Pendekar Petir

Pendekar Petir
Pembantaian Selesai


__ADS_3

30 menit kemudian, semua pasukan alam 100 pelangi di bantai habis oleh pasukan Lin Chen, meski pasukan Lin Chen banyak yang mengalami luka luka, tapi tidak ada yang terbunuh, sebab Lin Chen langsung menyuruh mereka mundur jika terluka.


"kalian telah berani menghalangi kesempatan ku untuk mendapatkan permata hijau dari kaisar Liu Bei, maka aku tidak akan mengampuni kalian" ucap Lin Chen menatap tajam jendral Guo, jendral Ma dan jendral xio.


ketiga jendral yang mendengar ancaman itu menelan ludah pahit, apa hubungannya serangan mereka sama gagal mendapatkan permata hijau? itulah yang ada di pikiran ketiga jendral itu.


"a-ampuni kami tuan, kami tidak tahu jika kaisar Liu Bei akan memberi anda permata hijau" jawab jendral Ma terbata bata.


"kamu pikir dengan kamu meminta maaf, permata hijau itu akan di berikan pada ku?" ucap kesal Lin Chen.


tapi tiba tiba jendral yang bertugas di benteng itu datang menyapa Lin Chen dan mengucapkan terima kasih pada Lin Chen.


"salam tuan muda, terima kasih sudah membantu kami melawan mereka" ucap sang jendral ramah sambil menangkupkan tangan nya.


"tidak apa apa jendral, aku hanya marah saja karena kesempatan ku untuk memenangkan turnamen dan mendapatkan permata hijau gagal karena ketiga cecunguk ini menyerang pulau terbang" ucap Lin Chen membalas ramah juga.


mendengar jika Lin Chen gagal memenangkan turnamen Alkemis itu membuat sang jendral agak bingung, tapi dia segera ingat jika di ibukota di adakan turnamen Alkemis.


"maafkan aku tuan muda, jika boleh tahu, dengan siapa tuan muda ini?" tanya sang jendral.


"oh maaf jendral, aku lupa mengenalkan nama, nama ku Lin Chen" jawab Lin Chen ramah.


"nama ku Dai Zhong tuan muda" ucap Dao Zhong.


setelah mereka berbincang bincang sebentar, Lin Chen membuka dunia membuka dunia jiwa dan memasukkan semua pasukan nya ke dalam dunia jiwa dan menyuruh mereka beristirahat.


hal itu membuat jendral Dao Zhong dan kega jendral alam 100 pelangi itu terkejut, mereka baru tahu jika pasukan yang tiba tiba muncul tadi berasal dari dunia.


"perintahkan pada prajurit mu untuk mengambil cincin penyimpanan mereka semua jendral, sayang jika tidak di ambil" ucap Lin Chen pada jendral dan membuyarkan nya dari lamunan.


"Eeehh.., baik tuan muda" jawab jendral Dao Zhong lalu memberi perintah pada semua pasukan nya untuk mengambil semua cincin penyimpanan dari para pasukan alam 100 pelangi yang sudah tewas.


ketika mereka semua asik mengobrol, kaisar Liu Bei dan pasukan nya muncul di belakang mereka.

__ADS_1


Whush.... Whush... Whush...


kaisar Liu Bei, jendral Fan Lao dan beberapa jendral lain nya muncul di dekat Lin Chen, jendral Dao Zhong dan ketiga jendral alam 100 pelangi itu.


kaisar, para jendral dan pasukan yang baru datang itu sangat terkejut melihat puluhan juta pasukan alam 100 pelangi yang sudah menjadi tumpukkan mayat di atas benteng mereka.


"Dao Zhong memberi hormat pada yang mulia" ucap jendral Dao Zhong dalam posisi berlutut.


"salam kaisar" ucap Lin Chen yang hanya menundukkan kepalanya dan menangkupkan tangan nya.


"lancang" teriak salah satu jendral yang berada di belakang kaisar Liu Bei.


tapi segera dihentikan kasiar Liu Bei, lalu kaisar Liu Bei menyuruh jendral Dao Zhong berdiri


"berdirilah jendral, dan ceritakan pada ku apa yang terjadi, kenapa perang sudah selesai?" tanya kaisar Liu Bei yang sangat penasaran.


sejenak jendral Dao Zhong memandang Lin Chen, tapi Lin Chen menganggukkan kepalanya tanda menyuruh jendral Dao Zhong menceritakan kejadian yang terjadi di peperangan tadi.


lalu jendral Dao Zhong mulai bercerita dari awal mereka bertempur dengan pasukan alam 100 pelangi, lalu tiba tiba muncul pasukan yang berjumlah hampir 6 juta orang, lalu mulai membantai pasukan alam 100 pelangi dan menangkap 3 jendral mereka.


terutama jendral yang sempat membentak Lin Chen tadi, dia berkeringat dingin dengan tubuh gemetar, Lin Chen yang melihat itu hanya menggeleng kepala nya saja.


"lalu dimana pasukan tuan muda berada?" tanya kaisar Liu Bei penasaran.


"aku sudah menyuruh mereka kembali untuk memulihkan diri" jawab santai Lin Chen.


sejenak kaisar Liu Bei mengenal Lin Chen, lalu dia perhatikan wajah dan jubah yang dipakai Lin Chen.


"bukan kah tadi tuan muda juga menjadi salah satu peserta turnamen Alkemis?" tanya kaisar memastikan.


"benar kaisar, tapi begitu kaisar mengumumkan tentang alam 100 menyerang, aku langsung berteportasi kesini, tapi sebelum itu aku sempat bertemu dengan jendral Fan Lao di gerbang ibu kota" jawab Lin Chen lalu memandang jendral Fan Lao.


jendral Fan Lao yang mendengar itu langsung ingat dengan pemuda yang ada di depan nya itu, dia tidak menyangka jika pemuda yang dia khawatirkan tadi memiliki kekuatan yang lebih kuat dari yang dia lihat tadi, karena pertemuan mereka di gerbang ibukota, Lin Chen hanya berada di dewa kuno, tapi saat ini dia melihat jika Lin Chen berada di dewa pencipta.

__ADS_1


"benar yang mulia, tadi hamba bertemu dengan tuan muda di gerbang ibukota, dan hamba sempat meminta tuan muda untuk berhati hati, tapi siapa sangka justru tuan muda lah yang menyelamatkan pulau terbang dari pasukan alam 100 pelangi" ucap jendral Fan Lao membenarkan ucapan Lin Chen.


"terima kasih tuan muda, karena tuan muda sudah menyelamatkan pulau terbang, jika saja tidak ada tuan muda, mungkin saat ini sudah banyak penduduk pulau terbang yang menjadi korban" ucap ramah kaisar Liu Bei menangkupkan tangan nya dan sedikit membukukkan badan.


"tidak perlu formal seperti itu kaisar, bagaimana pun juga aku sangat kesal pada mereka, karena mereka sudah menghalangi ku mendapat permata hijau di turnamen Alkemis itu" jawab Lin Chen.


mendengar itu kaisar Liu Bei hampir muntah darah, hanya menghalangi mendapatkan permata hijau saja dia dan pasukan nya membantai lebih dari 20 juta pasukan alam 100 pelangi yang bahkan pasukan pulau terbang saja tidak bisa melakukan itu.


"jadi tuan muda mengikuti turnamen itu hanya karena ingin mendapatkan permata hijau saja?" tanya kaisar Liu Bei memastikan.


"benar kaisar, aku mengikuti turnamen itu hanya ingin mendapatkan permata hijau itu, ada pun menikah dengan tuan putri Qiao Yu, aku tidak berminat, karena aku sudah memiliki istri" jawab jujur Lin Chen.


mendengar kejujuran Lin Chen itu membuat wajah kaisar Liu Bei berubah masam, karena dia berharap orang sekuat Lin Chen dan mempunyai kekuatan tersembunyi yang menakutkan itu dapat menjadi menantu nya, tapi harapan nya itu sirna.


"jika kaisar tidak percaya aku sudah mempunyai istri, aku akan memanggil istri ku sekarang" ucap Lin Chen lalu membuka gerbang dunia jiwa dan mengeluarkan Lin Yue.


Whsuh...


Lin Chen muncul di samping Lin Chen, "Gege" panggil Lin Yue yang kebingungan, sebab tadi dia tidak ikut dalam peperangan, sehingga dia bingung melihat pemandangan saat ini.


"Yue'er, kenalkan kaisar Liu Bei, kaisar, kenalkan istri ku Lin Yue" ucap Lin Chen mengenalkan mereka.


"salam kaisar, aku Lin Yue, istri Chen Gege" ucap Lin Yue mengenalkan diri.


"salam nona muda, aku Liu Bei, kaisar pulau terbang" balas kaisar Liu Bei dengan wajah yang kecewa.


"tuan muda, lalu bagaimana dengan ketiga jendral itu" tanya kaisar Liu Bei sambil menunjuk 3 jendral alam 100 pelangi.


"aku serahkan pada kaisar" jawab santai Lin Chen.


lalu kaisar menyuruh salah satu jendral nya untuk membawa mereka dan masukkan mereka ke penjara bawah tanah.


setelah itu kaisar mengundang Lin Chen ke istana, dan Lin Chen juga setuju pergi ke istana, karena dia juga ingin mendapatkan permata hijau itu.

__ADS_1


lalu Lin Chen membuat gerakan tangan dan merobek ruang menuju ke gerbang ibukota Kekaisaran pulau terbang, setelah itu satu persatu dari mereka masuk kedalam portal itu dan menghilang.


__ADS_2