Pendekar Petir

Pendekar Petir
Terjadi Kekacauan 1


__ADS_3

Di meja makan.


kaisar Jiang, kaisar Song dan kaisar San sudah menunggu mereka berempat, setelah Lin Chen dan Lu Ning sampai di meja makan, putri Yan Nunu dan putri Wei Ying juga sampai, sepanjang mereka sarapan, tidak ada yang membuka suara hingga selesai.


"hari ini kita jadi jalan jalan kan Gege?" tanya Lu Ning yang memegang tangan Lin Chen.


Lin Chen tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya, sementara ketiga kaisar yang mendengar Lu Ning memanggil Lin Chen dengan sebutan Gege itu cukup terkejut, wajah kaisar Jiang tampak cerah setelah tahu Lu Ning dan Lin Chen sudah menjadi sepasang kekasih.


sementara kaisar Song dan kaisar San saling memandang satu sama lain kemudian memalingkan wajah mereka ke arah kedua putri yang tertunduk dengan mata yang berkaca kaca.


suasana pun menjadi hening untuk waktu beberapa saat, untuk mencairkan suasana, kaisar Jiang berinisiatif membuka pembicaraan.


"bagaimana dengan perjamuan nya kaisar San?" tanya kaisar Jiang.


"semua undangan sudah di sebarkan untuk para bangsawan dan Patriak sekte besar" jawab kaisar San.


lalu mereka melanjutkan obrolan nya, sedangkan Lin Chen, Lu Ning dan kedua putri itu sudah pergi untuk jalan jalan, tapi sebelum ketika mereka sampai di pintu gerbang istana, seorang komandan berlari tergesa gesa dari luar dengan nafas yang tersengal-sengal.


"ada apa komandan?" tanya Lin Chen penasaran.


"Bangsa iblis membuat kekacauan dimana mana tuan muda" jawab komandan.


"saat ini bangsa iblis menyerang desa desa dan kota kota yang berada di semua wilayah dekat perbatasan" lanjut komandan.


"kalian berdua masuk dan laporkan pada kaisar" ucap Lin Chen memandang putri Yan Nunu dan putri Wei Ying.


setelah mengatakan itu, Lin Chen menarik tangan Lu Ning dan keluar dari Istana lalu melesat ke luar kota, merasa sudah jauh dari ibu kota.


Swush Swush Swush Swush Swush


semua bawahan dan pasukan Lin Chen keluar dari dunia jiwa, ketiga kekasih nya juga berada di situ.


"Gege, saudari Ning" panggil ketiga kekasih nya itu.


"Hormat kami yang mulia" ucap semua pasukan Lin Chen memberi hormat dengan posisi berlutut.


"Kita kedatangan tamu yang ingin kita temui beberapa hari lagi, tapi langit berkata lain, karena para tamu itu sendiri sudah datang" ucap Lin Chen pada seluruh pasukan nya.


"Zi Long dan kalian semua, kalian bentuk lah 3 pasukan dan sisir seluruh wilayah perbatasan Kekaisaran Lu, Kekaisaran Wei dan Kekaisaran Yan, bunuh para iblis menjijikan itu, jangan sisakan satu pun" perintah Lin Chen pada seluruh pasukan nya.


"Baik yang mulia" jawab mereka semua.

__ADS_1


"kalian berempat ikut aku ke istana, aku ingin mengenalkan kalian bertiga pada ketiga kaisar yang ada di istana, dan juga agar putri Yan Nunu dan putri Wei Ying tidak berharap lagi pada ku, karena aku sudah memiliki kalian" ucap Lin Chen.


***


Di Daratan Rendah


kekacauan terjadi dimana mana, seluruh daratan rendah di serang bangsa iblis, mayat mayat berhamburan dimana mana, setiap hari selalu ada yang menjadi korban keganasan bangsa iblis.


Di sekte gunung petir.


"bagaimana tetua kesatu?" apa sudah ada kabar dari Patriak?" tanya tetua kedua atau Liong Hei pada tetua Su Kun.


"sampai saat ini Patriak belum ada kabar, kirim beberapa murid ke istana dan minta kaisar Jian mengungsi disini, karena disini lebih aman dengan ada nya formasi pelindung yang dipasang jendral Zi Long, dan mampu menahan serangan semi abadi puncak, tetua Aotion, kamu bawah beberapa murid ke istana dan bujuk kaisar Jian kesini, jika kaisar memikirkan rakyat nya, maka kaisar bisa membawa seluruh masyarakat yang tinggal di ibu kota, kota naga dan sekte kita mampu menampung mereka semua" perintah tetua Su Kun.


"baik tetua" jawab tetua Aotion.


Di istana kekaisaran Shong.


"Yang mulia, pasukan kita tidak mampu menahan mereka lebih lama lagi, jika seperti ini terus, daratan rendah ini akan musnah dan di kuasai bangsa iblis" lapor jendral cao.


"saat ini Kekaisaran Han, Tang dan Liu sudah rata dengan tanah, seluruh keluarga kekaisaran dan sekte sekte yang ada di tiga kekaisaran itu sudah musnah semua, dan kemungkinan besar 1 minggu lagi bangsa iblis akan meratakan Kekaisaran Shong juga" lanjut jendral cao dengan tidak berdaya.


Swush Swush Swush Swush Swush...


"salam yang mulia" ucap tetua Aotion dan 6 orang murid sekte gunung petir.


"hormat kalian aku terima, ada apa tetua? apa ada kabar dari Chen'er?" tanya kaisar Jian.


"sampai saat ini Patriak belum ada kabar, kedatangan hamba kesini atas perintah tetua pertama, tetua pertama meminta yang mulia untuk bersedia ikut dengan hamba ke kota naga, karena disana adalah tempat teraman untuk saat ini, jika yang mulia mengkhawatirkan masyarakat kota, yang mulia bisa membawa mereka semua, dan para pejabat juga silahkan ikut dengan hamba ke kota naga" ucap tetua Aotion dengan tujuan nya datang ke istana.


sesaat kaisar Jian hanya diam dan mencoba memahami ucapan tetua Aotion, setelah beberapa saat, kaisar Jian bertanya pada para mentri dan jendral nya.


"bagaimana menurut kalian?" tanya kaisar Jian.


"hamba setuju dengan tetua Aotion yang mulia, karena keselamatan yang mulia sangat penting, dan mengenai masyarakat di kota ini, hamba juga setuju mengungsikan mereka ke kota yang dimaksud tetua Aotion" ucap salah satu mentri.


"benar yang mulia, jika yang mulia tetap berada di istana, maka keselamatan yang mulia terancam, dan juga masyarakat kota tidak dapat kita lindungi, mengingat kekuatan bangsa iblis yang saat ini tidak bisa kita lawan, mereka terlalu kuat untuk kita" timpal yang lain.


jendral cao juga menganggukkan kepala nya, begitu juga dengan para mentri yang ada, mereka semua setuju jika kaisar Jian, para pejabat dan masyarakat kota mengungsi ke kota naga dan sekte gunung petir.


"baiklah, kita akan mengungsi ke kota naga dan sekte gunung petir, jendral cao, kumpulkan semua masyarakat kota di istana, perintahkan seluruh jendral dan prajurit untuk mengevakuasi masyarakat kota" perintah kaisar Jian.

__ADS_1


"baik yang mulia" jawab jendral cao kemudian pergi dari ruang aula.


***


Di Daratan Tengah.


Lin Chen yang sedang membahas tentang penyerangan bangsa iblis di daratan tengah, tiba tiba perasaan nya tidak enak, dia sangat gelisah.


"kenapa tiba tiba perasaan ku tidak enak? kenapa tiba tiba aku ingat ayah? apa terjadi sesuatu pada ayah?" gumam Lin Chen membatin.


Lin Yue yang melihat Lin Chen melamun itu jadi penasaran dan bertanya.


"ada apa Gege?" apa Gege memikirkan sesuatu?" tanya Lin Yue penasaran.


"entahlah Yue'er, aku juga tidak tahu, tiba tiba perasaan ku tidak enak, dan aku ingat ayah" jawab jujur Lin Chen.


"aku juga merasakan hal yang sama Gege" ucap Yin Mei Lin.


"aku juga merasakan perasaan yang tidak enak" timpal Huanran.


"apa jangan jangan daratan rendah terjadi sesuatu?" tanya Lin Yue.


Deg....


jantung Lin Chen berdegub kencang saat mendengar ucapan Lin Yue.


saat ini Lin Chen bingung dengan situasi yang ada, jika dia tidak ke daratan rendah, maka daratan rendah akan hancur jika yang dikatakan Lin Yue benar, jika dia ke daratan rendah, bagaimana dengan daratan tengah?


ditengah kebingungan nya, Lin Chen mendapat pesan jiwa dari Zi Long, Bai Long dan Long Jiu.


"tuan muda, lawan kali ini cukup kuat, kultivasi mereka tidak jauh dibawah kami, dan mereka sangat banyak, kami kewalahan menghadapi mereka" Itu lah isi pesan jiwa yang mereka kirim.


Lin Chen semakin bingung dengan situasi ini, dia tidak menyangka bangsa iblis sangat kuat dan sangat banyak.


"ada apa tuan muda?" tanya kaisar Jiang yang melihat Lin Chen semakin kebingungan.


"musuh kali ini sangat kuat yang mulia, selain kuat, mereka juga sangat banyak, pasukan ku saat ini menghadapi mereka, meski begitu, pasukan ku kewalahan di buat mereka" jawab Lin Chen mendesah pelan.


ketiga kaisar yang mendengar jawaban Lin Chen itu hanya menelan ludah dengan kasar.


jika pasukan Lin Chen yang sangat kuat itu saja di buat kewalahan, bagaimana dengan pasukan mereka?

__ADS_1


ketiga kaisar hanya diam dan tidak tahu harus berkata apa, karena mereka juga tidak mempunyai kemampuan untuk menghadapi musuh kali ini.


__ADS_2