Pendekar Petir

Pendekar Petir
Aku Lin Chen, Jendral Muda


__ADS_3

2 minggu kemudian, menjelang pagi, Lin Chen menemukan sebuah kota, lalu dia berencana singgah di kota itu, 300 ratus meter dari gerbang kota, Lin Chen mendarat dan melanjutkan dengan berjalan kaki, 20 tarikan nafas kemudian, Lin Chen sampai di gerbang kota, lalu dia ikut mengantri.


setelah cukup lama menunggu dengan bosan, Lin Chen akhirnya di periksa, seperti biasa, dia mengeluarkan lencana klan Nan, selesai diperiksa dan membayar pajak masuk, Lin Chen masuk ke kota itu.


"kota yang sangat hidup" ucap Lin Chen yang kagum dengan suasana kota yang sangat ramai itu, terlihat banyak sekali penduduk kota, kultivator bebas dan pedagang yang berteriak menjajakan dagangan mereka.


tidak jauh dari gerbang kota, Lin Chen menemukan sebuah penginapan, lalu dia masuk dan memesan kamar, selesai memesan dan membayar biaya inap, Lin Chen naik ke kamar nya.


didalam kamar, Lin Chen langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Lin Chen kembali keluar kamar, sebab dia ingin mencari informasi lebih dulu mengenai kota itu.


setelah berada di luar penginapan, dia lalu berjalan masuk kedalam kota, tapi tidak jauh dari penginapan, ada sebuah rumah makan sederhana, Lin Chen pun masuk dan mengambil tempat paling pojok.


"selamat datang di rumah makan bambu merah tuan, mau pesan apa?" ucap seorang gadis muda, yang tidak lain adalah pelayan rumah makan.


"bawakan saja aku makanan yang menurut mu paling enak disini!!" balas Lin Chen sambil melempar senyuman.


seketika wajah pelayan itu merah merona seperti kepiting rebus, dia terpesona dengan senyuman Lin Chen yang sangat manis menurut nya itu.


"baik tuan, mohon tunggu sebentar!!" balas pelayan, lalu dia kembali ke dapur.


sambil menunggu pesanan nya datang, Lin Chen memasang telinga untuk mendengarkan obrolan para pengunjung yang datang.


tapi hingga pesanan nya datang, tidak ada informasi penting yang menarik perhatian Lin Chen.


"maaf sudah membuat tuan lama menunggu." ucap pelayan ramah.


"tidak apa apa nona, aku juga tidak sedang terburu buru." balas Lin Chen yang juga ramah


pelayan itupun meletakkan pesanan Lin Chen diatas meja, lalu dia kembali ke dapur.


setelah pelayan itu pergi, Lin Chen mulai memakan makanan nya dengan tenang, beberapa saat kemudian, Lin Chen selesai makan, lalu dia membayar dan keluar dari rumah makan, sebab dia ingin mencari pusat informasi dikota itu.


1 jam kemudian, Lin Chen menemukan bangunan yang memang untuk mencari informasi, lalu dia masuk kedalam.


"selamat datang di pusat informasi kami tuan" ucap pelayan ramah.


"aku ingin informasi mengenai kota ini, dan informasi penting lain nya" ucap Lin Chen tanpa basa basi.

__ADS_1


"baik tuan" balas pelayan, lalu dia mengambil beberapa gulungan dan memeriksa nya satu persatu.


beberapa saat kemudian, pelayan itu memberikan sebuah gulungan pada Lin Chen.


"ini informasi mengenai penting yang tuan butuhkan," ucap pelayan sambil memberikan gulungan kertas.


"terima kasih nona," balas Lin Chen, lalu dia mengambil gulungan kertas itu dan membukanya.


perlahan Lin Chen mulai membaca gulungan kertas itu, di gulungan itu, Lin Chen hanya menemukan informasi mengenai pertikaian dua sekte yang sudah cukup lama, adapun pertikaian itu sudah memakan korban cukup banyak.


namun pertikaian dan pertempuran kedua sekte tidak kunjung selesai selesai, Lin Chen terus membaca hingga akhir, dan lalu dia mengembalikan gulungan kertas itu pada pelayan.


"berapa yang harus aku bayar nona?" tanya Lin Chen.


"20 batu roh tingkat menengah tuan," jawab pelayan.


Lin Chen pun mengeluarkan 20 batu roh tingkat menengah dan memberikan pada pelayan, lalu dia keluar.


sesampainya diluar, Lin Chen lalu pergi ke gerbang timur, karena dia ingin melanjutkan perjalanan nya, menurut Lin Chen, informasi mengenai pertikaian dan pertempuran dua sekte itu bukan urusan dia, sehingga dia tidak perlu ikut campur.


5 hari kemudian.


kembali Lin Chen menemukan suatu pemandangan yang akan terjadinya pertempuran cukup besar, Lin Chen melihat dua kubu dengan jumlah pasukan yang cukup banyak, karena menurut perhitungan Lin Chen, dari kedua kubu itu masing masing memiliki pasukan sebanyak 25 ribu.


"menyerah lah Shen Li! jika kamu menyerah dan menyerahkan sekte mu, maka pertempuran ini segera berakhir," ucap seorang pria paruh baya.


"jangan mimpi kamu Gui Lan, sampai matipun aku tidak akan pernah menyerah," balas Shen Li, yang tidak lain adalah Patriak sekte mawar putih.


"baiklah jika itu pilihan mu, aku tidak akan sungkan menghabisi mu dan semua keturunan mu," balas Gui Lan.


"pasukan? serang mereka!" perintah Gui Lan.


pasukan yang dipimpin Gui Lan pun menyerang pasukan Shen Li, atau murid dari sekte mawar putih.


"jadi kedua sekte ini yang bertikai selama ini? tapi kenapa sekte yang satunya ingin menghancurkan sekte lain? apa untungnya coba?" gumam Lin Chen keheranan.


tidak di daratan rendah, di daratan tengah, dimana mana semua haus akan kekuasaan.

__ADS_1


"sebaiknya aku bantu sekte yang diserang," gumamnya lanjut.


Lin Chen kemudian melesat cepat ke tengah tengah dia kubu yang sudah mulai bertempur itu.


"hentikan!"


seru Lin Chen setelah dia sudah berada di tengah tengah kedua kubu, Shen Li dan Gui Lan serta semua pasukan mereka pun berhenti bertempur, lalu semua orang menoleh ke arah suara.


dapat mereka lihat jika yang berseru lantang tadi adalah seorang pria berambut hitam panjang menjuntai kebawah, dengan usia yang belum cukup 30 tahun.


"siapa kamu anak muda? kenapa kamu menghentikan kami?" tanya Gui Lan dengan sorot mata yang tajam.


Lin Chen tidak menjawab, tapi dia mengeluarkan lencana emas, yang mana lencana itu adalah identitas dia sebagai salah satu jendral alam 100 pelangi.


"jendral?" ucap Gui Lan melihat lencana itu, tentu Gui Lan tahu lencana itu milik seorang jendral alam 100 pelangi.


tapi melihat usia Lin Chen yang masih sangat muda, hal itu membuat Gui Lan tidak percaya begitu saja.


"apa kamu pikir bisa membodohi ku anak muda? bagaimana mungkin istana memiliki seorang jendral bocah seperti mu hah?" bentak Gui Lan.


"terserah apa katamu, aku hanya minta hentikan pertempuran yang tidak bermanfaat ini dan lakukan perdamaian!" balas Lin Chen datar.


"kamu pikir kami siapa? berani memberi perintah padaku," balas Gui Lan.


Lin Chen yang terlalu malas adu mulut pun melesat dengan cepat kearah Gui Lan dan mencengkram lehernya lalu membanting Gui Lan.


Booooomm..


"aku Lin Chen, jendral muda alam 100 pelangi, jika aku mau, bukan hanya menghentikan kamu, tapi juga bisa memusnahkan semua pasukan mu, paham?" bentak Lin Chen menatap tajam Gui Lan yang terbaring ditanah.


*****


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2