Pendekar Petir

Pendekar Petir
Informasi Makam Dewa Kuno


__ADS_3

Shen Li merasa sangat beruntung karena dapat bantuan dari seorang jendral istana, meski dia juga sedikit ragu dengan identitas yang Lin Chen katakan, tapi dia memilih untuk percaya saja, yang terpenting adalah mereka tidak jadi bertempur.


"cepat bawa pulang pasukan mu! atau aku hancurkan kalian semua?" ancam Lin Chen yang masih tidak menurunkan dominasinya.


"ba-baik je-jendral," jawab Gui Lan terbata bata.


"tapi ingat! jika aku mendengar ada peperangan diantara kalian dimasa depan, aku sendiri yang akan mendatangi sekte mu dan menghancurkan kamu," ucap Lin Chen yang terus mengancam Gui Lan.


"hamba tidak berani jendral," balas Gui Lan lagi.


"bagus, sekarang pergilah!" perintah Lin Chen.


"baik jendral," balas Gui Lan, lalu dia meminta pasukan nya untuk kembali, semangat dia berusaha untuk bangkit dari tanah.


"terima kasih jendral," ucap Shen Li berterima kasih.


"tidak masalah tuan, aku sempat mendengar perdebatan kalian sebelum perang terjadi, sehingga aku tahu mana yang salah dan mana yang benar," balas Lin Chen ramah, tidak lupa dia juga menangkupkan tangan nya dengan hormat.


"jika jendral tidak keberatan, sudi lah jendral mampir ke sekte kecil kami jendral," ucap Shen Li mengundang Lin Chen.


"maafkan aku Patriak, aku masih memiliki urusan lain, sehingga aku tidak bisa menghadiri undangan Patriak," balas Lin Chen menolak.


"maaf jika sudah mengganggu perjalanan jendral," ucap Shen Li lagi.


"sudah tidak usah dipikirkan Patriak, dan karena masalah sudah selesai, aku pamit Patriak, jika dimasa depan pak tua itu masih mencari masalah dengan sekte Patriak, laporkan saja ke istana,!" balas Lin Chen.


"terima kasih jendral," balas Shen Li.


setelah berbincang bincang sebentar, Lin Chen pun pergi dari situ dan melanjutkan perjalanan nya, dia masih ingin melihat semua yang ada di alam 100 pelangi, sebagai calon penguasa, Lin Chen ingin tahu seberapa luas wilayah alam 100 pelangi dan masalah apa saja yang terjadi.


5 hari kemudian.


kembali Lin Chen menemukan sebuah kota, lalu dia mendarat dan berjalan ke arah gerbang kota, tidak lama kemudian, Lin Chen sampai didepan gerbang dan ikut mengantri.


setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Lin Chen masuk kedalam kota, tapi Lin Chen tidak langsung pergi mencari penginapan, dia lebih dulu mampir di kedai teh untuk menikmati secangkir teh, sebab waktu sudah menjelang sore.


"selamat datang di kedai teh kami tuan," ucap pelayan tamah.

__ADS_1


"aku ingin secangkir teh nona, jika bisa, bawakan aku teh terbaik yang kalian punya!" balas Lin Chen.


"baik tuan, mohon tunggu sebentar," balas pelayan, lalu dia ke dapur, sementara Lin Chen mengambil tempat yang masih kosong.


"bagaimana saudara Xiu? apa saudara juga akan masuk ke makan dewa kuno?" tanya salah satu pengunjung pada teman nya.


"entahlah saudara Ping, ayah ku tidak mengizinkan ku untuk masuk kesana, karena dia takut aku tidak selamat dan berhasil keluar," jawab pemuda yang bernama Xiu.


"sayang sekali," balas pemuda yang bernama Ping.


"lalu bagaimana dengan saudara? apa saudara Ping akan masuk ke makam dewa kuno?" tanya Xiu.


"benar saudara Xiu, aku mendapat izin dari ayah ku untuk masuk kesana, tapi aku dikawal oleh para tetua," balas Ping.


"semoga kami selamat dan bisa keluar dari sana!" balas Xiu mendoakan.


"terima kasih saudara Xiu," ucap Ping berterima kasih.


Lin Chen yang menunggu pesanan nya datang itu terus mendengar obrolan kedua pemuda itu, tidak lama kemudian, pesanan Lin Chen datang, lalu dia menyesal teh nya sambil mendengar informasi yang lain.


Lin Chen kemudian mendekat ke meja Xiu dan Ping, Lin Chen mendekati mereka, karena dia ingin mengoreksi informasi lebih banyak lagi tentang makam dewa kuno.


"maaf saudara! boleh aku bergabung bersama saudara berdua?" tanya Lin Chen yang sudah berada dimeja Xiu dan Ping.


Xiu dan Ping tidak langsung menjawab, keduanya menoleh pada Lin Chen, barulah Ping mempersilahkan Lin Chen duduk.


"silahkan duduk saudara," balas Ping setuju.


"terima kasih saudara," balas Lin Chen, lalu dia duduk disalah satu kursi.


"perkenalkan nama ku Lin Chen saudara," ucap lanjut Lin Chen setelah duduk.


"aku Sue Ping dan ini saudara Jiang Xiu, aku dari klan Sue dan saudara Xiu dari klan Jiang," balas Sue Ping mengenalkan namanya dan juga Jiang Xiu.


"aku tidak sengaja mendengar percakapan saudara Ping dan saudara Xiu mengenai makam dewa kuno, jika saudara berdua tidak keberatan, bisakah saudara berdua menceritakan sedikit tentang makam dewa kuno padaku?" ucap Lin Chen menyampaikan tujuan nya, tidak lupa dia juga memberikan satu kantung batu roh sebagai bayaran.


"bisa saudara Lin," balas Sue Ping setelah melihat isi kantong yang diberikan Lin Chen, lalu dia mulai menceritakan apa saja yang dia ketahui tentang makam dewa kuno.

__ADS_1


"makam dewa kuno adalah suatu dimensi saudara Lin, disebut makam dewa kuno karena dimensi itu dulunya tempat untuk para dewa dan dewi kuno tinggali, tapi entah kenapa mereka semua terbunuh di dimensi itu,"


"terbunuhnya dewa dewi kuno pun belum ada yang tahu apa penyebabnya dan siapa yang membunuh mereka, karena hingga saat ini, misteri itu belum ada yang mampu untuk memecahkannya,"


"makam dewa kuno juga memiliki banyak penjaga disana, kekuatan mereka juga bukan main main, selain itu, ada aturan ruang dan waktu yang menekan kekuatan setiap kultivator yang masuk kesana,"


"berada di ranah manapun kultivator yang ingin masuk ke makam dewa kuno, kekuatan kultivator itu ditekan hingga ke ranah raja dewa tahap awal,"


"selain kekuatan ditekan oleh aturan ruang dan waktu disana, makam dewa kuno juga memiliki gravitasi yang jauh lebih kuat beberapa kali, sehingga sangat sulit untuk dapat bergerak dengan bebas,"


"makam dewa kuno juga sekarang sudah ada penghuninya, dan menghuni dimensi makam naga kuno adalah dari ras dewa dan juga ras elf, serta dari ras demi humam,"


"yang membuat banyak kultivator tertarik masuk kesana itu tidak lain karena adanya banyak sumber daya tingkat tinggi di setiap gunung dan juga lembah yang ada disana,"


"hanya setiap gunung dan lembah yang memiliki sumber daya tingkat tinggi itu dijaga oleh hewan buas yang memiliki kekuatan kaisar dewa hingga semi abadi,"


"hal itulah yang membuat banyak kultivator tidak kembali dari dimensi makam dewa kuno," ucap Sue Ping menceritakan soal dimensi makam dewa kuno yang dia tahu.


Lin Chen hanya mendengarkan tanpa memotong sama sekali, Lin Chen juga cukup terkejut dengan cerita Sue Ping, yang mana kekuatan akan ditekan hingga ke ranah raja dewa.


"lalu bagaimana dengan ras dewa, ras elf dan demi humam yang berada disana? apa kekuatan mereka juga ditekan?" tanya Lin Chen.


"tidak! kekuatan mereka normal seperti kita yang berada disini, karena mereka adalah penghuni dimensi makam dewa kuno, sehingga yang membuat aturan ruang dan waktu itu tidak menekan kekuatan mereka," balas Sue Ping.


"lalu kapan pintu makam dewa kuno akan terbuka?" tanya nya lagi.


"tinggal seminggu lagi saudara, apa saudara akan masuk kesana?" jawab dan tanya Sue Ping.


"benar saudara Sue, aku akan masuk kesana," jawab Lin Chen, karena memang dia penasaran dengan makam dewa kuno itu.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2