Pendekar Petir

Pendekar Petir
Meninggalkan Istana


__ADS_3

"apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kami bertiga tidur seranjang tanpa busana?" gumam Ling Ling membatin.


lalu Ling Ling berusaha berdiri untuk memakai pakaian nya kembali, tapi karena gerakan nya membuat Lin Chen dan Lin Yue terbangun dari tidur mereka dan melihat Ling Ling yang menahan sakit dari raut wajah nya, Lin Chen yang tahu jika Ling Ling merasakan sakit di daerah kewanitaan nya pun langsung bangun dan menggendong Ling Ling ke kamar mandi, sementara Lin Yue hanya tersenyum melihat hal itu.


Lin Chen yang tiba tiba menggendong Ling Ling pun sontak membuat Ling Ling terkejut, karena saat ini ada seorang pemuda tampan yang tanpa sehelai benang pun menggendong nya dalam keadaan tanpa busana juga, sungguh dia sangat malu dengan keadaan itu, karena selama ini belum ada seorang pria pun yang menyentuh kulit nya, apa lagi melihat tubuh polos nya tanpa penutup apa pun, Ling Ling pun membenamkan wajahnya kedalam dada bidang Lin Chen karena malu.


begitu mereka sampai di kamar mandi, Lin Chen meletakkan Ling Ling di bak mandi lalu mengalirkan air dan menaburi bunga lalu berjalan keluar dan meninggalkan Ling Ling, lalu Lin Chen kembali menggendong Lin Yue dan membawa Lin Yue ke kamar mandi dan menaruh Lin Yue di bak mandi yang sama dengan Ling Ling.


lagi lagi Ling Ling terkejut dengan apa yang di lihat nya, lalu Lin Chen memandikan kedua istri nya itu, sementara Ling Ling hanya diam saja karena masih bingung dengan keadaan, karena sentuhan tangan lembut Lin Chen yang menjelajahi setiap lekuk tubuh mereka berdua, Lin Yue dan Ling Ling tidak dapat menahan gejolak mereka dan menyerang lin Chen bersamaan, meski terlihat malu malu, tapi Ling Ling sudah menebak jika Lin Chen adalah suami nya, karena tidak mungkin kaisar Ming Xiao membiarkan seorang pemuda memasuki kamar anak nya begitu saja, apa lagi Ling Ling dapat melihat isi kamar nya yang penuh dengan hiasan pengantin.


karena di serang kedua istri nya bersamaan, Lin Chen melanjutkan aksi nya dan akhir nya mereka melakukan hubungan suami istri di dalam bak mandi itu, terdengar suara ******* dan erangan yang keluar dari mulut Lin Yue dan Ling Ling dengan nafas yang memburu, 1 jam kemudian mereka selesai melakukan nya dan ketiga nya sama sama mencapai puncak nya.


selesai membersihkan diri, ketiga nya memakai pakaian mereka dan turun ke ruang makan untuk sarapan, di meja makan kaisar Ming Xiao sudah menunggu mereka, ketika melihat ketiga anak muda turun dari kamar mereka, terlihat senyuman indah di wajah cerah kaisar Ming Xiao, karena anak satu satu nya sudah sembuh dari penyakit yang di derita nya selama ini, dan yang membuat kaisar Ming Xiao agak terkejut adalah tingkat kultivasi Ling Ling meningkat melewati 1 rana, kultivasi Ling Ling yang awal nya kaisar dewa tahap menengah, sekarang sudah berada di rana semi abadi tahap puncak.


"pagi ayah, pagi ayah mertua, pagi paman" ucap Ling Ling, Lin Chen dan Lin Yue.


"pagi juga, ayo kita sarapan" ucap kaisar Ming Xiao dengan wajah yang sangat ceria.

__ADS_1


lalu keempat orang yang berbeda jenis kelamin dan usia itu pun memulai sarapan pagi mereka yang penuh dengan kebahagiaan.


"ayah mertua, seminggu lagi aku, Yue'er dan Ling'er akan melakukan perjalanan, kami ingin berpetualangan dan menginjakkan kaki di seluruh alam kegelapan ini" ucap Lin Chen yang sudah selesai sarapan.


kaisar Ming Xiao yang mendengar itu hanya diam saja, sebab dia sudah bisa menebak nya jika Lin Chen akan pergi dengan secepat nya.


"aku tidak bisa menahan kalian pergi, dan meski pun kekuatan mu sangat kuat saat ini, tapi berhati hati lah diluar sana, sebab ada banyak orang licik" ucap kaisar Ming Xiao mengingatkan.


"aku akan selalu berhati hati ayah mertua, dan aku akan menjaga Yue'er dan Ling'er dengan nyawa ku" balas Lin Chen.


setelah sarapan, Lin Chen, Lin Yue dan Ling Ling kembali ke kamar mereka, sementara kaisar Ming Xiao pergi ke aula pertemuan.


Lin Chen dan kedua istri nya kini sudah berada di luar kota dan melesat ke arah barat Kekaisaran dengan menunggangi Ryan Zhu, sepanjang jalan mereka berbincang bincang ringan, meski pun belum ada cinta diantara Lin Chen dan Ling Ling, tapi hal itu tidak membuat mereka merasa canggung, karena bagaimanapun juga mereka sudah sering melakukan hubungan suami istri setiap malam, sebenarnya Ling Ling sudah jatuh cinta pada Lin Chen, tapi dia tidak berani mengungkap perasaan nya itu, tapi tidak dengan Lin Chen, karena Lin Chen belum merasakan perasaan cinta pada Ling Ling.


3 hari kemudian mereka beristirahat di sebuah gunung yang pepohonan nya sangat lebat, sebenarnya Ryan Zhu tidak kelelahan, tapi karena Lin Chen ingin singgah sebentar untuk bersantai sehingga dia menyuruh Ryan Zhu turun ke gunung itu, setah mendarat, Ryan Zhu merubah wujud nya menjadi seorang pemuda yang cukup tampan menurut Lin Chen dan kedua istri nya.


lalu Lin Chen menyuruh Ryan Zhu untuk pergi berburu untuk makan malam mereka, karena hari sudah sore, sedangkan Lin Chen sendiri mengumpulkan kayu bakar, 30 menit kemudian Ryan Zhu kembali dengan membawa seekor kijang yang sudah dia bersihkan, Lin Chen mengambil kijang itu lalu membakar nya, setelah selesai mereka makan malam, Lin Chen membuat formasi penjara dan membuka gerbang dunia jiwa dan mereka masuk ke dalam dunia jiwa.

__ADS_1


Whush.. Whush... Whush...


Lin Chen, Lin Yue, Ling Ling dan Ryan Zhu muncul di depan istana naga.


Ling Ling yang pertama kali sampai di dunia jiwa itu terkejut dengan energi langit dan bumi yang ada di dunia jiwa, dia terkagum kagum dengan apa yang dia lihat saat ini.


"kita berada dimana Gege?" tanya Ling Ling penasaran.


"kita ada di dunia jiwa Ling'er" jawab Lin Chen lalu menceritakan tentang dunia jiwa pada Ling Ling dengan secara detail, lalu Lin Chen dan kedua istri nya masuk kedalam istana naga, sementara Ryan Zhu sudah kembali ke kediaman para bawahan Lin Chen yang lain.


"penguasa muda, penguasa putri" ucap ketiga puluh bawahan Lin Chen dalam posisi berlutut saat Lin Chen, Lin Yue dan Ling Ling masuk kedalam istana.


lagi lagi Ling Ling terkagum kagum dengan isi Istana, istana yang di dominasi warna emas dan hampir setiap sudut di pasangi batu mistik dan batu roh.


"bangun lah! hormat kalian aku terima, kalian semua, perkenalkan Ling'er istri ku" ucap Lin Chen.


"hormat kami penguasa putri" ucap kembali ketiga puluh bawahan Lin Chen berlutut memberi hormat pada Ling Ling.

__ADS_1


Ling Ling hanya tersenyum dan menyuruh mereka semua berdiri.


"bangunlah! hormat kalian aku terima" ucap Ling Ling.


__ADS_2