Pendekar Petir

Pendekar Petir
Tidak Sadarkan Diri


__ADS_3

Setelah Lin Chen mengambil alih kembali tubuh nya, dia merasakan sakit di sekujur tubuh, karena tidak mampu menahan rasa sakit itu, Lin Chen pun jatuh pingsan di dalam goa itu, sementara Xu Mingzi sudah tidak tahu dia pergi kemana, karena setelah mengembalikan tubuh Lin Chen, dia menghilang begitu saja.


Di istana kekaisaran elf.


ratu Elfani sangat mengkhawatirkan Lin Chen, apa lagi saat dia menerima laporan dari jendral Elfrido yang mengatakan jika perang telah selesai, sementara Lin Chen belum juga kembali ke sekte setelah sebulan berlalu, sudah sebulan Lin Chen tidak memberi kabar ke sekte nya setelah peperangan itu.


ratu Elfani terus mengirim pasukan bayangan nya untuk mencari tahu Lin Chen di sekte Phoeniks Naga, tapi hasil nya masih saja tetap sama, karena hingga saat ini Lin Chen belum juga kembali ke sekte.


Di sebuah hutan yang sangat lebat.


terdapat sebuah goa yang cukup besar, didalam goa itu Lin Chen terbaring tak sadarkan diri, sudah sebulan dia tidak sadarkan diri, selama sebulan itu juga luka luka Lin Chen mulai menutup, luka dalam nya juga perlahan mulai sembuh.


sementara di dunia jiwa.


Lin Yue juga terbaring lemah dikamar nya setelah mengalami luka luka yang sangat parah di peperangan sebulan yang lalu, para bawahan Lin juga masih belum sembuh total, jasad Yin Mei Lin, Huanran dan Ning juga sudah di makamkan di belakang istana naga.


Lin Yue sangat terpukul dengan tewas nya ketiga saudari nya itu, dia sangat bersedih karena kehilangan mereka bertiga, dan yang membuat nya lebih sedih adalah sampai saat ini Lin Chen belum juga memasuki dunia jiwa, sebab dia tahu Lin Chen juga terluka parah pada saat itu.


"penguasa putri, sampai kapan penguasa putri seperti ini?" tanya Xue Yu yang berada di samping kasur Lin Yue bersama Xue Yi.


Lin Yue, Xue Yu dan Xue Yi sangat dekat, semenjak mereka berdua di beli Lin Chen dari paviliun anggrek putih, ketiga gadis itu selalu bersama dan selalu berbagi cerita, sehingga membuat mereka bertiga sangat dekat.


"aku masih belum bisa melupakan ketiga saudari ku" jawab Lin Yue dengan mata berkaca kaca.


"dan sampai saat ini Chen Gege belum juga menemui ku, padahal Chen Gege tahu keadaan ku saat itu" lanjut nya lagi.


"tenang lah penguasa putri, aku yakin penguasa muda sangat sibuk sehingga belum mempunyai waktu untuk berkunjung di sini" ucap Xue Yi yang mencoba menghibur Lin Yue dan mengubah panggilan nya pada Lin Chen.

__ADS_1


"benar penguasa putri, aku juga berpikir jika saat ini penguasa muda sangat sibuk, sehingga penguasa muda belum mempunyai waktu untuk mengunjungi penguasa putri.


"entahlah Xue Yu Xue Yi" ucap Lin Yue yang putus asa.


***


Di alam 100 Pelangi.


tepat nya di istana dewa petir.


Xu Lian, dewa neraka, dewa kematian dan dewa kehancuran duduk bersama dan membicarakan sosok yang menghancurkan pasukan dan para jendral yang mereka kirim ke alam kegelapan untuk membantu ras iblis.


"apa kalian sudah dapat gambaran dari sosok yang memusnahkan pasukan yang kita kirim?" tanya Xu Lian.


"sampai saat ini aku belum tahu siapa sosok itu, dan aku juga penasaran dan merasa khawatir dengan sosok itu" jawab dewa neraka.


sementara dewa kehancuran yang tidak ikut mengirim pasukan nya itu hanya diam dan menyimak saja.


"sejujurnya aku juga merasa khawatir dengan sosok itu, karena jika dia mampu menghancurkan semua pasukan yang kita kirim, artinya dia sangat kuat, dan menurut apa yang disampaikan panglima iblis yang mendapat laporan dari pasukan bayangan yang mengawasi pertempuran itu, sosok itu sangat kuat, dan kekuatan nya melebihi panglima kita semua" lanjut Xu Lian dengan nada khawatir.


"kita harus meningkatkan penjagaan disetiap kota yang berada di bawah kekuasaan kita, karena bisa saja sosok itu menyerang kita" ucap dewa kehancuran, meski dia tidak mengirim pasukan nya, tapi dia juga merupakan anggota koalisi yang mereka buat ratusan tahun yang lalu.


***


Di Daratan Tengah.


Lin Bai, Lin Dong, Yin Jieru, kaisar Jian dan kaisar Jiang merasakan perasaan yang tidak enak.

__ADS_1


mereka semua tampak khawatir pada putra dan putri mereka, karena tidak biasa nya mereka merasakan hal yang seperti ini, sehingga membuat mereka semua sangat khawatir.


meski pun mereka tidak tahu seperti apa itu alam kegelapan, tapi mereka dapat memastikan jika alam kegelapan adalah tempat yang memiliki kultivator kuat disana, hal itu lah yang membuat mereka khawatir, ditambah lagi dengan perasaan mereka yang tidak enak selama sebulan ini, tapi mereka juga tidak bisa berbuat apa apa.


***


Di dalam goa tempat Lin Chen pingsan.


tiba tiba dari dalam goa keluar sebuah cahaya keemasan yang sangat terang dan aura yang sangat kuat, andai saja Lin Chen tidak pingsan, sudah pasti Lin Chen jatuh tersungkur karena di tekan aura yang sangat mengerikan itu.


beberapa saat kemudian cahaya keemasan itu melayang mendekat ke arah Lin Chen, sesampainya didekat Lin Chen, cahaya keemasan itu berubah menjadi sosok pria paruh baya berambut putih dengan jenggot putih yang menjuntai kebawah.


"ternyata aura familiar yang aku rasakan itu berasal dari pemuda ini" ucap pria paruh baya itu dengan tersenyum.


kemudian sosok pria paruh baya itu membawa Lin Chen masuk kedalam goa dan memasuki dunia kecil ciptaan sosok pria paruh baya itu, setelah beberapa saat mereka berada di lorong ruang dan waktu, akhirnya sosok pria paruh baya yang membawa Lin Chen mendarat di sebuah istana giok yang sangat megah, karena semua bangunan nya terbuat dari giok.


lalu Lin Chen di bawa ke sebuah kamar dan dibaringkan di kasur, kemudian sosok pria paruh baya itu keluar dari kamar nya pergi ke kebun di belakang istana nya lalu mengambil herbal yang akan dibuat nya untuk mengobati luka luka Lin Chen.


setelah selesai meramu herbal, sosok pria paruh baya itu masuk ke dalam kamar dan meminumkan ramuan obat yang dibuat nya tadi dengan perlahan, 10 menit kemudian, semua ramuan obat itu habis di minum kan pada Lin Chen.


lalu sosok pria paruh baya itu duduk di samping Lin Chen dan menunggu nya terbangun dari pingsan, namun setelah menunggu selama 1 minggu, Lin Chen masih juga belum bangun, sosok pria paruh itu kemudian memegang pergelangan tangan Lin Chen untuk mencari tahu apa penyebabnya.


alangkah terkejut nya sosok pria paruh baya itu setelah tahu jika Lin Chen tidak mengalami luka ringan, tapi Lin Chen mengalami luka yang sangat parah, jiwa nya juga terkoyak, jika bukan karena kekuatan jiwa nya yang kuat, mustahil Lin Chen masih bisa bertahan hingga saat ini.


lalu sosok itu mengalirkan kekuatan jiwa nya untuk menyeimbangkan jiwa Lin Chen, 3 jam kemudian sosok pria paruh baya itu mengehentikan aksi nya dan kembali memeriksa jiwa Lin Chen.


tahu jiwa Lin Chen sudah sembuh meski belum sepenuh nya, tapi sosok pria paruh baya itu tersenyum senang, beberapa saat kemudian Lin Chen batuk batuk dan mengeluarkan darah hitam dari mulut nya.

__ADS_1


__ADS_2