Pendekar Petir

Pendekar Petir
Pedang Tingkat Suci


__ADS_3

setelah itu Lin Chen meleburkan 10 buah pedang dengan api abadi milik nya, perlahan sepuluh bilah pedang itu meleleh satu persatu dan mencair, lalu Lin Chen membuat formasi dan menumpahkan cairan itu kedalam formasi yang sudah dibuat nya, beberapa saat kemudian muncul sebilah pedang berwarna biru dengan kekuatan yang sangat mengerikan, melihat itu Lin Chen tersenyum senang dengan karya nya sendiri.


setelah itu kembali Lin Chen mengeluarkan 10 pedang dan melakukan hal yang sama, ketika sudah 7 bilah pedang yang dia buat dari 70 pedang, Lin Chen menghentikan kegiatan nya lalu menyuruh setiap 10 roh masuk kedalam 1 bilah pedang, Yuan Bing, Ma Jong dan Tan Tao masuk di pedang yang sama, ketujuh pedang itu semua berwarna biru, jadi Lin Chen memberi ketujuh pedang itu pedang langit biru.


dengan ketujuh pedang ini Lin Chen dapat menguasai seluruh alam semesta, sebab ketujuh pedang itu berada di tingkat suci, tingkatan yang lebih tinggi dari tingkat semesta, sementara kedelapan pedang yang tersisa itu Lin Chen meleburkan dan menjadikan 4 bilah pedang, Lin Chen berencana memberikan 2 bilah pada kedua istri nya, sedangkan dia sendiri akan memakai 7 bilah pedang dan mengontrol nya dari jauh bila terjadi pertempuran.


keempat bilah pedang itu masih berada di tingkat semesta, hanya saja kekuatan nya jauh lebih kuat dari sebelum dilebur, selesai Lin Chen memasukan semua roh ke dalam pedang pedang itu, Lin Chen membuat segel tangan dan menyegel mereka kembali, tapi sebelum itu Lin Chen menggunakan satu teknik untuk para roh, sehingga para roh dapat berkomunikasi satu sama lain di dalam cincin penyimpanan.


setelah itu Lin Chen kembali ke kamar nya dan beristirahat, dia sangat kelelahan karena 10 hari penuh dia meleburkan pedang pedang tingkat semesta untuk dijadikan beberapa bilah pedang, hal itu menguras kekuatan spiritual nya sehingga dia sangat kelelahan, sesampainya dikamar, Lin Chen langsung membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya diatas kasur.


tiga hari kemudian Lin Chen membuka mata nya, tapi disaat dia membuka mata, ternyata hari sudah malam, dan kedua istrinya juga tertidur disamping kiri dan kanan nya, lalu Lin Chen mencium kening kedua istri nya itu dan melanjutkan tidur nya, pagi harinya ketiga nya bangun lalu membersihkan diri, selesai membersihkan diri, Lin Chen dan kedua istri nya keluar kamar untuk sarapan.


"Yue'er, kamu temani lah Ling'er berlatih disini, aku yang akan melanjutkan perjalanan, nanti aku sering sering kembali disini" ucap Lin Chen yang sudah selesai sarapan.


"baik Gege" jawab Lin Yue.


lalu Lin Chen memberikan kedua istrinya itu masing masing satu bilah pedang.


"pedang apa ini gege? aku dapat merasakan kekuatan yang mengerikan dari pedang ini" tanya Lin Yue bersemangat.


"aku tidak tahu mau memberikan nama apa pada pedang pedang ini, tapi pedang pedang ini berada di tingkat semesta" jawab Lin Chen.


Lin Yue dan Ling Ling yang mendengar pedang pedang itu adalah pedang tingkat semesta langsung gemetar, mereka tidak menyangka pedang yang sangat mustahil di temukan itu ada di depan mereka, Lin Yue yang tidak dapat menahan kegembiraan nya langsung melompat lompat seperti anak kecil yang di kasih permen.


setelah itu Lin Chen pergi tempat para pasukan nya, sesampai nya disana dan melihat kekuatan pasukan nya yang meningkat pesat, membuat Lin Chen tersenyum bangga pada mereka, lalu Lin Chen pergi dari situ dan keluar dari dunia jiwa.


Whush...

__ADS_1


Lin Chen muncul di dunia luar dan melihat Zi Long, Bai Long dan Lin Han yang berada tidak jauh dari nya.


"penguasa muda" ucap ketiga bawahan nya dengan posisi berlutut.


"kalian masuklah, aku akan melanjutkan perjalanan" ucap Lin Chen lalu membuka gerbang dunia jiwa lalu ketiga bawahan nya masuk, kemudian Lin Chen mengeluarkan Ryan Zhu.


Whush...


"penguasa muda" ucap Ryan Zhu.


"kita lanjutkan perjalanan" ucap Lin Chen.


lalu Ryan Zhu merubah wujud nya menjadi Griffin dan membawa Lin Chen di punggung nya dan melanjutkan perjalanan mereka, 3 hari kemudian menjelang sore, dari kejauhan Lin Chen melihat sebuah kota yang cukup besar, lalu Lin Chen menyuruh Ryan Zhu mendarat 500 meter dari kota, setelah Ryan Zhu mendarat, Lin Chen turun dari punggung nya dan memasuki kota, sementara Ryan Zhu sudah kembali ke dunia jiwa.


"identitas nya tuan muda" ucap penjaga gerbang dengan ramah.


"Patriak Lin?" panggil sebuah suara yang sangat lembut dari arah belakang Lin Chen.


Lin Chen lalu membalikkan badan nya dan melihat siapa yang memanggilnya, ketika dia membalikkan badan nya, Lin Chen dapat melihat seorang gadis cantik yang pernah dia tolong di dimensi monster waktu itu.


"salam patriak Lin" ucap gadis cantik itu.


"nona Yuwei?


"benar patriak Lin, aku Qing Yuwei" balas Yuwei dengan senyum manis nya.


penjaga gerbang yang melihat Yuwei menyapa Lin Chen dengan sangat ramah dan hormat itu membuat nya terkejut, karena setahu mereka, putri tuan kota mereka ini sangat dingin sama siapa saja, tapi di depan nya saat ini putri tuan kota yang terkenal dingin dan jutek itu sangat dekat dengan seorang pemuda yang tidak dia kenal.

__ADS_1


"mari patriak Lin" ucap Yuwei mengajak Lin Chen masuk ke dalam kota.


sementara penjaga gerbang itu memberi hormat pada Yuwei dengan membungkukkan badan mereka.


Lin Chen dan Yuwei kini sudah berada didalam kota, sepanjang jalan para pejalan kaki yang melihat mereka yang cukup dekat itu berbisik bisik tetangga.


"bukan kah itu tuan putri? tapi siapa pemuda itu? sangat tampan, pantas saja tuan putri tidak bisa menolak nya" ucap salah satu pejalan kaki.


"Husss... jaga mulut mu, kalau sampai tuan putri mendengar mu, bisa mampus kamu" ucap yang lain.


Lin Chen yang mendengar mereka berbisik bisik tetangga itu hanya diam saja dan terus berjalan mengikuti Yuwei.


"Patriak Lin mau kemana? dan dimana tetua agung Yue?" tanya Yuwei yang mencoba bernada basi.


"aku hanya dalam perjalanan berpetualang saja, dan kebetulan melewati kota ini, Yue'er saat ini berlatih di suatu tempat" jawab Lin Chen.


"lalu setelah ini Patriak hendak kemana?" tanya nya lagi.


"aku akan kemana saja langkah kaki ini membawa ku, Karen aku ingin menjelajahi semua alam Kegelapan ini" jawab jujur Lin Chen.


"nona Yuwei, kelihatan nya kita berpisah disini, karena aku sudah sampai di penginapan" ucap Lin Chen yang sudah sampai di depan sebuah penginapan.


"bagaimana jika patriak Lin beristirahat di istana kota saja?" tanya Yuwei.


"maafkan aku nona Yuwei, aku tidak bisa, karena aku tidak ingin menarik perhatian" tolak Lin Chen.


tinggalkan Like dan komentar ya kak 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2