Pendekar Petir

Pendekar Petir
Menyembuhkan Patriak Xuan Jiu


__ADS_3

selang beberapa saat, Patriak memuntahkan seteguk darah berwarna hitam pekat, tapi Lin Chen tidak berhenti disitu saja, dia terus mengirimkan Qi nya kedalam tubuh Patriak agar semua racun yang berada didalam dapat keluar semua, 20 tarikan nafas kemudian kembali Patriak memuntahkan darah lagi, melihat itu Qin Fan tersenyum.


"racun nya sudah keluar semua, dan energi kehidupan Patriak sudah kembali normal, baringkan Patriak kembali dan biarkan Patriak beristirahat, paling lama besok pagi Patriak sudah siuman" ucap Lin Chen menjelaskan.


lalu Xuan Di membaringkan tubuh Patriak ke kasur, setelah tubuh Patriak dibaringkan, Xuan Di bertanya pada Lin Chen, "bagaimana cara kita mengungkap mata mata disini?" tanya Xuan Di.


"setelah Patriak siuman, tetua katakan pada Patriak agar tetap berpura pura tidak sadarkan diri, karena aku ingin melihat obat apa yang di berikan pada Patriak" jawab Lin Chen menjelaskan rencana nya.


keesokan hari nya.


menjelang siang, Patriak siuman dan berusaha bangkit untuk duduk, lalu Xuan Di dan Lin Chen mendekat ke arah nya.


"Patriak? sukurlah Patriak sudah siuman" ucap Xuan Di senang.


"terima kasih tetua" ucap Patriak lalu dia menoleh pada Lin Chen.


"dia adalah tuan muda Lin Chen, tuan muda Lin Chen yang menyembuhkan Patriak" ucap Xuan Di memperkenalkan Lin Chen.


"terima kasih tuan muda, aku Xuan Jiu sangat berterima kasih karena tuan muda sudah menyembuhkan ku" ucap Xuan Jiu berterima kasih.


"tidak usa di pikirkan Patriak, kebetulan aku tahu obat nya jadi tidak ada salah nya aku mencoba menyembuhkan Patriak, dan langit berpihak pada ku sehingga dapat menyembuhkan Patriak" balas Lin Chen merendah.


"Hahahaha..


"kamu sangat merendah tuan muda" ucap Xuan Jiu tertawa.


setelah itu Lin Chen memberi kode pada Xuan Di agar memberitahu pada Xuan Jiu agar berpura pura belum siuman, karena Lin Chen curiga jika ada mata mata di klan mereka yang meracuni Xuan Jiu, mendengar penjelasan dari Xuan Di, Xuan Jiu sangat marah dan tanpa sadar mengeluarkan aura membunuh nya.


"kurang ajar, akan aku buat pengkhianat itu menderita dengan sehingga dia memohon untuk di bunuh" ucap Xuan Jiu dengan aura membunuh yang merembes keluar.


Lin Chen dan Lin Yue yang terkena aura itu pun langsung terjatuh kebawah.


"Patriak, tenangkan diri mu" ucap Xuan Di yang melihat Lin Chen dan Lin Yue yang sudah jatuh kelantai.


lalu Xuan Jiu menarik kembali aura nya dan meminta maaf pada Lin Chen dan Lin Yue, "maafkan aku tuan muda, aku tidak dapat menahan diri setelah mendengar cerita tetua Di" ucap Xuan Jiu meminta maaf.


Lin Chen dan Lin Yue yang sudah dapat bernafas kembali juga tidak mempermasalahkan hal itu, menurut mereka itu wajar saja, jadi tidak masalah.

__ADS_1


"tidak apa apa patriak, aku memaklumi nya" balas Lin Chen ramah.


lalu Lin Chen membuat gerakan tangan dan menghilangkan formasi yang dia pasang, beberapa saat kemudian seorang pelayan membawa ramuan obat untuk Patriak.


tok tok tok..


mendengar ada yang mengetuk pintu, Xuan Jiu kembali membaringkan tubuh nya dan berpura pura belum siuman, lalu Xuan Di membukakan pintu, di depan pintu terlihat seorang pelayan dan beberapa tetua yang ingin masuk, lalu mereka semua masuk ke dalam kamar, ketika pelayan yang membawa ramuan obat itu masuk, Lin Chen langsung mengenali jika ramuan obat itu ada campuran racun ulat malam.


"pelayan, bawa kesini obat nya" ucap Lin Chen pada pelayan.


pelayan itu tampak terkejut, lalu dia menoleh ke arah para tetua dan meminta persetujuan mereka, dan terlihat ada seorang tetua yang menatap tajam pada nya, tapi dia juga tidak punya pilihan lain, sebab 5 tetua lain nya menyuruh pelayan itu membawa ramuan obat itu pada Lin Chen, lalu pelayan itu berjalan ke arah Lin Chen.


"siapa yang menyuruh mu melakukan ini?" tanya Lin Chen tanpa basa basi pada pelayan.


pelayan yang mendapatkan pertanyaan itu langsung berkeringat dingin dan badan nya bergetar, tapi dia tetap berpura pura tidak tahu apa apa, "apa maksud mu tuan muda?" tanya pelayan itu pura pura.


"aku bertanya siapa yang memasukkan racun ulat malam di ramuan itu?" tanya Lin Chen langsung pada intinya.


"apa?" semua tetua terkejut mendengar pertanyaan Lin Chen, tapi tidak dengan Xuan di.


"apa maksud mu tuan muda?" tanya Xuan Fang penasaran.


mendengar penjelasan dari Lin Chen, semua tetua yang ada sangat marah, bisa bisa nya ada yang mencoba membunuh Patriak mereka.


"pelayan, cepat katakan siapa yang menaruh racun itu?" bentak Xuan gang dengan marah.


"aku..., aku tidak tahu tetua" jawab pelayan itu gugup.


"benarkah? baiklah jika kamu tidak mau mengatakan nya, aku ingin lihat sejauh mana kesetiaan mu pada pengkhianat itu" ucap Xuan Fei lalu menghampiri pelayan dan mengambil ramuan yang di pegang pelayan.


"kalian pegang dia, kita akan buat dia berbicara" ucap Xuan Fei pada tetua lain, lalu Xuan Di dan Xuan Lan memegang pelayan itu, ketika mereka sudah membuka paksa mulut pelayan.


"aku akan bicara, aku akan mengatakan siap orang nya" ucap pelayan itu ketakutan.


"itu baru benar" ucap Lin Chen sambil menggeleng kepala nya.


"se-sebenarnya yang menaruh racun itu adalah tetua Xuan Zhu.

__ADS_1


"apa?" semua tetua terkejut, mereka tidak menyangka jika yang meracuni Patriak mereka adalah salah satu tetua klan.


"apa yang kamu bicarakan? jangan memfitnah ku!!" bentak Xuan Zhu yang berada di dalam kamar.


"apa bukti nya aku yang menaruh racun itu?" tanya Xuan Zhu yang mengelak.


lalu pelayan itu mengeluarkan beberapa kantong yang merupakan kantong khusus milik Xuan Zhu, para tetua yang mengenal kantong kantong itu adalah milik Xuan Zhu, mereka semua langsung melotot pada Xuan Zhu.


"sekarang sudah ada bukti nya, apa yang ingin kamu katakan pengkhianat?" tanya Xuan Jiu yang tiba tiba bangun dari kepura-puraan.


semua orang terkejut melihat Xuan Jiu yang sudah bangun dengan kondisi yang sudah sembuh total.


"Hahahaha..., aku tidak menyangka racun ulat malam dapat di deteksi pemuda sialan ini, benar aku yang melakukan nya, aku sudah muak menjadi tetua, aku ingin membunuh mu dan menjadi Patriak klan" ucap Xuan Zhu mengakui perbuatannya sambil tertawa renyah.


"anak muda, karena kamu sudah mengacaukan rencana ku, maka aku akan membunuh mu" ucap Xuan Zhu lalu melepaskan pukulan pada Lin Chen secara tiba tiba.


Booooomm...


Lin Chen yang mendapat serangan tiba tiba itu terpental dan menabrak dinding kamar dan menghancurkan nya.


"Ukhuk ukhuk..


Lin Chen memuntahkan seteguk darah dari mulut nya, ketika Xuan Zhu ingin melepaskan serangan nya lagi, Xuan Jiu sudah lebih dulu melepaskan sebuah pukulan tepat berada di bawah perut nya.


Booooomm...


Xuan Zhu yang mendapat pukulan telak itu terpental keluar dari kamar dan menghancurkan dinding kamar, dan pukulan itu bukan hanya pukulan biasa, karena Xuan Jiu melepaskan pukulan itu tepat di dantian Xuan Zhu dan menghancurkan kultivasi nya.


"bajingan kau Xuan Jiu, Aaaaaaarrg aaaaaaarrg aaaaaaarrg.." teriak marah Xuan Zhu yang kultivasi nya sudah hancur dan hanya menjadi seorang sampah.


"itu adalah hukuman bagi seorang pengkhianat, membunuh mu terlalu muda dan ringan bagi mu, tapi dengan menghancurkan kultivasi mu, kamu hanya lah anjing yang menyedihkan" balas Xuan Jiu.


"cepat seret pengkhianat itu keluar dari klan" perintah Xuan Jiu marah.


lalu beberapa murid klan menyeret Xuan Zhu keluar klan, Xuan Jiu langsung mengalihkan pandangan nya pada Qin Fan dan berterima kasih.


"terima kasih tuan muda, aku tidak tahu harus membalas dengan apa" ucap Xuan Jiu ramah.

__ADS_1


"tidak perlu seformal itu Patriak, dapat membantu Patriak sudah membuat ku merasa senang" jawab Qin Fan merendah.


"tidak perlu merendah seperti itu tuan muda, jika bukan karena tuan muda, saat ini aku masih terbaring lemah di tempat tidur ku, dan pengkhianat itu akan tetap melancarkan aksi nya hingga aku mati" balas Xuan Jiu.


__ADS_2