Pendekar Petir

Pendekar Petir
Membantai Pasukan Alam 100 Pelangi


__ADS_3

"jangan gegabah tuan muda, selain mereka unggul dalam jumlah, Kekuatan mereka juga bukan main main" ucap sang jendral mencoba menahan Lin Chen agar tidak bertindak gegabah.


"maaf jendral, jika aku boleh tahu, siapa nama jendral?" tanya Lin Chen.


"nama ku Fan Lao tuan muda, lalu siapa kah tuan muda ini?" tanya Fan Lao.


"nama ku Lin Chen, senang berkenalan dengan jendral" ucap ramah Lin Chen sambil menangkupkan tangan nya.


"baiklah tuan muda, berhati hati lah, kami akan menyusul tuan muda, kami hanya menunggu yang mulia untuk memimpin pasukan ini" ucap jendral Fan Lao.


"terima kasih jendral" ucap Lin Chen lalu melesat ke arah perbatasan.


setelah berada 500 meter dari gerbang kota, Lin Chen lalu membuat gerakan tangan dan merobek ruang menuju ke perbatasan.


Whus...


Lin Chen muncul di belakang benteng yang pernah dia lewati, dapat dia lihat jika saat ini terjadi peperangan dan sudah memakan banyak korban dari kedua belah pihak.


tapi itu hanya 5% dari pasukan alam 100 pelangi yang menyerang, sebab pasukan alam 100 pelangi yang lain masih berada di belakang.


jumlah pasukan alam 100 pelangi adalah lebih dari 20 juta, kekuatan yang sangat luar biasa, dan kultivasi mereka yang terendah berada di dewa penguasa, dan yang tertinggi berada di dewa leluhur 3 orang, dan mereka bukan lawan yang cocok dengan Lin Chen, karena kultivasi Lin Chen masih berada di dewa pencipta tahap puncak, dia hanya bisa mengimbangi dewa bintang tahap puncak, berhadapan dengan kultivator dewa leluhur? Lin Chen hanya semut di mata mereka.


sesampainya di atas benteng, Lin Chen membuka gerbang dunia jiwa dan mengeluarkan seluruh pasukan nya dari dunia jiwa.


Whush... Whush..... Whush....


pasukan Lin Chen satu persatu muncul di atas langit benteng, lalu semua nya berlutut di depan Lin Chen memberi hormat.


"Hormat kami Penguasa muda" ucap mereka serempak.


"bangun lah, lihat lah kesana, mereka yang memakai baju perang berwarna biru itu pasukan dari alam 100 pelangi, musnahkan mereka" perintah Lin Chen.


"baik penguasa muda" jawab mereka serempak.


"Liran, Holi Hui, Ningnong, kalian tangkap ketiga pemimpin mereka dan seret mereka ke hadapan ku" perintah Lin Chen pada ketiga jendral nya.


"baik penguasa muda" mereka bertiga.


lalu semua pasukan Lin Chen bergerak menuju ke pertempuran.

__ADS_1


Lin Chen juga mengeluarkan kelima pedang dan ketujuh pisau terbang beracun nya dan ikut menyerang.


Booooomm Booooomm Booooomm...


ledakan terjadi di Medan perang, kemunculan pasukan Lin Chen yang tiba tiba dan pakaian mereka yang berbeda membuat pasukan alam 100 pelangi dan pasukan pulau terbang sedikit bingung dari mana pasukan itu.


tapi begitu pasukan pulau terbang melihat jika pasukan yang tiba tiba muncul itu memihak mereka, mereka sangat senang.


Booooomm Booooomm Booooomm...


terjadi pembantaian di medan perang begitu pasukan Lin Chen dan Lin Chen sendiri sudah ikut dalam peperangan, ledakan demi ledakan terus bersautan di sepanjang perbatasan pulau terbang.


pasukan alam 100 pelangi yang tadi nya hanya menonton, kini di bantai Liran, Holi Hui, Ningnong dan 165 ribu pasukan yang mereka pimpin.


Booooomm Booooomm Booooomm...


ledakan terus terjadi, dalam hitungan menit, sudah seperempat pasukan alam 100 pelangi menjadi korban.


teriakan demi teriakan kesakitan para korban terus terdengar bersama dengan bunyi ledakan di medan perang.


Lin Chen juga terus memainkan kelima pedang dan ketujuh pisau terbang nya dan membunuh pasukan 100 pelangi yang berada di dewa bintang kebawah.


meski pasukan Lin Chen kalah jumlah, akan tetapi kekuatan mereka sangat mengerikan, dan membuat ketiga jendral itu terkejut adalah ketika mereka melihat kekuatan Liran, Holi Hui dan Ningnong yang berada di dewa alam tahap puncak, 1 ranah di atas mereka, yang artinya 3 tingkatan di atas mereka.


ketika jendral itu menelan ludah mereka dengan kasar ketika melihat Liran dan kedua saudara nya membantai pasukan mereka dan mencoba mendekati mereka.


Booooomm Booooomm Booooomm...ledakan terus menggema di langit benteng dan perbatasan pulau terbang, sudah setengah dari pasukan alam 100 pelangi yang di bantai pasukan Lin Chen.


dalam sekali serangan, Lin Chen merobohkan lebih dari ratusan pasukan alam 100 pelangi, kelima pedang dan ketujuh pisau terbang beracun nya terus menari nari dan menebas pasukan alam 100 pelangi dengan sangat bebas.


2 jam kemudian.


sudah lebih dari setengah pasukan alam 100 pelangi di bantai, tapi pembantaian terus terjadi di medan perang, ketiga jendral alam 100 pelangi sangat pucat saat melihat pasukan mereka semakin berkurang.


ketiga jendral itu ingin ikut bertempur, tapi begitu mereka lihat kekuatan Liran dan kedua saudara nya, membuat nyari mereka menciut, belum lagi dengan 165 ribu pasukan Lin Chen yang kekuatan mereka sama dengan ketiga jendral itu.


"apa kita harus melarikan diri?" tanya jendral Ma pada jendral lain nya.


"jika kita melarikan diri, kita akan di penggal penguasa" jawab jendral Guo.

__ADS_1


"benar jendral Guo, jika kita melarikan diri, kita akan di penggal penguasa" timpal jendral xio.


Booooomm Booooomm Booooomm...


ledakan terus terjadi dan mengubah pasukan alam 100 pelangi semakin berkurang, "Liran, Holi Hui, Ningnong, apa kalian lupa dengan perintah ku?" ucap Lin Chen melalui telepati pada ketiga jendral itu.


"ma-maafkan kami penguasa, kami terlalu bersemangat membantai pasukan alam 100 pelangi sehingga membuat kami lupa dengan ketiga pemimpin mereka" jawab Liran terbata bata.


"cepat selesaikan tugas kalian" perintah Lin Chen lagi.


"baik penguasa" jawab mereka serempak.


Booooomm Booooomm Booooomm..


ledakan terus terjadi di Medan perang dan seakan tidak mau berhenti, pasukan alam 100 pelangi yang tadi nya lebih dari 20 juta, kini hanya tersisa ratusan ribu saja, pasukan Lin Chen yang berada di rana dewa kuno juga sudah banyak yang terluka karena mendapat lawan yang seimbang dan ada yang berada di atas mereka.


"kalian yang terluka cepat mundur" perintah Lin Chen pada pasukan nya yang terluka, lalu satu persatu pasukan Lin Chen yang terluka mundur dan meninggalkan pertempuran dan menelan pil penyembuhan untuk memulihkan kondisi mereka.


sementara jendral Ma, jendral Guo dan jendral xio yang melihat Liran, Holi Hui dan Ningnong melayang ke arah mereka sambil terus membunuh pasukan mereka pun menjadi takut, lutut mereka gemetar, dan mereka juga berkeringat dingin.


Whush.... Whush... Whush...


Liran, Holi Hui dan Ningnong mendarat di depan jendral Ma, jendral Guo dan jendral xio.


"berani sekali kalian mengganggu ketenangan penguasa kami, apa kalian sudah bosan hidup hah?" bentak Liran.


sementara ketiga jendral itu sudah berkeringat dingin, di alam 100 pelangi, mereka adalah jendral yang sangat di segani dan di takuti, tapi saat ini mereka bertiga tidak bisa bergerak sama sekali, melawan Liran dan kedua saudara nya sama saja dengan bunuh diri.


"am-ampuni kami tuan, kami hanya menjalankan perintah" jawab jendral Ma terbata bata.


"Hahahaha.., apa ini sikap seorang jendral alam 100 pelangi? memalukan" tawa Liran dan mengejek mereka.


"kalian sungguh jendral yang memalukan, kalian tidak pantas mendapat gelar jendral" sahut Ningnong lalu menampar ketiga jendral alam 100 pelangi dan melempar mereka puluhan meter ke belakang.


Plaaak plaaak plaaak...


terlihat mulut ketiga jendral alam 100 pelangi itu mengeluarkan darah, lalu Liran, Holi Hui dan Ningnong kembali mendekat ke arah ketiga jendral alam 100 pelangi itu lalu menyeret dan membawa mereka pada Lin Chen.


sementara pasukan mereka masih terus bertempur, pasukan alam 100 pelangi yang tersisa 500 ribu pasukan pun menyerah setelah melihat 3 jendral yang memimpin mereka sudah di seret Liran dan kedua saudara nya ke hadapan Lin Chen.

__ADS_1


__ADS_2