
Di meja makan, Yin Mei Lin, Huanran dan Ning sudah menunggu Lin Chen dan Lin Yue, beberapa saat kemudian, Lin Chen dan Lin Yue sampai di meja makan, lalu mereka sarapan bersama, setelah sarapan, Lin Chen mengeluarkan Xue Hua, Xue Jia, Xue Mu, Xue Yin dan Xue Mei.
Swuhs.. Swhush... Swhush... Swhush... Swush..
kelima bawahan Lin itu keluar dari dunia jiwa.
"hormat kami tuan muda" ucap kelima gadis itu.
"aku ingin kalian pergi dan periksa gunung Dayu, dan lihat apakah portal disana masih berfungsi atau tidak" perintah Lin Chen.
"baik tuan muda" jawab Xue Hua dan keempat saudari nya lalu menghilang dari hadapan Lin Chen.
setelah itu Lin Chen ke ruang singgasana.
disana, semua pejabat nya sudah ada.
"hormat kami yang mulia" ucap semua pejabat Kekaisaran.
"bangun lah! hormat kalian aku terima" ucap Lin Chen.
"apa ada laporan dari kalian?" tanya Lin Chen.
semua pejabat saling memandang satu sama lain, karena mereka semua tidak mempunyai laporan, maka pagi itu tidak ada yang di lakukan Lin Chen, kemudian Lin Chen ke ruang kerja nya dan menyelesaikan tugas nya sebagai kaisar yang tertunda karena pernikahan nya.
3 hari telah berlalu.
Xue Hua dan keempat saudari nya terus melayang di udara, beberapa saat kemudian mereka melihat sebuah jurang yang sangat dalam dan sangat besar, luas jurang itu mencapai 2 kilo meter persegi, mereka merasakan ada aura kehidupan dari dalam jurang itu lalu berhenti.
"saudari Hua? apa saudari juga merasakan nya?" tanya Xue Mu.
"benar saudari Mu, aku juga merasakan di dalam jurang itu ada aura kehidupan, tapi kita tidak tahu seberapa dalam jurang itu" jawab Xue Hua yang melihat jurang tanpa nama yang seakan tidak ada dasar nya.
"apa kita periksa saja untuk memastikan?" tanya Xue Mei.
"sebaiknya kita laporkan saja pada tuan muda, biarkan tuan muda yang memutuskan, karena kita mempunyai tugas lain" jawab Xue Hua lalu mengirim pesan jiwa pada Lin Chen.
Lin Chen yang mendapat pesan jiwa dari Xue Hua itu langsung menyuruh mereka menunggu nya disana dan mengirimkan gambaran jurang tanpa nama, beberapa saat kemudian.
Swhus...
Lin Chen muncul di samping Xue Hua dan keempat saudari nya.
"hormat kami tuan muda" ucap mereka berlima.
"ayo kita periksa" ucap Lin Chen lalu melayang turun ke dalam jurang tanpa nama.
Di istana kekaisaran.
Lin Yue, Yin Mei Lin, Huanran dan Ning yang di tinggal tiba tiba itu merasa sangat kesal, karena tidak biasa nya Lin pergi tanpa pamit, tapi Yin Mei Lin berpikir jika Lin Chen masih marah pada nya karena tidak mau menemani nya semalam, tapi segera dia tepiskan pemikiran itu, karena selama dia bersama Lin Chen, Lin Chen tidak pernah memarahi nya.
"saudari Yue, sebenarnya Chen Gege pergi kemana?" tanya Yin Mei Lin.
__ADS_1
"aku juga tidak tahu saudari Lin, apa saudari Hua dan saudari Ning tahu kemana Chen Gege pergi?" jawab Lin Yue kemudian bertanya.
"aku juga tidak tahu saudari Yue, aku juga" jawab Huanran dan Ning.
Di jurang tanpa nama, Lin Chen dan kelima bawahan nya terus melesat kedalam jurang, sudah 2 jam mereka melayang turun, tapi mereka belum juga sampai di dasar jurang.
"seberapa dalam jurang ini?" gumam Lin Chen membatin.
***
Di Dasar Jurang Tanpa Nama.
"lapor panglima, kita kedatangan tamu" ucap seorang jendral melapor karena merasakan ada aura yang melayang turun ke dasar jurang.
"berapa orang?" tanya panglima.
"dari aura yang aku rasakan, ada kemungkinan 6 orang panglima, tapi aura mereka terasa familiar" jawab jendral itu.
"kamu panggil jendral Cang dan beberapa pasukan dan periksa siapa mereka" perintah sang panglima, atau dipanggil panglima Tian Du.
"baik panglima" jawab jendral Yang Zi.
Lin Chen dan kelima bawahan nya terus melesat turun.
"saudari Hua, aura ini tidak asing" ucap Xue Mei.
"benar saudari Mei, aura ini tidak asing" timpal Xue Jia.
"ada apa?" tanya Lin Chen yang melihat kelima bawahan nya berbisik bisik.
"apa mereka musuh?" tanya Lin Chen lagi.
"tidak tuan muda, aura ini milik panglima Tian Du, jendral Cang dan jendral Yang Zi" jawab Xue Hua lagi.
30 menit kemudian.
Lin Chen dan kelima bawahan nya mendarat didasar jurang.
"siapa kalian?" tanya jendral Yang Zi.
"Jendral Yang Zi?" panggil Xue Hua.
"nona Xue Hua?" ucap jendral Yang Zi.
"benar jendral, aku Xue Hua" ucap Xue Hua.
"bagaimana kabar mu jendral muda?" tanya Xue Mei dengan tersenyum ke arah jendral Yang Zi.
"ahh nona Mei, aku bukan lagi jendral muda tahu..." ucap jendral Yang Zi yang kesel karena di panggil jendral muda.
"kenapa kalian di sini?" tanya jendral Cang.
__ADS_1
"kita berjumpa lagi jendral Cang" ucap Xue Jia yang sedari tadi hanya diam.
"nona Jia? syukur lah nona masih hidup" ucap jendral Cang tersenyum ke arah Xue Jia.
"apa kamu sudah tidak mengenali ku lagi?" tanya Xue Yin pada jendral Cang.
"Hahaha...
"mana mungkin aku melupakan mu nona Yin, aku sangat senang nona Yin masih hidup dan kita bertemu lagi" ucap jendral Cang sambil tertawa.
"apa kalian sudah melupakan ku?" tanya Lin Chen.
"Ma-maafkan kami tuan muda" ucap serempak kelima bawahan Lin Chen dengan posisi berlutut.
jendral Cang dan jendral Yang Zi yang melihat hal itu cukup terkejut, kelima gadis cantik dan kuat itu berlutut di depan seorang pemuda.
"bangun lah, aku hanya merasa kesal karena di abaikan" ucap Lin Chen pada kelima bawahan nya.
"terima kasih tuan muda" jawab mereka.
"jendral Cang, jendral Yang Zi, dia adalah tuan muda Lin Chen, penerus dewa petir" ucap Xue Hua yang sudah berdiri kembali.
mendengar apa yang di ucapkan Xue Hua, kedua jendral itu langsung jatuh berlutut di depan Lin Chen.
"hormat kami tuan muda" ucap kedua jendral itu dan di ikuti ratusan prajurit di belakang mereka.
"bangun lah jendral" ucap Lin Chen.
"baik tuan muda" jawab kedua nya.
"kenapa kalian berada disini? dan sudah berapa lama kalian disini?" tanya Lin Chen.
"kami sudah berada di sini 25.000 tahun yang lalu tuan muda, kami melarikan diri karena di perintahkan yang mulia dewa petir" jawab jendral Cang.
"seberapa banyak kalian disini.?" tanya nya lagi.
"kami semua berjumlah 500 ribu tuan muda, tapi hanya 350 ribu saja yang menjadi prajurit, sisa nya adalah keluarga kami" jawab jujur jendral Cang.
"lalu siapa yang menjadi pemimpin disini?"
"yang memimpin kami disini adalah panglima Tian Du tuan muda" jawab jendral Cang lagi.
"baiklah, aku ingin bertemu dengan panglima Tian Du.
lalu jendral Cang membawa Lin Chen dan rombongan nya ke sebuah istana yang cukup besar.
panglima Tian Du yang melihat kedua jendral, Lin Chen dan kelima gadis cantik yang dia kenal itu masuk ke dalam aula pertemuan.
"kita bertemu lagi panglima Tian Du" ucap Xue Yin menyapa.
"saudari Yin, saudari Jia, saudari Hua, saudari Mei, saudari Mu, aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi" ucap panglima Tian senang.
__ADS_1
"aku juga tidak menyangka kita akan bertemu lagi panglima Tian Du" balas Xue Mei.
Tinggalkan Like & komen ya kak😁