
Hari telah berganti menjadi pagi.
dan pagi ini kaisar Jian ingin kembali ke istana, begitu juga dengan Yin Jieru, Qiao Yi, Lin Tian, Lin Bai dan juga Lin Dong.
Lin Chen, Lin Yue dan Yin Mei Lin mengantar kepergian mereka semua, begitu juga dengan putri Huanran.
setelah mereka semua pergi, Lin Chen ingin menempa tulang Lin Yue dan Yin Mei Lin di puncak gunung petir, tapi bukan hanya mereka berdua saja, Lin Chen juga ingin membawa putri Huanran untuk melatih tubuh nya di puncak gunung.
"kalian bersiap siap lah, kita akan ke puncak gunung untuk menempa tulang kalian, dan untuk kamu Hua'er, kamu juga ikut, karena guru akan melatih tubuh mu juga di sana" ucap Lin Chen.
"baik Gege" jawab Lin Yue dan Yin Mei Lin.
"baik guru" jawab putri Huanran.
beberapa saat Lin Chen menunggu, ketiga gadis itu muncul satu persatu.
tapi sebelum itu, Lin Chen memberitahu pada Zi Long dan Lin Han bahwa dia, Lin Yue, Yin Mei Lin dan putri Huanran akan ke puncak gudung untuk melatih mereka.
"baiklah kita berangkat" ucap Lin Chen.
"Lin'er Yue'er, kalian berdua ke puncak gunung duluan, aku akan melatih Hua'er dari sini" ucap Lin Chen setelah mereka keluar dari gerbang sekte.
"baik Gege" jawab Lin Yue dan Yin Mei Lin bersamaan.
"sekarang berlari lah ke arah puncak gunung itu!" ucap Lin Chen memerintah putri Huanran sambil menunjuk puncak gunung petir setelah kepergian Lin Yue dan Yin Mei Lin.
"baik guru" jawab putri Huanran kemudian berlari menaiki gunung petir, sedangkan Lin Chen hanya mengawasi nya dari udara.
di puncak gunung petir.
Lin Yue dan Yin Mei Lin sudah sampai di puncak gunung dan mereka berdua menunggu Lin Chen dan putri Huanran.
"saudari Lin, apa yang harus kita lakukan? tuan putri semakin mencoba mendekati Chen Gege" ucap Lin Yue karena dia merasa putri Huanran semakin mendekati Lin Chen.
"aku juga tidak tahu saudari Yue, tapi dilihat dari keseriusan tuan putri, tuan putri sangat menyukai Chen Gege, dan aku sebagai wanita, aku juga merasa kasihan pada nya" jawan Yin Mei Lin.
"aku juga seperti itu, tapi aku tidak ingin Chen Gege mempunyai wanita lain selain kita berdua" ucap lagi Lin Yue.
"jika benar tuan putri menyukai Chen Gege, aku sudah tidak masalah lagi, yang penting Chen Gege dapat berbuat adil dan tidak mencampakkan ku" sambung Yin Mei Lin.
setelah hening beberapa saat.
Lin Yue juga menyetujui jika putri Huanran menjadi kekasih Lin Chen, karena bagaimanapun juga, Lin Yue dan Yin Mei Lin dapat melihat kesungguhan putri Huanran untuk menarik perhatian Lin Chen.
sebenarnya Lin Chen juga menyukai putri Huanran, tapi dia juga tidak ingin menyakiti Lin Yue dan Yin Mei Lin, maka dari itu dia diam saja dan tidak merespon apa apa.
__ADS_1
"baiklah, daripada kita tidak melakukan apa apa, sebaiknya kita masuk ke dalam goa dan menunggu mereka didalam" ucap Yin Mei Lin mengajak Lin Yue.
sementara di bawah gunung, Lin Chen terus mengawasi putri Huanran yang berlari menaiki gunung, jika putri Huanran lelah atau haus, maka Lin Chen turun dan memberi nya air untuk di minum.
"ayo kamu lanjutkan lari nya, karena sebelum sore kamu sudah harus berada di puncak gunung" ucap Lin Chen.
***
Di tempat lain.
tepat nya disebuah sekte.
"apa kalian sudah mendengar jika ada sekte yang baru di dirikan di gunung petir?" tanya seseorang yang duduk di kursi utama disebuah ruangan.
"sudah patriak, dan kabar nya, patriak sekte itu adalah pahlawan Kekaisaran, dan dia masih sangat muda, yang aku dengar juga bahwa Patriak sekte itu sangat kuat, kultivator rana dewa bumi pun seperti semut di mata nya" jawab seseorang yang duduk di depan pria itu.
dan ternyata pria yang duduk di kursi utama itu adalah Patriak sekte iblis darah atau Patriak Nan Dou.
Nan Dou adalah Patria sekte iblis darah, dan sekte iblis darah adalah salah satu sekte besar aliran hitam, karena sekte besar aliran hitam adalah sekte iblis darah, sekte racun abadi, sekte kura kura hitam dan sekte kelabang hitam.
keempat sekte besar aliran hitam ini sangat di takuti di seluruh kekaisaran Shong, karena mereka membunuh tanpa pandang bulu, baik itu anak kecil, laki laki perempuan, dan orang yang sangat tua pun di bunuh.
dan cara berkultivasi mereka juga dengan cara sesat, yaitu memakai darah bayi dan gadis gadis perawan.
kultivasi masing-masing Patriak mereka berada di rana kaisar tahap puncak, dan para tetua mereka rata rata berada di rana kaisar tahap awal - menengah.
"Benar patriak, kita dalam bahaya" timpal tetua yang lain.
"bagaimana jika kita lakukan aliansi dengan sekte kura kura hitam, sekte kelabang hitam dan sekte racun abadi patriak?" tanya salah seorang tetua.
"itu saran yang bagus, aku juga setuju dengan jika kita beraliansi dengan ketiga sekte itu dan sekte sekte menengah aliran hitam lain nya" timpal yang lain.
"baiklah, kirim undangan untuk sekte sekte yang akan aku undang." ucap Nan Dou yang setuju dengan saran para tetua nya.
***
Di gunung petir.
hari menjelang sore, putri Huanran terus berlari menaiki puncak gunung.
"sebentar lagi kamu akan sampai Hua'er, ayo lebih semangat lagi" ucap Lin Chen menyemangati putri Huanran.
"baik guru" jawab putri Huanran dan terus berlari.
"Ha ha ha.
__ADS_1
nafas putri Huanran tersengal sengal setelah dia sampai di puncak gunung.
"kamu akan latihan seperti ini setiap hari, naik dan turun dari gunung ini setiap hari" ucap Lin Chen serius.
Gleg.
putri Huanran menelan ludah nya setelah mendengar metode latihan yang Lin berikan pada nya.
"baik guru" jawab putri Huanran dengan mau tidak mau.
"baik lah Hua'er, kita masuk kedalam goa itu" ucap Lin Chen sambil menunjuk ke dalam goa.
"setelah mereka berdua masuk, mereka melihat Yin Mei Lin dan Lin Yue berbincang bincang sambil tertawa, entah apa yang mereka bicarakan.
"Saudari Hua" panggil Yin Mei Lin lalu berenjak berdiri menarik tangan putri Huanran.
sedangkan Lin Chen hanya mengerutkan kening nya, sebab Yin Mei Lin memanggil putri Huanran dengan nama saudari Hua.
sementara Lin Yue hanya tersenyum kecil melihat Lin Chen yang bingung.
"saudari Hua, aku dan saudari Lin tahu jika saudari Hua menyukai Chen Gege" ucap Lin Yue.
"benar, kami sudah tahu hal itu, dan kami sudah membahas masalah itu, jika saudari Hua tidak keberatan menjadi yang ketiga, aku dan saudari Yue tidak keberatan, sebab kami juga wanita, dan hanya wanita yang mengerti perasaan wanita lain" sambung Yin Mei Lin.
putri Huanran hanya tertunduk malu, sebab kedua wanita Lin Chen sudah tahu isi hati nya.
"sudahlah saudari Hua, kami berdua hanya berharap Chen Gege dapat berbuat adil pada kita.
"apa yang kalian bicarakan? kelihatannya sangat serius?" tanya Lin Chen yang sudah jenuh karena di cuekin kedua kekasih nya itu.
sejenak Lin Yue dan Yin Mei Lin saling menatap kemudian mengangguk.
"aku dan saudari Yue setuju jika saudari Hua menjadi kekasih Gege juga, karena aku dan saudari Yue dapat melihat ketulusan dari saudari Hua, aku dan saudari Yue juga tahu jika Gege juga menyukai saudari Hua" ucap Yin Mei Lin.
"apa yang kamu bicarakan Lin'er?" ucap Lin Chen yang tidak mau mengaku jika diri nya juga menyukai putri Huanran.
"sudah lah Gege, aku dan saudari Lin sudah tahu Gege juga menyukai saudari Hua, karena h itu terlihat dari mata Gege" timpal Lin Yue.
mendengar itu, Lin Chen hanya tersenyum sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"apa benar kamu juga menyukai guru Hua'er?" tanya Lin Chen yang menatap putri Huanran.
"benar guru" jawab putri Huanran yang menunduk malu dengan muka yang bersemu merah seperti kepiting rebus.
"jangan panggil guru lagi, saudari Hua panggil Gege sama seperti kami berdua" ucap Yin Mei Lin.
__ADS_1
"baik saudari Lin" jawab putri Huanran.