Pendekar Petir

Pendekar Petir
Memenuhi Undangan Kaisar Yan


__ADS_3

"hormat yang mulia" ucap utusan itu.


"berdirilah" perintah kaisar Jiang.


"terima kasih yang mulia" balas utusan.


"silahkan sampaikan tujuan mu datang kesini" lanjut kaisar Jiang.


"hamba di perintahkan yang mulia kaisar Yan San untuk mengantarkan undangan ini untuk tuan muda Lin Chen" ucap utusan sambil memperlihatkan gulungan kertas.


Lin Chen yang mendengar itu mengerutkan keningnya.


"ada apa kaisar Yan mengundang ku?" tanya Lin Chen.


"hamba tidak tahu tuan muda" jawab utusan.


"baik, bawa kemari undangan itu" ucap Lin Chen.


kemudian utusan itu berjalan maju dan memberikan gulungan undangan pada Lin Chen, Lin Chen lalu membuka dan membaca undangan itu, dan isi nya kaisar Yan mengundang Lin Chen untuk makan siang bersama para petinggi istana kekaisaran Yan.


"baik, sampaikan salam ku pada kaisar Yan, dan bilang pada nya aku akan memenuhi undangan nya ini, dan sebentar sore aku sudah berada di sana" ucap Lin Chen setelah membaca gulungan undangan.


"baik tuan muda" jawab utusan.


setelah itu Lin Chen pamit kembali ke kamar nya, karena rencana Lin Chen untuk ke kekaisaran Lin telah gagal hari ini.


isi dari undangan itu bukan hanya kaisar Yan saja, kaisar Wei juga akan hadir disana, oleh karena itu Lin Chen merasa tidak enak jika menolak undangan kedua kaisar itu.


ketika Lin Chen hampir masuk ke kamar nya, tiba tiba putri Lu Ning menahan nya.


"tuan muda" panggil putri Lu Ning.


Lin Chen menoleh ke belakang dan melihat putri Lu Ning berlari ke arah nya, dan di ikuti 4 pelayan nya dari belakang.


"ada apa tuan putri?" tanya Lin Chen setelah putri Lu Ning sudah berada di depan nya.


"a-apa aku boleh ikut tuan muda ke kekaisaran Yan?" tanya putri Lu Ning.


Lin Chen yang mendapat pertanyaan itu hanya mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"kenapa tuan putri ingin ikut dengan ku?" tanya Lin Chen penasaran.


"tidak ada apa apa, aku hanya ingin ikut saja" jawab putri Lu Ning.


"baiklah, sebentar sore kita ke kekaisaran Yan" jawab Lin Chen, sebenarnya Lin Chen merasa tidak enak jika menolak putri Lu Ning ikut dengan nya, karena terlihat dari mata putri Lu Ning yang begitu bertekad ikut nya nya, mau tidak mau Lin Chen mengiyakan.


Keesokan hari nya.


bukan hanya putri Lu Ning saja yang ikut ke kekaisaran Yan, kaisar Jiang juga ikut kesana, karena kaisar Jiang berpikir jika kaisar Yan sengaja mengundang Lin Chen kesana pasti karena ingin mengenalkan Lin Chen pada putri Yan Nunu, sehingga kaisar Jiang memilih ikut agar memastikan hal itu.


"baiklah jika kaisar juga ingin kesana, bisakah kaisar mengirim gambaran istana kekaisaran Yan?" tanya Lin Chen.


"tuan muda tidak perlu membuat portal kesana, karena kami juga mempunyai portal menuju kesana" ucap kaisar Jiang.


"baiklah kaisar, ayo kita berangkat" ucap Lin Chen.


Di depan istana kekaisaran Yan.


Swush... Swush... Swush...


Lin Chen, kaisar Jiang dan putri Lu Ning muncul didepan gerbang istana kekaisaran Yan.


"salam kaisar Jiang" ucap komandan itu memberi hormat.


"laporkan pada kaisar Yan jika tuan muda Lin Chen sudah datang memenuhi undangan nya" ucap kaisar Jiang.


"mendengar nama Lin Chen, komandan itu memandang Lin Chen dengan bergidik, karena dia sudah mendengar cerita dari jendral dan prajurit yang ikut berperang beberapa hari yang lalu dan melihat aksi pasukan lin Chen dan juga Lin Chen sendiri dalam menyiksa 4 kaisar yang beraliansi.


"Ba-baik yang mulia" jawab terbata-bata sang komandan kemudian masuk kedalam istana.


beberapa saat kemudian.


Kaisar Yan San, putri Yan Nunu, kaisar Wei Song dan putri Wei Ying keluar dari dalam.


"salam kaisar Jiang, salam tuan muda Lin" ucap kedua kaisar itu dengan hormat.


putri Wei Ying dan putri Yan Nunu yang melihat Lin Chen yang sangat tampan itu langsung terpesona, tatapan mereka tidak lepas dari wajah Lin Chen.


"salam kaisar Song, salam kaisar San" ucap Lin Chen dan kaisar Jiang bersamaan.

__ADS_1


"ayo kita masuk" ajak kaisar Yan San.


begitu mereka bergerak masuk, putri Wei Ying dan putri Yan Nunu masih berdiri di tempat mereka, kedua putri itu masih belum sadar dari lamunan mereka.


"Ying'er?" panggil kaisar Wei Song.


"Nu'er?" panggil kaisar Yan San.


meski di panggil, kedua putri kekaisaran itu masih juga belum sadar dari lamunan mereka, sampai kaisar Yan San dan kaisar Wei Song memukul pundak mereka baru kedua putri itu sadar.


melihat reaksi kedua putri itu, kaisar Jiang, kaisar Song dan kaisar San tertawa, sementara putri Lu Ning tersenyum masam, karena dia tahu jika kedua putri itu juga menyukai Lin Chen.


malam hari nya, Lin Chen, kaisar Jiang, putri Lu Ning, kaisar Yan San, putri Yan Nunu, kaisar Wei Song dan putri Wei Ying makan malam bersama, tapi tatapan putri Yan Nunu dan putri Wei Ying tetap tidak lepas dari wajah Lin Chen, tapi Lin Chen hanya cuek saja dengan kedua putri itu, sebab dia berada di tengah tengah kaisar Jiang dan putri Lu Ning, Lin Chen tidak ingin menyinggung perasaan kaisar Jiang dan putri Lu Ning.


karena bagaimanapun juga, selama Lin Chen berada di daratan tengah, kaisar Jiang dan putri Lu Ning selalu bersikap baik pada nya, dan juga istana kekaisaran Lu menjadi rumah baru bagi Lin Chen.


"ayo kita makan" ajak kaisar Yan San yang merupakan tuan rumah.


putri Lu Ning kemudian berdiri dari kursi nya dan mengambil makanan untuk Lin Chen, dan Lin Chen tersenyum pada nya, hal itu semakin membuat jantung nya semakin berdegub kencang.


"terima kasih tuan putri" ucap Lin Chen tersenyum indah.


sementara putri Yan Nunu dan putri Wei Ying agak cemberut, sebab kedua putri itu di dahului putri Lu Ning, putri Lu Ning yang melihat kedua putri yang cemberut itu sangat senang, karena rencana membuat kedua putri cemburu itu berhasil.


kaisar Jiang, kaisar Song dan kaisar Yan yang melihat ketiga putri saling memanas manasi itu hanya tersenyum dan menggeleng geleng kepala saja, sedangkan orang yang di perebutkan itu tidak peduli dengan suasana yang tampak kaku itu dan hanya makan saja.


putri Wei Ying dan putri Yan Nunu akhir nya menyesali penolakan yang mereka lakukan disaat mereka di minta mendekati Lin Chen, kini Lin Chen sudah berada jelas di depan mata mereka, meski Lin Chen sangat tampan dan sangat menarik perhatian mereka, tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa, mereka hanya bisa menyesali keputusan mereka yang menolak untuk mengenal Lin Chen.


"tuan muda, besok kita kita jalan jalan lagi ya seperti kemarin di kota Lu Yang" ucap putri Lu Ning, dan hal itu berhasil membuat hati putri Yan Nunu dan putri Wei Ying semakin panas.


"boleh, aku juga ingin melihat lihat ibu kota kekaisaran ini" jawab Lin Chen dengan senyum termanis nya ke arah putri Lu Ning.


"Tu-tuan muda, apa boleh aku juga ikut jalan jalan?" tanya putri Yan Nunu yang malu malu.


sejenak Lin Chen terdiam dan menatap putri Lu Ning untuk meminta persetujuan, putri Lu Ning yang mendapat tatapan dari Lin Chen itu tidak bisa berkata kata.


"sebaik nya putri Yan Nunu dan putri Wei Ying menanyakan nya pada putri Lu Ning, karena putri Lu Ning yang mengajak ku, jadi tidak sopan jika aku mengajak orang lain juga" jawab Lin Chen.


mendengar jawaban dari Lin Chen yang mengatakan semua keputusan ada di tangan nya, hati putri Lu Ning semakin berbunga bunga.

__ADS_1


sementara kedua putri yang mendapat jawaban seperti itu hanya tersenyum masam, mereka tidak menyangka harus meminta persetujuan dari putri Lu Ning, artinya Lin Chen dan putri Lu Ning sudah sangat dekat, itu lah yang ada di pikiran kedua putri.


__ADS_2