
"baik tuan muda" balas tetua itu, lalu dia kembali ke dalam kota.
Lin Chen juga kembali ke kota setelah para tetua itu pergi, sesampainya di gerbang kota dan menunggu cukup lama, akhirnya Lin Chen di periksa, lalu dia mengeluarkan lencana klan Nan dan membayar pajak masuk.
setelah semua nya selesai, Lin Chen kembali ke kamar penginapan nya, lalu dia membaringkan dirinya, sebab entah kenapa dia merasa lelah.
keesokan harinya, setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Lin Chen keluar kamar dan menuju lantai dasar untuk sarapan.
setelah sampai di lantai dasar, Lin Chen mengambil tempat paling pojok, lalu seorang pelayan menyapa dan menanyakan pesanan Lin Chen.
seperti biasa, Lin Chen memesan makanan terbaik di penginapan itu, lalu pelayan itu kembali ke dapur untuk mengambil pesanan Lin Chen, Lin Chen pun menunggu pesanan nya sambil mendengarkan obrolan para pengunjung yang datang.
"aku dengan jika di istana ada seorang jendral muda yang sangat kuat, dan menurut rumor yang beredar, jendral muda itu dapat mengalahkan raja Gong Zi dari benua merah" ucap seorang pemuda pada teman teman nya yang berjumlah 4 orang.
"Halaaaaah, paling di lebih lebihkan, mana mungkin seorang pemuda dapat mengalahkan raja Gong Zi yang sangat terkenal dengan kekuatan nya itu? aku rasa itu hanya omong kosong saja" balas salah satu pemuda yang tidak percaya begitu saja.
"kamu benar saudara Kai, tidak mungkin ada seorang pemuda yang memiliki kekuatan melebihi kekuatan raja Gong Zi" timpal pemuda yang lain.
Lin Chen yang mendengar obrolan mereka itu menggeleng kepala nya, dia tidak menyangka jika berita tentang tewas nya raja Gong Zi akan tersebar seperti itu, tapi yang membuat nya penasaran adalah siapa yang menyebarkan berita itu.
beberapa saat kemudian, pesanan Lin Chen datang, lalu dia sarapan sambil terus mendengarkan obrolan para pengunjung, tapi hingga selesai sarapan, tidak ada informasi penting yang lain, sehingga Lin Chen membayar pesanan nya dan pergi.
tujuan Lin Chen tidak lain adalah ke gerbang dunia es, dimana letak gerbang dunia es berada di wilayah timur, dan perjalanan kesana membutuhkan waktu selama lebih dari sebulan.
setelah berada di luar gerbang, Lin Chen berjalan 300 meter dari gerbang kota, lalu dia melanjutkan perjalanan nya dengan terbang.
menjelang malam, dari jauh Lin Chen mendengar suara pertempuran, lalu perlahan dia mendekati suara pertempuran itu, setelah berada cukup dekat, Lin Chen mendarat disebuah pohon besar.
dan dapat dia lihat jika ada sepasang muda mudi yang diserang oleh sekelompok pria bertopeng, para pria bertopeng itu terlihat seperti perampok.
"tidak disini, tidak di alam lain, dan tidak di daratan lain, semua ada perampok" ucap pelan Lin Chen sambil menggeleng kepala nya.
Booooomm Booooomm Booooomm...
ledakan terjadi di tempat pertarungan, sepasang muda mudi itu terlihat kewalahan menghadapi pria bertopeng itu, karena meski pun kekuatan mereka seimbang, tapi mereka kalah jumlah.
karena merasa kasihan, Lin Chen membuat ratusan pedang dari jauh, lalu dia menghujani para pria bertopeng itu.
Slash.. Slash... Slash.. Slash...
pedang pedang itu memotong dan membelah para pria bertopeng itu satu persatu hingga tidak ada yang tersisa.
sepasang muda mudi itu terkejut dengan ratusan pedang yang tiba tiba muncul itu, tapi mereka merasa senang, sebab ada yang membantu mereka.
"Terima kasih tuan" ucap sepasang muda mudi yang di tolong Lin Chen.
Disisi lain.
setelah membunuh para pria bertopeng, Lin Chen langsung menghilang, sebab dia tidak ingin membuang buang waktu, lima hari kemudian, menjelang sore, Lin Chen sampai di sebuah desa yang sangat terisolasi dari luar.
__ADS_1
tampak desa itu sangat miskin, melihat itu Lin Chen sangat prihatin dengan warga desa, lalu dia turun tidak jauh dari desa itu, kemudian dia berjalan mendekat.
hanya 10 tarikan nafas, Lin Chen sudah berada di gerbang desa, bahkan di desa itu tidak ada penjaga gerbang sama sekali, hal itu membuat Lin Chen semakin penasaran, karena biasa nya setiap desa memiliki penjaga gerbang untuk menagih pajak bagi setiap orang yang masuk.
lalu Lin Chen masuk kedalam desa, suasana didalam desa pun sangat sunyi, hanya satu atau dua orang saja yang berlalu lalang, karena penasaran, Lin Chen bertanya pada seorang pria sepuh yang dia jumpai.
"salam tetua" ucap Lin Chen menyapa pria sepuh.
"salam tuan muda" ucap pria sepuh ramah.
"kenapa desa ini sangat sepih? kemana penduduk desa lain nya?" tanya Lin Chen penasaran.
pria sepuh itu tidak langsung menjawab, dia menatap Lin Chen sebentar, pria sepuh itu memandang Lin Chen dari kepala sampai ujung kaki, lalu dia berkata.
"desa ini dulu nya sangat ramai, setiap hari desa ini di singgahi banyak kultivator yang melakukan perjalanan, tapi sudah 2 bulan ini tidak ada lagi kultivator yang berani memasuki desa ini" jawab pria sepuh itu tidak berdaya.
mendengar itu, Lin Chen mengerutkan keningnya, tapi karena rasa penasaran nya yang tinggi, dia kembali bertanya.
"ada apa tetua? kenapa bisa begitu?" tanya Lin Chen yang semakin penasaran.
"sejak beberapa bulan yang lalu, sering muncul seekor naga hitam dengan kekuatan yang sangat besar, setiap kultivator yang singgah disini selalu dia bunuh, dan warga desa juga tidak luput dari itu" jawab pria sepuh lagi.
"seekor naga?" tanya Lin Chen memastikan.
"benar tuan muda, aku sarankan sebaiknya tuan muda segera pergi dari sini!! karena nanti malam naga itu akan datang lagi" jawab pria sepuh.
"terima kasih tetua, tapi aku akan menunggu nya" balas Lin Chen, lalu dia kembali ke gerbang desa untuk menunggu naga hitam yang di ceritakan itu muncul.
Goooooaaaarr..
dari jauh Lin Chen dan semua penduduk desa yang tersisa mendengar raungan keras sang naga hitam, para warga desa tidak ada yang berani membuka pintu mereka, sebab mereka tahu, keluar artinya mati.
Whush...
dari atas desa, muncul sosok naga hitam dengan ukuran sangat besar, kekuatan nya juga bukan main main, dimana Kekuatan nya setara dengan ranah penguasa bintang 3.
Lin Chen yang melihat kekuatan naga itu akhirnya percaya apa yang di ceritakan oleh pria sepuh tadi.
"Hei naga jelek" ucap Lin Chen memanggil sang naga.
Goooooaaaarr..
sanga naga marah karena di panggil naga jelek oleh Lin Chen.
"manusia? apa kamu sudah bosan hidup hah?" bentak sang naga hitam.
"aku? sudah bosan hidup? apa kamu bercanda naga jelek?" tanya Lin Chen sambil menunjuk dirinya sendiri.
"bajingan, akan aku remuk tulang tulang mu manusia" ucap marah sang naga hitam.
__ADS_1
lalu dia melesat tajam ke arah Lin Chen, Lin Chen yang melihat itu hanya tersenyum, lalu dia melambaikan tangan nya, kemudian sebuah tapak muncul dan menampar naga hitam itu.
Plaaaak.
Booooomm..
bunyi tamparan dan ledakan disaat tapak itu mengenai telak kepala naga hitam dan membuat nya terlempar jauh hingga menabrak gunung yang ada di belakang nya dengan keras.
"lemah" ucap Lin Chen, lalu dia melayang mendekati naga hitam.
"yang sudah bosan hidup itu aku atau kamu naga jelek?" tanya Lin Chen sambil tersenyum.
sementara naga hitam semakin marah, karena Lin Chen terus memanggil nya naga jelek.
"jangan menatap ku seperti itu naga jelek!! atau aku congkel kedua mata mu itu" ucap Lin Chen lagi, lalu dia mengeluarkan aura penguasa bintang 9.
Whush...
aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Lin Chen, naga hitam sampai bergidik ketakutan dengan aura yang di keluarkan Lin Chen itu, sekarang dia paham kenapa Lin Chen tidak takut pada nya sama sekali.
"aku harap kamu mau bekerja sama naga jelek, jika kamu tidak menjawab dengan jujur semua pertanyaan ku, akan aku ledakkan kepala mu yang jelek itu" ucap Lin Chen lagi.
"ba-baik tuan" jawab sang naga hitam bergidik ketakutan dengan aura Lin Chen.
"kenapa kamu membunuh penduduk desa dan kultivator yang beristrahat di desa ini?" tanya Lin Chen.
"aku melakukan itu karena ulah manusia sendiri tuan" jawab naga hitam.
Lin Chen mengerutkan keningnya, karena naga hitam mengatakan jika itu semua karena ulah manusia, lalu dia kembali bertanya.
"apa yang mereka lakukan pada mu?" tanya Lin Chen yang penasaran.
"mereka telah mencuri telur telur ku tuan, mereka mencuri disaat aku tidak ada" jawab jujur naga hitam.
akhirnya Lin Chen paham kenapa naga hitam membunuh penduduk desa dan setiap kultivator yang singgah, tapi dia kembali bertanya.
"kenapa kamu membunuh mereka semua? aku yakin banyak yang tidak tahu hal itu, dan mereka mati sia sia tanpa melakukan kesalahan pada mu" tanya Lin Chen.
"aku tidak peduli mereka bersalah atau tidak, karena semua manusia itu serakah, mereka menginginkan yang bukan milik mereka" jawab naga hitam dengan sedikit geram.
Lin Chen setuju dengan itu, sebab manusia memang serakah, lalu setelah itu, mereka berbincang bincang sebentar, lebih tepat nya Lin Chen bertanya pada naga hitam, Lin Chen juga menyuruh naga hitam agar tidak membunuh lagi, sebab tidak semua manusia itu jahat.
sang naga pun berjanji tidak akan membunuh lagi jika dia tidak di ganggu, dan naga itu adalah naga betina, sebab dia juga berubah menjadi sosok wanita cantik dengan pakaian hitam ketat.
setelah berbincang bincang sebentar, Lin Chen dan naga hitam itu berpisah, sebab Lin Chen melanjutkan perjalanan nya ke timur.
*****
Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...