Pendekar Petir

Pendekar Petir
Klan Nan


__ADS_3

Booooomm...


terjadi ledakan disaat pasukan Lin Chen menggempur murid murid klan xiao dan klan Ma, ledakan demi ledakan, bahkan murid murid sekte Nan tidak ikut lagi dalam pertarungan itu, mereka semua mundur dan hanya jadi penonton saja.


"Aaarrrgg.., bajingan, kenapa kamu ikut campur urusan ku" teriak marah Patriak klan xiao atau Xiao Chu karena melihat murid murid sekte nya di bantai pasukan Lin Chen.


Karena selain unggul dalam jumlah, pasukan Lin Chen juga unggul dalam kekuatan, murid murid klan xiao dan klan Ma hanya berada di dewa penguasa tahap awal dan akhir, sementara pasukan Lin Chen berada di dewa leluhur tahap puncak, mereka berbeda lima ranah, sungguh perbedaan yang sangat jauh.


"teriak lah sepuas hati mu Patriak bodoh, karena sebentar lagi bukan hanya murid murid mu yang musnah, tapi juga semua anggota klan mu yang berada di klan, aku akan menghabisi kalian hingga ke akar akar nya, karena aku tidak ingin ada musuh dari klan yang sama di kemudian hari" ucap Lin Chen dan menekan kata kata nya.


Patriak Xiao Chu yang mendengar itu menelan ludah nya dengan kasar, sementara Patriak klan Ma atau Ma Kong juga berkeringat dingin, dia menyesal telah membantu klan xiao, tapi semua sudah terlambat.


"Liran? apa tidak bisa lebih cepat lagi? aku malas menunggu terlalu lama" ucap Lin Chen yang merasa bosan, karena dia melihat semua pasukan nya masih bermain main dengan murid murid kedua klan itu.


"baik penguasa muda" jawab Liran patuh, lalu dia berteriak pada pasukan untuk berhenti bermain main lagi.


sementara Patriak klan Nan atau Nan Dou juga menelan ludah nya dengan kasar, dia berpikir jika Lin Chen ini sudah gila, karena bukan nya kasihan atau apa, tapi justru Lin Chen memberi perintah untuk cepat membereskan murid murid kedua klan.


Xiao Chu dan Ma Kong yang melihat murid murid klan mereka di bantai seperti semut itu tidak bisa untuk tidak mengutuk Lin Chen, mereka terus mengutuk Lin Chen di dalam hati, tapi mereka juga tidak bisa bergerak, karena jika mereka bergerak, sudah pasti kepala mereka meledak.


lalu Xiao Chu dengan penuh ketakutan bersujud pada Lin Chen dan memohon ampun.


"tu-tuan muda, tolong ampuni kami tuan muda" ucap Xiao Chu.


"to-tolong jangan bunuh kami tuan muda" timpal Ma Kong.


sedangkan Lin Chen yang mendengar itu hanya menggeleng geleng kepala nya, lalu dia berkata.


"jika aku mengampuni kalian, sama saja dengan aku membiarkan tulang di dalam daging ku, suatu saat akan menusuk daging ku, dan aku tidak mau hal itu terjadi" balas Lin Chen sambil menggeleng kepala nya.

__ADS_1


1 jam kemudian.


semua murid klan xiao dan klan Ma sudah di habisi Liran dan semua pasukan Lin Chen, Xiao Chu dan Ma Kong tidak mereka bunuh, karena Qin Fan ingin kedua Patriak itu di tangani Nan Dou


sehingga dia tidak membunuh mereka, lalu setelah itu Lin Chen menyuruh semua bawahan dan pasukan nya untuk beristirahat di luar klan, karena klan Nan tidak terlalu besar.


"terima kasih tuan muda" ucap Nan Dou dengan sangat hormat, karena jika bukan karena Lin Chen, sudah pasti seluruh anggota klan nya akan mati dan klan nya hanya akan menjadi cerita.


"tidak perlu sungkan Patriak, kebetulan aku melewati tempat ini dan melihat kalian di serang" jawab Lin Chen jujur dan merendah.


"Xu'er, ayo bawa tuan muda masuk ke dalam" ucap Nan Dou pada gadis yang di tolong Lin Chen, nama gadis itu adalah Nan Jiaxu.


"baik Patriak" balas Jiaxu lalu meminta Lin Chen masuk ke dalam klan.


"mari tuan muda, sebaiknya kita mengobrol di dalam klan saja" ucap Jiaxu ramah pada Lin Chen.


Lin Chen menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Jiaxu ke dalam klan Nan.


sesampainya di dalam aula pertemuan klan, Nan Dou mempersilahkan Lin Chen untuk duduk di kursi tamu kehormatan, lalu Lin Chen pun duduk di kursi yang di tunjuk Nan Dou.


"tuan muda, sekali lagi saya ucapkan terima kasih, dan rasa nya rasa terima kasih saja tidak cukup" ucap Nan Dou setelah dia juga sudah duduk di kursi kebesaran nya.


"seperti yang aku katakan sebelumnya, Patriak tidak perlu sungkan" balas Lin Chen ramah.


"baiklah tuan muda, tadi tuan muda bilang jika tuan muda dalam perjalanan, jika yang tua ini boleh tahu, tuan muda mau kemana? mungkin yang tua ini bisa memberikan sedikit pertolongan" ucap Nan Dou.


sejenak Lin Chen terdiam, apa dia harus berkata jujur pada Nan Dou jika dia baru saja sampai di alam 100 pelangi dan belum ada tujuan atau dia mengatakan alasan yang lain.


setelah berpikir beberapa saat, Lin Chen memutuskan untuk menceritakan yang sebenarnya pada Nan Dou.

__ADS_1


"sebenarnya aku baru saja sampai di alam 100 pelangi ini patriak, dan aku belum tahu tujuan aku kemana, sehingga aku memutuskan untuk ke arah timur ini, dan tidak sengaja aku mendengar suara pertempuran, karena aku penasaran, aku datang kesini untuk melihat nya" jawab Lin Chen jujur.


mendengar cerita Lin Chen, Nan Dou menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata.


"jika tuan muda tidak keberatan, klan Nan bisa menjadi rumah bagi tuan muda" ucap Nan Dou mencoba menahan Lin Chen, karena dengan ada nya Lin Chen di klan mereka, sudah tentu klan mereka akan menjadi klan yang di segani kawan dan di takuti lawan.


tapi segera di tolak Lin Chen, karena dia ingin mencari tempat nya sendiri.


"maafkan aku Patriak, karena aku tidak bisa tinggal di sini, aku ingin menjelajahi alam 100 pelangi lebih dulu, baru lah aku membuat tempat untuk pulang" balas Lin Chen ramah.


Nan Dou sudah tidak bisa berkata apa apa lagi setelah mendengar jawaban Lin Chen, karena dia juga tidak berhak untuk menahan Lin Chen.


"baiklah patriak, aku pamit, tapi jika patriak tidak keberatan, aku ingin tahu arah kota terdekat dari sini" ucap Lin Chen.


"tuan muda hanya perlu pergi ke arah selatan dari sini, 2 hari lagi tuan muda akan menemukan kota mawar" jawab Nan Dou.


"terima kasih Patriak, aku pamit" ucap Lin Chen, lalu dia menoleh pada Jiaxu yang sedari tadi diam saja, kemudian Lin Chen memberikan 1 buah cincin penyimpanan pada Jiaxu dan berkata.


"pergunakan sumber daya itu untuk meningkatkan kekuatan mu" ucap ramah Lin Chen.


tanpa menunggu jawaban dari Jiaxu, Lin Chen keluar dari aula klan, setelah sampai di luar, Lin Chen melayang di udara dan melesat ke arah selatan, lalu di ikuti semua bawahan dan pasukan Lin Chen dari belakang, setelah berada 1 kilo meter dari klan Nan, Lin Chen membuka gerbang dunia jiwa dan menyuruh mereka semua masuk.


*****


Jumlah pembaca begitu banyak.


tapi sangat minim untuk like dan komentar.


apalagi ngasih hadiah dan vote.🤦🤦🤦

__ADS_1



__ADS_2