
"maaf panglima, hamba ingin menguji kekuatan jendral muda kita, hamba berharap yang panglima mengizinkan hamba untuk menguji kekuatan jendral muda ini" ucap seorang jendral, yang tidak lain adalah jendral Mou.
"benar panglima, hamba juga penasaran dengan kekuatan jendral muda kita, jadi tolong izinkan jendral Mou menguji kekuatan nya" timpal jendral Fang.
mendengar jika ada dua jendral nya yang ingin menguji kekuatan Lin Chen, panglima Jiao menggeleng kepala nya lalu menjawab.
"baiklah jika kalian ingin menguji kekuatan jendral Lin Chen, bagaimana jendral Lin Chen, apa jendral bersedia? ucap panglima Jiao.
"hamba bersedia panglima" jawab Lin Chen menjeda kata kata nya, lalu dia melanjutkan.
"tapi beri hamba waktu 6 bulan lagi, dalam waktu 6 bulan, hamba akan menghadapi jendral Mou dan jendral Fang" lanjut Lin Chen.
jendral Mou yang mendengar tantangan nya di terima itu mencibir, "dalam waktu 6 bulan, aku akan melihat sejauh mana kekuatan mu jendral muda, aku harap jendral muda tidak mengecewakan kami semua" cibir jendral Mou.
"aku tidak akan mengecewakan jendral Mou, tapi sebalik nya, dalam waktu 6 bulan, aku harap jendral Mou bersiap" balas Lin Chen.
"baiklah, sesuai dengan kesepakatan jendral muda Lin Chen dan jendral Mou, dalam waktu 6 bulan kedepan, mereka akan bertarung di arena pertarungan, dan aku harap tidak ada yang mengganggu jendral muda Lin Chen sampai pertarungan itu tiba" ucap panglima Jiao.
"maaf panglima, rasa nya tidak seru jika tidak ada taruhan nya" ucap Lin Chen.
"taruhan?" tanya panglima Jiao.
"benar panglima" jawab Lin Chen.
"taruhan seperti apa maksud jendral?" tanya panglima penasaran.
"jika jendral Mou kalah, maka jendral Mou harus melepaskan jabatan nya sebagai jendral, dan juga memberikan cincin penyimpanan nya pada ku" ucap Lin Chen menjeda kata kata nya, lalu dia melanjutkan.
"tapi jika aku yang kalah, aku akan memberikan semua yang aku punya" lanjut Lin Chen lalu mengeluarkan 50 buah buah abadi dari 5 jenis yang berbeda, dan juga 100 ribu batu roh tingkat tinggi.
semua orang yang berada di dalam aula pertemuan itu ternganga melihat apa yang Lin Chen keluarkan, mata mereka semua tertuju pada 50 buah buah abadi itu, tidak ada yang berkedip sama sekali.
"ini..." ucap panglima Jiao yang tidak bisa meneruskan kata kata nya,
"bagaimana jendral Mou? apa jendral menerima taruhan ini?" tanya Lin Chen membuyarkan lamunan mereka semua.
"Hahahaha..., aku terima taruhan ini jendral muda, baik, jika aku kalah, aku akan melepaskan jabatan ku sebagai jendral dan memberikan cincin penyimpanan milik ku" jawab jendral Mou tertawa renyah.
dia sangat percaya diri bisa menang dari Lin Chen, sebab kekuatan Lin Chen saat ini hanya dewa pencipta tahap puncak, sementara dia dewa leluhur tahap puncak, dia berada dua ranah diatas Lin Chen, sehingga membuat nya sangat percaya diri memenangkan pertarungan dan taruhan itu.
karena tidak mungkin dalam waktu 6 bulan Lin Chen bisa naik ke dewa leluhur, tapi dia tidak tahu jika Lin Chen memiliki dunia jiwa, dimana satu hari di dunia luar sama dengan satu tahun di dunia jiwa, artinya Lin Chen dapat meningkatkan kekuatan nya di dunia jiwa selama 180 tahun.
"baiklah, karena jendral Mou sudah setuju dengan taruhan itu, maka 6 bulan lagi jendral Mou dan jendral muda Lin Chen akan bertarung, dan selama 6 bulan kedepan, kalian silahkan mempersiapkan diri, kalian aku bebas tugaskan untuk berlatih" ucap panglima Jiao.
"terima kasih panglima" ucap Lin Chen dan jendral Mou serempak.
"sekarang kalian bubarlah, jendral muda Lin, jendral bisa tinggal yang bersebelahan dengan jendral Zhao" ucap panglima Jiao.
__ADS_1
lalu setelah itu satu persatu mereka semua membubarkan diri, sementara Lin Chen mengikuti jendral Zhao, karena kamar Lin Chen bersebelahan dengan kamar nya.
"jendral muda, aku harap jendral muda berhati hati dengan jendral Mou, karena dia orang nya licik" ucap jendral Zhao ketika mereka berdua berjalan.
"terima kasih jendral Zhao sudah memperingatkan ku, aku akan berhati hati pada jendral Mou" balas Lin Chen ramah.
Lin Chen merasa cukup senang karena jendral Zhao memperingati nya, artinya dia mempunyai teman di istana.
sepanjang jalan mereka terus berbincang bincang, "jendral muda, aku penasaran dengan asal usul jendral muda, karena setahu ku, di alam 100 pelangi ini tidak ada keluarga Lin" ucap jendral Zhao.
"aku berasal dari klan Nan jendral" ucap Lin Chen sambil mengeluarkan lencana klan Nan.
"dan nama ku adalah Nan Lin Chen, tapi aku lebih suka tidak memakai nama klan" lanjut Lin Chen bohong.
jendral Zhao yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya, beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai didepan kamar Lin Chen, lalu jendral Zhao mempersilahkan Lin Chen masuk kedalam, sementara dia juga masuk ke kamar nya.
setelah masuk ke dalam kamar, Lin Chen membersihkan dirinya dan mengganti pakaian seragam nya sebagai jendral alam 100 pelangi, karena dia ingin membuat kejutan untuk istri nya Lin Yue dan semua bawahan nya.
lalu dia membuka gerbang dunia jiwa dan masuk kesana.
Whush...
Lin Chen muncul di depan istana naga, lalu dia masuk ke dalam aula pertemuan, tapi tidak ada siapa siapa di aula, sehingga dia pergi ke kamar untuk menemui Lin Yue.
"Gege" ucap Lin Yue yang melihat Lin Chen membuka pintu kamar.
"apa yang Gege lakukan?" tanya Lin Yue bingung.
"hehehe.., aku menjadi salah satu jendral alam 100 pelangi Yue'er, karena aku punya rencana sendiri" jawab Lin Chen.
"oh iya, aku ingin meningkatkan kekuatan ku dulu, karena aku akan menghadapi salah satu jendral yang ada, dan katakan pada Lin Han dan yang lain nya agar jangan mengganggu ku" ucap Lin Chen lembut yang sudah memeluk Lin Yue sambil berbaring.
"Gege" ucap Lin Yue sambil memegang tangan Lin Chen dan mengarahkan pada perut nya.
"ada apa Yue'er? kamu sakit perut?" tanya Lin Chen kebingungan.
sementara Lin Yue menggeleng kepala nya, laku dia berkata, "coba Gege rasakan" ucap Lin Yue.
"memang nya ada apa Yue'er?" tanya Lin Chen yang semakin bingung.
"aku hamil Gege" jawab Lin Yue senang.
"benar kah Yue'er?" Lin Chen bersemangat.
Lin Yue tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya, sementara Lin Chen langsung bangun dan menyandarkan telinga nya di perut Lin Yue.
"makasih Yue'er, akhirnya kamu memberi ku anak" ucap bahagia Lin Chen lalu memeluk Lin Yue dengan erat.
__ADS_1
setelah berpelukan beberapa saat, Lin Chen menanyakan umur kandungan Lin Yue, dan Lin Yue menjawab umur kandungan nya sudah memasuki 4 bulan.
"hahahaha..., aku akan menjadi seorang ayah" ucap Lin Chen sambil tertawa senang, karena selama ini dia sudah merindukan si kecil diantara mereka berdua, dan hari ini hari itu telah bisa.
"aku akan membuat acara untuk merayakan kehamilan mu Yue'er" ucap Lin Chen lagi, sementara Lin Yue hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu kedua nya tidur sambil berpelukan.
keesokan hari nya, setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Lin Chen mengirimkan pesan jiwa pada semua bawahan nya agar berkumpul di aula pertemuan.
beberapa saat kemudian, semua bawahan Lin Chen sudah berkumpul di aula pertemuan dan menunggu Lin Chen keluar, sambil menunggu, mereka semua penasaran dengan berita apa yang akan di sampaikan Lin Chen.
tapi mereka semua tidak ada yang tahu, sehingga mereka memutuskan untuk menunggu Lin Chen keluar dan mengatakan nya langsung.
tidak berselang lama, Lin Chen keluar dari kamar nya, dan di gandeng Lin Yue disamping kiri.
"hormat kami penguasa muda, penguasa putri" ucap semua bawahan Lin Chen dalam posisi berlutut.
"bangunlah!! hormat kalian aku terima" ucap Lin Chen.
"baik penguasa muda" jawab mereka serempak.
"aku mengumpulkan kalian karena aku ingin menyampaikan kalian sesuatu" ucap Lin Chen menjeda kata kata nya, lalu dia melanjutkan.
"aku ingin menyampaikan pada kalian jika Yue'er hamil" lanjut Lin Chen.
semua bawahan yang mendengar pemberitahuan itu merasa senang, karena tuan mereka akan memiliki seorang penerus, lalu mereka semua berkata.
"selamat penguasa muda, penguasa putri" ucap mereka serempak.
"terima kasih, dan karena itu, aku ingin merayakan kehamilan Yue'er, buatkan pesta kecil-kecilan disini" ucap Lin Chen.
"baik penguasa muda" jawab mereka lagi.
"sekarang kalian siapkan pesta nya" perintah Lin Chen.
lalu semua bawahan Lin Chen membubarkan diri dan menyiapkan pesta kecil-kecilan itu, malam hari nya, acara itu sudah siap.
dan semua pasukan Lin Chen ikut merayakan nya, mereka semua minum dan makan hingga pagi hari, sementara Lin Yue hanya menemani Lin Chen sebentar lalu kembali ke kamar dan tidur.
keesokan hari nya, Lin Chen mengatakan pada semua bawahan nya jika dia akan meningkatkan kekuatan nya, lalu dia pergi ke ruang kultivasi.
sesampainya disana, Lin Chen duduk mengambil sikap lotus lalu menelan pil tingkat semesta, setelah itu dia menyerap nya.
*****
Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak!!!
Di kasih hadiah dan vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...