Pengantin Bayaran

Pengantin Bayaran
Bab 14


__ADS_3

“Abis aku udah kelewat batas banget sama mereka, jadi aku pingin sekali-kali kasih permainan ke mereka!” jawab Suci dengan singkat dan padat.


**


Sedangkan di kantor milik keluarga Adiwiyata.


“Huft... cape juga ya, kapan gw bisa dapet sekertaris kayak papi? Buat bantuin gw!” gerutu Alam dengan berhenti sejenak mengurus dokumen yang lumayan banyak.


Lima menit kemudian dia pun kembali melanjutkan pekerjaannya, tapi saat dia ingin memulai pekerjaannya notifikasi chating dari ponselnya berbunyi.


“Si Glen ngirim video apaan ke gw?” gumam Alam ketika melihat notifikasi chating, sangking penasarannya dia pun langsung membuka video itu.


Saat memutar video itu, Alam merasa terkejut sekaligus heran, kenapa Suci ada di video itu dan apa juga maksud Glen mengirim video itu kepada dirinya. Karena dia penasaran dia pun melanjutkan video itu dan rupanya itu adalah video tentang kejadian Suci dan trio Vio saat di kantin kampus tadi pagi. Ternyata secara tidak sengaja Glen merekam kejadian Suci dan trio Vio saat di kantin kampus tadi.


“Gw kira dia cewek lemah saat terus-terus di bully sama trio Vio gak ngelawan, tapi ternyata dia bisa juga membalikkan keadaan!” gumam Alam dan tanpa dia sadari, dia tersenyum senang ketika melihat keistimewaan istrinya.


Setelah Alam menyaksikan video yang dikirim oleh Glen dia kembali melanjutkan pekerjaannya dengan cepat dan tentunya dia harus teliti juga.


Waktu pun telah berlalu jam makan siang akhirnya tiba, Alam pun melajukan mobilnya untuk menuju ke sebuah restoran. Setelah sampai di restoran dia memarkirkan mobilnya dan menuju meja yang biasa dia booking, salah satu pelayan yang tahu Alam adalah seorang pelanggan tetap dia pun langsung menghampiri Alam. Alam memesan makanan seperti yang dia pesan biasanya, dan pelayan itu segera pergi untuk menyiapkan pesanan Alam.


Saat Alam sedang menunggu pesanannya seorang wanita tak diundang pun datang ke restoran itu.


“Alam...!” panggil wanita itu yang tidak lain adalah Tiara.


“Eh... Tiara, lo ada disini juga?” kata Alam dengan nada ramah.


“Iya gw kebetulan lewat sini, terus gw pingin makan, jadi gw sekalian kesini deh!” jawab Tiara dengan senyuman bahagia.


“Ayo duduk sini,” perintah Alam sambil menunjuk bangku kosong yang ada dihadapannya. Dengan senang hati akhirnya Tiara pun bergabung dengan Alam.


“Gw udah pesen makan, lo pesen gih, nanti gw yang traktir!” kata Alam menyuruh Tiara untuk memesan makanan.


“Bener nih?” kata Tiara dengan nada tidak percaya.


“Iya bener!” jawab Alam menyakinkan.


“Ok deh,” singkat Tiara dan dia pun langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan.


Setelah selesai memesan makanan Tiara memandangi Alam yang sedang sibuk dengan ponselnya, dia menatap Alam yang sedang serius itu dengan tatapan yang sangat dalam, di dalam hatinya dia ingin sekali memiliki pria yang ada dihadapannya itu, pria yang dulu pernah menemani masa kecilnya.

__ADS_1


“Al, lo lagi sibuk apaan sih?” tanya Tiara memulai pembicaraan diantara mereka.


“Ini, gw lagi chating sama temen-temen gw!” kata Alam berbohong, padahal sebenarnya dia sedang melihat media sosial milik Suci.


“Oh...” Singkat Tiara, “oh ya Al, gw mau ngomong sesuatu yang penting banget sama lo, boleh gak?” kata Tiara dengan nada ragu-ragu.


“Boleh-boleh aja!” jawab Alam tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.


“Al, sebenarnya gw---” Tiara tampak sangat ragu-ragu untuk mengungkapkan perasaannya kepada Alam.


“Apa?” kali ini Alam menatap Tiara dengan rasa penasaran.


“Sebenarnya gw--”


“Permisi, ini pesanannya sudah siap.”


Kedatangan seorang pramusaji menghentikan perkataan Tiara lagi. Alam dan Tiara pun mempersilahkan pramusaji itu untuk menaruh pesanan mereka, setelah semua sudah selesai disajikan, pelayan itu pun mempersilahkan mereka untuk menikmati pesanan mereka.


“Ra, lo tadi mau ngomong apa sih?” Alam semakin penasaran dengan perkataan Tiara yang belum dikatakan.


“Em... itu nanti aja, sekarang kita makan dulu tar keburu dingin!” kata Tiara mengalihkan pembicaraan, mendengar perkataan Tiara, Alam pun menganggukkan kepalanya dan langsung mulai makan.


‘Sebenarnya gw suka sama lo Al!” batin Tiara sambil menatap Alam yang sedang menyantap makanannya dengan tatapan yang sangat dalam.


“Oh ya Ra, lo balik ke Indonesia niatnya mau ngapain?” tanya Alam penuh ingin tahu.


“Gw sih balik ke Indonesia niatnya mau ketemu lo Al!” jawab Tiara jujur.


“Oh ya...” Alam tersenyum konyol mendengar jawaban Tiara, dia tidak tahu maksud perkataan Tiara.


“Nah sekarang kan lo udah ketemu gw, abis ini lo mau ngapain? Balik lagi ke Prancis?” tanya Alam dengan nada meledek.


“Enggak kok, abis ini gw niat buat nyari kerjaan!” jawab Tiara dengan nada santai.


“Serius lo mau kerja?” tanya Alam dengan nada tidak percaya.


“Ya iyalah gw serius, mana mungkin gw bohong!” jawab Tiara meyakinkan.


Alam pun tersenyum sambil mengangguk-angukan kepalanya dan seketika terlintas dipikirannya bahwa dia sedang mencari seorang sekretaris.

__ADS_1


“Kalo gitu lo mau gak kerja di tempat gw?” Alam memberikan penawaran.


“Beneran, emang ada lowongan?” Tiara tidak yakin dengan perkataan Alam.


“Jadi sekertaris gw mau gak?” kata Alam lagi.


Mendengar penawaran Alam, Tiara pun langsung membulatkan matanya sempurna, dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alam.


“Apa lo bilang tadi?”


“Jadi sekertaris gw, lo mau gak?” Alam mengulang perkataannya.


“Lo serius Al? Lo gak lagi bercanda kan?” Tiara memastikan bahwa Alam tidak sedang bercanda.


“Ya elah lo... ya iyalah gw serius, mana mungkin gw bercanda!” Alam meyakinkan Tiara.


‘Ya ampun kalo gw jadi sekertaris Al, gw bakal bisa terus bareng Al dong?’ batin Tiara merasa senang sekali.


“Ya udah deh gw mau Al!” Tiara menerima tawaran kerja Alam dengan senang hati.


“Ya udah kalo gitu lusa lo udah bisa kerja kan?”


“Jangankan lusa, sekarang gw juga udah siap kok!” kata Tiara dengan senyum kebahagiaan, tapi perkataan Tiara barusan dianggap candaan oleh Alam.


“Ya udah, kayaknya gw harus balik ke kantor deh!” kata Alam sambil melihat arlojinya, “gw pergi dulu ya!” pamit Alam kepada Tiara sambil beranjak dari tempatnya.


“Ya hati-hati ya Al!” ujar Tiara sambil mengulas senyuman, Alam tidak membalas senyuman Tiara melainkan dia langsung pergi begitu saja.


“Akhirnya gw bisa selalu deket sama Al!” gumam Tiara dengan senyuman bahagia karena hari yang dia nantikan akhirnya datang juga.


***


Waktu hari ini begitu cepat sehingga matahari pun sudah berlalu untuk meninggalkan siang, ramainya perjalanan ibukota dipadati oleh kendaraan yang berlalu-lalang, burung-burung pun berterbangan untuk kembali ke sarangnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2