
“Dan .... Mami juga yang mengirimkan flashdisk ke kantor mu! Mami harap kau sudah tau apa sebenarnya terjadi antara Suci dengan pria yang bernama Mirai itu di masa lalu!” kata Wulan lagi sambil menatap tajam Alam.
“Jadi .... mami sudah tahu semuanya? dan ... flashdisk itu .... flashdisk itu mami yang kirim ke aku juga?” ucap Alam dengan wajah yang penuh rasa penasaran sekaligus penyesalan.
Ilham yang dari tadi mendengarkan perkataan istrinya itu menjadi geram setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ilham tidak habis pikir bagaimana sikap putranya bisa begitu rendah dimatanya saat ini. Anak yang selalu dia sayangi dan dia banggakan ternyata bisa merendahkan nilai dari ikatan suci pernikahan, dan bukan hanya itu saja. Dengan membuat Suci sebagai pengantin bayaran, Alam telah merusak reputasi tinggi seorang wanita. Ilham juga tidak habis pikir bagaimana Suci bisa menerima semua perlakuan Alam yang rendah seperti itu.
“Alam .... papi benar-benar kecewa sama kamu!” geram Ilham sambil menatap tajam putra semata wayangnya itu.
“Apa papi selama ini mengajarkan kamu untuk bersikap seperti itu Al ....? Apa kamu pernah melihat papi menyakiti mami kamu?” bentak Ilham sangat marah kepada putranya itu.
Alam sangat terima dibentak dan disalahkan oleh kedua orangtuanya atas sikapnya selama ini, tapi dibalik bungkamnya Alam ada rasa kesedihan setelah mendengar perkataan dari Wulan yang mengatakan bahwa Suci hanyut di sungai saat menolong Wulan tadi.
“Mami .... mami sekarang beritahu sama Al, mami ajak Suci ke perkampungan mana?” tanya Alam dengan penuh keingintahuan.
Wulan tidak langsung menjawab pertanyaan dari Alam karena dia masih merasa kesal dengan sikap putranya itu.
“Mami .... jawab aku mam, mami bawa Suci ke perkampungan mana?” tanya Alam sekali lagi dengan nada tinggi kepada Wulan.
Wulan tidak terkejut dengan nada bicara Alam kepada dirinya, Wulan pun langsung memberitahukan Alam kemana dia membawa Suci pergi. Setelah mendengar jawaban dari Wulan, Alam pun langsung bergegas mengambil kunci mobilnya dan langsung pergi menggunakan mobilnya.
Wulan dan Ilham yang melihat Alam langsung bergegas pergi, mereka pun memanggil Alam, tapi Alam tidak mau mendengarkan panggilan mereka dan Alam pergi menuju ke perkampungan dimana Wulan membawa Suci.
“Pi, Alam pasti mau pergi ke perkampungan itu pi. Ayo kita segera ikuti dia!” pinta Wulan kepada suaminya dengan nada panik.
“Ya udah, ayo segera ikuti dia mam!” ucap Ilham dan mereka pun segera bergegas untuk mengikuti Alam.
__ADS_1
Alam pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, untungnya waktu masih menunjukkan pukul satu dini hari jadi kendaraan tidak begitu banyak yang berlalu-lalang. Alam sangat panik sekali dan dia merasa takut kehilangan Suci, dia terus memanjatkan doa agar Suci baik-baik saja dan selamat. Alam mengenang kebersamaannya dengan Suci walaupun hanya sedikit kenangan manis secara tidak sengaja dan dia juga menyesali perbuatannya kepada Suci yang selama ini selalu bersikap dingin dan cuek kepada Suci.
“Semoga kau baik-baik saja, Suc!” gerutu Alam sangat gelisah, “Aku mohon .... tolong .... kau harus baik-baik saja Suc. Aku ingin minta maaf kepada mu atas sikap ku selama ini!”
Alam terus berkata seorang diri sambil terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya segera sampai tujuan.
*******
Keesokan harinya di perkampungan dimana Suci hanyut di sungai.
“Pak, apa istri saya sudah ditemukan?” tanya Alam dengan nada gelisah kepada pasukan tim SAR.
“Kami belum bisa menemukan jejak ibu Suci, pak Al!” kata petugas tim SAR itu, “tapi bapak tenang saja, pasukan kami masih terus mencari ibu Suci. Saya harap bapak bisa bersabar!” kata petugas tim SAR itu lagi kepada Alam.
“BERSABAR .... BERSABAR .... hanya itu yang bisa kalian katakan dari tadi!” bentak Alam kepada petugas tim SAR itu, “jika kalian tidak bisa mencari istri ku, bagaimana aku bisa bersabar!” bentak Alam lagi sangat marah kepada petugas tim SAR itu.
“Maaf pak, tapi kami semua sedang berusaha!” kata petugas tim SAR itu dengan nada sabar.
“Hahh ..... kalian semua sangat tidak berguna .... lebih baik aku mencari istri ku sendiri!” amuk Alam lagi kepada petugas tim SAR itu dan dia berjalan pergi untuk mencoba mencari Suci.
“Al ... kamu mau kemana, Al ...?” teriak Wulan kepada Alam.
Lagi-lagi Alam tidak mendengarkan siapapun yang berbicara kepada dirinya, dia langsung pergi begitu saja untuk mencari Suci, karena yang ada di pikirannya saat ini adalah tentang Suci, dan berharap Suci ditemukan dalam kondisi yang baik-baik saja.
“Pi, ayo kita segera ikuti Alam, mami takut dia berbuat nekad!” pinta Wulan kepada suaminya dengan nada khawatir.
__ADS_1
“Iya ayo mam ...” Ilham membenarkan perkataan istrinya dan mereka pun segera mengikuti Alam.
“Suci ...... Suci ......” Alam meneriaki nama Suci dengan sangat keras.
“Suci ...... kau dimana .....? Apa kau baik-baik saja .....?? Suci .... apa kau mendengarkan aku .....??”
“Suci ..... aku mohon ..... tolong jawab aku ....!!!”
“Suci .....!!”
Alam terus berteriak memanggil nama Suci dengan sangat keras, dia sangat berharap Suci baik-baik saja dan bisa mendengar panggilan dari dirinya.
“Pak Al, saya barusan dapat informasi dari tim, bahwa dia menemukan seseorang yang hanyut di sungai!” kata petugas tim SAR kepada Alam.
“Suci .....!! Itu pasti Suci, istri saya kan?” tanya Alam dengan penuh emosional.
“Saya belum tahu pak. Mari bapak ikut saya ke lokasi!” kata petugas tim SAR itu lagi.
Alam pun mengangguk dan mereka langsung menuju ke tempat dimana pasukan tim SAR menemui seseorang yang hanyut di tepi sungai itu.
•
•
•
__ADS_1
•
•