Pendekar Petir

Pendekar Petir
Ungkapan Perasaan Ratu Elfani


__ADS_3

"tidak usa seformal itu kepala desa, kebetulan aku dan kedua istri ku melewati desa ini, dan kebetulan di desa ini juga ada perampokan, jadi sekalian saja kami hancurkan mereka agar tidak meresahkan warga lagi" ucap Lin Chen dengan jujur pula.


setelah mereka berbincang bincang beberapa saat, Lin Chen berpamitan lalu melanjutkan perjalanan nya ke istana untuk menemui ratu Elfani dan berpamitan pada nya, kini Lin Chen, Lin Yue dan Ling Ling sudah berasa di luar desa dan menunggangi kuda mereka ke arah timur, kadang mereka beristirahat untuk memberi makan kuda dan singgah di sungai agar kuda mereka dapat meminum air.


seminggu kemudian.


menjelang malam, Lin Chen dan kedua istri nya sampai di ibukota, terlihat masih banyak yang mengantri di gerbang ibu kota, seperti biasa, dari bangsawan, kultivator dan masyarakat biasa, dan mereka dadi tiga ras yang berbeda, ras manusia, ras elf dan ras dark elf.


"identitas nya tuan muda" ucap penjaga gerbang pada Lin Chen, karena saat ini sudah giliran Lin Chen dan kedua istri nya di periksa.


lalu Lin Chen mengeluarkan lencana emas sekte Phoeniks Naga, prajurit yang melihat lencana emas sekte Phoeniks Naga itu langsung segera ingin berlutut, tapi di tahan Lin Chen.


"maaf tuan, aku tidak ingin menarik perhatian orang banyak, aku ke ibu kota karena ingin berkunjung ke istana dan menemui ratu Medusa.


"ma-maafkan aku Patriak Lin" ucap lagi penjaga gerbang.


Lin Chen hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk ke dalam kota, terlihat kota sangat ramai sekali, jalan jalan di penuhi oleh kultivator bebas dan pedagang yang menjajakan dagangan mereka dari 3 ras yang berbeda, tapi perbedaan ras itu tidak membuat mereka risih atau tidak suka, mereka saling berteman dengan baik, sehingga menambah keindahan tersendiri di kota itu.


1 jam kemudian Lin Chen, Lin Yue dan Ling Ling sampai didepan istana kekaisaran.


"dilarang masuk kedalam istana" ucap penjaga gerbang dengan arogan.


"maafkan aku tuan, aku ingin menemui ratu Elfani" ucap Lin Chen menyampaikan tujuan nya.


"seperti yang aku katakan sebelumnya, dilarang masuk kedalam istana, cepat pergi dari sini, atau aku seret kalian" ucap kembali penjaga gerbang itu dengan semakin arogan

__ADS_1


"apa aku dan kedua istri ku tetap tidak boleh meski aku adalah Lin Chen patriak sekte Phoeniks Naga?" tanya Lin Chen sambil mengeluarkan lencana emas sebagai Patriak sekte Phoeniks Naga.


Deg...


jantung penjaga gerbang itu berdegub kencang, dia sudah gemetar dan berkeringat dingin, sementara ketiga rekan nya yang sedari tadi hanya diam itu mengasihani teman mereka itu.


"itulah akibat nya jika suka bertindak semaunya" gumam mereka membatin.


sebab penjaga gerbang yang melarang Lin Chen dan kedua istri nya masuk kedalam istana itu suka bersikap sombong dan sok berkuasa.


"Ma-maafkan aku Patriak, aku punya mata tapi tidak dapat melihat" ucap penjaga itu terbata bata.


"oh begitu? jadi jika aku bukan Lin Chen dan bukan Patriak sekte Phoeniks Naga, apa kamu bersikap seperti ini?" tanya Lin Chen dingin.


penjaga gerbang itu semakin berkeringat dingin, hari ini nasib nya benar benar apes.


"hormat kami yang mulia ratu" ucap para penjaga gerbang setelah melihat ratu Elfani keluar dari istana.


"salam patriak Lin, salam tetua agung" ucap ratu Elfani menyapa dan mengabaikan hormat para penjaga


"kenapa Patriak Lin Dan tetua agung tidak langsung masuk saja?" tanya ratu Medusa dengan senyum termanis nya.


"bagaimana kami bisa masuk, sementara prajurit mu ini melarang kami, aku sungguh sangat kecewa dengan sikap prajurit kalian, sangat tidak mencerminkan sikap seorang patriot" ucap Lin Chen dengan kesal.


mendengar itu ratu Medusa langsung menatap tajam prajurit itu, sementara prajurit itu semakin gemetar ketakutan.

__ADS_1


"jendral Elfrido, urus prajurit itu" perintah ratu Elfani.


lalu ratu Elfani mengajak Lin Chen dan kedua istri nya masuk kedalam, beberapa saat kemudian mereka sampai di aula pertemuan dan mempersilahkan Lin Chen dan kedua istri nya duduk di kursi tamu kehormatan, sementara ratu Medusa jiga tidak duduk di singgasana sana.


"terima kasih patriak sudah meluangkan waktu untuk berkunjung di istana kecil ku ini" ucap ratu Elfani membuka obrolan.


"aku kesini karena ingin berpamitan pada ratu" balas Lin Chen.


"berpamitan? bisakah Patriak menjelaskan nya?" pinta ratu Elfani.


"seperti yang ratu dengar tadi, aku kesini karena berpamitan pada ratu, aku, Yue'er dan Ling'er akan meninggalkan alam kegelapan, kami akan pergi ke alam 100 pelangi" jawab Lin Chen menjelaskan tujuan nya.


Deg...


jantung ratu Elfani serasa berhenti setelah mendengar penjelasan Lin Chen, mata nya terlihat berkaca kaca, dan tanpa sadar air mata nya menetes begitu saja, Lin Yue dan Ling Ling yang melihat raut wajah kesedihan dan air mata yang menetes itu tahu jika ratu Elfani mencintai Lin Chen dan merasa sedih karena akan berpisah dengan Lin Chen.


"tapi jika saudari Elfani mau ikut dengan kami, aku dsn saudari Ling dengan senang hati menyambut saudari Elfani" ucap Lin Yue yang tahu perasaan ratu Elfani dan tidak memanggil nya ratu, melainkan memanggil saudari, artinya Lin Yue tidak keberatan jika ratu Elfani menjadi istri ketiga Lin Chen, lebih tepat nya istri keenam.


"apa maksud mu Yue'er? kita tidak bisa membawa ratu Elfani, dia seorang ratu dan punya tanggung jawab untuk Kekaisaran nya" tanya Lin Chen yang tidak peka.


"Gege, apa Gege tidak merasakan nya? saudari Elfani mencintai Gege, aku yakin jika saudari Elfani juga ingin selalu bersama Gege, bukan begitu saudari Elfani?" ucap Lin Yue menjawab sekaligus bertanya.


mendengar apa yang di ucapkan Lin Yue, Lin Chen tampak biasa biasa saja, tapi tidak dengan ratu Elfani, dia sangat senang karena Lin Yue mengetahui isi hati nya, sesama wanita, tentu Lin Yue sangat tahu dengan perasaan ratu Elfani, sehingga dia memutuskan untuk menerima ratu Elfani dan berbagi.


"sa-saudari Yue benar, aku mencintai Patriak Lin, aku juga akan mengikuti kemana pun Patriak Lin pergi, dan akan aku serahkan Kekaisaran ini pada adik ku" ucap ratu Elfani dengan malu malu dan terlihat rona merah di wajah nya seperti kepiting rebus.

__ADS_1


"aku juga tidak keberatan jika saudari Elfani menjadi istri Gege, sesama wanita, aku juga tahu seperti apa perasaan saudari Elfani, dan aku tidak masalah berbagi lagi" timpal Ling Ling.


mendengar itu Lin Chen hanya membuang nafas berat, dia tidak menyangka jika tujuan untuk berpamitan malah menjadi acara mengungkapkan perasaan.


__ADS_2