
Keesokan pagi nya.
Lin Chen terbangun lebih dulu, sedangkan Lin Yue masih memeluk erat Lin Chen, Lin Chen yang tidak ingin membangun Lin Yue, dia hanya diam dan membalas pelukan Lin Yue, menjelang siang, Lin Yue membuka mata nya dan mendapati Lin Chen masih memeluk dan menatap nya dengan penuh kasih.
"Gege" panggil pelan Lin Yue.
Lin Chen kemudian mencium bibir Lin Yue, lalu Lin Yue juga membalas ciuman itu, setelah cukup lama mereka berciuman, Lin Chen mengakhiri ciuman itu lalu kedua nya bangun dan membersihkan diri, setelah membersihkan diri, Lin Chen dan Lin Yue keluar kamar untuk sarapan.
di meja makan yang biasa nya ramai dengan keempat istri nya, kini hanya tersisa Lin Yue, dan hal itu membuat Lin Chen merasa sedih karena kehilangan ketiga istri nya itu, Lin Chen sudah tidak lagi ingin sarapan dan pergi dari meja makan.
Lin Yue yang mengerti perasaan Lin Chen pun mengikuti Lin Chen dari belakang, karena dia juga merasakan hal yang sama, dimana biasa nya mereka bercanda dan ketawa di meja makan, namun kini semua itu telah tiada, sungguh perasaan kehilangan yang sangat menyakitkan bagi mereka.
Lin Chen pergi ke belakang istana dan duduk di gazebo dekat danau, Lin Yue lalu duduk disamping nya, Lin Yue dapat melihat mata Lin Chen berkaca kaca, lalu Lin Yue memeluk nya untuk dapat menenangkan Lin Chen.
"Gege, maafkan aku karena tidak bisa menjaga ketiga saudari ku, hiks.. hiks... hiks..." ucap Lin Yue yang tidak bisa menahan tangis nya.
Lin pun memeluk nya dengan genangan air mata, Lin Chen pun tidak dapat menahan tangis nya lagi, dia begitu terpukul dengan kematian ketiga istri nya, sangat berat rasa nya kehilangan ketiga istri nya.
"Yue'er, aku yang seharus nya meminta maaf pada mu, karena aku gagal menjaga kalian semua, aku terlalu ceroboh, aku terlalu naif dan menganggap tidak ada lagi yang lebih kuat dari ku, tapi ternyata aku terlalu naif dan tidak melihat dunia luar, masih ada langit di atas langit" ucap Lin Chen yang masih berada di dalam pelukan Lin Yue.
"aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, aku akan menjadi lebih kuat lagi untuk bisa menjaga mu, karena sekarang hanya kamu yang aku miliki" lanjut Lin Chen.
setelah kedua nya kembali tenang, Lin Chen membawa Lin Yue menemui para bawahan dan pasukan nya yang tersisa, pasukan Lin Chen saat ini hanya tersisa 100 ribu saja, sehingga Lin Chen ingin merubah pasukan nya menjadi pasukan yang terkuat dari yang terkuat.
"penguasa muda, penguasa putri" ucap semua bawahan Lin Chen dengan berlutut ketika Lin Chen dan Lin Yue sampai di tempat para bawahan nya.
"bangun lah! Zi Long, apa kamu sudah membagikan semua pil dan buah buah abadi pada pasukan?" tanya Lin Chen.
"aku sudah membagikan semua nya penguasa muda" jawab Lin Chen yang sudah bangun dari berlutut nya.
__ADS_1
"jika pil dan buah buah abadi itu sudah habis, laporkan pada ku agar aku berikan kembali, dan untuk buah buah abadi, kalian petik lah dan bagikan pada semua pasukan, aku ingin kalian cepat menjadi lebih kuat lagi, aku ingin menggemparkan alam 100 pelangi dalam waktu dekat" ucap Lin Chen dengan serius.
"baik penguasa muda" jawab mereka serempak.
setelah itu Lin Chen dan Lin Yue kembali ke kamar mereka, didalam kamar, Lin Chen dan Lin Yue kembali membaringkan tubuh mereka dan berpelukan.
"Gege, kapan kita ke sekte?" tanya Lin Yue yang berada dalam pelukan Lin Chen.
besok kita kembali ke sekte, karena aku juga ingin murid murid sekte berlatih dan meningkatkan kekuatan mereka di dunia jiwa ini, setelah itu aku akan membuka penerimaan murid baru dengan jumlah yang tidak terbatas untuk mengisi sekte" jawab Lin Chen.
Keesokan harinya.
Lin Chen dan Lin Yue keluar dari dunia jiwa, Lin Yue tampak terkejut karena mereka berada di sebuah goa, Lin Chen ingin ke dunia kecil milik Long Yan untuk memperkenalkan Lin Yue, tapi dia mengurungkan niat nya itu dan membuka portal menuju sekte Phoeniks Naga.
Wshush... Wshush...
"hormat kami patriak, tetua agung" ucap empat penjaga gerbang dengan semangat, karena Patriak mereka telah kembali setelah tidak ada kabar selama berbulan bulan lama nya.
"bangun lah dan lanjutkan tugas kalian" ucap Lin Chen lalu memberikan masing masing dari mereka 10 batu roh tingkat tinggi dan 20 buah buah abadi untuk mereka bagi.
"terima kasih patriak" ucap mereka lagi dengan wajah yang ceria.
lalu Lin Chen dan Lin Yue masuk kedalam sekte, sepanjang jalan murid murid sekte terus memberi hormat pada mereka dan terlihat mereka sangat senang dengan kehadiran Lin Chen.
"hormat kami patriak, tetua agung" ucap kelima puluh tetua tingkat tinggi dan rendah.
"bangun lah, hormat kalian aku terima, tetua ketiga, buat pengumuman di seluruh kota dan desa jika sekte Phoeniks Naga membuka penerimaan murid baru, dan sebarkan berita ini hingga ke Kekaisaran lain" ucap Lin Chen memberi perintah.
1 minggu kemudian berita tentang kepulangan Lin Chen di Sekte Phoeniks Naga sudah tersebar di seluruh kota kekaisaran elf, ratu Elfani yang mendengar berita itu sangat tidak sabar untuk mengunjungi Lin Chen.
__ADS_1
"siapkan kereta kuda untuk ku, aku akan pergi ke sekte Phoeniks Naga" perintah ratu Elfani.
beberapa saat kemudian kereta sudah sial dan ratu Elfani juga sudah melakukan perjalanan nya ke sekte Phoeniks Naga, sepanjang jalan ratu Elfani terus berpikir alasan apa yang akan dia katakan ketika sampai di sekte Phoeniks Naga, karena tidak mungkin dia mengatakan jika dia merindukan Lin Chen.
Selama ini ratu Elfani terus memikirkan Lin Chen, selain mengkhawatir kondisi Lin Chen, ratu Elfani juga sangat merindukan Lin Chen, itu lah kenapa dia selalu pergi ke sekte Phoeniks Naga setiap 2 minggu sekali, Namum kali ini perasaan nya berbeda dari biasa nya, karena kali ini jantung nya berdegub kencang.
"kenapa jantung berdegub kencang, kenapa aku menjadi gugup seperti ini" gumam ratu Elfani yang merasa aneh dengan diri nya sendiri, karena tidak biasa nya dia seperti ini.
"apa aku benar benar telah jatuh cinta pada Patriak Lin Chen?" lanjut nya lagi.
setelah menempuh perjalanan selama 10 hari, akhirnya kereta kuda yang di tumpangi ratu Elfani sampai di depan gerbang sekte Phoeniks Naga, keempat penjaga gerbang yang melihat ratu Elfani dan rombongan nya yang sudah tidak jauh dari gerbang sekte, seseorang di antara mereka langsung berlari kedalam sekte untuk melaporkan kedatangan ratu Elfani.
Lin Chen yang mendapat laporan itu bersikap biasa biasa saja, karena saat ini dia tidak ingin di ganggu dan hanya fokus menaikkan kekuatan murid murid sekte nya.
tapi Lin Chen tetap menyambut ratu Elfani di aula pertemuan sekte, begitu ratu Elfani masuk kedalam aula pertemuan, semua orang berlutut memberi hormat, kecuali Lin Chen dan Lin Yue, mereka berdua bersikap biasa saja meski ratu Elfani ada di depan mereka.
"salam ratu" ucap Lin Chen dan Lin Yue bersamaan sambil membungkukkan badan mereka sedikit.
"maaf telah mengganggu waktu anda Patriak Lin" ucap ratu Elfani dengan ramah.
lalu Lin Chen membawa ratu Elfani ke ruang kerja nya dan di sampingnya Lin Yue terus menempel seperti perangko.
"ada apa ratu mengunjungi ku?" tanya Lin Chen yang sudah duduk.
"kebetulan aku baru kembali dari kota dekat sini dan melewati tempat ini sehingga aku memutuskan untuk mampir sebentar" jawab ratu Elfani dengan berbohong.
Lin Yue
__ADS_1