
"Yue'er, mungkin sebaiknya kamu tinggal di dunia jiwa saja, karena setiap kali kita memasuki kota, selalu ada masalah karena kecantikan mu" ucap Lin Chen yang saat ini dia dan Lin Yue sudah berada di kamar penginapan.
Lin Yue yang mendengar itu hanya diam saja, karena dia sangat ingin berpetualangan bersama Lin Chen, tapi apa yang di katakan Lin Chen memang benar, setiap kali mereka singgah di kota, selalu ada masalah karena wajah nya yang cantik.
"baik Gege" jawab Lin Yue setelah berpikir beberapa saat, dan jika dia tinggal di dunia jiwa, dia juga bisa meningkatkan kekuatan nya, karena saat ini kekuatan nya hanya berada di dewa Surgawi puncak.
setelah membersihkan diri, kedua nya tidur dengan berpelukan.
keesokan harinya.
setelah membersihkan diri, Lin Chen membuka gerbang dunia jiwa dan menyuruh Lin Yue masuk, setelah Lin Yue masuk, Lin Chen keluar dari kamar nya menuju restoran untuk sarapan.
tapi begitu dia membuka pintu penginapan, Patriak sekte gunung pinus dan semua tetua sekte sudah menunggu nya di luar, Lin Chen dapat mengenal 4 tetua diantara mereka, salah satu nya adalah tetua Jun.
"oh jadi kamu yang mengancam akan menghancurkan sekte ku anak muda? apa kamu pikir semua itu menghancurkan sekte ku? kamu hanya bisa bermimpi anak muda" tanya dingin di sertai tertawa renyah dan ejekan Patriak Zhou Xing.
Lin Chen tidak menjawab, dia hanya menggeleng geleng kepala karena tidak sesuai dengan harapan nya, dia tidak berpikir jika patriak Zhou Xing akan menantang nya.
"aku beri kamu satu kali kesempatan lagi, jika kamu meminta maaf karena anak mu sudah berani menginginkan istri ku, maka aku lepaskan sekte mu" balas Lin Chen serius.
"melepaskan sekte ku? apa kamu bercanda anak muda?" Patriak Zhou Xing sangat tidak percaya dengan ucapan Lin Chen.
"keras kepala, baiklah jika kamu memaksa ku" ucap Lin Chen lalu
Whush... Whush... Whush...
ketiga puluh bawahan Lin Chen dan 165 ribu pasukan yang berada di rana dewa semesta tahap awal keluar dari dunia jiwa dan memenuhi langit langit kota Tahane.
semua orang terkejut dengan kemunculan mereka semua, dan yang lebih mengejutkan mereka adalah ada 3 orang yang berada di rana dewa semesta tahap puncak.
"hormat kami penguasa muda" ucap semua bawahan dan pasukan Lin Chen dalam posisi berlutut diatas langit.
sekali lagi semua orang terkejut ketika melihat mereka semua berlutut dan menyebut Lin Chen penguasa muda.
"Zi Long, Liran, pimpin mereka dan hancurkan sekte gunung pinus yang berada di sebelah barat dari sini, musnahkan dan jangan sisakan satu pun, dan bawa tuan muda mereka kesini" perintah Lin Chen.
"baik penguasa muda" jawab mereka serempak lalu bergerak ke arah barat menuju sekte gunung pinus.
setelah semua bawahan dan pasukan Lin Chen pergi, baru lah mereka semua sadar dari keterkejutan mereka, Patriak Zhou Xing yang tadi nya bersikap sombong langsung berlututlah di depan Lin Chen dan di ikuti semua tetua sekte.
"a-ampun tuan muda, aku mempunyai mata tapi tidak dapat melihat kebesaran tuan muda" ucap Patriak Zhou Xing.
sementara semua orang yang melihat hal itu menjadi kasihan dengan sekte gunung pinus yang sudah berani menyinggung orang yang tidak seharusnya mereka singgung.
"apa kata mu? coba kamu ulangi sekali lagi" ucap Lin Chen berpura pura.
"ampuni kami tuan muda, kami mempunyai mata tapi tidak dapat melihat kebesaran tuan muda" ucap Patriak Zhou Xing sekali lagi.
"bukan nya tadi aku sudah memberi mu kesempatan untuk meminta maaf? tapi apa yang kamu katakan? kamu bilang aku hanya bermimpi kan?" tanya dingin Lin Chen.
mendengar ucapan Lin Chen itu membuat Patriak Zhou Xing hanya bisa mengutuk diri sendiri dan menyesali ucapan nya tadi.
"kamu sudah berada di sini, jadi temani aku bermain main sebentar sambil menunggu kehancuran sekte mu dan kedatangan anak mu" lanjut Lin Chen.
tanpa menunggu jawaban dari Patriak Zhou Xing, Lin Chen langsung menyerang Patriak Zhou Xing, tapi tiba tiba saja.
__ADS_1
"Hentikan!!!"
Terdengar sebuah suara dari belakang arah selatan kota, lalu muncul sesosok pria paruh baya.
Whush...
pria paruh baya itu mendarat tepat di depan Lin Chen,
"salam tuan kota" ucap semua orang yang berada di situ memberi hormat pada tuan kota, tapi tuan kota tidak menghiraukan mereka dan menatap Lin Chen.
"siapa kau anak muda? kenapa kamu ingin membuat keributan di kota ku?" tanya tuan kota.
Lin Chen yang terlalu malas berurusan dengan tuan kota, dia mengeluarkan lencana emas yang diberikan Gao Zhin tempo hari dan melemparkan pada tuan kota.
ketika tuan kota menangkap lencana itu dan melihat nya, wajah tuan kota langsung menegang, tubuh nya gemetar, dan tanpa menunggu lama, tuan kota langsung bersujud.
"hormat hamba yang mulia" ucap tuan kota.
hal itu mengejutkan semua orang, belum juga mereka lepas dari keterkejutan mereka dengan kemunculan pasukan Lin Chen, sekarang mereka terkejut karena tuan kota berlutut dan gemetar ketakutan.
Lin Chen memandang tuan kota lalu dia berkata.
"aku tidak menyangka Gao Zhin memiliki bawahan seperti mu, bahkan tidak mendidik anak mu dengan benar, dan berani menginginkan istri ku" ucap Lin Chen dingin.
Glek...
tuan kota menelan ludah kasar ketika Lin Chen menyebut raja mereka hanya dengan nama nya saja dan tidak memakai yang mulia.
"seperti nya aku akan perintahkan Gao Zhin untuk mendidik kalian untuk bersikap lebih baik lagi" sambung Lin Chen lagi.
"ampuni kami yang mulia" ucap semua tetua sekte gunung pinus dan pejabat istana kota.
"siapa nama mu?" tanya Lin Chen menatap tuan kota.
"nama hamba Hung Shan yang mulia" jawab Hung Shan.
"baiklah Hung Shan, mulai sekarang didik lah anak mu dengan benar, jangan lagi mengganggu gadis gadis, apa lagi istri orang, jika aku masih mendengar anak mu melakukan hal itu, akan aku perintahkan Gao Zhin yang akan menghabisi mu" ucap Lin Chen mengancam.
"ba-baik yang mulia, hamba akan mendidik nya dengan baik" jawab cepat Hung Shan.
"sekarang kamu kembali lah dan didik anak mu itu" perintah Lin Chen.
lalu Lin Chen mengirim pesan jiwa pada Zi Long dan Liran agar menarik kembali pasukan nya, dia tidak lagi berkeinginan menghancurkan sekte gunung pinus.
setelah itu Lin Chen menatap tajam Patriak Zhou Xing dan berkata.
"kamu juga harus mendidik anak mu dengan benar, jika dimasa depan aku mendengar anak mu mengganggu gadis gadis atau istri orang lagi, maka aku sendiri yang akan menghancurkan tubuh mu dan anak mu itu" ucap Lin Chen menatap tajam Patriak Zhou Xing.
"ba-baik yang mulia" balas cepat patriak Zhou Xing.
"kalian semua bubar, dan jangan pernah mengganggu ku lagi" perintah Lin Chen lagi.
"baik yang mulia" jawab mereka serempak lalu membubarkan diri.
tapi sebelum mereka membubarkan diri, ketiga puluh bawahan Lin Chen dan pasukan Lin Chen sudah sampai di atas langit kota.
__ADS_1
"hormat kami penguasa muda" ucap mereka serempak.
Hung Shan yang melihat pasukan Lin Chen itu tercengeng, "kekuatan yang sangat mengerikan" gumam Hung Shan membatin.
lalu Lin Chen membuka dunia jiwa dan menyuruh mereka kembali ke dunia jiwa.
lagi dan lagi Hung Shan di buat terkejut dan hampir muntah darah, tapi dia juga segera pergi karena tidak ingin membuat Lin Chen marah.
setelah mereka semua membubarkan diri, Lin Chen melanjutkan perjalanan nya ke restoran untuk sarapan, dan dia berencana setelah sarapan dia pergi dari kota dan melanjutkan perantauan nya.
****
Di istana kota.
Plaaak...
Hung Shan menampar anak nya karena sudah menyinggung orang yang tidak seharusnya dia singgung, dan hampir saja membuat dia hancur.
"dasar anak tidak tahu diri, apa kamu tidak bisa menjaga sikap mu di luar? gara gara kamu, ayah hampir kehilangan muka di depan raja Gao Zhin, dasar anak tidak durhaka" ucap Hung Shan dengan sangat marah.
"plaaak...
kembali dia menampar anak dengan sangat kuat, "ampun ayah, aku tidak tahu jika dia adalah orang kerajaan" ucap tuan muda Hung.
"mulai sekarang uang jajan mu ayah tahan semua, dan kamu tidak boleh meninggalkan istana, jika ayah tahu kamu keluar istana, ayah akan mengurung mu di penjara bawah tanah" bentak Hung Shan.
"jendral Fang, awasi anak tidak tahu diri ini, jika dia berani meninggalkan istana, kurung dia di penjara bawah tanah" perintah tegas Hung Shan pada jendral Fang.
"baik tuan kota" jawab patuh jendral Fang.
****
saat ini Lin Chen sudah selesai sarapan pagi nya, lalu dia menuju gerbang kota yang berada di bagian barat kota, setelah sampai, Lin Chen berjalan 300 meter dari kota lalu melanjutkan perjalanan nya dengan terbang.
sudah berhari hari Lin Chen terus melayang di udara, tapi belum ada satu pun desa atau kota yang dia temukan, di hari ke sepuluh, Lin Chen beristirahat di sebuah hutan yang sangat rimbun dengan pepohonan.
dan karena hari sudah sore, Qin Fan memutuskan berburu untuk mengisi perut nya, beberapa saat kemudian Lin Chen kembali dengan membawa 2 ekor ayam hutan yang sudah di bersihkan, lalu Lin Chen membakar dan memakan nya, selesai makan, Lin Chen naik kesebuah pohon besar untuk menyerap energi langit dan bumi agar Qi nya kembali terisi karena dia kehilangan banyak Qi nya yang terkuras karena melayang di udara selama 10 hari tanpa henti.
keesokan harinya Lin Chen melanjutkan perjalanan nya ke arah barat, entah apa yang dia cari, tapi filing nya mengatakan jika dia harus ke barat, siang dan malam Lin Chen terus melesat ke arah barat.
10 hari kembali telah berlalu, tapi Lin Chen masih belum menemukan desa atau kota, dia sangat ingin kembali, tapi entah kenapa semakin dia berniat kembali, dia semakin penasaran kenapa sudah 20 hari dia terbang ke arah barat tapi tidak ada satu pun desa dan kota.
hal itu yang membuat Lin Chen sangat penasaran dengan wilayah barat ini, sehingga dia memutuskan untuk terus ke arah barat mengikuti filing nya.
7 hari kemudian Lin Chen memasuki kabut putih yang sangat tebal, jarak pandang hanya beberapa meter saja sangking tebal nya kabut, semakin dalam kabut nya semakin tebal dan jarak pandang pun hanya satu meter, dan karena kabut nya sedikit mengandung racun, Lin Chen menggunakan teknik pernapasan dewa naga agar racun itu tidak masuk ke dalam tubuh nya.
tiga hari kemudian Lin Chen sudah bisa keluar dari kabut putih dan jarak pandang sudah agak jauh, keesokan hari nya Lin Chen sudah keluar dan terbebas dari kabut putih itu, dan alangkah terkejut nya ketika dia melihat apa yang ada di depan nya, meski jarak nya masih sangat jauh, tapi Lin Chen masih dapat melihat nya meski samar samar.
yang di lihat Lin Chen adalah adalah sebuah daratan yang sangat besar yang melayang di atas langit, perlahan Lin Chen mendekat ke daratan itu, lalu tiba tiba 4 orang prajurit jaga mendekati Lin Chen, kultivasi keempat prajurit itu berada di dewa penguasa tahap puncak.
"prajurit nya saja dewa penguasa, seberapa kuat kultivator yang berada di daratan itu?" gumam Lin Chen membatin.
"salam tuan muda, ada keperluan apa tuan muda memasuki wilayah pulau terbang?" tanya seorang prajurit.
"salam tuan tuan, beberapa hari yang lalu aku kebetulan melihat kabut putih, lalu aku masuk kedalam karena penasaran, dan aku sampai di sini" jawab Lin Chen jujur.
__ADS_1