
waktu terus berlalu, dan tak terasa sudah 2 bulan terlewatkan, tapi belum juga ada tanda tanda Lin Chen akan menerobos, padahal sudah ratusan pil yang dia telan.
3 bulan kemudian, Lin Chen menerobos ke dewa bintang tahap awal, tapi Lin Chen masih terus menelan pil tingkat semesta, karena jika ingin mengalahkan jendral Mou, minimal Lin Chen harus berada di dewa bintang tahap puncak, jika perlu, Lin Chen harus menembus ke dewa leluhur tahap awal agar lebih mudah mengalahkan jendral Mou.
kini sudah lima bulan Lin Chen berkultivasi, tapi dia baru menerobos satu tingkat, tapi meski begitu, kekuatan nya sangat jauh berbeda, ketika merasakan kekuatan nya yang baru, Lin Chen tersenyum senang.
lalu dia kembali menelan pil dan menyerap nya lagi, hari demi hari terus berlalu, dan tidak terasa sudah 6 bulan sekali lagi berlalu, tapi belum juga ada tanda tanda Lin akan menerobos ke tahap menengah dewa bintang.
13 bulan kemudian, akhirnya Lin Chen menerobos ke tahap menengah dewa bintang, tapi Lin Chen masih terus menelan pil dan menyerap nya, dia ingin kekuatan nya sudah berada di dewa leluhur tahap awal atau menengah baru dia berhenti berkultivasi.
5 tahun kemudian, akhirnya Lin Chen menerobos ke dewa leluhur tahap menengah, Kekuatan yang dia rasakan saat ini benar benar sangat kuat.
karena dengan kekuatan nya saat ini, dia dapat mengalahkan jendral Mou hanya dengan sekali serang saja, itu pun dia tidak akan menggunakan kekuatan penuh nya, karena jika dia menggunakan kekuatan penuh, sudah pasti jendral Mou akan menjadi kabut darah.
meski begitu, Lin Chen masih tetap menelan pil tingkat semesta dan terus menyerap nya, karena dia berpikir saat ini lah dia harus meningkat kekuatan nya agar tidak terus menerus bergantung pada bawahan nya dan juga pasukan nya.
dia ingin menggunakan kekuatan nya sendiri jika dia menemukan musuh yang kuat, sehingga Lin Chen memilih untuk terus meningkatkan kekuatan nya.
dan tidak terasa 10 tahun telah berlalu begitu saja di dunia jiwa, yang arti nya Lin Chen sudah berkultivasi selama 17 tahun, kekuatan nya juga meningkat pesat, selama berkultivasi dan menyerap pil, kultivasi Lin Chen meningkat naik ke ranah dewa alam tahap puncak, dan dapat tahap mengimbangi tahap penguasa bintang 3.
tapi lagi lagi Lin Chen tidak berdiri dari berkultivasi nya, dia masih terus menelan pil dan menyerap nya, dia sama sekali tidak berniat untuk berhenti, karena ini lah saat nya dia bertindak sendiri dan tidak lagi mengandalkan bawahan dan pasukan nya.
sebab dia tidak ingin terlalu mencolok di alam 100 pelangi, karena jika dia terus menggunakan bawahan dan pasukan nya, selain mencolok, Lin Chen juga tidak akan meningkatkan kekuatan nya dan terus berharap pada mereka, sehingga dia terus menelan dan menyerap pil.
90 tahun kembali telah berlalu, dan saat ini pakaian Lin Chen sudah penuh dengan debu, bahkan pakaian nya juga sudah compang camping akibat ledakan teredam dari dalam tubuh nya.
dan selama 90 tahun itu juga, kekuatan Lin Chen meningkat pesat, karena kultivasi Lin Chen saat ini berada di tahap penguasa bintang 8, saat ini Lin Chen menjadi kultivator terkuat di seluruh alam, dan waktu untuk merebut dan menyatukan kembali alam 100 pelangi, alam agung dan alam nirwana sudah tidak akan menjadi masalah lagi buat Lin Chen.
dan tidak mungkin Lin Chen juga akan merebut dan menguasai alam surgawi dari tangan penguasa 4 alam, yang sampai saat ini Lin Chen belum tahu nama nya, karena semua orang hanya menyebutnya penguasa 4 alam.
53 tahun sekali lagi berlalu di dunia jiwa, dan kekuatan Lin Chen saat ini berada di puncak tahap penguasa, atau bintang 9 tahap penguasa, sudah tidak ada lagi yang menjadi lawan Lin Chen, karena dengan kekuatan Lin Chen saat ini, bahkan dia dengan mudah menghancurkan 1 alam hanya dengan lambaian tangan nya saja.
setelah menstabilkan pondasi kultivasi nya, Lin Chen membuka mata dengan senyum indah nya, tapi segera senyum indah itu menjadi senyum kecut, karena dia melihat tubuhnya sudah tidak tertutup dengan sehelai benang pun.
semua pakaian nya sudah hancur berkeping keping akibat ledakan teredam dari dalam.tunjh nya ketika dia naik tingkat, lalu dia mengeluarkan pakaian yang baru dari cincin penyimpanan nya dan memakai pakaian itu.
kemudian Lin Chen keluar dari ruang kultivasi nya dan pergi ke kamar untuk membersihkan diri, sesampainya dikamar, dia melihat Lin Yue sudah tidur, sebab waktu sudah tengah malam.
lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah membersihkan diri, Lin Chen membaringkan tubuhnya diatas kasur dan memeluk Lin Yue dan mencium bibir nya.
Lin Yue yang merasa bibir nya disentuh pun membuka mata nya, dapat dia lihat jika suami tercinta nya itu yang mencium bibir nya, lalu dia juga membalas ciuman Lin Chen dan terjadi lah pertarungan panas di atas ranjang.
__ADS_1
kedua terus melakukan hubungan suami istri hingga pagi Hari, mungkin karena sudah lama mereka tidak melakukan nya, sehingga malam itu kedua nya bermandikan keringat dimalam yang dingin.
keesokan harinya, kembali Lin Chen dan Lin Yue melakukan nya beberapa kali lagi baru kedua nya mandi, tapi masih sempat mereka melakukan nya lagi di kamar mandi, karena Lin Yue tidak dapat menahan gejolak ketika Lin Chen memandikan dan menyentuh daerah sensitif nya, sehingga kedua nya kembali melakukan hubungan suami istri.
setelah selesai melakukan hubungan suami istri beberapa kali dan mandi, Lin Chen dan Lin Yue memakai pakaian yang baru, lalu Lin Chen menanyakan berapa lama dia berkultivasi.
"berapa lama aku berkultivasi?" tanya Lin Chen.
"Gege berkultivasi selama 150 tahun" jawab Lin Yue.
Lin Chen cukup tercengeng dengan waktu yang dia habiskan untuk berkultivasi dan meningkatkan kekuatan nya.
150 tahun di dunia jiwa sama dengan 5 bulan lebih di dunia luar, artinya Lin Chen masih mempunyai waktu 30 tahun lagi di dunia jiwa, atau 1 bulan di dunia luar sebelum dia dan jendral Mou bertarung dan bertaruh.
selama 150 tahun di dunia jiwa, selain Lin Chen, kekuatan Lin Yue, 30 bawahan Lin Chen dan semua pasukan Lin Chen juga meningkat pesat.
dimana Lin Yue berada di dewa bintang tahap puncak bersama dengan 27 bawahan Lin Chen, ketiga jendral di tahap penguasa bintang 5, 165 ribu pasukan berada di tahap penguasa bintang 2, 1 juta 500 ribu pasukan berada di dewa pencipta tahap puncak, 3 juta 500 ribu pasukan berada di dewa semesta tahap puncak.
sungguh kekuatan yang tidak dapat di singgung di seluruh alam semesta, meski pasukan Lin Chen tidak sampai 5 juta pasukan, tapi dengan jumlah 5 juta lebih pasukan itu bisa menghancurkan seluruh alam semesta yang ada.
saat ini Lin Chen berniat untuk keluar dari dunia jiwa, karena meski masih tersisa 1 bulan lagi sebelum bertarung dengan jendral Mou, Lin Chen ingin keluar dan lebih mengenal istana alam 100 pelangi.
akhirnya Lin Chen menyetujui permintaan Lin Yue dan tetap berada di dunia jiwa, karena kandungan Lin Yue juga sudah masuk bulan ke delapan, sehingga Lin Yue ingin bermanja manjaan dengan Lin Chen.
tak terasa sebulan telah berlalu, dan selama sebulan itu juga, Lin Chen hanya menemani Lin Yue, selain melakukan mantap mantap, kedua nya sering pergi ke markas pasukan untuk mengobrol dan menyemangati pasukan.
dan hari ini adalah hari dimana Lin Chen akan keluar dari dunia jiwa, karena beberapa hari lagi dia akan bertarung dengan jendral Mou, tapi tentu saja Lin Yue ingin Lin Chen cepat kembali setelah selesai bertarung, dan Lin Chen mengiyakan permintaan Lin Yue.
setelah mengobrol sebentar dan berpelukan, Lin Chen membuka gerbang dunia jiwa dan menghilang dari pandangan Lin Yue.
Whush....
Lin Chen muncul di kamar nya yang ada di istana alam 100 pelangi, lalu dia membuka pintu kamar nya dan pergi ke mencari jendral Zhao yang berada di sebelah kamar nya.
tok tok tok..
Qin Fan mengetuk pintu jendral Zhao, tapi tidak ada balasan dari pemilik kamar, dan Lin Chen berpikir jika jendral Zhao sudah pergi ke aula pertemuan, sehingga dia juga pergi ke aula pertemuan.
beberapa saat kemudian, Lin Chen sudah sampai di aula pertemuan lalu dia menangkupkan tangan nya dan sedikit membungkukkan badan kemudian memberi hormat pada panglima Jiao.
"Lin Chen memberi hormat pada panglima" ucap Lin Chen memberi hormat.
__ADS_1
panglima Jiao hanya tersenyum dan mengangguk ke Lin Chen, karena dia melihat kekuatan Lin Chen berada di dewa bintang tahap menengah.
sebenarnya dia cukup tercengeng dengan kekuatan Lin Chen yang dapat menerobos ke dua ranah hanya dalam waktu 6 bulan saja, andai saja dia tahu jika Kekuatan Lin Chen yang sebenarnya, mungkin dia dan semua orang yang ada di aula itu muntah darah.
lalu panglima Jiao memberi selamat atas kenaikan kultivasi Lin Chen, "selamat jendral muda Lin atas kenaikan kultivasi mu" ucap tulus panglima Jiao.
"terima kasih panglima" balas Lin Chen senang, dia tidak menyangka jika panglima Jiao begitu baik pada nya.
"aku juga ucapkan selamat jendral muda Lin" ucap jendral Zhao.
"terima kasih jendral Zhao" balas Lin Chen ramah.
tapi tidak dengan jendral Mou, lalu jendral Mou mencibir, "hanya dewa bintang tahap menengah saja sudah sombong, kesombongan mu itu akan aku hancurkan besok" ucap jendral Mou.
lalu Lin Chen membalas, "aku ingin melihat bagaimana cara jendral membuat ku bungkam" balas Lin Chen sambil tersenyum.
"sudah tidak usa ribut, kalian bubar saja, besok kita akan melihat siapa diantara kalian yang menjadi pemenang nya, dan juga aku ingin bertaruh untuk jendral muda Lin" ucap panglima Jiao.
para mentri dan jendral yang ada cukup terkejut mendengar nya, dan yang membuat mereka lebih terkejut adalah panglima menjagokan Lin Chen, padahal jelas jelas Kekuatan Lin Chen berada jauh dibawah jendral Mou.
"aku juga bertaruh pada jendral muda Lin" ucap jendral Zhao menimpali.
dan langsung saja para mentri yang jendral yang ada juga ikut bertaruh, dan mereka semua menjagokan jendral Mou, dan taruhan mereka adalah 10.000 batu roh tingkat tinggi.
"baiklah, taruhan sudah dipasang, besok kita saksikan bersama pertarungan mereka, sekarang kalian boleh bubar" ucap panglima Jiao.
"baik panglima" balas mereka serempak, lalu satu persatu dari mereka meninggalkan aula pertemuan.
sementara Lin Chen dan jendral Zhao juga kembali ke kamar mereka berbarengan, karena kamar mereka bersebelahan, dan sepanjang jalan jendral Zhao terus memperingatkan Lin Chen untuk berhati hati.
tentu saja Lin Chen mengangguk dan tersenyum, dia cukup senang karena masih ada yang mau berteman dengan nya di alam 100 pelangi tanpa memandang status dan kekuatan.
****
Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak!!!
dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
apalagi kalau tips 😁😁😁
Terima Kasih...
__ADS_1