Pengantin 18 Tahun

Pengantin 18 Tahun
Awal kebahagiaan Keluarga Kecil Toma


__ADS_3

Di tengah cahaya terang matahari pagi, mataku memperhatikan sosok istriku satu ini, Elia Toma. cocok bukan? mengikuti nama keluarga ku. pagi ini, ia akan bersiap mengikuti hari pertama ujian akhir. semangatnya yang membara terpancar dari binar matanya yang menyala-nyala. aku pun meyakini ia akan melewati ujian ini dengan baik dan lulus sesuai target.


"Kamu siap, kan untuk hari ini?"


dia mengangguk, mengangguk penuh percaya diri.


sejak awal hatiku telah mengatakan bahwa dia cantik, dengan wajah molek juga pipi yang ranum dan bulat bagaikan bayi dan bulu mata lentik sebagai pelindung bola coklat yang jernih di dalamnya. dia memakai seragam putihnya, dengan tas sekolah baru yang di kirimkan Rinna minggu kemarin.


mengenai hubungan dengan keluargaku sendiri, sudah tiga minggu berlalu sejak aku memutuskan untuk menerima tawaran dari Rinna. untuk itu juga, sudah tiga surat ku tulis dan ku kirimkan pada Ayah. meskipun sampai sekarang juga belum ku Terima balasannya. terakhir, Rinna mengabarkan bahwa mereka masih di luar Negeri karena urusan bisnis ayah. aku juga meminta waktu pada Rinna untuk menunggu Elia lulus dulu baru kembali ke rumah. tinggal satu bulan lagi saja.


Rinna pun menepati janjinya untuk membantuku, semua yang ia ucapkan di buktikan perlahan-lahan, sehingga dari segi keuangan aku sudah merasa cukup longgar. sedangkan masalah hutang pada Donny, aku memutuskan untuk menjual ladang sebab satu bulan lagi kami akan pindah, kembali ke rumah keluarga Toma. dari pada terbengkalai tak terurus lebih baik ku jual.


"Ujian Praktik kemarin, aku berhasil melalui nya dengan baik. semoga ujian akhir ini juga bisa." ujar Elia memecah lamunanku.


"Tentu saja bisa, kamu sudah berjuang dengan baik sebelum ujian ini di mulai. aku yakin kamu mampu meraih top sepuluh di papan top Score kelulusan nanti."

__ADS_1


"Boleh ku cium tangan pak Damian?"


Elia tersenyum menatapku berbinar, aku tak menjawab lalu Ku pegang kedua bahunya dan menegakkannya layaknya sebuah arca. kedua mata kami saling memandang, ku lemparkan senyum untuknya. sambil ku buka rambut yang menghalangi wajahnya yang jelita.


"Cium begini saja, lebih baik."


kataku menyodorkan wajah mencium pipi dan keningnya, namun rupanya dia jauh lebih lincah dengan segera melingkarkan kedua tangannya di batang leherku. lalu mendekat, sampai dadanya menempel di dadaku. bagai seekor kuda yang lepas kendali, dia menciumi wajahku bertubi-tubi, gunung es jiwaku yang lama membeku, melebur oleh sentuhannya yang sensual dan hangat.


"Aku tak sabar saat pengumuman kelulusan nanti, pak Damian akan lihat namaku terpampang di sepuluh teratas. aku akan menepati janjiku dulu." bisiknya manja setelah mengecup bibirku cepat.


"Cukup, cukup. kamu harus berangkat sekolah." kataku.


Elia melepaskan lingkar tangannya, lalu berkata; "Terimakasih, manis sekali."


dia melangkah ke luar rumah, namun sebelum itu aku kembali menegurnya dari belakang.

__ADS_1


"Saat waktu itu tiba nanti, kita akan pindah ke kota. aku akan mengajakmu berkencan ke restoran daging terbaik. dan menghabiskan malam bersama di lantai tertinggi gedung Hype (Hotel Tertinggi Di ibu kota)."


"Tak akan ada yang memisahkan kita, bahkan kemiskinan sekalipun. pulang sekolah biar ku jemput ya? aku mau ketemu Donny juga sekalian."


dia kemudian menghilang dari balik pintu setelah melambaikan tangan.


...****************...


Halo kak, ini Author 🙋


Ga tau mau ngomong apa, selain ucapan terima kasih. Terima kasih sudah mendukung kami sampai sekarang kakak ❤. kami tidak mungkin bisa di titik ini kalau bukan karena dukungan kalian...


akhir-akhir ini author selalu dapat kejutan di sini, dari notifikasi komentar sampai terakhir dapat notifikasi Damian pertama kali masuk ranking 🤧. terharu... semoga ini menjadi langkah awal dan kedepannya bisa lebih baik lagi Yup kak.


berhubung besok senin, gaspol bestih... jangan lupa tekan vote untuk a'a Damian yuk, xixi. lopyu all. lope se-ladang punya Damian.

__ADS_1


author berharap, semoga kita bisa selalu sama-sama sampai Damian pensiun..


__ADS_2