Pendekar Petir

Pendekar Petir
Kota Embun


__ADS_3

Lin Chen, Lin Yue dan Yin Mei Lin kini terbang menuju ke istana, ketika hari sudah sore, mereka bertiga beristirahat di hutan.


"kalian tunggu disini, aku akan berburu untuk makan malam kita" ucap Lin Chen kemudian melesat ke dalam hutan.


30 menit kemudian, Lin Chen kembali dengan membawa seekor kijang yang sudah di bersihkan, setelah membakar dan mereka makan, mereka berkultivasi untuk mengisi Qi mereka kembali.


keesokan hari nya, mereka melanjutkan perjalanan, sepanjang perjalanan mereka terus mengobrol dan tertawa.


5 hari kemudian.


menjelang sore, Lin Chen mendengar suara pertempuran dari jauh, Lin Chen membawa kedua kekasih nya itu untuk mengintip pertempuran itu, dari jauh Lin Chen, Lin Yue dan Yin Mei Lin melihat sekelompok bandit yang menyerang para pedagang, dan pengawal yang disewa pedagang itu sudah terbunuh banyak dan menyisakan 5 orang saja.


"apa kita membantu mereka Gege?" tanya Yin Mei Lin.


"kalian bantu mereka, aku sedang malas" jawab Lin Chen.


***


sementara itu.


kabar tentang musnah nya sekte sekte besar aliran hitam sudah menyebar luas di seluruh kota dan desa di wilayah kekaisaran Shong.


kaisar Jian yang mendengar kabar itu sangat senang, apa lagi mendengar sekte gunung petir yang menghancurkan sekte sekte besar aliran hitam itu.


sementara Huanran yang mendengar itu jadi geram dan marah, sebab Lin Chen memerangi sekte aliran hitam tanpa mengajak nya.


kaisar Jian yang melihat ekspresi Huanran seperti itu hanya tersenyum.


Di tempat tempat rumah makan, restoran dan penginapan, semua orang membicarakan kehancuran sekte sekte aliran hitam dan kehebatan sekte gunung petir.


para Patriak sekte sekte besar aliran putih dan bangsawan yang mendengar itu, mereka semakin takjub dengan sosok Lin Chen yang menghancurkan sekte sekte aliran hitam itu.


mereka semakin mengagumi nya, orang orang di setiap kota dan desa sangat penasaran dengan sosok Lin Chen, dan mereka sangat ingin anak anak mereka dapat masuk ke dalam sekte gunung petir agar nama keluarga mereka juga ikut naik dan di hormati orang orang.


Lin Chen yang tidak tahu menahu soal diri nya dan sekte nya menjadi topik utama di kekaisaran Shong itu hanya menonton Lin Yue dan Yin Mei Lin menghajar para bandit yang merampok pedagang di jalan.


"ma-maafkan kami nona" ucap pemimpin bandit itu dengan terbata bata.


"apa kalian membiarkan korban korban kalian jika mereka minta maaf?" tanya Yin Mei Lin dengan sorot mata yang tajam.


tanpa pikir panjang, Lin Yue langsung menebas leher pemimpin bandit itu dan kepala nya jatuh ke tanah.


"terima kasih karena sudah menolong kami nona" ucap pemimpin pengawal yang mengawal para pedagang itu dengan menangkupkan tangan nya.


"sama sama tuan, kebetulan kami melewati tempat ini dan melihat kalian di serang" balas Yin Mei Lin dengan ramah.


"jika boleh tahu, ke arah mana ya istana kekaisaran?" tanya Yin Mei Lin.


"ke arah timur nona, dan masih jauh dari sini, kebetulan kami akan menuju ke kota Embun yang berada di arah timur, bagaimana jika nona ikut kami saja?" tawar salah satu pedagang yang keluar dari kereta kuda.


Yin Mei Lin tidak menjawab tapi dia berbalik dan melihat ke arah Lin Chen, Lin Chen yang menyadari itu langsung turun dari atas pohon.


"ada apa Lin'er?" tanya Lin Chen.

__ADS_1


"bagaimana jika kita ikut dalam rombongan ini gege?" karena tujuan kita searah" tanya Yin Mei Lin.


"tidak masalah" balas Lin Chen.


kemudian Lin Chen, Lin Yue dan Yin Mei Lin di berikan masing masing kuda dari pengawal yang sudah terbunuh dan mereka melanjutkan perjalanan.


sepanjang jalan, mereka kadang di serang hewan buas tingkat 3-6, tapi dengan mudah di bunuh Lin Chen, Lin Yue dan Yin Mei Lin.


selama 3 hari mereka melakukan perjalanan, menjelang sore, mereka tiba di kota Embun, setelah sampai di gerbang kota, terlihat antrian yang sangat panjang, setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Lin Chen dan rombongan nya masuk ke dalam kota setelah membayar 6 keping emas.


"baiklah, kita berpisah disini saja" ucap Lin Chen dengan ramah kepada para pedagang itu.


"terima kasih tuan muda" balas salah satu dari mereka.


kemudian Lin Chen membawa kedua kekasih nya itu mencari penginapan, sepanjang jalan, mereka terus di perhatikan orang orang, mereka di perhatikan karena ketampanan Lin Chen dan kecantikan Lin Yue dan Yin Mei Lin.


"mereka seperti dewa dan Dewi yang turun" ucap seseorang


"iya, sangat tampan dan cantik" timpal yang lain.


Lin Chen dan kedua kekasih nya yang mendengar itu hanya tersenyum dan terus berjalan.


Minggir minggir minggir...


dari arah belakang, terdengar seseorang berteriak menyuruh orang orang di jalan untuk menepi, karena ada sebuah kereta kuda yang lewat.


tapi Lin Chen, Lin Yue dan Yin Mei Lin tidak menghiraukan itu dan terus berjalan di tengah jalan.


"Hei bocah, apa kamu tidak mendengar?" bentak seorang prajurit kota pada Lin Chen.


"apa ada yang salah prajurit?" tanya Lin Chen.


"cepat menyingkir dari jalan, tuan muda Li mau lewat" bentak prajurit itu.


tapi Lin Chen tidak memperdulikan ucapan prajurit itu dan berbalik dan melanjutkan perjalanan nya.


tapi sebelum Lin Chen dan kedua kekasih nya melanjutkan perjalanan.


tuan muda Li sudah turun dari kereta kuda, karena dia melihat Lin Yue dan Yin Mei Lin yang begitu cantik.


"serahkan kedua gadis itu baru kamu boleh pergi" ucap tuan muda Li menahan Lin Chen.


Lin Chen yang mendengar itu hanya tersenyum, "jadi kamu menginginkan mereka berdua?" tanya Lin Chen.


tuan muda Li tidak menjawab Lin Chen, "nona nona, bagaimana jika malam ini kita bersenang-senang?" tanya tuan muda Li dengan menjilat bibir nya.


Lin Yue dan Yin Mei Lin tidak menjawab dan melanjutkan perjalanan mereka. mencari penginapan.


melihat mereka pergi begitu saja, membuat tuan muda Li menjadi marah.


"tangkap mereka dan seret mereka ke hadapan ku" perintah tuan muda Li kepada pengawal nya.


begitu para pengawal ingin menyentuh Lin Chen dan kedua kekasihnya, tangan mereka semua sudah terlepas dari tempat nya.

__ADS_1


Aaaaaaarrg aaaaaaarrg aaaaaaarrg.


teruskan kesakitan dari para pengawal.


"jangan coba coba menyentuh wanita ku" ucap Lin Chen dengan tatapan yang tajam.


tuan muda Li semakin marah dan menyerang Lin Chen.


Buk.


kaki tuan muda Li putus begitu saja tanpa tahu siapa yang memotong nya.


Aaaaaaarrg aaaaaaarrg aaaaaaarrg...


teriakan demi teriakan yang dikeluarkan tuan muda Li begitu kaki nya putus.


para pejalan kaki yang melihat itu merasa senang, karena selama ini tuan muda Li selalu menindas mereka, mereka sangat ingin membalasnya, tapi mereka tidak berani, sebab ayah tuan muda Li adalah tuan kota.


Di istana kota.


"lapor tuan kota, tuan muda Li salah menyinggung orang dan kaki tuan muda Li di potong sama orang itu" lapor salah seorang prajurit.


"Brak..


"kurang ajar, bajingan siapa yang berani menyakiti anak ku?" tanya tuan kota dengan marah.


"A-aku tidak tahu tuan kota" jawab prajurit itu.


"kumpulkan semua prajurit dan ikut aku" perintah tuan kota.


beberapa saat kemudian tuan kota sampai di tempat kejadian, dia melihat anak nya yang sudah tidak mempunyai kaki itu menjadi sangat murka.


"bajingan mana yang berani menyakiti anak ku?" teriak tuan kota dengan suara lantang.


"aku" jawab santai Lin Chen yang berada tidak jauh dari tuan kota.


"siapa kamu? kenapa kamu menyakiti anak ku?" tanya lagi tuan kota yang menatap tajam Lin Chen.


"oh iya, kenalkan nama ku Lin Chen" jawab Lin Chen santai.


Deg...


tuan kota langsung katakutan mendengar nama Lin Chen, kaki nya gemetar dan dahi nya sudah berkeringat dingin.


"Li-Lin Chen?" tanya tuan kota dengan ketakutan.


"iya aku Lin Chen dari sekte Gunung Petir" jawab Lin Chen dengan jujur.


"Am-ampun Patriak Lin, hamba tidak tahu jika itu adalah anda" ucap tuan kota dengan ketakutan.


"aku hanya meminta mu untuk mengajari anak mu dengan baik, ajari dia bagaimana jadi orang yang baik, jangan mengandalkan latar belakang untuk menindas orang lain" ucap Lin Chen menatap tajam tuan kota.


"Ba-baik Patriak" jawab terbata bata tuan kota.

__ADS_1


"baru dia pil itu, dan ajari anak mu dengan baik, jika aku masih melihat dia bertindak semena-mena di kemudian hari, bukan hanya dia saja yang aku hancurkan, tapi juga diri mu dan semua keturunan mu" ancam Lin Chen dan memberikan puluhan pil restorasi untuk meregenerasi kaki tuan muda Li dan beberapa prajurit kota.


"terima kasih Patriak" ucap tuan kota dengan gugup karena di ancam Lin Chen.


__ADS_2