Pendekar Petir

Pendekar Petir
Menolong Sebuah Desa


__ADS_3

lalu Lin Chen dan kedua istri nya keluar dari aula pertemuan dan menemui murid murid sekte yang sudah sedari tadi menunggu dengan rasa penasaran.


"hormat kami patriak, hormat kami tetua agung" ucap murid murid sekte serempak.


lalu Lin Chen melayang ke udara sedikit dan mengalirkan Qi ke mulut nya dan berbicara.


"terima kasih karena kalian sudah berkumpul disini, aku meminta kalian semua berkumpul karena aku akan memberitahukan sesuatu pada kalian semua" ucap Lin Chen menjeda kata kata, dan hal itu membuat murid murid sekte sangat penasaran dengan apa yang akan di sampaikan Lin Chen.


"aku ingin pergi ke alam yang lebih tinggi, yaitu alam 100 pelangi atau alam para dewa, dan aku mengumpulkan kalian semua karena aku ingin mengajak kalian kesana, jika di antara kalian ada yang ingin ikut dengan ku kesana, kalian bisa memisahkan diri ke arah kanan kalian, tapi jika tidak ingin ikut bersama ku ke alam 100 pelangi, kalian bisa tetap tinggal di tempat" ucap Lin Chen melanjutkan pidato nya.


setelah Lin Chen selesai berpidato, murid murid sekte menjadi riuh dan bergembira, sebab mereka juga sangat ingin pergi ke alam para dewa dan melihat seperti apa tempat tinggal para dewa, menunggu beberapa saat kemudian, 3 juta 500 ribu murid murid sekte itu tidak ada yang tinggal di tempat, mereka semua bergeser ke kanan dan tidak menyisakan satu pun.


"terima kasih karena kalian sudah bersedia mengikuti ku ke alam 100 pelangi, disana kita akan membuat para dewa bertekuk lutut dibawah kaki kita, kita akan membuat alam 100 pelangi menjadi rumah baru kita, dan menjadikan para dewa sebagai pelayan kita, aku harap kalian dapat berlatih lebih keras lagi, agar kalian bisa mewujudkan impian itu" ucap kembali Lin Chen.


setelah itu Lin Chen membuka gerbang dunia jiwa dan menyuruh mereka semua masuk kedalam dunia jiwa, beberapa saat kemudian, semua murid murid sekte sudah masuk semua dan Lin Chen menutup kembali dunia jiwa nya.


lalu Lin Chen kembali masuk kedalam aula pertemuan dan berpamitan pada semua tetua sekte, Lin Chen juga memberikan ratusan juta pil tingkat kuno dan tingkat semesta pada tetua Su Kun atau Patriak sekte pengganti Lin Chen, kemudian Lin Chen, Lin Yue dan Ling Ling pergi ke istana kekaisaran elf untuk berpamitan pada ratu Elfani.


tapi kali ini Lin Chen tidak melakukan perjalanan dengan terbang atau membuka portal, tapi Lin Chen memutuskan melakukan perjalanan dengan menunggangi kuda, karena Lin Chen ingin menikmati perjalanan nya.


dua hari kemudian.


menjelang malam, Lin Chen dan kedua istri nya sampai di sebuah desa, dari jauh Lin Chen dapat melihat keanehan yang terjadi di desa itu, dimana Lin Chen dan kedua istri nya tidak melihat ada satu pun warga desa yang berada di jalan, pintu rumah mereka sudah di tutup rapat, melihat keanehan itu membuat ketiga nya sangat penasaran dengan desa itu.


"seperti nya desa itu sangat aneh Gege" ucap Ling Ling yang biasa nya hanya diam.


"kamu benar Ling'er, ada sesuatu yang tidak beres, ayo kita lihat" ucap Lin Chen lalu masuk kedalam desa bernama kedua istrinya.

__ADS_1


"mereka pasti para perampok itu, jangan keluar jika tidak ingin mati" ucap salah seorang yang berada di dalam rumah.


"kalian masuk saja, tidak usa mengintip, mereka itu pasti utusan perampok" ucap di rumah yang lain.


karena pendengaran Lin Chen yang sangat tajam, Lin Chen dapat mendengar ucapan mereka semua yang berbisik bisik di dalam rumah, tapi Lin Chen tidak memperdulikan itu dan tetap diam.


beberapa puluh meter ke depan, Lin Chen dan kedua istri nya melihat ada kedai makan yang masih dibuka, tapi tidak ada pengunjung sama sekali, lalu Lin Chen, Lin Yue dan Ling Ling masuk kedalam.


"sebaik nya tuan muda dan nona nona muda pergi dari sini dan bersembunyi, sebentar lagi para perampok akan datang" ucap pemilik kedai makan.


"perampok? bersembunyi?" tanya Lin Chen memastikan.


"benar tuan muda, sebaiknya tuan muda dan nona nona muda cepat pergi dari sini dan bersembunyi, karena sebentar lagi perampok akan datang" jawab pemilik kedai makan.


tiba tiba terdengar suara kuda yang masuk kedalam desa, pemilik kedai makan itu terus membujuk Lin Chen dan kedua istri nya untuk bersembunyi, tapi Lin Chen justru keluar dari kedai dan melihat para perampok itu, kedua istri nya juga keluar menyusul Lin Chen.


"kita mendapatkan barang bagus ketua" ucap salah satu perampok.


"cepat serahkan kedua gadis itu pada ku, jika tidak" ucapan ketua perampok langsung terpotong oleh Lin Chen.


"jika tidak kenapa?" tanya Lin Chen memotong.


"besar juga nyali mu anak muda, cepat serahkan kedua gadis itu dan berlutut lah, agar aku memberi mu kematian yang cepat" ucap kembali ketua perampok.


"berlutut? memberi ku kematian yang cepat? apa kamu bercanda?" tanya Lin Chen mengejek.


"kurang ajar, cepat seret dia dan bawa kedua gadis itu ke hadapan ku" perintah ketua perampok.

__ADS_1


langsung saja puluhan anak buah nya menyerang Lin Chen dan kedua istri nya, tapi belum juga mereka bergerak, kepala mereka semua sudah meledak dan menjadi kabut darah hanya dengan lambaian tangan Lin Chen.


ketua perampok yang melihat puluhan anak buah nya yang mati hanya dengan lambaian tangan ringan dari Lin Chen pun menjadi gemetar dan berkeringat dingin.


"tu-tuan muda, to-tolong ampuni aku" ucap ketua perampok itu ketakutan.


"mengampuni mu? kamu paling suka bercanda ya? tadi kami menyuruh ku menyerahkan kedua istri ku dan berlutut, sekarang kamu meminta ku untuk mengampuni mu" ucap Lin Chen tersenyum sambil menggeleng geleng kepala nya.


"ampuni aku tuan, aku janji tidak akan melakukan seperti ini lagi dan akan berubah menjadi orang baik" ucap ketua perampok memohon.


"apa kamu mengampuni mereka yang memohon pada mu?" tanya Lin Chen.


Gleek..


ketua perampok yang mendengar pertanyaan Lin Chen hanya bisa menelan ludah dengan kasar.


"baiklah aku mengampuni mu, sekarang pergi lah" ucap Lin Chen.


"Gege?" panggil Lin Yue yang heran dengan Lin Chen yang melepaskan ketua perampok begitu saja.


ketua perampok yang mendengar Lin Chen melepaskan nya pun langsung berlari keluar dari desa, tapi baru beberapa puluh meter ke depan, kepala nya sudah pecah dan meledak begitu saja.


warga desa yang melihat para perampok yang selama ini meresahkan mereka itu sudah mati, satu persatu dari merwka keluar dari rumah dan berterima kasih pada Lin Chen.


"terima kasih tuan muda" ucap mereka satu persatu.


pemilik kedai makan tadi juga ikut berterima kasih, dia tidak menyangka jika orang yang dia suruh pergi dan bersembunyi adalah orang yang sangat kuat,lalu Lin Chen dan kedua istri nya di bawa ke rumah kepala desa.

__ADS_1


"silahkan duduk tuan muda, nona nona muda" ucap kepala desa mempersilahkan Lin Chen dan kedua istri nya untuk duduk.


"terima kasih karena tuan muda sudah menolong kami, para perampok itu sudah meresahkan banyak desa desa di sekitar sini, tapi kami bersyukur karena tuan muda sudah membunuh mereka semua" ucap kepala desa dengan jujur.


__ADS_2