Pendekar Petir

Pendekar Petir
Memasuki Makam Dewa Kuno


__ADS_3

"Berarti kita sama, karena aku juga akan masuk ke makam dewa kuno itu," ucap Sue Ping.


"benar saudara Sue, lalu bagaimana dengan saudara Xiu?" tanya Lin Chen menoleh pada Jiang Xiu.


Jiang Xiu menggeleng kepalanya, lalu dia berkata, "ayahku tidak mengizinkan aku pergi ke makam dewa kuno itu, katanya terlalu berbahaya," balas Jiang Xiu tersenyum masam.


"tidak ada orang tua yang tidak mengkhawatirkan anaknya saudara Xiu," ucap Lin Chen mencoba menghibur.


"terima kasih saudara Lin, aku mengerti," balas Jiang Xiu.


lalu setelah itu, ketiganya masih mengobrol sebentar, lalu Lin Chen keluar dari kedai teh itu untuk mencari rumah makan, tidak jauh dari kedai teh, Lin Chen menemukan sebuah penginapan.


Lin Chen kemudian masuk kedalam dan memesan kamar, setelah memesan dan membayar biaya inap selama seminggu, Lin Chen naik ke kamarnya.


didalam kamar, Lin Chen membersihkan diri lebih dulu, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Lin Chen menutup mata untuk menyerap energi langit dan bumi.


*******


Di daratan tengah.


Lin Bai, Lin Tian, Lin Dong, Yin Jieru dan Lu Jiang tampak mendiskusikan sesuatu dengan serius di aula pertemuan Kekaisaran Lin.


"saudara Bai? apa belum ada kabar dari Chen'er?" tanya Lu Jiang yang sangat merindukan putri tercintanya, saat ini dia datang jauh jauh dari kerajaan Lu untuk menanyakan kabar putri dan menantunya.


"belum ada sama sekali saudara Jiang, kami semua selalu menunggu kabar dari Chen'er, tapi belum juga menerima darinya," balas Pin Bai.


"saudara Jiang tenanglah! aku juga mengkhawatirkan Lin'er, tapi bagaimana lagi? kita semua tidak tahu bagaimana mereka disana," timpal Yin Jieru, padahal sebenarnya dia juga sangat mengkhawatirkan putrinya, tapi dia juga tidak tahu harus bagaimana.


melihat wajah khawatir Lu Jiang dan Yin Jieru, Lin Tian mencoba menenangkan mereka.


"saudara Jiang dan saudara Jieru tenang saja! aku yakin Chen'er menjaga mereka dengan baik," ucap Lin Tian mencoba menenangkan mereka.


akhirnya Lu Jiang dan Yin Jieru hanya bisa berusaha menenangkan diri, karena dipaksakan bagaimana pun juga, semua orang tidak tahu apa yang terjadi.


"semoga Yin'er baik baik saja," gumam Yin Jieru membatin.


******

__ADS_1


waktu terus berlalu, tak terasa seminggu sudah terlewati begitu saja, pintu makam dewa kuno juga akan terbuka hari ini, jadi saat ini Lin Chen sedang bersiap untuk pergi ke gunung dimana pintu makam dewa kuno akan terbuka.


setelah membersihkan diri dan menyantap makan pagi, Lin Chen keluar dari penginapan, lalu dia pergi ke arah gerbang, setelah berada jauh dari gerbang, Lin Chen melayang di udara dan melesat ke gunung itu, yang tidak lain adalah gunung pelangi.


3 jam kemudian.


Lin Chen sampai di gunung pelangi, disana, Lin Chen melihat sudah banyak kultivator yang menunggu pintu terbuka, lalu dia berjalan dengan santai mendekat.


tidak lama kemudian, pintu makam dewa kuno terbuka, lalu satu persatu para kultivator itu masuk kedalam, jika dihitung, ada sekitar 10 ribu kultivator yang masuk ke makam dewa kuno.


setelah hampir semua kultivator masuk, Lin Chen juga masuk kedalam, sebab pintu makam dewa kuno akan segera tertutup kembali.


Whush..


Lin Chen muncul disebuah hutan yang sangat tebal, kekuatannya pun seketika ditekan hingga ke ranah raja dewa tahap awal, gravitasi di makam dewa kuno itu juga menekan tubuhnya, sehingga Lin Chen merasa sedikit kesulitan untuk bergerak.


"ternyata yang disertakan Sue Ping memang benar, selain Kekuatan yang ditekan, gravitasi disini juga beberapa kali lebih kuat," gumam Lin Chen yang merasakan perubahan pada dirinya.


tidak jauh dari Lin Chen, ada juga beberapa ratus orang yang juga merasakan kultivasi mereka ditekan hingga ke ranah raja dewa tahap awal.


selain itu, mereka juga sangat tertekan dengan gravitasi yang ada, sehingga ratusan kultivator itu juga merasa sedikit kesulitan untuk bergerak.


"kita kemana saudara?" tanya salah satu pemuda pada teman nya.


"entahlah saudara, aku juga bingung," jawab teman yang ditanya.


Lin Chen yang mendengar obrolan kedua pemuda itu tidak menghiraukan mereka, dia terus melayang mengikuti ratusan kultivator yang sudah lebih dulu melayang ke utara.


meski dengan gerakan yang sangat lambat karena tertekan dengan gravitasi, tapi Lin Chen merasa itu lebih baik daripada tidak bisa terbang.


3 hari kemudian.


Lin Chen dan ratusan kultivator itu melihat sebuah pertempuran, dimana ada puluhan kultivator yang sedang bertarung melawan hewan buas jenis kadal api, sebenarnya ada lebih dari ratusan kultivator yang bertarung melawan kadal api itu.


hanya saja kadal api yang berjumlah lebih dari 20 ekor itu membantai mereka, apalagi kekuatan sekelompok kadal api itu berada di ranah kaisar dewa tahap menengah, sehingga sangat mudah bagi mereka untuk membantai ratusan kultivator.


sementara puluhan kultivator itu memiliki kekuatan yang sama dengan Lin Chen dan ratusan kultivator yang bersamanya, yaitu raja dewa tahap awal.

__ADS_1


perbedaan kekuatan yang sangat jauh itu membuat pilihan kultivator itu dibantai oleh kadal api, dapat Lin Chen dan ratusan kultivator itu melihat kadal api terus mengeluarkan bola bola api dari mulutnya dan melepaskan pada puluhan kultivator itu.


Booooomm Booooomm Booooomm..


ledakan terus terjadi ditempat pertempuran, kultivator yang awalnya ada ratusan orang, kini hanya tersisa puluhan orang saja, sehingga Lin Chen dan yang lainnya hanya melihat tersisa puluhan orang.


"sungguh bodoh!" seru salah satu kultivator yang melihat pertempuran itu.


"benar saudara, bukannya lari, mereka malah bertarung, padahal sudah jelas mereka kalah kekuatan dari sekelompok kadal api itu," timpal yang lain.


"sebaiknya kita berputar saja! kita tidak bisa melewati jalan ini," ucap yang lain.


lalu mereka memutar untuk menghindari pertempuran itu, karena sudah pasti akan ikut terlibat dalam pertempuran itu jika mereka memaksakan diri untuk melewati tempat itu.


Lin Chen yang melihat ratusan kultivator memilih jalan memutar pun menjadi bingung, apakah dia ikut mereka atau membantu puluhan kultivator yang menjadi bulan bulanan sekelompok kadal api itu.


"sebaiknya aku bantu mereka," gumam Lin Chen membuat pilihan, lalu dia melesat ke tempat terjadinya pertempuran.


Whush...


Lin Chen bergerak mendekati mereka, lalu melepaskan serangan pada salah satu kadal api.


Whush..


Booooomm...


ledakan terjadi disaat serangan yang Lin Chen lepaskan itu mengenai salah satu kadal api.


"apa?"


Lin Chen tercengang melihat serangannya itu tidak berpengaruh sama sekali pada kadal api itu.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih....


__ADS_2