suara.


"aku siap memimpin pasukan, tapi masih berapa banyak pasukan yang kita miliki saat ini?" tanya Lin Chen, karena tidak mungkin dia menggunakan pasukan nya.


Lin Chen juga tidak mungkin mengeluarkan kekuatan asli nya, karena jika dia menggunakan kekuatan asli, sudah pasti nama nya akan tersebar sehingga penguasa 4 alam akan merasa terancam, jika hal itu terjadi, sudah pasti perang yang lebih besar lagi akan terjadi.


mendapat pertanyaan itu, panglima Jiao terdiam, karena saat ini pasukan alam 100 pelangi sudah tidak sampai 6 juta, dan kekuatan mereka adalah yang terendah, karena pasukan terkuat alam 100 pelangi sudah di bantai di pulau terbang.


"saat ini pasukan alam 100 pelangi hanya tersisa 5 juta, mereka adalah pasukan terlemah, dan jujur saja, kekuatan pasukan daratan merah sedikit berada di atas kita, karena kekuatan mereka hampir mengimbangi pasukan alam agung dan alam nirwana" jawab panglima Jiao jujur.


karena dia tidak ingin menjebak jendral baru nya itu, apa lagi jendral baru nya itu adalah jenius yang hanya ada 10.000 tahun sekali.


mendengar itu Lin Chen memutar otak nya, tujuan nya ke alam 100 pelangi ini karena untuk menyatukan semua pecahan alam 100 pelangi yang tersebar dimana mana.


"baiklah aku yang akan memimpin pasukan, berapa lama kami akan sampai di wilayah timur?" tanya Lin Chen, karena semakin lama dalam perjalanan, maka semakin banyak rakyat yang menjadi korban.


******


Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


apalagi kalau tips 😁😁😁

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2